
Leonardo segera berlari keluar dari Restoran, Ryan dan Angelina pun segera ikut berlari mengejar, keduanya melayangkan tatapan heran menatap punggung bosnya yang terlihat bergetar.
Tanpa basa basi Leo pun segera masuk kedalam mobil sesaat setelah dirinya sampai di parkiran, di ikuti oleh Angel dan juga Ryan yang akan menyetir mobil.
''Cepat, bawa aku pulang ke rumah, aku takut istri serta si kembar dalam bahaya,'' titah Leo kepada Ryan.
Leo bahkan tidak menghiraukan Angel yang duduk di sebelahnya, dia tidak memperdulikan apapun selain keselamatan anak serta istri'nya.
''Bisa lebih cepat lagi tidak?'' Leo menatap Ryan yang menyetir dengan wajah pokus ke depan.
''Iya, bos. Ini sudah kecepatan maksimal, kalau kecepatan'nya di tambah, aku takut keselamatannya bos akan terancam, karena bisa terjadi kecelakaan,'' jawab Ryan tanpa menoleh.
''Aku tidak peduli, aku harus segera bertemu dengan anak dan istri'ku.''
Angel yang dari tadi hanya terdiam memegang erat kursi yang di duduki'nya, jantungnya hampir copot karena laju kendaraan yang melesat dengan sangat kencang.
''Ada apa ini sebenarnya? Leo tenangkan dirimu, apa kamu lupa di sini ada aku dan juga Ryan yang sedang menyetir? kalau sampai terjadi kecelakaan bukan hanya nyawamu yang melayang, tapi aku juga, aku tidak mau mati muda, aku belum menikah, Haaaa...'' teriak Angel saat mobil yang ditumpangi melaju semakin kencang.
''Diam kamu, kalau kamu bicara lagi, kamu akan aku pecat sekarang juga,'' jawab Leo, membuat Angel merapatkan mulutnya seketika.
Setelah perjalanan yang mendebarkan, akhirnya mereka sampai juga di kediaman Leo, dirinya segera berlari keluar dari dalam mobil, dan masuk ke dalam rumah dengan nafas yang terlihat terengah-engah.
''Adel... Axel, Axela... kalian dimana?'' teriak Leo memasuki rumahnya.
''Tenang, bos. Mereka pasti baik-baik saja,'' Ryan berjalan di belakangnya mencoba menenangkan.
''Axel, Axela, anak kembar'ku, dimana kalian?'' Leo hampir saja putus asa dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.
Bi Inah, yang mendengar teriakan sang majikan, segera berlari menghampiri.
''Ada apa Tuan? mengapa Tuan teriak seperti itu?" tanya bi Inah memasang wajah heran.
"Bi istriku di mana? Axel dan Axela juga di mana? ko mereka semua tidak ada?'' Leo bertanya dengan nada suara yang terdengar sedikit bergetar.
''Oh, Nyonya ada di belakang, tuan. Beliau sedang bermain dengan si kembar,'' jawab bibi dengan kening yang sedikit kerut'kan.
Mendengar hal tersebut Leonardo segera berlari ke belakang rumahnya, dan benar saja dia melihat si kembar sedang digendong oleh istri dan ibu mertuanya.
Leo pun segera berlari menghampiri Adelia, memeluk tubuh istrinya dan membenamkan kepalanya di leher sang istri, dengan perasaan yang masih bergetar dan jantung terasa berdebar, nafasnya pun masih tersengal-sengal.
''Ada apa kenapa kamu seperti ini?'' Adelia bertanya merasa heran dengan sikap suaminya.
''Aku hanya bersyukur kamu baik-baik saja,'' jawab Leo melepaskan pelukannya, lalu menatap wajah sang istri, setelah itu dia menatap kearah Axel dan Axela secara bergantian.
__ADS_1
''Aku baik-baik aja kok, kamu yang terlihat tidak sedang baik-baik aja, apa kamu sakit?'' Adel meraba wajah suaminya dengan satu tangan, dan tangan lainnya menggendong si kembar.
Tidak lama kemudian Ryan dan Angel pun datang menghampiri, Adel mengerutkan keningnya karena tidak menyangka bahwa Angel akan berada di rumahnya, dia pun merasa sedikit kesal karena sempat berpikiran yang tidak-tidak.
Angel menatap wajah bayi kembar yang saat ini sedang digendong oleh adel dan juga ibunya, dia nampak sedikit tersenyum lalu menghampiri Adelia dan menyapa.
''Wah, cantik sekali bayimu, siapa namanya?'' tanya Angel meleburkan suasana yang sempat menegang.
''Sedang apa kamu disini?''
Tanya Adelia menatap wajah Angel dengan tatapan tidak suka, hatinya masih di selimuti rasa cemburu apabila melihat wajah mantan kekasih suaminya tersebut.
''Oh, maaf. Jika kedatanganku membuat'mu tidak nyaman, aku juga tidak sengaja datang kemari, suami'mu yang membawa aku sampai ke sini,'' jawab Angel dengan wajah datar.
''Apa...? kapan aku membawamu kesini?'' Leo membulatkan bola matanya, menatap wajah Angelina.
''Apa tadi lupa tadi aku naik mobil kamu kesini? bukannya antar aku dulu ke kantor, malah langsung pulang,'' jawab Angel setengah mengejek menatap wajah Leo.
''O, ya...?'' Leo menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali, dia menatap wajah Adelia dengan sedikit cengengesan.
''Sudah... sudah... jangan berdebat lagi, Angel, silahkan duduk. Kamu Adel, jangan begitu sama tamu, walau bagaimanapun Angel tamu kita,'' ucap ibu menenangkan suasana.
''Terima kasih, Bu. Tapi tidak usah repot-repot, aku sungguh tersanjung karena ibu masih sudi memperlakukan aku dengan baik, setelah apa yang sudah aku lakukan, lagipula aku akan pulang sekarang juga,'' jawab Angel merasa terhormat dengan sikap ibu yang terlihat baik dengan tatapan teduh memandang wajahnya.
''Memang aku mau pulang kok,'' Angel menjawab dengan nada suara yang tidak kalah datarnya.
''Ya sudah kenapa diam saja, cepat pulang sana.''
''Leo...'' Ibu memanggil dengan suara lembut'nya.
''Ryan, maukah kamu mengantarkan aku kembali ke kantor, mobil'ku masih tertinggal di sana?'' Angel menatap wajah Ryan dengan tatapan seperti memohon.
''Hmmm... baiklah, aku akan mengantarkan Nona ke kantor, mari...'' jawab Ryan merasa senang.
''Saya permisi, Bu.'' Angel sedikit membungkukkan tubuhnya menatap wajah ibu, berpamitan.
Sementara Leo dan Adelia di abaikan begitu saja, dan hendak berjalan keluar, namun dia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap wajah Leonardo.
''O, iya,.bos. Bagaimana hasil meeting tadi? apakah bang Alex jadi berinvestasi?''
''Kita bicarakan ini nanti di kantor, ya.'' Jawab Leo datar.
''Baiklah,'' Angel pun pergi dengan di ikuti oleh Ryan di belakangnya.
__ADS_1
***
Adel berjalan ke kamarnya, memasang wajah kesal dengan baby El masih berada di gendongan'nya, entah mengapa hatinya masih di selimuti rasa cemburu kepada Angel.
''Sayang, istri'ku, Adelia...'' Leo mengejar sang istri dari belakang.
Tidak menghiraukan panggilan sang suami, Adelia langsung masuk ke dalam kamar, dan langsung menutup pintu dengan kasar.
Blug
Adel membanting pintu, tepat sesaat setelah Leo sampai, sehingga pintu itu hampir saja mengenai wajahnya.
Ceklek
Leo kembali membuka pintu secara pelan.
''Adelia, istri'ku sayang, apa kamu marah?'' berjalan menghampiri, istrinya yang terlihat sedang duduk di pinggir ranjang.
''Siapa yang marah, tidak ko?'' jawab Adel datar.
''Itu, tertulis di wajah'mu 'Marah' kan?''
Adelia terdiam, menatap wajah baby El yang terlihat sudah terpejam. Dia pun bangkit dan berdiri lalu membaringkan Baby El di box bayi yang terletak di sebelah ranjang besar miliknya.
''Sayang, jangan bilang kamu masih cemburu sama si Angel?'' Leo sedikit tersenyum.
''Cemburu...? Heuh... TIDAK...'' jawab Adel membulatkan bola matanya.
____________---------_____________
.*Jangan lupa
Like
Komen
vote
Hadiah
di tunggu update berikutnya ❤️❤️❤️*
_____________--------________________
__ADS_1