
Leo meraih baby El yang saat ini sedang berada di dalam gendongan istrinya, menimangnya lalu menatap baby Al yang juga sedang dalam keadaan menangis di dalam box bayi.
''Kamu kenapa, Adelia? mengapa kamu diam saja?'' Leo masih merasa kesal sekaligus heran.
''Apa kamu tahu betapa aku kesusahan mengurus dan memberi ASI si kembar? Aku kerepotan, sungguh... kamu hanya bisa marah-marah dan sibuk dengan urusan kantor tanpa mempedulikan keadaan aku, hiks hiks hiks...!'' tiba-tiba Adelia menangis sesenggukan.
Leo yang terkejut melihat keadaan istrinya yang tiba-tiba menangis seperti itu, mengerutkan keningnya seketika, dia sama sekali tidak mengerti dengan sikap istrinya yang seolah secara tiba-tiba. Leo pun duduk di samping sang istri, memandang wajah Adelia dengan tatapan penuh rasa heran.
''Pekerjaan aku di kantor sedang banyak-banyaknya, ada masalah yang harus segera di selesaikan di sana, itu sebabnya aku selalu sibuk,'' jawab Leo menatap masih dengan tatapan heran.
''Iya, tapi seharusnya kamu tidak mengabaikan aku seperti ini, hiks hiks hiks...! apa kamu tidak tahu betapa aku sangat kerepotan mengurus si kembar sendirian? hah...!'' Adel semakin mengeraskan suara tangisnya.
''Maaf, aku sungguh tidak tahu, aku sungguh minta maaf,'' Leo meraih tubuh sang istri dan memeluknya, dengan Baby El yang masih berada di dalam dekapannya.
''Aku stres, Leo. Aku merasa sungguh tertekan, kamu tidak akan tahu karena kamu tidak mengalaminya, hiks hiks hiks...''
''Iya, sayang. Aku sungguh minta maaf, ya. Sudah jangan menangis lagi. Aku akan mencarikan baby sister sekarang juga, kalau perlu dua orang sekaligus, agar kamu tidak kesusahan lagi mengurus si kembar,'' jawab Leo mengusap punggung sang istri lalu mengecup keningnya.
Adelia pun mengangguk, masih dalam keadaan menangis di dalam pelukan suaminya. Keadaan Adel pun berangsur tenang, dan dia pun menghentikan tangisnya, dia melepaskan pelukan sang suami lalu menatap putranya.
''Maaf ya, sayang. Maafkan mommy...!'' Adel meraih sang putra lalu memberinya ASI.
Kemudian Leo berdiri dan menggendong baby Al, yang masih dalam keadaan menangis, dia pun membuatkan susu formula untuk putrinya tersebut dengan masih seraya menimang baby Al.
__ADS_1
Si kembar pun, berangsur tenang, Baby El meminum ASI sementara adiknya meminum susu Formula dan berada di dalam gendongan sang ayah.
Leo dan Adelia sama-sama duduk di tepi ranjang, keduanya memandang si kembar yang perlahan mulai terpejam, setelah itu keduanya pun membaringkan si kembar di box bayi secara berdampingan.
Adel langsung meringkuk di atas tepat tidur, dia menutup tubuhnya dengan selimut tebal, sementara Leo, menatap istrinya masih dengan tatapan heran, merasa tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengan sang istri. Dia sama sekali tidak mengetahui bahwa Adelia, istrinya, sedang mengalami baby blus, kondisi yang sering di hadapi oleh seorang ibu yang baru saja melahirkan.
Leo pun berdiri dan merogoh ponsel dari dalam sakunya, dia menelpon asisten pribadinya.
Tut
Tut
Tut
''Halo... Ryan...? Carikan aku baby sister secepatnya, dua orang sekaligus, katakan aku akan menggaji mereka dengan upah yang besar,'' pinta Leo setelah Ryan mengangkat telpon darinya.
''Baik, bos.''
''Secepatnya, ya. Kalau perlu sekarang juga,'' jawab Leo lalu menutup telpon.
Setelah itu, dia berbaring di samping sang istri, memeluk tubuhnya dari arah belakang, seraya membisikan kata maaf di telinganya.
''Maafkan aku, istriku. Aku terlalu egois, dan sempat marah dan kesal, tadi.''
__ADS_1
Adel hanya terdiam dengan masih sedikit terisak dengan mata yang di pejamkan.
''Aku berjanji akan lebih memperhatikan dirimu dan si kembar, aku sama sekali tidak bermaksud mengabaikan dirimu, istriku,'' dia pun mengecup pucuk kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.
Mendapati sang istri hanya terdiam saja, Leo semakin mengeratkan pelukannya, seraya menyandarkan kepalanya di bahu sang istri, memandang wajah Adelia dengan tatapan penuh rasa penyesalan.
''I love you, honey..."
Adelia tidak menjawab ucapan suaminya, dan masih berpura-pura terpejam.
_________----------_________
Jangan Lupa
Like
komen
Vote
Hadiah
Terima kasih Reader ❤️❤️❤️
__ADS_1