
Malam ini adalah malam yang sangat di nantikan oleh Alex setelah dirinya resmi menikah dengan wanita bernama Emillia, dan malam ini juga malam pertamanya tidur dengan ditemani oleh wanita yang telah dinikahinya.
Sungguh sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya, bahwa di usianya yang hampir setengah abad ini, dia masih di beri kesempatan untuk merasakan betapa bahagia mencinta dan dicintai, dan tentunya merasakan berdebar'nya melewati malam pertama.
Alex yang notabenenya susah untuk jatuh cinta kepada seorang wanita, akhirnya dia jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang wanita yang bernama Emillia, sungguh merupakan sebuah anugerah karena wanita itu Sudi menerima cintanya dan bersedia langsung dinikahinya tanpa menunggu waktu lama.
Meski masih merasa canggung Akhirnya Alex memulai malam pertamanya dengan mencoba menyentuh sesuatu yang ada di bawah sana, sesuatu yang sudah sejak lama dia dambakan dan impikan selama ini dan tentu saja sesuatu yang telah dia pendam selama beberapa bulan ini.
Emillia dengan perasaan berdebar mencoba mengatur napasnya panjang, mencoba untuk melenturkan otot-ototnya yang sempat menegang, jantungnya berdetak kencang tidak karuan dengan tubuh yang terasa gemetar.
Tentu saja hal itu merupakan hal wajah yang biasa dirasakan oleh wanita yang akan memulai ritual malam pertama, sebagai wanita normal Emillia benar-benar merasakan perasaan yang campur aduk sulit untuk di ungkapkan.
''Kamu siap?'' tanya Alex, menatap wajah Emillia yang terlihat pucat pasi.
Emill hanya mengangguk pasrah.
Kini, gelora di dalam jiwa keduanya pun benar-benar berada di puncak keinginan untuk segera disalurkan, Alex yang sudah menghabiskan separuh hidupnya dengan membujang semakin tidak sabar untuk memulai pendakian dan membuka segel yang masih tertutup rapat di bawah sana.
__ADS_1
Sampai akhirnya, apa yang ada di dalam sana pun benar-benar robek menyisakan suara Isak yang perlahan terdengar lirih membuat Alex terkejut dan semakin mempercepat pelepasannya, sampai akhirnya pelepasan pun dia dapatkan seiringan dengan larva pijar yang perlahan menyembur ke dalam sana bak bisa ular.
Alex menatap wajah istrinya, tatapan matanya diliputi rasa bersalah yang teramat besar karena melihat istrinya yang terlihat begitu kesakitan.
''Aku minta maaf, sayang. Apakah sakit sekali?'' tanya Alex mengusap wajah Emillia lembut.
''Kenapa harus minta maaf, hal seperti ini memang wajar terjadi di malam pertama, itu tandanya Mas'lah satu-satunya laki-laki yang membuka segel milikku, dan aku bahagia sekarang, meski bagian inti'ku sakit sekali,'' jawab Emill menatap wajah suaminya yang masih berada di atas raga polos dirinya.
''I Love You Honey ..."
Lirih Alex mengecup kening sang istri.
Jawab Emillia pelan.
Alex pun berbaring tepat di raga polos sang istri, menutup raga keduanya dengan selimut tebal lalu melingkarkan tangannya di perut istrinya tersebut.
Keduanya berbaring saling berhadapan, saling menatap satu sama lain dan saling melayangkan senyuman, memancarkan tatapan mata penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Alex yang baru saja mencapai sesuatu yang memang sudah sejak lama dia dambakan terlihat begitu bahagia, senyumnya bahkan mengembang begitu lebarnya, layaknya anak kecil yang baru saja dibelikan mainan baru.
Dia kembali mengusap wajah istrinya, mengecup bibirnya pelan. Hal yang sama di rasakan oleh wanita bernama Emillia, dia tersenyum menatap wajah Alex sang suami, dengan tatapan bahagia dan pancaran mata penuh kasih sayang.
''Ko pelepasannya cepat banget si, Mas?'' tanya Emill merasa heran.
''He ... he ... he ... Maklum, karena sudah menahannya dari kemarin-kemarin, membuat si perkutut langsung menyembur sesaat setelah masuk ke dalam sarangnya,'' jawab Alex cengengesan.
''Oh, jadi begitu?'' Emill terkekeh.
''Eu ... apakah masih sakit?'' tanya Alex memastikan.
''Lumayan ..."
"Kalau begitu, bolehkan kita melakukannya sekali lagi, Mas berjanji akan bermain halus, mari kita mencapai pelepasan bersama-sama, mau ...?''
Emill mengangguk seraya tersenyum.
__ADS_1
Mendapatkan jawaban yang di inginkan, Alex pun kembali menyambar raga sang istri buas, dan Emillia pun bersiap melayani sang suami sebagai seorang istri yang berbakti kepada suaminya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀