Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Berdebar


__ADS_3

''Sedang apa kamu di depan kediaman saya?''


Axel pun memutar badan dan mencari sumber suara, dan di pun menatap wajah Alex yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berada sekarang.


Mata Alex terlihat membulat sempurna, menatap wajah El dari ujung kaki sampai ujung rambut seraya mengerutkan keningnya.


''Permisi, om. Perkenalkan saya Axel, temannya Amora,'' ucap El memberanikan memperkenalkan diri, setelah merasa yakin bahwa pria itu pasti adalah ayah dari Amora.


''Axel...?''


''Iya, Om. Saya teman sekelasnya Amora,'' jawab El dengan sedikit bergetar sebenarnya.


''Hmmm...! Amora sudah banyak bercerita tentang kamu,''Alex berjalan mendekati pintu.


''Benarkah...?''


Ceklek...


Alex membuka pintu apartemennya dan mempersilahkan El masuk.


''Silahkan masuk! kamu kemari pasti ingin menemui Amora, kan?''


''Iya, om. Apakah dia ada di rumah?''


''Tuh, kamarnya di sebelah sana, coba kamu bangunkan dia, biasanya pulang sekolah dia langsung tidur.''


El terkejut mendengar ucapan ayah dari sahabatnya tersebut, menatap pintu kamar yang sedang berada dalam keadaan tertutup rapat, bagaimana bisa pria itu memintanya memasuki kamar putrinya sendiri? kalau sampai dia berbuat yang tidak-tidak kepada Amora, bagaimana? apa karena mereka lama tinggal di Amerika jadi hal itu merupakan hal biasa bagi mereka. Batin El berkecamuk.


''Kenapa melamun?'' Alex, membuyar lamunan El.


''Hmm... tidak, om. Apa tidak apa-apa saya masuk ke kamar putri om?''


''Iya, gak apa-apa. Masuklah, aku yakin kamu tidak akan berani berbuat yang macam-macam, Amora selalu bercerita kepada om, bahwa kamu pria yang baik, meski pada awalnya dia menceritakan hal yang berbeda.''


''O ya...? Baiklah, kalau om sudah memberi ijin, saya berjanji tidak akan berbuat yang macam-macam, om.''


El pun berjalan mendekat ke arah pintu yang tadi di tunjuk oleh Alex, berjalan perlahan lalu mulai mengetuk dan membuka pintu sesaat setelah berada di sana.


Trok


Trok


Trok


Ceklek...


''Amora...?''

__ADS_1


El mulai menapaki kakinya di dalam kamar, kamar bernuansa putih bersih dengan tidak terlalu banyak pernak pernik di dalamnya, kamar itu terlihat rapi, dengan gorden berwarna putih yang terbuka menghiasi jendela kaca yang membentang di sepanjang temboknya, memperlihatkan pemandangan di luar jendela yang terlihat indah untuk di pandang.


El pun semakin melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar, sampai pada akhirnya dia melihat sosok Amora yang sedang tertidur pulas dengan masih mengenakan seragam sekolah, dengan seluruh kancing depannya terbuka.


El pun membelalakan matanya, pemandangan di depan matanya memanglah indah di pandang, bagaimana mana tidak? dada gadis itu kini terekspos sempurna, berbalut B** berwana hitam, menutupi separuh gunungan kembarnya yang terlihat ranum dan putih sempurna, apalagi belahan atasnya yang seolah membentuk hati, di tambah rok sekolah Amora yang kini tersibak memperlihatkan kaki panjang gadis itu yang juga putih mulus seolah tanpa cela, wah... benar-benar membuat El menelan ludah.


Tidak kuasa menahan gejolak di dalam dadanya, dia pun berniat untuk keluar dari dalam kamar, El takut kalau dia sampai tidak bisa mengendalikan gejolak yang kini kian membaut isi segitiga nya semakin menyempit. Bukankah hal yang wajah jika El merasakan hal seperti itu? karena dia adalah pria normal. Batin El berbicara pada diri sendiri.


Akhirnya, Axel pun memutar badan dan hendak keluar, sampai akhirnya terdengar suara Amora yang mengejutkan dirinya.


''Axel...? Sedang apa Lo di kamar gue?'' suara Amora terdengar berat.


''Eu... Anu... Ra, tadi bokap Lo yang nyuruh gue bangunin Lo,'' El kembali membalikan badan, menatap Amora yang kini sudah dalam keadaan duduk di atas tempat tidur, membuat bagian dadanya kini semakin terekspos sempurna, menggantung indah bagaikan buah mangga yang ranum dan siap untuk di jamah, membuat isi segitiga'nya semakin menyempit seiring dengan mengerasnya penghuni di dalamnya.


''Ada perlu apa Lo kemari? duh gue masih ngantuk banget.''


Bruk


Amora kembali menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.


''Gue ada kejutan buat Lo, Ra...''


''Kejutan apa?''


''Udah sekarang Lo bangun terus mandi, setelah itu gue bakalan kasih tahu kejutannya itu apa, oke...?''


Amora pun bangkit lalu turun dari atas ranjang, berjalan melintas tepat si hadapan El tanpa merasa risih sama sekali dengan pakaian yang setengah terbuka yang sedang di kenakan'nya.


El mencoba memalingkan wajahnya saat tubuh seksi gadis blasteran Amerika itu berjalan perlahan dihadapan'nya, sampai akhirnya memasuki kamar mandi.


''Huuuh...'' El pun menghembuskan napasnya dengan kasar, lalu mengusap dadanya yang masih terasa berdebar.


'Dasar gadis Amerika, di kiranya biasa kali ya, gue ngeliatin yang kayak gitu? untung iman gue lumayan kuat,' ( batin Axel )


Trok


Trok


Ceklek


Alex sang ayah pun masuk ke dalam kamar.


''Amora dimana? apa dia sudah bangun?''


''Sudah, om. Dia sedang mandi sekarang.''


''Oh, begitu. Axel... hari ini om ada urusan penting dan harus pergi ke luar kota, lain kali om akan mengajak kamu makan malam bersama, sebagai cowok yang sedang dekat dengan anak saya, tentu saja saya harus mengenal kamu lebih dekat, terutama keluarga kamu, saya ingin tahu dari keluarga mana kamu berasal, tapi nanti, tidak sekarang, sekarang om sibuk. Oke...?''

__ADS_1


''Baik, om. Dengan senang hati, saya akan menunggu undangan makan malam dari om...''


''Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu ya...''


Alex pun keluar dari dalam kamar.


*


30 menit kemudian yang sedang mandi pun keluar, dia sudah mengenakan pakaian lengkap, dress pendek berwarna hitam, dengan bagian dada yang sedikit terbuka.


''Tadi gue kayak dengar suara Daddy?'' berjalan mendekati Axel.


''Iya, tadi bokap Lo pamitan, katanya mau pergi keluar kota,'' jelas El.


''Tuh kan, kebiasaan Daddy, pasti gue di tinggal sendirian lagi deh.''


''Emang Lo sering di tinggal sendiri?''


Amora menganggukan kepalanya.


''Kenapa gak minta di temenin sama gue aja?''


''Dih apaan sih?'' Amora tersenyum geli mendengar ucapan Axel.


Dan keduanya pun sama-sama tersipu malu.


''O iya, katanya Lo ada kejutan buat gue? kejutan apa?''


Amora menatap lekat wajah Axel yang terlihat begitu tampan, mengenakan kaos oblong berwarna putih polos dengan celana jeans pendek sebagai pasangan'nya.


Axel berjalan menghampiri, dan membawa tubuh Amora berjalan ke depan jendela dengan mata yang di tutup oleh kedua tangannya, setelah keduanya tepat berada di depan jendela, El pun membuka kedua tangannya yang menutupi mata gadis itu.


Amora pun terkejut bukan kepalang, karena ternyata di bawah sana sudah terdapat motor ninja miliknya yang sempat hilang, terparkir tepat di depan pintu masuk Apartemen, El sengaja menyimpan motor itu di sana agar Amora dapat melihat jelas dari atas sini.


Saking senangnya, Amora segera memeluk tubuh Axel, begitu erat hingga bagian gunungan kembarnya menempel sempurna, membuat El membulatkan matanya seketika itu juga saat benda kenyal itu bersentuhan dengan dada bidang miliknya.


''Makasih, El...! akhirnya motor gue balik lagi." Lirih Amora di dalam pelukan Axel.


"Sama-sama, Ra. Gue udah nepatin janji gue sekarang.''


Amora mengangguk lalu melepaskan pelukannya, dia menatap lekat wajah Axel yang saat ini berada sangat dekat dengan dirinya, tanpa di sangka Amora pun mendekatkan bibir berwarna pink nya, semakin mendekat sampai akhirnya bersentuhan.


___________---------_____________


promosi


__ADS_1


__ADS_2