Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Cemburu Buta


__ADS_3

''Apa kamu cemburu?'' tanya Adelia sedikit tersenyum merasa geli.


''Cemburu apaan...?'' Leo tersipu malu.


''Ya, itu tadi? 'kamu tidak suka aku di raba-raba oleh seorang laki-laki' itu tandanya cemburu. Tapi masa cemburu sama seorang Dokter, lucu kamu,'' Adel sedikit menertawakan.


''Memangnya lucu ya?'' Leo merasa sedikit kesal.


''Tidak, maksudku, beliau seorang Dokter, ya dimana-mana Dokter yang memeriksa pasien pasti di raba lah, apalagi Dokter kandungan,'' jelas Adelia.


Leonardo seketika membayangkan istrinya di periksa oleh seorang Dokter Laki-laki, Adelia membuka perutnya dan dielus oleh Dokter serta di tekan-tekan pula perut istrinya tersebut, Leo juga membayangkan ketika istrinya melahirkan nanti, berbaring membuka kedua kakinya layaknya wanita yang akan melahirkan, dengan Dokter laki-laki berada tepat di depan kaki sang istri.


Leo bergidik seketika, bulu kuduknya serasa berdiri semua, apa yang baru saja dia bayangkan sungguh membuat perasaan'nya semakin tidak tenang, dia pun mengusap secara kasar wajah tampannya, menarik nafas panjang lalu menghembuskan'nya secara perlahan.


''Tidak... pokoknya, kita akan mencari Dokter perempuan, titik,'' jawab Leo penuh penekanan.


''Iya... iya... terserah kamu, sekarang kita fokus saja dengan kesehatanmu terlebih dahulu.''


Leo menganggukan kepalanya.


''Tapi ingat ya, kamu harus di periksa oleh Dokter kandungan wanita, TITIK...'' Leo kembali menegaskan.


''IYA... LEONARDO SAYANG...'' jawab Adelia yang juga penuh dengan penekanan.


''Sudah... sudah... kalian berdua hentikan, dari tadi berdebat terus, Leo, sekarang kamu istirahat saja, dan kamu Adelia, kamu juga istirahat, berbaringlah di kursi itu, ingat, kamu sedang hamil muda, harus banyak beristirahat dan tidak boleh stres...'' pinta ibu, menatap anak dan menantunya secara bergantian.


''Baik, Bu,'' keduanya pun menjawab secara bersamaan.

__ADS_1


***


Keesokan harinya.


Di kantor.


Angel tampak sedang sibuk bekerja, dia seperti sedang mengetik sesuatu di depan laptopnya, berhubung bos'nya sedang tidak berada di tempat, membuatnya menghandle semua pekerjaan yang seharusnya di lakukan oleh bos' nya tersebut.


Wajah Angel terlihat sangat serius, raut wajah'nya terlihat datar dengan kening yang sedikit di kerut'kan.


'Aku harus segera menyelesaikannya, agar aku bisa mengantarkan laporan ini ke Rumah Sakit.'


Gumamnya dalam hati.


Satu jam kemudian laporan yang di buatnya pun selesai, dia tersenyum lalu merentangkan kedua lengan'nya, merasa pegal.


Angel kembali bergumam.


Dia pun bersiap untuk membawa laporan tersebut ke Rumah sakit, setelah menyalin laporan tersebut ke dalam sebuah kertas. Angel mengambil make up dari dalam tasnya, dan dia pun bercermin dan merapikan make up di wajah'nya, tidak lupa pula dia menambahkan lipstik berwarna merah membuat bibirnya terlihat semakin sensual.


Baru saja Angel hendak berdiri dan melangkah keluar dari dalam meja sekertaris'nya, tiba-tiba saja dia melihat Ryan berjalan dari arah kejauhan menghampiri dirinya. Angel menatap wajah Ryan dengan tatapan heran.


''Ada apa kemari?'' tanya Angel mengerutkan keningnya.


''Aku di utus oleh bos Leo untuk mengambil laporan penjualan hari ini,'' jawab Ryan dengan nada datar dan masih dalam keadaan berjalan, karena sama sekali belum sampai di depan Angel.


''Apa...?'' Angel merasa kesal.

__ADS_1


Harapannya untuk pergi ke Rumah Sakit untuk bertemu dengan Leo dengan alasan mengantarkan laporan pun sirna seketika, alhasil, Angel kembali duduk dengan perasaan kesal dan tubuh yang serasa lunglai.


''Kamu kenapa?'' tanya Ryan heran.


''Tidak...! tuh laporannya di sana , ambil saja sendiri," jawab Angel dengan mengerucutkan bibir sensualnya serta menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.


Ryan tersenyum tipis yang terlihat sedikit di paksakan, dia pun mengambil beberapa lembar kertas yang sudah di susun rapi yang tergeletak di atas meja.


"Terima kasih..." ucap Ryan, lalu hendak pergi begitu saja.


"Tunggu Ryan..." Angel memanggil.


Ryan pun menghentikan langkahnya.


"Ada apa lagi, Nona Angel..." Ryan menatap wajah Angel.


"Apakah kamu punya pacar?'' tanya Angel secara tiba-tiba.


Membuat Ryan terkejut seketika dengan mata yang berbinar menatap wajah cantik wanita yang bernama lengkap Angelina Anastasya tersebut.


_____________---------_____________


Reader tersayang, sambil menunggu Author up Episode selanjutnya, silahkan kunjungi dulu novel di bawah ini, di jamin cerianya sangat menarik dan dapat menemani waktu puasa kalian.



______________--------__________________

__ADS_1


__ADS_2