
Daysi yang sedari tadi sudah siap-siap kini mengajak Ria untuk pergi jalan-jalan lagian sudah lama diri nya tidak pergi dengan Cheval semenjak berbadan dua. Cheval tidak bisa diam saat berada di dalam mobil sesekali mencium pipi Daysi dan perut Daysi yang sudah terlihat berisi.
"Aa suka ada adik di dalam perut mama." Daysi menatap mata Cheval yang mulai berwarna kelabu tersebut tidak sepeperti saat bayi berwarna biru.
Cheval terus menguhujani ciuman di perut Daysi dan pada akhir nya bayi yang ada di dalam perut menendang berkali-kali.
"Sudah ya Aa... mama capek," menampil kan senyum terbaik nya agar Cheval tidak takut dengan teguran Daysi barusan. "Mbak Ria, tolong ya," memberikam Cheval pada Ria.
Ria dengan sigap langsung menerima bada Cheval dan menduduk kan nya di jok khusus baby. Ksatria sengaja mendesain sedemikian rupa agar anak dan istri nya aman dan nyaman saat perjalanan kemana pun tujuan nya.
Semenjak berbadan dua Daysi sering merasa lelah, mungkin pengaruh bayi yang ia kandung. Untung nya sebelum mengandung ia sudah memeriksa kan kesehatan ginjal nya dan tidak ada masalah sama sekali begitu juga dengan ginjal yang ia donorkan untuk Aurellia juga sama sehat nya, tidak ada masalah untuk kedepan nya.
Daysi mengetik beberapa pesan pada Ksatria jika diri nya saat ini sedang pergi dengan Cheval dan Ria untuk menyegarkan pikiran. Ksatria yang masih fokus dengan pekerjaan nya tidak melihat pesan masuk ia yakin itu dari Daysi. Setelah pekerjaan selesai Ksatria baru membalas nya dan menyuruh untuk berhati-hati.
Mall Terbaik.
Daysi menghela nafas saat sampai di parkiran, entah keberuntungan atau kesialan niat nya ingin menyegar kan pikiran malah menambah pikiran karena bertemu dengan Dhita beserta anak nya. Dhita yang melihat Cheval di kereta dorong langsung menemui nya dan mengajak bicara ini itu bahkan memberikan biskuit yang sama dengan anak nya Dhela.
"Daysi main di permainan anak yuk," mendorong kereta sejajar dengan Daysi.
"Mbak Ria." Memberikan kereta dorong pada Ria dan menuju tempat untuk membayar tiket masuk.
__ADS_1
Dhita begitu sangat antusias mengajak bermain Cheval karena Dhela tertidur di kereta nya, pada akhir nya Daysi menjaga Dhela karena baby yang ada di dalam perut tidak mau di ajak kompromi, sementara Ria juga bermain bersama Cheval. Cheval tertawa sambil membuang bola ke arah Dhita dan Ria secara bersamaan namun karena terlalu terburu-buru Cheval terjatuh untung nya tempat bermain terjamin aman dan tubuh Cheval tidak langsung jatuh ke lantai melain kan balon angin sebagai alas lantai.
Daysi menatap wajah cantik Dhela yang ada di kereta bayi, "mirip Hugo," menyentuh hidung Dhela.
Dhita yang tidak sengaja melihat Daysi menyentuh putri semata wayang nya sangat bahagia, seperti ada harapan jika suatu saat nanti bisa besanan dengan Daysi.
Satu setengah jam berlalu begitu singkat, Daysi menuju restoran yang ada di mall ini tentu saja Dhita juga ada. Daysi yang sedari tadi mengajak Cheval berbicara terus-terusan tanpa henti membuat Daysi merasa risih bagaimana tidak sedari tadi yang di bahas kalau sudah besar harus dengan Dhela putri nya.
"Eehh... tunggu-tunggu kenapa kamu ngotot baget ya, terserah Aa mau sama siapa nanti nya lagian jodoh bukan kamu yang ngatur tapi Sang Pencipta," Daysi menatap tajam Dhita.
"Apa salah nya jika berangan dan berharap?" Dhita mencuri ciuman pipi Ceval yang gembul.
"Terserah, aku berharap tidak akan terjadi," mencibir pelan sambil membuang muka.
Daysi melepas sepatu kets yang baru ia beli di mall dan langsung ia kenakan. Barang-barang yang baru saja di letetak kan oleh Asep langsung di suruh menyimpan nya ke gudang.
"Mang Asep langsung simpan saja di gudang saya malas melihat nya." Memberikan kode agar segera di laksana kan.
"Baik bu," Asep segera menuju gudang. "Sayang sekali barang sebagus ini di letak kan di gudang, kalau aku bakalan aku berikan pada putraku di rumah." Gumam Asep lirih.
Daysi begitu malas melihat barang-barang tersebut karena semua yang ia beli sama dengan Dhita karena saat berada di mall Dhita mengambil semua barang sama dengan milik nya di troli.
__ADS_1
Ksatria yang baru saja pulang di suguhi pemandangan tidak sedap di lihat, Daysi memonyong kan bibir nya seperti ikan yang berada di luar air bahkan kaki nya di silang begitu juga tangan nya. Ksatria berjalan mendekati sang istri sambil melepas jas dan menggulung lengan kemeja nya dan tak lupa dasi kupu-kupu yang bertengger di leher nya ia lepas.
"Ada apa sih kenapa marah, kata nya tadi jalan-jalan ke mall. Apa gara-gara aku membalas pesan mu lama," mencium pipi Daysi.
"Kesel aja, niat nya mau menyegar kan pikiran malah ketemu orang tidak punya urat malu," jawab ketus Daysi.
"Orang tidak punya urat malu??? siapa."
"Itu tuh, istri nya Hugo. Ngeyel mulu pengen Aa jadi menantu nya kelak, dan kamu tau Sat dari awal ketemu di parkiran sampai bermain, belanja dan makan itu terus yang di ucap kan sampai aku sebal mendengar nya," Daysi menyenderkan kepala nya di sofa.
"Biarkan lah dia berangan-angan dan berharap, nanti jika Aa besar pasti bisa memilih pasangan nya sendiri, jadi sekarang istri ku jangan marah dan ngambek lagi ya kasihan bayi kita bukan nya kamu di saran kan tidak boleh stres sayang." Ksatria mengingat kan Daysi.
Pantai Ora.
Dua insan yang sedang menikmati bulan madu nya tidak menyia-nyiakan kesempatan apalagi gratis seperti saat ini, sangat di sayang kan jika tidak berbuat yang tidak akan terulang lagi. Dengan santai nya Sacha dan Aurellia menikmati sun set yang terlihat jelas dari penginapan nya saat ini. Sambil duduk dan berpelukan satu sama lain dan mengayun kan kaki nya yang tepat di atas air laut.
"Apa kamu menyukai nya Aurel."
"Iya, sangat menyukai nya di sini nyaman dan tenang," Aurellia menyender kan kepala nya di bahu Sacha.
***
__ADS_1
Jempol dan rate nya dong 😂