ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
42 Tampilan baru Daysi


__ADS_3

Malam hari.


Daysi bermain dengan Cheval, mengayun-ayunkan box ranjang Cheval sesekali Daysi tertawa dengan tingkah menggemaskan Cheval. Ksatria yang baru selesai mandi langsung masuk ke dalam kamar Cheval bau maskulin Ksatria tercium di hidung Daysi, Daysi langsung menatap wangi khas milik Ksatria Malik.


"Kenapa, mengapa menatapku seperti itu apa ada yang aneh dengan pakaian tidurku?" Ksatria menatap pakaian tidur yang ia kenakan normal-normal saja berwarna abu-abu putih.


"Tidak ada masalah apa-apa cuma aromamu sedikit membuatku nyaman!" Daysi melontarkan kata-kata yang membuatnya terjebak sendiri. "Haduh... Daysi mengapa kamu mengucapkan perkataan itu, kalau kamu di terkam bagaimana?" gumam Daysi dalam hati sambil menepuk-nepuk bibirnya.


Ksatria tersenyum melihat Daysi memikirkan sesuatu sambil menepuk-nepuk bibirnya berulang kali.


"Apa kamu mau tidur di dekapanku malam ini?" Ksatria membisikkan ucapannya tepat di telinga Daysi.


"Tidak usah, aku masih bisa tidur sendiri. Tidak usah di dekapanmu aku merasa tidak nyaman jika tidur dalam keadaan di peluk!" elak Daysi.


Ksatria menarik tangan Daysi dan langsung mengajaknya naik ke atas ranjang tidur dekat box bayi Cheval. Daysi memberontak saat Ksatria memeluknya dari depan.


"Sat... lepaskan aku tidak nyaman." Protesnya pada Ksatria.


"Huss... diamlah jangan bergerak terus kamu bisa-bisa tidak tidur kalau bergerak terus. Nikmati saja lama-lama kamu akan terbiasa tidur di pelukanku Daysi," Ksatria memejamkan matanya. Mau tidak mau Daysi terpaksa tidur malam ini di dalam pelukan Ksatria Malik.


CCITT... CCIITT..., suara burung terdengar nyaring sedang bersuara di luar jendela kamar Cheval. Daysi menggerakkan otot tubuhnya yang pegal karena sama sekali ia tidak pindah posisi dari tidurnya dan tetap menghadap ke arah Ksatria.


"Jangan terus memandangku, ketampanan ku tidak akan runtuh." Ksatria tersenyum lebar.


Daysi segera bangkit dan pergi dari hadapan Ksatria Malik. Daysi langsung tertuju pada box bayi Cheval begitu terkejut saat Cheval tidak ada di dalam box bayi.


"Cheval dimana?"

__ADS_1


"Tenang ia bersama Ria dari semalam, aku menyuruh Ria untuk merawatnya mulai hari ini karena orang yang akan menjaga dan merawat Cheval mengundurkan diri lantaran ada pekerjaan yang lain!" Ksatria juga bangun dari tidurnya.


"Ooo..., kalau begitu aku mau ke dapur dulu." Daysi siap-siap pergi ke dapur namun di cegah oleh Ksatria.


"Tidak usah ke dapur lagi, cukup layani suamimu saja mulai hari ini dan berikan waktu yang banyak untukku mulai sekarang, bisa kan." Ksatria memegang pergelangan tangan Daysi.


"Maksudnya apa Ksatria, memasak juga termasuk melayani suami bukan?"


"Iya melayani suami, maksudku jangan terlalu di dapur jika kamu bangun kesiangan. Cukup Mala atau mbok Yati aja yang menyiapkan makanan kamu diam saja jika bangun kesiangan seperti ini. Kamu hanya perlu menyiapkan keperluanku saja, oke!" Ksatria mengusap lembut wajah Daysi.


"Iya, kalau begitu aku siapkan air mandi sama pakaian kerjamu." Daysi segera menuju kamar Ksatria Malik.


Daysi memilih-milih pakaian formal tetapi tidak terlalu mencolok di tubuh Ksatria.


"Nah... ini pasti pas," Daysi meletakkan pakaian Ksatria di atas ranjang tempat tidur.


Ksatria yang baru saja selesai mandi langsung saja mengenakan pakaiannya dan berdandan sedikit. Walaupun tidak berdandan hanya merapikan rambut saja sudah terlihat mempesona. Daysi yang baru saja membantu menyiapkan sarapan di meja makan hanya terbengong dengan Ksatria yang mengenakan pakaian formalnya entah kenapa hari ini ia berbeda dari hari biasannya.


"Iihh... siapa yang melamunkan mu sih jangan kepedean," Daysi segera meletakkan piring di depan Ksatria.


"Aku tidak kepedean tapi memang kenyataannya buka jika kamu melamun kan pesonaku pagi ini. Bagaimana penampilanku pagi ini apa sudah sesuai dengan keriteria mu?" Ksatria menunjukkan senyum termanisnya.


"Sudah sesuai, hari ini aku tidak berkerja jadi jangan bertingkah aneh-aneh di hotel!"


"Bertingkah aneh-aneh bagaimana maksudnya?" Ksatria bingung dengan ucapan Daysi barusan.


"Ya... jangan mau di tempeli para penggemarmu yang baru datang!" Daysi segera memalingkan wajahnya betapa malunya saat ini.

__ADS_1


"Kamu cemburu Daysi, jadi selama ini kamu cemburu kenapa tidak berterus terang kepadaku membuatku kebinggungan saja, agar kamu cemburu. Ternyata diam-diam memang kamu sudah cemburu pantas saja sikapmu kepadaku cuek sekali." Ksatria menarik pergelangan tangan Daysi dan membuat Daysi duduk di pangkuannya.


"Ksatria lepas jangan seperti ini banyak orang yang melihatnya nanti, aku malu," protesnya ke Ksatria.


"Biarkan saja, lagian kita sudah sah sebagai suami istri jadi wajar saja jika kita beradegan romantis seperti ini. Benarkan?" Ksatria tetap mengeluarkan senyumnya.


"Tetapi aku tidak nyaman apa kamu tau, ini pertama kalinya aku duduk seperti ini!" Daysi berusaha bangkit namun gagal. Daysi menatap malas wajah Ksatria.


"Kamu diam dan temani aku sarapan oke, duduklah di sampingku." Ksatria melepaskan pelukannya pada tubuh Daysi.


Daysi berjalan dan mengeser kursi dan duduk di samping Ksatria. Meski jantungnya berdegup kencang sekali namun Daysi tetap mempertahankan gegugupannya agar tidak terlihat oleh Ksatria.


Setelah sarapan pagi Daysi segera mandi dan membersihkan dirinya, banyak sabun yang ia kenakan agar tubuhnya wangi selalu meskipun setiap hari banyak sabun yang ia gunakan, tetapi hari ini Daysi menambahkan sedikit lebih banyak sabun cair hitung-hitung mengurangi uang milik Ksatria Malik, jika tidak takutnya Ksatria akan menghukumnya bulan ini.


Ksatria belum berangkat ke hotel hari ini Ksatria ingin sekali mengajak Daysi pergi lagi. Daysi keluar kamarnya hanya mengenakan pakaian casualnya saja. Ksatria menepuk jidatnya berkali-kali.


"Kenapa belum berangkat ke hotel, apa tidak jadi ke hotel?" tanya Daysi yang duduk tidak jauh dari Ksatria.


"Tidak, hari ini aku ingin mengajakmu membeli pakaian. Aku ingin kamu terlihat feminim saja tidak seperti ini!" jawab Ksatria sambil menujuk seluruh tubuh Daysi.


"Aku suka dengan penampilanku saat ini, lebih nyaman dan merasa menjadi diriku sendiri tanpa paksaan." Daysi merasa terusik dengan penampilannya.


Tetapi Ksatria tidak tinggal diam ia sudah merencanakan semuannya, Ksatria memberi kode kepada pihak salon untuk mendandani Daysi. Daysi bingung dengan banyak orang yang tiba-tiba masuk kedalam rumah.


"Sat... kenapa ini?" Daysi kebinggungan.


"Kamu ikut saja, nanti setelah selesai datanglah padaku!" Ksatria melambaikan tangannya.

__ADS_1


Mau tidak mau Daysi mengikutinya dan masuk kedalam kamar tamu, sekitar 1 jam Daysi sudah selesai di dandani oleh MUA dan mengenakan dress selutut dan sepatu heels tidak terlalu tinggi, karena Daysi memiliki postur tubuh yang bagus. Jadi dengan heels sedikit tinggi Daysi sudah nampak sangat cantik sekali.


"Cantik...," ucap Ksatria saat melihat Daysi berjalan dengan anggunnya.


__ADS_2