
Kediaman Erdana Khan.
"Princess bermain dengan Papa dulu ya nak, kasihan Mama sudah susah berjalan karena ada adik kembar di dalam perut Mama." Berusaha meyakinkan Princess.
Tapi alhasil tetap saja Princess tidak mau, bahkan ia berjanji tidak akan membuat sang Mama kesusahan lagi.
"Mas, gimana sih. Perut aku sakit mas, cobalah bicara baik-baik dengan Princess dan ajak ia kemana dulu lah mas." Momo mengomel pada Lais.
Princess yang mendengar penolakan Mamanya langsung menangis sejadi-jadinya, sepertinya sakitnya karena terkena getah tumbuhan membuat Mamanya tidak mau mendekat.
"Hua... hu... hu..., adik dalam perut tidak mau Kakak nya mendekat takut dia sakit seperti Princess, hu... hu... hu...." Princess menangis sambil berguling-guling.
Lais langsung mengendong sang putri dan mengajaknya masuk ke dalam kamar.
"Nak... dengarkan Papa dulu, bukannya tidak mau kakaknya mendekat, tapi adik kembar Princess dan Mama butuh istirahat sayang. Nanti kalau Mama sudah istirahat baru ajak bermain lagi ya adik-adik Princess yang masih di dalam perut Mama." Lais menenagkan lagi sang putri.
Princess mengangguk paham, tapi dalam hati ia kecewa dengan penolakan Mamanya tadi. Karena Princess merasa Mamanya yang menolak bukan sang adik kembarnya, tapi ia mengalihkan sedihnya itu.
"Aku harus jadi anak yang baik buat Mama dan Papa. Aku sayang mereka semua."
Lais menggunakan kostum badut untuk mengajak Princess bermain di rumah, ada ayunan, perosotan dan kolam buat berenang fan bermain kecil yang khusus untuk Princess bermain di situ.
Suara langkah kaki membuyarkan lamunan Lais saat di taman bermain.
"Lama tidak bertemu." Seseorang menepuk pundak Lais.
__ADS_1
Lais menatap malas orang itu.
"Kenapa kesini, mau mengambil istriku lagi. Apa kamu akan menjadi laki-laki perusak hubungan orang?" Ketus Lais sambil menatap ketidak sukaannya pada Filan.
"Tidak, aku tidak akan mengambil kebahagiaan orang yang aku sayangi. Sejak kamu menyakitinya dulu hanya aku yang melindungi dan menguatkan dirinya, bukan kamu. Jadi aku harap kamu benar-benar cinta dan tanpa mengundang orang lain datang, seperti wanita yang ada di depan pagar rumah kamu!" Jawab Filan berlalu pergi.
Tadi tanpa sengaja Filan lewat rumah ini, namun ia terkejut saat melihat Aura yang sedang berbincang-bincang dengan satpam di depan rumah ini, sepertinya Aura ngeyel ingin masuk ke dalam. Tapi lucunya ia menangis sejadi-jadinya di depan pos penjagaan. Satu lagi yang membuat Filan keheranan, bukannya Aura mengandung. Seharusnya sekarang ia bersama anaknya, namun kenapa ia tidak membawa anaknya dalam gendongan dirinya. Itu menjadi pertanyaan yang menari-nari di dalam otak Filan.
Lais langsung mengecek CCTV melalui ponsel pribadinya, dan benar saja Aura ada di depan. Lais langsung menelpon dan memberi tau jika dirinya tidak ada di rumah sedang liburan bersama istri tercinta dan Princess.
Aura kecewa dengan penolakan Lais, ia akhirnya pergi dan tidak mau ngeyel di tempat tersebut, sepertinya orang baik seperti Lais tidak dapat membantunya lagi.
Andai ia tidak melakukan kesalahan fatal itu, pasti Lais menjadi teman satu-satunya yang paling baik yang pernah ia miliki.
"Sudahlah, lebih baik aku meminta bantuan pengacara saja. Sepertinya ia benar-benar tidak mau membantuku lagi, maaf Lais. Maafkan aku yang pernah membuat kamu berdosa karena ulahku ini, aku harap kamu memaafkan aku. Meski aku tau kamu tidak akan memaafkan aku yang kotor ini." Aura bergegas pergi dan kembali masuk ke dalam mobilnya itu.
"Mas." Momo duduk di dekat Lais.
"Iya sayang, apa perut kamu sudah baik-baik saja?" Lais mengusap perutnya.
"Iya mas!" Momo tersenyum manis sekali.
"Alhamdulillah jika sudah baik-baik saja, terimakasih sayang sudah menjadi ibu sekaligus istri yang sempurna untukku, aku benar-benar sangat mencintaimu my Momo Nerocosku." Kecupan hangat di berikan Lais di seluruh wajah Momo yang cantik dan menggemaskan sekali.
Princess yang melihat kedua orang tuanya langsung berlari memeluk Momo lebih dulu dari pada Lais yang merupakan ayah kandungnya.
__ADS_1
"Mama." Princess langsung mencium adik-adiknya sebanyak dua kali, karena adiknya ada dua jadi ia mencium dua kali.
Kisah ini sudah selesai dengan bahagia dan sempurna, meski Filan belum mendapatkan pasangan hidup. Tapi dia juga bahagia melihat orang yang ia sayangi hidup bahagia dan tidak di lukai lagi oleh Lais.
Hari yang di nanti telah tiba, hari ini Momo melahirkan anak kembarnya yang berjenis kelamin perempuan lebih dulu kemudian laki-laki.
Semua orang sangat bahagia dengan lahirnya anak kembar Momo dan Lais, Lais sebagai suami siaga ia selalu perhatian pada istrinya. Karena saat mengandung sampai melahirkan seorang istri butuh dukungan dari sang suami dan keluarga, supaya kejadian yang tidak di inginkan terjadi kedepannya.
Ksatria dan Daysi mengucapkan selamat, kemudian yang lain juga mengucapkan. Bahkan para asisten di kediaman Malik juga sama, mereka mengucapkan selamat besar-besaran dengan mengadakan syukuran.
Lais tidak henti-hentinya mengucap syukur Kepada Yang Maha Kuasa.
Selesai.
***
Terimakasih teman-teman setia pembaca Istriku Betapa Aku Mencintaimu, karena semua sudah bahagia cerita ini selesai sampai di sini ya.
Kenapa tokoh yang lain tidak di munculkan karena part Momo dan Lais, jadi tidak mau merusak cerita dengan tokoh yang bertambah terus.
Sekali lagi terima kasih dan aku sebagai author hanya bisa mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada kalian. Tanpa kalian ceritaku tidak hidup, terimakasih atas saran dan masukan yang sudah di berikan.
Ada ekstra part-nya tidak sih author?
Mungkin ada tapi aku tidak bisa janji.
__ADS_1
Aku tau karyaku ini kurang dan tidak sempurna, dari segi tempat. Kemudian pekerjaan para tokoh yang kurang detail, tapi ini karya murni dari pemikiran ku yang aku tuangkan dalam karya ini. Jadi saya ucapkan banyak-banyak terimakasih pada kalian semua.