ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
64 Ulah suami


__ADS_3

Selesai makan malam, Daysi membersihkan ruang makan sebelum ia menyusul Ksatria yang biasa duduk di gasebo rumah.


Ksatria melamun kan jika dirinya akan memiliki anak biologis sendiri, apakah ia akan seperti Aak si kecil yang menggangu waktu romantisnya dengan Daysi, suara tawa kecil terdengar. Daysi yang melihat Ksatria tertawa ia ikut bahagia.


"Semoga hari-hari berikutnya akan sama seperti ini," Daysi duduk di dekat Ksatria.


"Kamu baru datang Daysi?" menatap wajah Daysi.


"Tidak, baru saja kemarin aku datang. Sudah tau baru datang bertanya pula!"


"Daysi, seandainya kita memiliki anak sendiri apa kamu mau?" Ksatria bertanya serius pada Daysi.


"Ya maulah Sat, setiap wanita apalagi seorang istri pasti mau memiliki anaknya sendiri dan memberikan keturunan untuk suaminya, kenapa kamu menanyai hal itu Sat. Apa kamu belum siap memiliki anakmu sendiri?" Daysi balik menanyai Ksatria.


"Aku mau Daysi, ayo besok kita ke Rumah Sakit aku ingin cek kesuburanku!" Ksatria menuduk sedih pasalnya sampai sekarang sejak menikah dengan Daysi belum ada tanda-tanda jika Daysi tengah mengandung.


"Iya Sat, aku juga ingin memeriksakan diri. Sepertinya aku yang bermasalah Sat, aku dulu pernah dengar cerita dari kedua almarhum orang tuaku jika keluargaku banyak yang tidak bisa memiliki keturunan dan akhirnya aku tidak memiliki sanak saudara," Daysi menghela nafas panjang.


"Daysi, kita berdoa bersama-sama oke, jangan bersedih seperti ini aku yakin Yang Maha Kuasa memberikan kita keturunan meski buka sekarang waktunya." Menghujani ciuman di wajah Daysi. "Aku meminta ucapan terimakasihmu sekarang Daysi."


Daysi tersenyum. "Jangan disini aku malu," jawab polos Daysi.


Ksatria mencubit hidung Daysi, "aku juga malu kalau di sini." Ksatria menarik lembut pergelangan tangan Daysi. Daysi hanya tersipu malu dengan sikap romantis Ksatria.


Pagi hari.


Daysi hanya mengeluhkan badannya yang remuk gara-gara ulah nakal sang suami yang tidak berhenti seperti bertahun-tahun terkena sesuatu saja, terus setelah bebas dari sakitnya langsung tancap gas. Daysi berusaha turun dari ranjang meskipun anggota badannya seperti mau lepas dari kulitnya.


Ksatria yang terganggu tidurnya langsung melihat ke arah Daysi. "Apa perlu bantuan?" di selingi senyum menggoda.


"Tidak usah, sakit tau!" jawab ketus Daysi. Ksatria hanya tertawa renyah melihat ekspresi Daysi.


Sesampainya di dalam kamar mandi Daysi menyalakan air hangat untuk meredam tubuhnya yang sakit.

__ADS_1


"Memang ya laki-laki enak ngak ngerasa sakit, sshh... perih banget ini." Daysi membersihkan tubuhnya yang bagian itu dengan hati-hati.


Ksatria menunggu Daysi keluar dari kamar mandi, suara kicauan burung terdengar nyaring beberapa kali, suasana seperti ini membuat hati Ksatria damai.


Setelah berendam cukup lama Daysi mengenakan jubah handuknya untuk keluar dari kamar mandi. Ksatria menatap sekilas tubuh Daysi yang berbalut jubah handuk dan rambut yang basah tanpa pikir panjang Ksatria membatu Daysi mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.


"Apa nanti jadi ke Dokter untuk periksa?" Daysi menatap pantulan wajah Ksatria dari cermin meja rias.


"Apa punyamu sudah tidak sakit lagi, bukannya masih sakit!" sambil menciumi rambut Daysi yang mulai kering.


"Isshh... jangan di bahas lagi, sudah tau hari ini mau ke Rumah Sakit tapi kamu seenaknya sendiri bermain tanpa henti." Sindirnya pada Ksatria.


"Bukan salahku Daysi, kenapa kamu memiliki tubuh seperti ini sampai-sampai milikku terus saja tidak mau berhenti," Ksatria meletakkan hair dryer di meja rias.


"Ya jelas salah kamu lah, kenapa tidak kamu suruh berhenti semalam. Apa kamu tau Sat tubuhku pagi ini seperti mau pisah dengan jiwaku," Daysi mendengus kesal.


"Baiklah... baiklah..., lain kali akan aku kondisikan milikku." Ksatria mengalah. "Jadi hari ini bagaimana?"


Ksatria segera membersihkan dirinya.


Rumah Sakit Umum Permata.


Ksatria dan Daysi menunggu antria saat menunggu antrian banyak dari mereka yang bercerita ini itu kepada Daysi dan Ksatria Malik. Karena Daysi dan Ksatria keluar mengenakan masker jadi tidak ada yang tau jika Ksatria berada di rumah sakit saat ini.


Dari sekian banyak orang yang ada di dekat Daysi menurut Daysi dirinyalah yang paling beruntung karena banyak dari mereka yang hancur rumah tangganya karena tidak memiliki keturunan selama bertahun-tahun.


"Aku belum ada satu setengah tahun pernikahanku dengan Ksatria, aku yakin aku bisa memberikan Ksatria anak kandung," resah Daysi dalam hati dan menatap wajah Ksatria yang terdiam sedari tadi.


Ksatria yang melihat Daysi memancarkan kesedihan dari tatapan matanya langsung saja menggengam erat jemari Daysi. Daysi membalas genggaman tangan Ksatria.


"Berdoa dan yakin kita baik-baik saja oke," mencium dahi Daysi. Daysi memeluk erat tubuh Ksatria Malik.


Setelah mendapat giliran antrian Ksatria dan Daysi di periksa keseluruhan tubuhnya. Kemudian Dokter memberikan penjelasan dan hasil tesnya akan keluar paling lama 1 minggu dan paling cepat 24 jam dari sekarang. Setelah meninggalkan nomor telpon Ksatria mengajak Daysi untuk menenagkan pikirannya.

__ADS_1


Kedai kopi Abang.


Aurellia hari ini ada janjian dengan Abang di pasar pecah, meskipun berjanjian bukan berarti memiliki perasaan. Abang masih saja belum menujukkan ada rasa cinta dari tatapannya apalagi setelah tau jika Aurellia adalah adik dari mantan bosnya dulu.


"Abang, apa Abang ada rencana membuat kedai kopi tetapi tidak di dalam mobil?" tanya Aurel sambil menikmati secangkir cappucino kesukaanya.


"Belum sih, masih mengumpulkan biaya dulu jika mau buka!" jawab santai Abang sambil melihat laptop.


"Ohh..., bagaimana jika kita join Bang?" Aurellia menawarkan kerjasama.


"Join, boleh juga lagian kontrakku di pasar pecah ini akan segera habis 3 bulan lagi!" Abang menutup laptopnya.


"Deal kalau begitu," sambil mengulurkan tangannya. Abang langsung menyambutnya.


"Aku akan berusaha Abang untuk mendapatkan cintamu, aku tau jika kamu masih mencintainya sampai detik ini." Ucap Aurellia dalam hati.


Tiba-tiba ada mobil yang parkir tidak jauh dari kedai kopi milik Abang yaitu sepasang suami istri yang baru saja pergi ke Rumah Sakit. Ksatria dan Daysi langsung saja duduk di dekat Aurellia dan Abang.


"Apa kami menggangu?" tanya Daysi sambil menatap Aurellia dan Abang bergantian.


"Eemm... tidak Daysi!" jawab Aurellia.


Setelah berbincang-bincang sebentar Ksatria memesan minuman dingin begitu juga Daysi. Ada rasa aneh saat melihat Aurellia yang diam semenjak kedatangannya.


"Relli apa ada masalah?" tanya Daysi. Aurellia segera menggelengkan kepalanya.


"Ya ada masalah Daysi, masalahnya di kamu. Apa kamu tidak tau jika sampai detik ini Abang mencintaimu, aku cemburu Daysi kenapa aku tidak bisa meluluhkan hati Abang agar Abang mau membuka hatinya untukku." Batin Aurellia mengeluh.


Daysi yang tidak tau keresahan hati Aurellia melanjutkan minum sambil memakan beberapa camilan.


***


Terimakasih pembaca setia IBAM. Love untuk semua.

__ADS_1


__ADS_2