ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
83 Bulan Madu


__ADS_3

Kediaman Malik.


Daysi sedang bermain Cheval sambil menggelindingkan bola pada Cheval dengan pelan.


"Aak tangkap ya," di iringi senyum merekah di sudut bibir Daysi.


Ria yang baru saja mengambil makanan untuk Cheval langsung menghampiri dan menyuapkan makanan tersebut ke mulut Cheval, dengan lahap Cheval memakannya.


"Anak mama pintar ya, ayo bermain lagi." Ajak Daysi di selingi tawa agar Cheval membuka mulutnya lagi.


Setelah selesai makan Daysi menyerahkan Cheval pada Ria, karena terus terang saja badannya sangat tidak enak hari ini, Daysi segera menuju dapur dan membuat minuman hangat untuk dirinya saat ini.


"Kapan aku di beri kepercayaan memiliki anak sendiri." Mengusap perutnya yang masih rata.


Daysi segera menuju kamar untuk istirahat, sesampainya di dalam kamar Daysi merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil memikirkan masa depan. Daysi membuka internet begitu terkejut hotel Royal Malik jadi trending topik gara-gara suami selingkuh karena sang istri tidak bisa memberikan keturunan.


DDEEGGHH...., rasa ngilu meradang di hati Daysi. Daysi sekuat tenaga menahannya agar tidak terluka namun apa daya berita tersebut Daysi tonton sampai selesai.


"Apa kamu akan melakukan hal yang sama Sat, setelah bertahun-tahun menikah kamu menyerah dan pergi meninggalkan aku." Daysi membuka galeri ponselnya ia usap foto Ksatria saat berada di villa.


Daysi mengusap dan mencium potret Ksatria berkali-kali. Rasa takut menghampiri Daysi sesekali Daysi mengusap pipinya.


"Aku tidak boleh seperti ini, aku harus berusaha kalau perlu apa pun akan aku lakukan demi memiliki anak biologis sendiri," Daysi segera membuka aplikasi yang ada di ponselnya dan mengetik beberapa huruf untuk mencari cara alami untuk segera memiliki keturunan sendiri.


Namun yang di cari hasilnya sama saja, semua yang ia lakukan diam-diam tanpa sepengetahuan Ksatria, Daysi mengusap-usap jakunnya sabil berpikir dengan cara apalagi harus di lakukan.


"Aku ingat, aku akan memesan tiket dan mengurus keberangkatan kita berdua. Apa jangan-jangan kami berdua harus honey moon dulu baru memiliki anak sendiri, ini cara terakhir yang aku bisa. Semua yang berbau herbal dan sejenisnya tidak mempan sama sekali untuk kita berdua." Daysi segera menghubungi salah satu body guard Ksatria untung mengurus bulan madunnya.


Ksatria yang mendapatkan notifikasi beberapa kali di ponselnya tersenyum dengan kelakuan sang istri di rumah, baru kali ini Daysi menghabiskan beberapa jumlah uang untuk pergi, bahkan tiket pesawat dan hotel telah masuk notifikasi pembayarannya. Ksatria segera menyetujui hal tersebut, setelah mendapatkan chat dari Daysi.

__ADS_1


Lusa ke berangkatannya ke Pulau Dewata Bali, setelah mendapat pesan tersebut, Ksatria menyuruh Okta untuk mengatur jadwal cuti nya untuk satu sampai dua pekan karena baru tahun ke dua pernikahan bisa merasakan honey moon meski sangat terlambat untuk di jalankan.


2 hari kemudian.


Daysi dan Ksatria sudah sampai di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali. Ada beberapa orang menjemput Ksatria dan Daysi, untuk menghantarkan ke tempat tujuan yaitu penginapan yang ada di Bali.


Ksatria dan juga Daysi menikmati masa-masa kebersamaanya sewaktu di bali, seperti orang pada umumnya yang melakukan perjalanan. Menikmati alam, pantai, kuliner dan lain sebagainya. Banyak oleh-oleh yang di beli Ksatria dan juga Daysi sewaktu di Bali.


"Apa kamu lelah Daysi?" tanya Ksatria yang berbaring di sebelah Daysi.


"Iya, tapi senang juga. Kita tidak ada 1 minggu loh di tempat ini." Daysi menoleh ke arah Ksatria.


"Tidak apa-apa, lagian selama ini aku tidak pergi-pergi semenjak kita bersama-sama dan baru kali ini kita pergi. Setelah banyak membeli oleh-oleh tinggal hari untuk kita nikmati berdua, oke," menautkan jari jemari dengan milik Daysi.


Dua jam kemudian.


Dua insan pasangan suami istri ini tertidur karena lelah seharian jalan-jalan membeli ini itu terlebih dahulu kemudian baru yang romantis mereka nikmati berdua.


"Sat sedang apa?" tanya Daysi yang baru bangun dari tidurnya.


"Apa kamu lapar, makanlah dulu!" sambil menarik kursi untuk Daysi.


"Terimakasih," sambil tersenyum.


Rasanya bahagia sekali saat ini, setidaknya tidak ada gangguan dan tekanan untuk keromantisan pasangan yang kadaluarsa bulan madunnya. Seusai makan malam Ksatria menyenderkan tubuhnya di kursi balkon sambil manatap langit yang cerah bahkan bertabur bintang, Daysi segera menyusul Ksatria.


"Sangat cerah ya langit malam ini, apa kamu menyukainya."


"Iya Sat, begitu mengaggumkan langit saat ini," menerima uluran tangan Ksatria.

__ADS_1


"Ayo menari, saya ingin menikmati ini semua." Ksatria menggengam erat jemari Daysi dan mengajaknya menari di tempat ini.


Saat menari Ksatria terus-terusan mendaratkan ciuman di wajah Daysi sesekali gigitan kecil di telinga Daysi, yang membuat Daysi ke gelian dengan tingkah Ksatria. Ksatria yang melihat respon Daysi yang tidak ada penolakan membuat Ksatria melajutkan kegiatannya saat ini.


"Sat..., pelan-pelan." Menatap wajah Ksatria yang berada di atasnya saat ini.


"Iya," sambil bercumbu.


Kamar saat ini penuh dengan suara Ksatria dan Daysi yang saling menikmati malam panjangnya yang sangat romantis ini. Setelah selesai dengan kegiatannya Ksatria menuju kamar mandi untuk membersihkan diri begitu juga dengan Daysi.


Senyum merekat terpancar di wajah Ksatria, "aku mencintaimu Daysi istriku," menatap Daysi yang berada di pantulan kaca.


"Aku juga," mengeringkan rambut.


"Ayo kita istirahat dulu baru besok kita lanjutkan lagi percintaan kita." Ksatria mengemas seprai yang habis di gunakan bercinta tadi.


"Iya," sambil membantu Ksatria mengambil seperai yang baru dari dalam almari.


Sesudah tertata rapi Ksatria dan Daysi tidur sambil berpelukan satu sama lain.


Kediaman Malik.


Aurellia sedang galau dilema karena sang kakak sedang bulan madu. Pikiran Aurellia berjalan kemana-mana saat ini. Sacha yang baru saja selesai mandi menghampiri Aurellia.


"Mikirin apa, pengen juga honey moon?" Sacha meminum sedikit kopi yang ada di meja.


Aurellia menatap malas Sacha, "enggak, lagian bukannya sama saja seperti di rumah!" Aurellia beranjak dari kursinnya namun dengan cepat Sacha meraih pergelangan tangan Aurellia dan membuat Aurellia terjatuh di pangkuannya.


Debaran jantung saling bertautan satu sama lain, entah sejak kapan tautan bibir Sacha dan Aurellia bersatu, serta saling menyesapi satu sama lain. Setelah ke habisan nafas dua insan ini langsung melempar wajah saling menjauh, betapa malunya perbuatannya saat ini meskipun sudah halal untuk melakukannya.

__ADS_1


"Apa seperti ini rasannya berciuman?" tanya Aurellia dengan polos.


"Kamu belum pernah berciuman selama ini," Sacha menanyai balik Aurellia dan Aurellia menganggukkan kepala. "Tapi mengapa bibir ini sangat ahli dalam membalas jika belum pernah berciuman?" mengusap bibir Aurellia dengan ibu jari kemudian mencium sekilas bibir Aurellia dan membuat wajah Aurellia bersemu merah.


__ADS_2