
Bandara Internasional.
Cheval memberikan ciuman panas di bandara, banyak orang yang berlalu lalang melihat tetapi mereka membiarkan saja, Sindy segera mengusap bibirnya setelah Cheval melepas ciumannya.
"Kalau sudah sampai tanah air, jangan lupa telpon ya." Mencium kening Sindy.
"Iya Aa, untuk Aa jangan lupa harus rajin dan satu lagi jaga hati untukku saja ya Aa jangan biarkan orang lain masuk," Sindy memeluk erat.
"Iya sayangku."
Suara panggilan keberangkatan ke pesawat ke Indonesia terdengar, Sindy segera melambaikan tangannya ke Cheval dan ciuman jauh. Cheval menatap tubuh sang istri sampai hilang tak terlihat karena banyaknya orang yang akan masuk ke dalam pesawat.
Setelah menempuh perjalanan panjang sampai ke Indonesia, Sindy segera mencari orang yang akan menjemputnya dan ternyata yang menjemput mama dan papanya yang sudah melambaikan tangan. Dengan segera Sindy memeluk sang mama dan papa secara bergantian.
"Mama... papa... menjemput ku, apa tidak sibuk hari ini?" merangkul lengan sang mama.
Ksatria yang melihat sang putri seperti itu mendengus kesal, karena pada akhirnya dirinya yang menyeret koper sang putri dan meninggalkannya di belakang sendirian.
"Isshhh baru kali ini aku membawa koper dan itu milik putriku, betapa menyedihkan aku di tinggal sendirian pula." Ksatria segera menuju parkiran bandara ini dan memasukkan koper tersebut ke dalam bagasi mobil.
Kediaman Malik.
Sindy segera merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menatap layar ponselnya yang ternyata mati ke habisan baterai. Sindy mencari-cari di mana cas ponselnya tetapi tidak menemukannya.
"Di mana sih charger nya???"
__ADS_1
Sindy membongkar semua isi tasnya dan ada satu benda jatuh dari dalam tas tersebut. Sindy segera mengambil secarik kertas tersebut.
"Apa sih ini, kertas apa." Perlahan Sindy membukanya dan semakin penasaran saja dibuatnya.
DDEEGGHH...
Sindy perlahan membaca surat tersebut, tak terasa air matanya jatuh berderai. Sindy tidak dapat berbicara apa-apa mengenai isi surat tersebut. Suara ketukan pintu membuyarkan sedihnya.
TTOOKK
TTOOKK
"Iya sebentar," Sindy bergegas membuka pintu dan terkejut dengan kedatangan sang suami.
"Aa." Sindy menangis sesenggukan di dada bidang Cheval.
"Aa, tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku Aa?" Sindy melonggarkan pelukannya.
"Masuk dulu, aku lelah berdiri di tengah-tengah pintu ini!" Cheval segera melangkah masuk ke dalam kamar dan menutup pintu tersebut.
Cheval menjelaskan semuanya dengan secara detail kenapa ia cepat sekali menyelesaikan kuliahnya dan setiap hari ia dengan cepat mengerjakan tugas bahkan seperti tidak ada waktu untuk istirahat, ia juga menjelaskan beberapa bulan ini ia tidur sehari hanya sekitar 2 sampai 3 jam saja agar cepat selesai kuliahnya, dan ternyata usaha tidak menghianati hasil.
"Aa... aku mencintaimu, kapan aku bisa menyusul seperti Aa, yang jenius seperti ini." Bersandar di dada bidang Cheval.
"Walaupun kamu bisa menyusul ke pintaranku tetapi sebagai suami aku tidak akan mengizinkan kamu untuk meninggalkan aku berjauhan, jika dapat beasiswa di manapun aku akan dengan kamu," mencium pucuk rambut Sindy. "Tetapi kamu jenius kalau urusan membuat orang jatuh cinta padamu," mencolek hidung Sindy.
__ADS_1
"Aa mengombal ya, Aa setelah ini Aa mau kerja dimana?"
"Kamu mau tau,"
"Iya aku mau tau Aa, dimana." Sindy menatap wajah tampan Cheval.
"Jadi assisten Dosen untuk sementara," Cheval berucap sambil memejamkan matanya.
Sindy yang melihat sang suami sudah memejamkan matanya membiarkan Cheval tertidur, kasihan melihat sang suami yang begitu berkerja keras agar cepat lulus pendidikannya.
Makan malam.
Ksatria dan Daysi sangat bahagia keluarga kecilnya berkumpul seperti ini, semoga ini akan bertahan selamanya dan tidak ada penggangu ke depannya.
"Ayo makan yang banyak, biar tambah semangat oke." Daysi mengambilkan sang putra dan putrinya.
Ksatria mendengus kesal di abaikan malam ini.
"Maa... aku mana?" memberikan piringnya pada Daysi.
Semua orang yang ada di meja makan tertawa lelihat sang papa sedemikian lucunya di ruang makan. Makan malam kali ini sangat nikmat, tidak ada lagi perang dingin ataupun makan sendiri-sendiri yang ada hanya cinta dan rasa kasih sayang.
Hati Ksatria merasa damai sekali, sekarang tinggal satu beban dalam hidupnya yang belum tuntas yaitu keponakan cantiknya yang sedang di landa kegelisahan.
Sacha sang adik ipar ingin sekali menjodohkan dengan anak dari koleganya yang ada di luar negri dengan alasan memperat tali silahtuhrahmi dengan keluarganya yang sudah menolongnya sewaktu berada di luar Negri dulu, jika bukan karenanya mungkin Aurellia tidak akan selamat sewaktu kabur di Luar Negeri waktu itu. Sebagai balas budi Sacha Mahendra akan menjodohkan Momo dengan putranya orang yang menolongnya dirinya dulu.
__ADS_1
***
Jangan lupa like, favorit dan rate ya. Terimakasih.