ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
248. Musibah


__ADS_3

Lais memberikan minyak angin pada Momo, Momo segera menghirupnya dan mengoleskan di bagian tubuh yang paling penting.


"Alhamdulillah sudah enakan, mas lapar." Momo mencari makanan tapi tidak menemukan sedikit pun di ruang makan, yang ada hanya air putih saja.


"Tadi kan mual mencium masakan aku, aku harus bagaimana. Em sayang kita ke supermarket yuk beli apa gitu," Lais menawari sang istri.


"Gak mau, kita ke pasar saja. Aku sudah lama tidak kesana." Momo membuka lemari pendingin dan memakan puding coklat satu mangkuk kecil untuk mengganjal perutnya yang masih saja lapar. Ternyata satu mangkuk kecil puding tidak cukup untuknya.


Pasar Murah.


Lais segera menarik lembut tangan Momo, sungguh pasangan yang romantis dan serasi.


"Mau beli apa sayang?" Tanya Lais pada istrinya, padahal tadi ia mengajak belanja kenapa sesampai di tempatnya malah bertanya.


"Terserah mas, apa saja aku mau asalkan aku suka makanan itu!" Momo menyentuh beberapa sayur bayam dan kangkung.


Lais dengan cekatan mengambil apa pun yang di sentuh Momo, uang bukan masalah. Banyak sekalipun sayur yang ia beli tidak akan menguras kantongnya karena belanja di tempat seperti ini. Apalagi jika ada potongan harga, pasti langsung di borong semua jenis sayur. Tapi mana ada tulisan diskon kalau di tempat seperti ini.


"Apa setelah belanja ini ingin mampir ke suatu tempat sayang?" Lais bertanya sambil membawa 2 kantong kresek besar, sedangkan Momo hanya membawa satu kantung kresek kecil yang berisi jajanan pasar.

__ADS_1


"Tidak mas, kita langsung pulang saja. Badan aku capek dan pegal kalau jalan lagi!" Jawabnya sedikit mengeluh.


Tidak apa-apa kan jika sesekali mengeluh dengan kondisi badan kepada suami, tapi terkadang keluhan itu tidak di sukai. Pasti akan ada perkataan yang tidak enak di dengar, mungkin terkesan lebay jika sakit sedikit mengeluh. Tapi sebagai manusia, kita tidak dapat mengontrol untuk tidak mengeluh.


"Nanti aku pijitin ya sayang." Lais menawari sang istri.


Suaminya ini benar-benar berkerja keras untuk memperbaiki hubungan ini. Sepatutnya di hargai lebih, Momo sudah memutuskan nanti malam akan memberikan malam yang panjang untuk suaminya, tapi tentunya dengan hati-hati dan lembut.


"Iya mas, tapi pijatnya nanti malam saja. Sekarang aku mau makan itu yang tadi di beli," tunjuk nya pada kantong kresek.


"Baiklah untuk istri tercintaku, aku siap." Lais membukakan pintu mobil untuk Momo. Momo menatap tajam suaminya, tumben-tumbennya sang suami membukakan pintu seperti ini.


Lais tersenyum. "Aku ingin melakukan hal-hal romantis pada istriku, apa itu tidak boleh. Lagian saat puasa seperti ini aku tidak bisa menyentuhmu. Apa salahnya jika aku berperilaku layaknya suami yang sangat mencintai istrinya!"


"Terserah mas Lais deh, asalkan mas bersikap tegas dengan perempuan ulet bulu itu." Momo mengalihkan pandangannya ke arah jalan raya, ia malas berdebat dengan suaminya.


"Aku juga tidak mau berhubungan dengan ulet bulu, geli dan gatal bila tersentuh," ucapnya sudah fokus mengemudi.


"Geli ko kesentuh sampai ada Princess." Sindirnya yang mulai emosi jika mengingat kejadian kelam.

__ADS_1


"Kenapa jadi bahas itu lagi sih yang, kayak gak ada kerjaan saja. Mas juga gak tau jika mas bisa menghamili dia dan menjadikan Princess lahir di dunia ini," Lais membela diri, pasalnya memang ia tidak tau akan di jebak oleh wanita itu, wanita yang menghalalkan segala cara demi obsesi duniawinya.


Ddrreett


Ddrreett


Ponsel Momo berdering kencang, ia langsung melihat siapa yang menelpon. Ternyata Lala sedang menghubunginya.


"Iya mbak, ada apa?" Tanya Momo sedikit ada was-was dan cemas.


"Begini mbak... emm... non Princess jatuh dan kepalanya terbentur. Sekarang... kami ada di Rumah Sakit umum mbak Momo!" Jawabnya ketakutan setengah mati saat menelpon Momo.


Momo langsung menangis dan hawatir, ia meminta suaminya untuk mengantarkan ke Rumah Sakit, sangking gugupnya Lais bertanya siapa yang sakit tidak di jawab oleh Momo.


"Siapa yang sakit sayang, kenapa tidak di jawab sih?" Lais ikutan panik.


***


Maaf upnya sedikit sekali, author lagi sakit. Terimakasih sudah berkenan mampir.

__ADS_1


__ADS_2