ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
74 Keseruan kediaman Malik


__ADS_3

Daysi yang mersa lelah karena seharian belum berhenti beraktivitas kini terlelap di dekat ranjang Cheval. Ksatria yang baru saja masuk ke dalam kamar Cheval langsung mengendong Daysi dan memindahkannya di ranjang tidur kamar Cheval serta menyelimuti tubuh Daysi dengan penuh cinta.


"Selamat malam sayang," mencium dahi Daysi beberapa saat.


Ksatria segera keluar dan tidak lupa mematikan lampu utama dan berganti lampu redup yang menyala serta ia kecilkan suhu ac yang menerpa ruangan kamar. Daysi hanya mengeliat saja saat selimutnya kembali di perbaiki oleh Ksatria.


Ckklikk..., suara kamar di tutup dengan pelan oleh Ksatria, Ksatria kembali masuk ke dalam kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena menyetir mobil sedari pagi.


Pagi hari.


Suara kicauan burung terdengar di seluruh penjuru kediaman Malik. Sacha yang jalan-jalan pagi untuk merenggangkan ototnya kini hanya tersenyum saat melihat Aurellia bermain golf di kediamannya.


"Sungguh pemandangan yang mengagumkan sekali," Sacha menatap intens setiap gerakan Aurellia.


"Ciyee... yang mulai ada rasa," Daysi menyenggol pundak Sacha sambil meledeknya.


"Siapa yang mulai ada rasa, aku sedang memuji pemandangan pohon-pohon di kediaman ini," elak Sacha segera pergi dari hadapan Daysi sebelum jadi bahan candaan lagi.


Daysi tertawa geli dengan tingkah konyol Sacha barusan, apalagi wajahnya yang memerah karena malu membuat Daysi tertawa terpingkal-pingkal saja.


Ria yang sedang menjemur Cheval hanya menatap para majikannya yang membuat ke hebohan di pagi hari yang cerah ini.


Ksatria yang sudah rapi dengan pakaiannya kini duduk bersantai di tepi kolam renang sambil menikmati secangkir teh buatan Daysi. Ia hafal betul rasa teh buatan Daysi karena tidak ada yang bisa menandingi teh buatan Daysi meski pun ada orang yang ingin menyamai teh buatan Daysi.


"Teh ini memang mebuat hati tenang, selain yang buat cantik tehnya juga nikmat." Ksatria menghirup teh yang ada di cangkirnya.


"Masak sih, aku coba deh." Ucap Sacha yang tiba-tiba datang, untungnya teh tidak tumpah di celana.


Ksatria menatap tajam Sacha saat Sacha menuangkan teh di cangkir yang kosong dari teko. "Saya hanya mencobannya siapa tau benar-benar enak buatan calon kakak ipar," sambil tersenyum lebar. Sacha mencicipi teh buatan Daysi betapa terkejutnya dia saat teh masuk ke dalam mulut.

__ADS_1


"Sudah mencicipinnya kan, enak kan buatannya." Ksatria meninggalkan Sacha yang masih menikmati teh buatan istrinya.


Ksatria berpapasan dengan Daysi yang sudah berpenampilan cantik hari ini, "mau kemana Daysi?" memutari tubuh Daysi dengan intens.


"Mau kepanti, kamu ikut!"


"Boleh, sudah lama saya tidak kesana. Tunggu sebentar ya aku ambil barang-barangku dulu." Ksatria segera menaiki anak tangga.


Aurellia yang baru selesai bermain golf masuk ke dalam rumah, ia menatap sekeliling rumah semua orang yang berkerja di kediaman Malik nampak sibuk dengan pekerjaanya masing-masing. Aurellia hanya menghela nafas panjang setidaknya pagi ini ia tidak melihat bocah tengik yang akan menjadi suaminya nanti. Namun saat akan bersorak gembira malah ia tidak sengaja menatap Sacha yang asik menikmati secangkir minuman di dekat kolam renang.


Dengan buru-buru Aurellia pergi namun naas kakinya mendadak keseleo dan itu membuat Aurellia memekik kesakitan karena pergelangan kakinya terkilir.


"Aaww... sshhh..., sakit banget." Memijat pelan pergelangan kaki.


Sacha yang kendengar sesuatu jatuh langsung menatap siapa yang jatuh, teh yang ada di mulutnya seketika tersembur keluar karena melihat Aurellia yang jatuh bahkan kakinya satunya masuk ke kolong pembatas tangga.


"Aaa... haa... haa..., aduh lucu sekali ibarat kata sudah jatuh tertimpa tangga pula, aa... haa... haa...," Sacha tertawa terus bahkan ia tidak membantu Aurellia sama sekali.


"Aku sumpahin kamu kena karma, seenaknya menertawakan orang." Gumam lirih Aurellia saat Sacha membantunnya duduk.


"Pedas sekali ucapanmu, tau gitu tidak aku tolong jadi menyesal menolongmu," Sacha pergi setelah membatu Aurellia duduk di kursi.


"Haahh... aku di tinggal begitu saja, dasar bocah tengik." Ucap Aurellia meninggi di akhir kalimat.


Sacha langsung menatap tajam Aurellia yang mengumpatnya. "Dasar tidak tau terimakasih sudah di tolong masih saja seperti itu," Sacha berlalu pergi.


Panti asuhan Cinta Anak.


Daysi dan Ksatria yang baru saja sampai panti asuhan langsung menyalami Umma Inayah dan memberi bingkisan kepada orang-orang panti.

__ADS_1


Umma Inayah sangat bersyukur dengan kedatangan donatur panti ini, ia menyambut dengan suka cita bahkan dengan tangan terbuka. Umma Inayah sangat kagum dengan Cheval yang semakin besar dan bertambah tampan saja.


"Hallo Aak Cheval, main sama Umma ya," menggendong Cheval dan mengajaknya bermain dengan anak panti yang lain yang usiannya sama dengan Cheval.


Daysi menyerahkan Cheval pada Umma, kemudian ia membantu Ksatria mengeluarkan bingkisan yang masih banyak di mobil. Daysi membagikan banyak mainan dan makanan kesukaan anak panti, rasannya sangat bahagia melihat anak-anak panti yang bergembira sambil memainkan mainannya.


"Kamu senang berkunjung di sini?" Ksatria duduk di samping Daysi.


"Iya, ini rumahku pasti aku senang, siapa pun yang mengunjungi rumahnya sendiri pasti bahagia dan senang!" menautkan jarinya ke jari Ksatria.


"Syukurlah jika kamu senang Daysi, oh ya setelah berkujung ke sini nanti kita mampir ke hotel ke dua ya, ada urusan mendadak bagaimana."


"Boleh, tapi aku tidak membawa banyak persiapan untuk Aak," Daysi ingat jika ia hanya membawa satu stel pakaian bahkan susu formula rasa kedelai hanya dua dot saja.


"Tenang nanti kan bisa mampir di toko terdekat hotel kedua." Ksatria memberi solusi yang tepat.


"Baiklah, sesekali aku juga ingin melihat pembangunan hotel ke dua seperti apa," memainkan ponselnya.


Hotel ke dua Royal Malik.


Daysi menatap setiap struktur bangunan hotel ke dua ini, masih dalam proses pembangunan bahkan belum bisa di katakan jadi hotel ini. Masih berdiri pencakarnya saja yang kokoh untuk menyangga banggunan hotel ini.


"Seperti ini proses pembangunan hotel ke dua, kemungkinan tidak sebesar yang pertama tetapi setidaknya saya membuka lapangan pekerjaan untuk mereka yang membutuhkan ekonomi untuk menyambung hidup," ucap Ksatria tegas.


Daysi semakin kagum dengan sifat Ksatria yang masih perduli dengan nasib orang lain. Padahal awal pertama bertemu dengan Ksatria Malik ia sangat jutek bahkan dingin sekali ucapannya namun ternyata semua itu tidak benar. Setelah mengetahui sifat asli Ksatria membuat rasa cintanya pada Ksatria semakin besar saja.


"Lagi mikirin apa, kagum ya sama suamimu yang super perfect ini,"


"Isshhh iya." Daysi lebih baik mengiyakan saja, sesekali membuat Ksatria terbang ke langit.

__ADS_1


***


__ADS_2