ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
249. Bahagia selalu


__ADS_3

Rumah Sakit Umum.


Lais membonceng tangan istrinya dan menguatkan Momo, karena selain Princess bayi yang ada di dalam kandungan Momo juga harus di perhatikan juga.


"Mas, aku takut Princess kenapa-kenapa." Menenggelamkan wajahnya di lengan sang suami.


"Kita berdoa bersama-sama oke," berusaha tetap tenang dan kuat. Padahal dalam hati ia ketakutan sang putri terluka parah.


Sesampainya di depan ruang rawat Princess, Lais dan Momo terkejut bukan main dengan apa yang ia lihat di depan mata.


"Princess, kamu tidak apa-apa kan sayang?" Momo langsung mendekati ranjang rawat Princess.


"Sakit Mama!" Jawabnya terdengar lemah, hati Momo langsung terasa sakit melihat putrinya yang terkena musibah seperti ini.


Mungkin karena efek jatuh membuat Princess demam sekarang. Tapi baik Lais dan Momo tetap berusaha tenang dan menyemangati Princess agar ia sembuh dahulu. Saat di luar ruangan Lais menanyai Lala apa yang terjadi, kenapa bisa-bisa Princess jatuh dan kepalanya terbentur sampai harus di jahit pula di bagian atas telinga.


Lala menjelaskan tanpa ada yang di tutup-tutupi, sepertinya kecelakaan ini ada yang merencanakannya.


Lais segera menghubungi seseorang untuk memeriksa CCTV di jalan, lebih tepatnya di sekitar rumah dan taman bermain yang ada di sebuah mall. Apa ada yang mencurigakan dari gerak gerik orang-orang yang berkerja di rumahnya. Bukan mau berburuk sangka, hanya mengantisipasi sesuatu yang tidak di inginkan terulang lagi.


"Mas." Momo menepuk pundak Lais.


"Eh... iya sayang, ada apa?" Tanyanya langsung memasukkan kembali ponselnya.


"Tidak ada apa-apa mas, Princess sudah tidur. Dan juga demamnya sudah turun!" Momo duduk di sebelah suaminya.


Lala sebagai suster Princess, menjaga di dekatnya. Lagian jika tadi ia tidak mengajak Princess pergi pasti kejadian buruk ini tidak terjadi pada gadis kecil itu. Ia merasa sangat bersalah tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik.


Lais menggenggam tangan Momo. "Sayang, terimakasih sudah menyayangi dan merawat Princess dengan tulus dan ikhlas menjalankannya."

__ADS_1


"Sudah kewajiban aku seorang ibu, aku akan menjaga anak-anakku mas," Momo tersenyum.


Perutnya tiba-tiba merasakan tidak nyaman, ia merasakan sakit di bagian perutnya.


"Mas... perut aku sakit." Keluhnya pada Lais.


"Sakit? Mana yang sakit, ayo kita temui Dokter kandungan. Mumpung kita di Rumah Sakit," nada hawatir Lais terlukis jelas di wajahnya.


"Puft... ha... ha..., maaf mas aku tidak apa-apa, aku hanya bergurau saja jika perutku sakit. Perutku lapar, ayo temani aku ke kantin Rumah Sakit ini." Momo berjalan lebih dulu dan mencari dimana kantin Rumah Sakit ini.


"Dasar jahil pada suaminya, sudah tau ini bulan puasa. Tidak boleh berbohong lagi," gemasnya sambil mencubit kedua pipi Momo.


"Sesekali boleh kan sedikit bergurau, lagian kenapa panik seperti itu sih Mas." Momo masih saja tertawa geli sendiri saat berjalan di koridor Rumah Sakit, sejenak Momo lupa dengan kesedihannya itu.


Saat makan ia tiba-tiba tak berselera saat mengingat sang putri sulit makan karena kepalanya yang masih sakit katanya tadi.


"Princess belum makan, bagaimana aku bisa makan mas!" Jawabnya tertunduk sedih.


"Sayang..., kamu boleh hawatir dengan putri kita. Tapi kamu juga harus ingat sayang, di dalam perut kamu ada bayi kita yang juga butuh asupan gizi darimu sayang. Makan sedikit ya kemudian nanti kita ke kamar Princess untuk membujuknya ya." Lais mengusap pipi lembut milik Momo.


Momo mengangguk. "Iya mas," ia tersenyum dan langsung menyantap makanan yang ada di depan nya tersebut. Lais lega melihat istrinya makan dengan lahap, setidaknya bayi di dalam perut juga tidak ikut menderita.


Ruang rawat Princess.


Momo menatap sang putri yang masih enggan untuk makan, padahal Lala sudah menggunakan kostum badut dadakan.


"Ayo non Princess makan dulu, bukannya non Princess mau jadi kakak yang baik." Lala menyodorkan satu sendok tidak penuh pada Princess.


Namun Princess menggeleng dengan cepat yang artinya ia menolak tidak mau.

__ADS_1


"Aduh Princess, adik kecil Princess. Putri kesayangan Mama, sakit di dalam perut adiknya jika Kakaknya tidak mau makan." Momo berpura-pura, ini sudah cara terakhir dan itu juga terpaksa.


"Princess mau makan Mama, Princess tidak mau adik Princess juga ikut sakit," Princess langsung membuka mulutnya lebar-lebar.


Betapa senangnya hati dan pikiran saat sang putri begitu patuh dengan dirinya, andai ia lahir langsung dari rahimnya ini. Pasti kebahagiaan yang ia dapat dan peroleh beribu-ribu ganda rasa bahagianya.


"Putri kecilku yang pintar dan lucu." Momo menyentuh surai rambut Princess.


Lais bahagia dengan apa yang ia lihat, benar-benar nyata apa adanya. Tanpa ada rekayasa dalam hidup, ingin rasanya kebahagiaan ini terus hadir di tengah-tengah keluarga kecilnya tersebut.


"Ya Allah terimakasih dengan anugerah Yang Engkau berikan pada hamba dan keluarga kecil hamba ini Ya Allah." Lais langsung menghujani ciuman di dahi Momo dan Princess bergantian.


Lala yang melihat momen romantis ini langsung memfotonya dan menjadikan kenang-kenangan untuk keluarga kecil bosnya itu.


1 minggu kemudian.


Malam ini banyak sekali kembang api yang di nyalakan. Keluarga Malik sedang merayakan malam takbiran, banyak orang yang datang untuk meramaikan acara malam ini. Malam dimana menuju kemenangan untuk Umat Islam atau Muslim di seluruh dunia.


Mereka saling mengucap maaf satu sama lain, dan tidak lupa tradisi yang sudah ada yaitu tradisi memberikan hadiah kecil kepada anak-anak dan orang terdekat yang lebih membutuhkan.


Acara bahagia ini mengeratkan tali persaudaraan sesama umat muslim.


***


Mohon maaf lahir batin ya kakak-kakak, maaf jika banyak salah.


Insyaallah masih up lagi ya kakak-kakak, mohon doa nya semoga kesehatan aku terus baik, biar bisa nulis terus.


Terimakasih banyak untuk semua.

__ADS_1


__ADS_2