ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
199 S2


__ADS_3

Dukungannya, like, rate bintang 5. Terima kasih dan selamat membaca.


***


Usai menghabiskan batagor yang di bagi dua dengan suaminya, Sindy mengambil makanan lagi untuk mengisi perutnya yang masih meronta-ronta minta di isi kembali.


"Kebiasaan, makan sebanyak itu kenapa perut masih rata saja. Sepertinya kamu butuh jamu dan madu untuk menggemukkan badan." Mencubit gemas lengan Sindy yang hanya terdiri dari sedikit daging dan kulit, yang lainnya akar saja bukan akar tapi urat nadi.


"Sakit Aa, coba sini Aa juga merasakan," langsung mencubit lengan suaminya.


Cheval kesal jika istrinya ini membalas juga, lantaran cubitan istrinya ini sangat sakit di anggota tubuhnya.


"Aduh... sayang, ini jari atau tusuk gigi sih yang kamu cubit kan sakit sekali." Meniup-niup lengannya yang panas dan perih.


"Sudah tau jari masih bertanya, makanya Aa jika gemas denganku jangan cubit, lihat saja kan sudah cukup," Sindy menutup sendoknya dan bergegas pergi dari tempat yang menyebalkan.


Hari yang di habiskan hanya seperti ini tidak ada yang lain, jika mereka berdua tidak bersama-sampa pasti suasana rumah akan sepi dan suram.


Ksatria bermain golf siang ini, akhir-akhir ini ia sering menghabiskan waktunya lebih banyak di rumah, ia ingin langsung mencurahkan kasih sayang pada putrinya.


Sindy yang baru selesai berganti pakaian langsung ke lapangan untuk melihat sang papa yang dengan gagahnya bermain golf.


"Pantas saja papa mantan playboy, sudah tua saja masih berkarisma." Gumam lirih yang langsung di tertawai Cheval.


"Aa... ha... ha..., dasar anak durhaka. Masa iya papanya sendiri di jelekkin mantan play boy," Cheval sengaja menekan kata play boy dan melihat sang papa mertua.


Ppllaakk....


Pukulan panas terjadi di punggung Cheval sampai-sampai Cheval menggeliat lantaran sakitnya di pukul.


Ternyata Daysi yang baru datang memukul putra tercintanya. Sindy hanya bisa menutup mulutnya, baru kali ini mamanya memukul putra tercintanya.


"Aw..., nasib-nasib kena lagi tadi cubitan seperti tusuk gigi, sekarang pukulan seperti raket nyamuk."

__ADS_1


"Makanya jangan berucap yang tidak-tidak ke papa kamu, awas saja jika nanti demam. Mama jemur kamu di jemuran pakaian," Daysi memberikan minuman penambah energi pada putra putrinya dan menyisakan satu untuk suaminya.


"Tapi ma, tadi Sindy dulu." Cheval mulai mengadu.


"Mama tidak mendengarnya, yang mama dengar kamu mengumpat papa kamu," ketus Daysi yang membuat Cheval langsung menciut nyalinya.


Sindy menepuk-nepuk punggung suaminya dengan lembut.


"Sabar ya Aa." Diiringi tawa yang renyah. Cheval mengangguk saja.


Hari ini memang seperti kemarin, sama saja dirinya kena hukuman lagi dan lagi sungguh malang nasibnya ini.


Ksatria yang mendengar perdebatan kecil langsung menghentikan kegiatannya dan mendekati istri dan anak-anaknya. Bahagia sekali melihat ini semua, tidak ada kekurangan satu pun.


"Aa, untung Aa tidak seplayboy papa dulu jika ia papa sudah jemur kamu Aa." Ksatria meminum minuman kaleng.


"Apa sih pa faedahnya play boy, bukannya membuat kepala pusing dan pening menghadapi mereka?" Cheval memancing rahasia. Sedangkan Daysi dan Sindy ingin sekali tau rahasia tersebut.


"Jadi papa senang begitu, pantas saja mama di tindas dari dulu lantaran papa ingin bebas dan bersenang-senang begitu, papa ingin punya penyakit yang tidak dapat di sembuhkan lataran gonta ganti pakaian... eh maksudnya pasangan seperti berganti-ganti pakaian, dasar play boy cap keriput." Daysi beranjak pergi dengan amarah di dirinya.


"MAMA..., tunggu penjelasan papa ma," Ksatria kalang kabut, gara-gara pancingan Cheval membuatnya terkena masalah. "Aa...," menatap tajam Cheval sebelum ia pergi.


Sindy tertawa kecil.


"Jail banget Aa, masa iya orang tua di pancing masa lalunya. Tuhkan nanti pasti Papa tidak tidur di kamarnya dan akan menggangu kita lagi." Ucap Sindy yang baru di sadari Cheval.


"Tepuk jidat saja deh Aa sayang, gagal deh bermainnya," ia sangat menyesal berani-beraninya memancing keributan.


Ksatria dengan jurus seribu bayangannya ia keluarkan untuk merayu istrinya, mulai dari melakukan hal konyol seperti, memberikan bunga dengan romantis layaknya anak muda yang sedang kasmaran. Kemudian memasakkan makanan untuk istrinya, membuatkan bingkai foto dari bunga-bunga yang ia keringkan di oven sampai menyulam kain dengan motiv love di dalam sulamannya.


"Sayang lihatlah perjuangan suamimu ini." Ksatria berusaha sekuat tenaga untuk meluluhkan istrinya kembali.


"Aku terima ini semua, tapi tetap saja papa tidak boleh tidur satu ranjang," Daysi sengaja mengerjai suaminya, sesekali membuat seorang Ksatria Malik kelimpungan untuk meraih hati seorang istri tercinta.

__ADS_1


***


Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun. Hari ini hari kelulusan untuk Sindy dan satu angkatan dengan Sindy. Sebelum skripsi Sindy sudah ada rencana dengan suaminya untuk pindah ke Surabaya, Jawa Timur. Namun ternyata Cheval sudah berangkat lebih dulu, bahkan sebelum Sindy skripsi.


"Yakin setelah wisuda dan menerima ijazah langsung berangkat ke Surabaya tidak menunggu beberapa bulan lagi?" tanya Daysi dengan cemasnya pada sang putri yang bersih kukuh ingin hidup mandiri di kota lain.


"Iya ma, setelah di terima di perguruan Surabaya langsung berangkat saja, lagian disana kan juga ada Aa yang lebih dulu berangkat ke Surabaya dan jadi Dosen disana!" jawab Sindy dengan penuh keyakinan.


"Ceritanya rindu berat ini dengan suaminya." Daysi meledek Sindy.


"Apa-apaan sih ma, siapa yang rindu berat, bahkan hati ini meronta-ronta ingin bertemu," jawabnya malu-malu.


Tanpa mereka sadari dari belakang berjalan dengan gagah seorang pria dengan sedikit kumis tipis di atas bibirnya tersenyum manis pada semua orang yang ia jumpai di tempat tersebut, bahkan ada beberapa yang ingin menjadikan menantu masa depannya.


"Selamat sayang." Memberikan buket bunga yang sangat cantik pada Sindy.


"Aa," langsung memeluk suaminya dengan erat. Ia sedikit kecewa lantaran suaminya datang setelah selesai penobatan sebagai sarjana.


"Sudah-sudah jangan sedih, yang terpenting Aa sudah datang. Maaf ya sayang Aa datang terlambat sebab tadi pesawatnya tertunda cukup lama sekitar 2 jam." Memberikan ciuman di dahi Sindy.


Beberapa orang yang melihat hal tersebut patah hati berjamaah. Mereka berdua sangat serasi dan kompak.


Ksatria dan Daysi saling berpelukan satu sama lain, tidak menyangka kini usia mereka semakin tua. Apalagi melihat putra putrinya sudah menikah dan bahagia seperti sekarang ini, rasanya sudah sangat lengkap sekali.


DDRREETT.


DDRREETT.


Nomor asing masuk di ponsel Ksatria, Ksatria yang tidak mengenalnya langsung mengangkat panggilan tersebut dan ternyata pemberitahuan dari rumah sakit bahwa adik iparnya terkena serangan jantung dan langsung meninggal di tempat kejadian.


Ponsel Ksatria jatuh di atas rumput hijau tempat ia berpijak dengan istrinya.


"Pa... papa... ada apa pa?" Daysi mulai panik, begitu juga dengan Cheval dan Sindy.

__ADS_1


__ADS_2