
Pagi hari.
Daysi yang sudah bangun lebih dulu segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, badanya terasa lengket setelah aktivitas panasnya dengan Ksatria semalam. Untungnya Ksatria tidak minta berkali-kali cuma sekali sudah baik moodnya.
Ksatria yang meraba kasur di sebelahnya yang sudah kosong membuka matanya perlahan. Ksatria mencari sosok istrinya, saat mendengar suara gemercik di dalam kamar mandi senyum mengembang sangat lebar. Daysi yang baru saja selesai mandi seperti biasa mengeringkan rambutnya, Ksatria masih membaringkan diri di kasur sambil mengamati kegiatan Daysi yang sedang mengeringkan rambut.
"Bidadari cantikku,"
DDREETT... DDREETT..., ponsel Ksatria ada panggilan masuk, Ksatria menatap siapa pagi-pagi yang menelponnya. Setelah tau siapa yang menelpon Ksatria mengangkatnya.
"Eemm hallo ada apa?"
"Begini pak, ada kekacauan di hotel saya tidak bisa mengatasi banyak wartawan juga pak." Lapor Okta di seberang telpon.
"Ada masalah apa, kemarin baik-baik saja hotel." Ksatria belum mendapat jawaban dari Okta langsung saja terperanjat dari kasur dan menuju kamar mandi dengan buru-buru.
Hanya hitungan menit Ksatria sudah keluar dari kamar mandi dan mengenakan pakaian yang baru saja di siapkan oleh Daysi, bahkan jas dan dasi kebesarannya tidak ia kenakan.
"Sarapan dulu Sat," Daysi menawari sang suami makan.
"Aku buru-buru, nanti Chef Dodi saja biar yang menyiapkan, aku pergi dulu ada masalah di hotel, hati-hati di rumah." Mencium kening Daysi dengan lembut.
Daysi melambaikan tangannya dan mendoakan Ksatria di jalan dan hotel.
Hotel Royal Malik.
Ksatria segera keluar dari mobil, Ksatria terkejut saat wartawan langsung menyoroti dirinya bahkan banya pertanyaan terlontar, Ksatria menatap body guardnya untuk membereskan permasalahan ini. Tanpa basa basi body guard Ksatria berhasil membuat para wartawan pergi dari Hotel.
Ksatria menemukan sepasang kekasih yang sedang di dalam hotel, sementara si wanita satunya marah-marah dengan sang laki-laki karena kekasihnya selingkuh dengan mantannya.
"Stop, kenapa kalian membuat onar di hotel saya?" sorot mata tajam Ksatria.
Tiga orang yang ada di dalam ruangan langsung menatap Ksatria seksama.
__ADS_1
"Maaf saya... saya... tidak bermaksud membuat onar tetapi suami saya tega selingkuh saya hanya ingin memberi mereka berdua pelajaran." Ucap wanita yang menyebutnya istri sah sang laki-laki yang ada di ranjang dengan wanita lain.
"Terus," Ksatria melihat sang suami wanita yang marah-marah tadi.
"Dia tidak bisa memberikan anak untuk saya, buat apa saya setia dengannya." Ucap ketus laki-laki yang berada di ranjang.
"Cihh... laki-laki egois, kamu ajukan saja cerai dengannya buat apa setia dengan laki-laki bajinga* sepertinya," sambil menujuk suami wanita yang ada di sampingnya.
"Saya sudah mengajukan tetapi dia tidak mau menadatanganinya, saya membawa surat gugatan cerai ini." Mengeluarkan dari amplop coklat dan menujukkan pada Ksatria.
"Kamu tanda tangan itu, jika tidak mau saya laporkan ke polisi tentang pencemaran nama baik hotel ini." Ucap dingin Ksatria.
"Baik-baik saya akan tanda tangan sekarang," langsung menadatangani dari pada berurusan dengan Ksatria Malik.
"Terimakasih pak atas bantuannya saya mengucapkan terimakasih, semoga rumah tangga pak Ksatria langgeng terus." Ucap wanita yang umurnya sekitar 35 tahun lebih tersebut.
"Iya," Ksatria berlalu pergi begitu juga dengan wanita yang tersakiti tersebut.
Ruangan pribadi Ksatria.
"Aku tidak mau menyakiti istriku, aku juga memiliki seorang adik perempuan dan aku tidak mau adikku mengalaminya juga." Ksatria berpikir keras.
Tak terasa hari sudah siang, perut Ksatria berdemo. Klik..., Ksatria menekan telponnya di dapur. Tidak butuh waktu lama makanan datang dan yang mengantar karyawan baru bagian OB.
"Kamu baru di sini, sepertinya saya belum pernah melihatmu dan satu lagi segera pergi dari ruangan saya." Ucap ketus Ksatria pada orang yang mengantarnya karena sedari tadi Office girl tersebut menatapnya tanpa henti.
Setelah dari ruangan Ksatria, office girl tersebut menggerutu kesal karena dapat ucapan pedas Ksatria Malik.
"Awas saja kamu pak, suatu hari saya akan mendapatkanmu dan menghancurkan rumah tanggamu." Nadin segera pergi dan melajutkan pekerjaannya.
Ksatria yang mendapat pesan singkat dari body guardnya langsung tersenyum penuh arti, ternyata ucapan wanita tersebut terekam dan kebetulan body guard Ksatria berada di dekatnya.
Ksatria menelpon Okta untuk memecat Nadin saat ini. Okta yang terkejut dengan perintah Ksatria langsung memanggil Nadin.
__ADS_1
Nadin yang di panggil langsung binggung ada apa, "permisi pak ada apa?"
"Kamu di pecat, ini pesangonmu untuk kerjamu selama 1 minggu ini." Jawab dingin Okta.
"Tapi saya salah apa pak, saya tidak melakukan apa-apa," Nadin binggung karena tiba-tiba di pecat tanpa alasan yang jelas.
"Ini keputusan pak Ksatria, mungkin kamu menyinggungnya tadi." Ucap Okta menujukkan pintu keluar.
Nadin segera pergi dan mengemasi barang-barangnya, saat kembali ke ruangan istirahat Nadin begitu kesal, baru mau mendekati Ksatria malah lebih dulu di pecat sebelum bertindak.
Ksatria tertawa melihat Nadin sudah meninggalkan hotelnya. "Lebih baik memberantas kutu-kutu yang tidak bermanfaan dari pada nanti bermasalah kedepannya." Ksatria mengambil ponselnya dari saku celanannya.
"Haii Sar, sudah makan siang belum." Sambil tersenyum.
"Sudah baru saja, ada apa menelpon Daysi," Sambil menatap wajah Daysi yang ada di layar ponsel.
"Tidak kenapa-kenapa, pengen vidio call saja." Sambil tersenyum.
"Nanti aku pulang cepat saya ingin mengajakmu ke bioskop lagi, katanya ada film akhir tahun terbaru. Saya jamin tidak seperti dulu," sambil menujukkan tiket masuk bioskop.
"Okelah, nanti aku siap-siap. Aku matikan dulu ya Aak menagis, bye... bye... eemmuahh." Memajukan bibirnya sampai layar ponsel.
"Iya, tidak usah seperti itu bibirnya membuatku ingin pulang saja," godanya pada Daysi.
Ksatria mematikan ponselnya dan memasukkan kembali dalam saku celana.
Di tempat lain.
Kedai kopi Aurellia dan Abang ramai pengujung selain banyak menu baru pelayanannya bagus dan semua menu rasanya enak untuk di nikmati.
"Enggak menyangka ya, resep baru begitu banyak di minati. Semoga bisa menjadi menu andalan kedai coffe ini ya," Abang tersenyum pada Aurellia.
"Iya." Aurellia segera memalingkan wajahnya, karena ia tidak mau pesona Abang menghancurkan rumah tangga yang baru saja didirkan.
__ADS_1
Abang yang melihat tingkah aneh Aurellia ingin bertanya apa ada masalah, karena akhir-akhir ini Aurellia tidak seceria dulu sewaktu kedai belum di buka resmi seperti saat ini. Gelagat Aurellia seperti menyembunyikan hal besar seperti Daysi waktu itu yang ternyata sudah menikah diam-diam.