ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
246. THR lagi.


__ADS_3

Arman yang tadinya terburu-buru membeli berbagai macam rasa dan bentuk coklat kini menghentikan langkahnya saat mendengar keluh kesah istri bosnya, dengan istrinya saja seperti ini apalagi dengan bawahannya.


"Nasib-nasib, oh... THR ku yang malang, sampai jumpa jika Pak boss sadar untuk memberikan THR nya pada semua karyawannya." Memohon dan berdoa sambil menatap ke atas.


Arman menunggu saja di luar, Princess yang di acuhkan kedua orang tuanya tidak sengaja menjatuhkan vas bunga, saat Lais hendak mencium kening Mamanya. Momo segera mendorong tubuh suaminya untuk menjauh, ia juga hampir lupa jika ia sedang bersama putrinya juga di kantor.


"Untung gak kelewatan, kasihan suamiku yang masih puasa ini. Jangan sampai aku membuat ia membatalkan puasanya." Momo langsung memungut vas bunga itu, semoga gak terjadi seperti yang ada drama yang pernah ia tonton sebelumnya, yang tanpa sengaja terkena pecahan beling dari vas bunga tersebut.


"Aww." Momo memegang jari telunjuknya yang sudah mengeluarkan darah.


Lais yang mendengar Momo sedikit berteriak langsung menghampirinya, Lais langsung mengajaknya ke wastafel untuk menghentikan pendarahannya dulu baru kemudian di obati.


"Apakah sakit sayang?" Menempelkan plester di jari telunjuk Momo.


"Sedikit, ada denyutan sakit saat kamu menempelkan plester. Sepertinya menggunakan plester tidak baik untuk luka sayang!" Jawab Momo sedikit kurang yakin dengan plester itu.


"Baik ko sayang, asalkan tidak terkena air. Biar gak lembab yang mengakibatkan luka kamu membusuk dan parah." Meyakinkan keraguan sang istri.


"Oke kalau begitu, mas tadi ada ibu-ibu yang tidak mau keluar dari sini. Kenapa?" Tanyanya pada Lais.


"Biasa sayang, ia tidak terima anaknya di pecat. Sudah sering ini terjadi ko!" Jawabnya menatap sang istri yang tersenyum kecut mengalihkan pandangannya. "Memangnya kenapa? Apa kamu di ganggu oleh dia."


"Cih... kebiasaan lama tidak hilang, ternyata bukan aku saja yang pernah merasakan di pecat dadakan olehmu, padahal cuma terkena cipratan air mineral saja. Sampai segitunya memecat ku," sindir keras Momo.


Lais membeku di tempat, apa yang di bilang istrinya memang benar. Tidak seharusnya ia memecat karyawannya begitu saja, tapi beberapa waktu lalu lantaran kesalahan fatalnya, ia tega menjebak teman satu devinisinya demi keuntungan sendiri dan bahkan mengelapkan uang milik perusahaan.


Tok.


Tok.

__ADS_1


Tok.


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Lais barusan.


"Masuk." Lais menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu itu, ia tau jika Arman yang masuk saat tidak sengaja ia melihat CCTV di depan ruangannya.


Semenjak menikah dengan Momo iya pasang CCTV tapi masih saja ceroboh dengan orang-orang yang berada di kantornya. Saat ini rumah Erdana Khan sedang sibuk oleh pekerja yang mengerjakan lift di rumahnya itu.


"Mas beneran buat lift di rumah untuk aku?"


"Iya sayang!" Lais tersenyum dan menunjukkan lift desain moderen yang lebih canggih lagi.


Arman yang berada di ruangan tersebut benar-benar seperti patung yang tidak di anggap keberadaannya, bahkan dengan patung yang ada di jalan lebih berharga dari pada dirinya, patung di jalan saja masih di hormati karena pejuang Negara. Sedangkan dirinya pejuang perusahaan ini, apa tidak ada harganya sama sekali. Padahal tanpa bantuannya si bos besar ini tidak bisa apa-apa.


"Bos." Arman berusaha tersenyum sambil menunjukkan kantong kresek yang berisi coklat.


"Hey sejak kapan di situ, menggangu keromantisanku dengan istriku tercinta saja," ketus Lais menatap tajam Arman.


"Haduh kayak kena hukuman sewaktu SMA dulu di suruh berdiri di depan teman-teman."


"Maaf pak bos sebelumnya, dari pada nanti puasa pak bos batal lebih baik anda membiarkan saya keluar setelah memberikan pesanan anda pak bos." Arman langsung meletakkan kantong kresek dan segera lari seribu bayangan.


"Hey... kamu...," Lais menunjuk Arman.


Lais yang tadinya ingin mengomel tidak jadi lantaran Arman kabur lebih dulu.


"Mas...." Momo menenagkan suaminya. Ternyata punya suami seperti Lais harus ekstra sabar menghadapinya, tapi asalkan tidak makan hati lagi. Jika itu terulang lebih baik cari suami baru yang lebih pengertian, contohnya seperti Arman.


"Iya sayang," masih sedikit kesal.

__ADS_1


"Itu apa? Sepertinya coklat kalau di lihat dari luar kantong kresek." Momo mengambil bungkusan tersebut dan benar saat ia lihat, berbagai macam coklat. Apa suaminya sedang ngidam sekarang. "Mas lagi ngidam ya, kenapa banyak sekali coklat di kantong kresek ini?" Momo meletakkan kresek itu tepat di depan suaminya.


"Bukan mas, tapi kamu sayang. Sedari tadi mas lihat kamu seperti singa yang mau menerkam mangsanya saat Princess menikmati coklatnya!" Jawab Lais santai, padahal sang istri ingin sekali menerkamnya dan mengacak-acak rambut rapi milik suaminya itu.


"Ini baru singa." Momo tanpa basa basi langsung merangkul suaminya dan menyentuh rambut Lais dan mengacak-acaknya, Lais hanya pasrah dengan Momo dari pada bumil marah dan mengakibatkan ada masalah dengan kandungannya. "Jangan lupa THR nya Mas." Momo mengambil keresek itu dan duduk di samping putrinya yang sedang bermain puzzle di tab miliknya.


"Iya sayang, akan segera turun THR nya sebelum lebaran," ucapnya langsung menelpon bagian HRD untuk segera mengurus hal itu. Dan Lais memberi perintah untuk melebihkan satu untuk istrinya yang sedang ngidam pengen dapat THR tahun ini.


Momo yang mendengar dapat THR langsung bergembira ria.


"Yee... dapat THR." Momo membuka bungkus coklat dan menikmatinya.


Princess heran dengan apa yang di bahas Mamanya, dan THR itu apa.


"Ma... apa itu THR?" Tanyanya menatap sang Mama.


"Tunjangan Hari Raya sayang dan hukumnya wajib seorang pengusaha memberikan gaji non upah untuk orang yang berkerja di tempat-tempat seperti punya Papa ini dan juga toko serta rumah makan sayang dan banyak lainnya juga. Dan satu lagi Nak, THR harus di berikan sebelum Hari Raya sebelum tujuh hari menjelang lebaran Idul Fitri sayang!" Jawab Momo yang hanya diangguki Princess yang tidak mengerti sama sekali.


Lais tersenyum manis, indahnya pemandangan ini. Pemandangan yang selalu ia nanti-nantikan dalam hidupnya, andai kesalahan itu tidak ada pasti tidak akan ada momen seperti ini di mana ia melihat sosok Momo yang luar biasa, tidak hanya cantik dan pandai masak ia juga mampu membahagiakan suami dan putri kecilnya.


"Jangan menatapku seperti itu mas, awas matanya nanti pedih loh mas karena gak berkedip." Goda Momo yang sukses membuat Lais tertawa renyah siang-siang seperti ini.


Terkadang hal kecil yang konyol membuat orang terdekat kita tertawa lepas, tidak apa-apa jika kita sedikit berkorban demi yang tersayang.


***


Dukungannya please, terimakasih banyak teman-teman.


Up nya satu-satu, sebab author sok sibuk bulan ini. Maklum saja emak-emak rempong, salam dari emak rempong.

__ADS_1


Mohon maaf lahir dan batin.


__ADS_2