
Di kedai Abang dan Aurellia.
Karena kedai saat ini ramai pengunjung membuat Aurellia dan Abang yang selama ini sedikit berbicara terpaksa mau tidak mau harus berkerja sama demi memenuhi pelayanan di kedai tersebut, sebenar nya jika ramai begini Aurellia selalu menyewa orang untuk berkerja di tempat ini satu atau dua hari langsung dapat gaji, entang mengapa kali ini tidak ada yang bisa di mintai pertolongan lantaran sibuk menyiap kan acara ini itu bahkan dan beberapa siswa SMA juga sama pulang lantaran waktu libur semester.
"Haduh... mau mengeluh, tapi yang menikmati hasil nya aku sendiri dan orang-orang yang berkerja di sini," Aurellia menyeka keringat nya di ruang ganti khusus perempuan.
Saat hendak keluar Aurellia bertabrakan dengan Abang, tanpa sengaja mata mereka saling bertatapan.
Dengan segera Aurellia mengalih kan tatapan nya tersebut, takut khilaf dan mengakibat kan kesalah pahaman lagi atara diri nya dan Sacha. Apalagi saat ini hubungan nya yang kian membaik dan semakin romantis saja.
"Kamu memang pantas mendapat kan suami seperti Sacha, Aurellia. Tidak sepertiku yang hanya seorang pengecut yang sadar setelah di miliki oleh orang lain, dan berakhir terpuruk seperti saat ini." Menatap punggung Aurellia yang kian menghilang dari bayang-bayang pandangan nya.
Abang segera melanjut kan pekerjaan nya tersebut sebelum para pembeli protes karena lama membuat dan menghantar pesanan nya. Dengan senyum termanis nya pesona Abang dengan singkat dapat memikat para pembeli terutama para gadis-gadis yang menjadi pelanggan tetap di kedai ini.
"Aduh... mas Abang minta foto nya dong." Ucap salah satu gadis yang ada di meja 11 dan 3 teman nya juga ikut berselfi.
Abang langsung menerima nya lagian sudah biasa jika diri nya dimintai berfoto seperti ini sudah biasa, setiap hari seperti ini. Beberapa karyawan kedai ini sama juga tidak heran jika salah satu pemilik kedai ini paling popularitas di antara remaja wanita.
Aurellia hanya menatap sekilas tanpa berucap sedikit pun, dulu sewaktu ada yang minta foto pada Abang pasti Aurellia sedikit ngambek. Namun untuk sekarang tidak karena rasa cinta yang amat besar yang di berikan oleh Sacha membuat nya memblokir akses jalan menuju hati nya kecuali Sacha seorang.
Taman bermain.
__ADS_1
Ksatria yang melihat Daysi asik bermain hanya mengikuti nya dari belakang seperti seorang pengasuh nya saja. Daysi membeli gelembung sabun untuk dimain kan bahkan Ksatria disuruh membawa kan tas pribadi nya agar ia lebih leluasa bermain gelembung sabun.
Daysi tidak puas ia menyuruh Ksatria untuk bermain juga dan dia yang mengejar-ngejar gelembung sabun tersebut.
"Yang banyak dong Sat, kenapa sedikit sekali tiup nya." Daysi fokus mengejar gelembung tersebut yang terbang nya sangat cepat karena angin berhembus lumayan kuat di area taman ini.
Daysi yang sudah kelelahan mengejar gelembung langsung mengistirahat kan kaki nya di kursi beton di area taman ini. Banyak burung dan kupu-kupu yang berterbangan seakan menyambut kehadiran seseorang yang berarti dalam kehidupan hewan-hewan tersebut.
Daysi berjalan mendekati hamparan bunga yang sedang bermekaran yang penuh dengan kupu-kupu bermacam jenis rupa dan bentuk nya dari yang kecil sampai besar.
"Wah... cantik sekali," berusaha menyentuh sayap kupu-kupu namun saat jari telunjuk mendekati kupu-kupu tersebut langsung terbang ke bunga yang lain. Daysi langsung bersedih.
"Seperti kamu." Sambil mencium singkat pipi Daysi. "Eehh... kenapa kamu bersedih Daysi, jangan bilang kamu menyuruh ku untuk menagkap kupu-kupu itu?" menujuk salah satu kupu-kupu yang ada di antara bunga tersebut.
Ksatria menghela nafas panjang, baru kali ini ia menghadapi seorang wanita yang seperti ini dan hamil pula. Ksatria berusaha sangat keras untuk mendapat kan kupu-kupu secara manual tersebut. Sekitar setengah jam lebih Ksatria berusaha menangkap nya dan akhir nya tertangkap juga, memang ya usaha tidak akan menghianati hasil nya asal ada kemauan dan keuletan dalam berusaha seperti sekarang ini, demi memenuhi keinginan sang istri yang tengan nyidam aneh-aneh tersebut.
"Nih sudah dapat," duduk di dekat Daysi.
"Terimakasih, masuk kan kedalam toples ini. Aku ingin membawa nya pulang dan melepas kan nya di rumah." Daysi membuka sedikit tutup toples dari plastik yang sudah ada lubang di atas nya.
"Tapi Daysi jika di lepas di rumah bukan nya sama saja dia akan terbang jauh ke luar rumah kita?"
__ADS_1
"Aku tau, aku hanya ingin melepas nya di rumah nanti!" Daysi berjalan lebih dulu menuju parkiran dan segera duduk sambil mengamati kupu-kupu tersebut setelah Ksatria membuka kunci mobil tersebut.
Kediaman Malik.
Daysi berjalan cepat menuju area taman bunga di rumah ini, rasa nya tidak sabar melepas kupu-kupu cantik tersebut.
"Satu... dua... tiga...," terbukalah penutup toples tersebut dan kupu-kupu yang berada di dam toples bergembira dan langsung terbang menuju salah satu bunga untuk mencari makan sebagai sumber energi nya terbang nanti.
"Apa kamu senang Daysi." Memberikan susu ibu hamil pada Daysi.
"Iya aku senang Sat," segera meminum susu tersebut hingga habis, "terimakasih kamu tau jika aku sangat haus sekali saat ini, tapi masih kurang Sat. Buatkan jus yang segar ya," tanpa melihat ke arah Ksatria yang menatap tajam diri nya.
Ksatria berjalan sambil menggerutu, "lebih baik aku berkerja saja di hotel dari pada di rumah seperti kerja rodi saja, padahal kan sekarang bukan zaman nya penjelajahan."
Ksatria segera membuat kan jus buah untuk Daysi, Daysi yang melihat Ksatria yang mau menuruti kemauan manja nya ini segera menghampiri dan memeluk pelan Ksatria.
"Terimakasih suamiku yang paling hebat, calon papa untuk anak-anak ku yang sangat luar bisa ini," menempel kan wajah nya di lengan Ksatria yang kebetulan hanya mengenakan singlet saja. Otot lengan Ksatria sangat terlihat bagus sekali dan membuat Daysi nyaman berlama-lama di lengan Ksatria.
Ksatria yang melihat Daysi yang seperti ini sangat gembira, rasa lelah nya langsung hilang dengan perhatian kecil yang di berikan Daysi pada diri nya ini.
"Ini minum jus dulu baru lanjut kan menyentuh-nyentuh lenganku," diselingi canda.
__ADS_1
"Bisa aja kamu Sat," meminum dan menyisa kan setengah dari gelas tersebut.