ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
S3. Raden sang malaikat tak bersayap


__ADS_3

Gauri terharu dengan sikap yang ditunjukkan oleh Raden, kenapa sih sosok laki-laki seperti dia ini ada. Kenapa Aldy tidak bisa seperti Raden, kenapa begitu. Apakah salah jika dirinya masih sedikit mengharapkan Aldy, walau bagaimana pun Aldy masih suaminya.


Raden langsung meraih tangan Gauri dan memastikan gadis itu tidak apa-apa, Raden merasa bersalah seharusnya ia tidak bercanda seperti itu tadi. Tau begini ia harus mengontrolnya, tapi selain itu Raden tidak mau Gauri mengingat-ingat suara tadi. Suara yang membuat lukanya yang menganga lebar di tambah siraman air cuka dan air jeruk.


"Apakah masih sakit?" melihat dan menggenggam tangan Gauri.


Gauri menarik tangannya, ia tidak mau terjadi kesalahpahaman.


"Kenapa? apa sudah tidak sakit lagi." Pertanyaan sama lagi.


Dan jawaban Gauri sama yaitu hanya gelengan kepala saja yang ia tunjukkan pada Raden.


"Ayo ... dong bicara lagi, seperti tadi. Sepi nih jika kamu gak bicara, biasannya bicaranya panjang bahkan seragaman dengan suara bebek yang di giring ke sawah untuk cari cacing dan hewan kecil lainnya." Bercanda lagi tapi mood Gauri mendadak buruk kembali.


Di dalam pikirannya masih terngiang-ngiang dengan suara yang benar-benar ia kenal siapa lagi jika bukan Aldy Sampoerna orangnya.


Kediaman Guritno.


Asmara begitu bahagia dengan berita ini.


"Benarkah Mariska mengandung, akhirnya kamu memberikan Nenek cucu yang sah pada Nenek. Nenek senang sekali Aldy ... Mariska, terimakasih ya." Sambil mengusap perut Mariska.


Mariska terpaksa tersenyum manis padahal ia tidak suka sekali nenek tua itu mengusap perutnya, jika sugar Daddy atau sugar baby nya dulu yang pegang-pegang tidak apa-apa pasti dapat duit jika sekarang ini mana mungkin Asmara mau keluarin duit banyak pasti dia akan perhitungan setiap pengeluaran.


'Dasar orang tua bau tanah saja pelit, kenapa gak langsung bagi warisan saja lalu masuk ke panti jompo sekalian. Merepotkan orang saja, untung gak lumpuh total dan masih bisa berjalan dengan tongkat jika tidak pasti aku kesusahan. Sudah hamil di buat sengsara pula, kenapa jatuh di kamar mandi satu mingguan yang lalu gak pergi saja sekalian menghadapi Sang Pencipta, bukannya lebih baik tiada.' Batin Mariska yang begitu buruk mendoakan orang lain yang buruk-buruk.


"Iya, sama-sama nek!" Mariska tersenyum palsu.


Aldy juga tidak ada henti-hentinya bersyukur dengan kehadiran calon bayinya itu, sungguh pengalaman yang luar biasa seperti ini.


Kenapa saat dulu melakukan dengan Gauri tanpa pengaman sama sekali tapi Gauri tidak hamil, bahkan ia teringat setelah menikah siri dengan Gauri ia juga melakukan hal itu tapi sampai detik ini tidak ada kabar jika Gauri mengandung bukan.


Atau jangan-jangan kecurigaan nya pada Gauri selama ini benar jika dia wanita yang tidak sempurna, jadi ucapan nenek Asmara benar adanya. Pantas saja tidak direstui sama sekali terutama nenek Asmara lalu kakek Tio, papa Jaya dan mama Kasih juga tidak menyetujui meski tidak ada larangan untuk berpacaran.


Jika wanita seperti Gauri memang tidak pantas di pertahankan.


'Hah ... untung sudah gak punya perasaan ke dia, kalau ada kasihan diriku ini yang dimanfaatkan oleh wanita seperti Gauri itu. Dan bodohnya aku begitu sangat cinta dulu, tau begini kenapa gak dari dulu saja kenal Mariska dan memiliki anak dengannya.' Batinnya menjelek-jelekkan Gauri dan memuji Mariska setinggi langit ke tujuh.


Tak sia-sia menikah dengan Mariska dan secepat ini dapat seorang anak yang akan lahir beberapa bulan yang akan datang.


Mariska tentunya senang sekali melihat ekspresi bahagia dua orang yang ada di dekatnya itu. Setidaknya ia tidak hamil dalam keadaan di luar pernikahan, meski yah dia ragu sendiri yang ia kandung anaknya Aldy atau pria lain yang beberapa waktu ini ia kencani kurang dari 1 bulan.


-


Gauri menatap selang infus yang masih penuh dengan cairan infus yang sedari tadi menetes dan masuk ke dalam tubuhnya. Meski masih belum genap tenaganya tapi ia berusaha baik-baik saja ia tidak mau Raden kerepotan mengurusi dirinya ini.


"Raden, kamu hari ini tidak berkerja?" Gauri merasa tidak enak hati.


"Tadi sudah izin dan kebetulan ada orang yang mau menggantikan kerjaku, lagian gantian ko kerjanya jadi gak masalah jika aku izin. Kecuali tidak ada yang mau menggantikan baru aku tidak bisa izin!" Raden ini bisa-bisanya saja alasannya.


Untung saja ngelesnya sukses di hadapan Gauri, hari ini ia tidak mau membuat Gauri merasa bersalah atau apalah itu yang sejenisnya seperti tidak enak hati telah merepotkan. Tapi justru Raden suka sekali direpotkan oleh Gauri si cantik imut dan menggemaskan sepertinya.


Sejenak Gauri lupa menanyakan tentang Aldy tapi tiba-tiba ia teringat.

__ADS_1


"Oh ya Raden, apa aku bisa meminta kamu satu kali ini saja kerepotan?" tanya Gauri hawatir permintaan konyolnya akan jadi bahan tertawa Raden setiap hari.


Bukannya tidak mau meminta tolong dalam hal sensitif tapi kedepannya pasti Raden akan mengungkitnya meski itu hal kecil yang di jadikan bahan bercandaan oleh Raden.


"Apa, jangan yang aneh-aneh pokoknya. Jika aneh-aneh aku gak mau!" memalingkan wajahnya.


Padahal dalam hati ia senang bukan main di mintai tolong oleh Gauri, apa saja di lalukan asalkan tidak kelewatan batas dan melanggar hak asasi manusia. Seperti orang patuh saja dan tidak pernah buat salah saja.


"Ya kali ... aku nyuruh kamu melakukan hal yang aneh-aneh. Aku cuma mau bilang makasih ya, kapan-kapan aku traktir sebagai gantinya. Tapi aku boleh tidak meminta kamu untuk mengantar aku ketemu si sialan itu?" Gauri cemas permintaannya di tolak.


Raden terlihat berpikir ia ragu mengantar Gauri ke rumah Aldy atau tidak, jika di hantarkan kesana terjadi kesalah pahaman atau justru Gauri di caci-maki.


Raden tidak sanggup jika Gauri di hina, penghianatan Aldy saja merupakan penghinaan yang sangat fatal dan di tambah lagi Aldy tidak peduli dengan keadaan Gauri sekarang, padahal masih istrinya meski hanya menikah secara Agama saja.


"Bertemu dia? dimana? aku tidak mau jadi tameng kamu menghadapi dia. Meski dia sahabatku juga!" menautkan jari jemarinya sendiri.


"Nanti bisa di atur Raden, kita ketemuan di cafe saja besok. Sebab aku pagi mau mengantar pesanan sayuran yang sudah membludak ini." Menunjukkan layar ponselnya yang banyak sekali orang memesan jasanya untuk mengantar sayur dan bahan pokok lainnya.


Malam hari.


Gauri sudah sembuh total bahkan tadi sore saja Gauri sudah bisa mengendarai sepeda motornya, padahal Raden sudah mewanti-wanti tapi Gauri menganggapnya angin lalu, tutup telinga kanan keluar telinga kiri.


"Kamu ini bandel banget ya jadi orang Gauri."


Memberikan topi rajut pada Gauri tapi tidak sampai menutupi telinganya yang sudah memerah sebab kedinginan. Lalu Raden mengambil syal dari paper bag dan langsung ia pasangkan ke leher Gauri.


Hem ... romantis sekali dua orang itu bermesraan. Padahal tidak jauh dari pandangan romantis ada seseorang yang mengepalkan tangan sambil mengumpat dalam hatinya.


Aldy mendadak marah dengan apa yang ia lihat, tidak terima dengan apa yang ia lihat. Aldy melangkah menuju ke arah Raden dan Gauri bercengkrama riang tanpa peduli dengan orang lain padahal sudah jelas jika dirinya masih istri orang meski hanya istri siri statusnya.


Kedua insan yang sedang berbicara serius terkejut dengan tepukan tangan seseorang, dia tersenyum tapi raut wajahnya suram dan marah.


"Waw ... kalian selama ini main di belakang aku ternyata. Pantas saja beberapa waktu ini, terutama kamu Raden sahabat baikku. Katanya ada kerjaan, jadi ini kerjaan kamu. Mendekati istri siri ku dan berusaha meraih hatinya, munafik kamu. Katanya mendukung hubunganku tapi ternyata menusukku dari belakang. Oh ... ya untuk kamu Gauri, eh sorry ralat bukan Gauri tapi Gauri sayang. Kamu ini apa tidak sadar diri selama ini aku tinggalkan dan tidak aku pedulikan, aku sudah memikirkannya beberapa waktu dan benar apa kata keluargaku dan juga istriku yang sah yang bernama Mariska. Jika kamu itu adalah wanita yang tidak pantas di pertahankan, selain tidak pantas kamu juga wanita mandul yang tidak bias melahirkan anak-anak, tidak seperti Mariska yang akan memberiku banyak anak-anak." Tajam sekali lidah Aldy.


Gauri tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Aldy ... laki-laki yang teramat ia cintai tega bicara demikian buruk tentang dirinya. Apa cuma gara-gara hubungan terlarang dan tidak ada tanda-tanda jika dirinya berbadan dua ia berpikiran jika tubuh ini tidak berfungsi dengan baik.


Dan kenapa wanita baru yang ia kenal justru ia bangga-banggakan, apa sebegitu hina dirinya ini ... padahal dulu dia yang menodai diri ini dengan rayuan mematikannya, tapi apa yang ia peroleh sekarang. Dihina ... di jelekkan dan di caci maki dengan tuduhan-tuduhan belum tentu tuduhan itu benar.


"Tega ... jahat ... kamu Aldy, kamu bukan laki-laki yang aku kenal. Kamu seperti setann.. hidup tanpa raga." Gauri sekuat tenaga menahan air mata yang hendak turun membasahi pipinya.


"Ya ... aku tega, buat apa mempertahankan wanita yang tidak sempurna seperti kamu itu. Wanita mandul, miskin dan tidak pantas di pertahankan siapapun itu. Termasuk sahabatku ini, sahabat perayu istri siri sahabatnya," Aldy tidak henti-hentinya menghina baik Gauri yang di hina maupun Raden ikut di hina.


"Dasar sahabat penghianatan, kamu penghianat. Dan kamu Gauri, tega sekali bermain api di belakang ku dengan dia? dia sahabatku. Kalian pasangan kompak, yang satu mandul yang satunya perebut istri orang. Aku gak terima." Ucap lantang Aldy pada Gauri dan Raden.


"Aku tidak merebutnya darimu Aldy, tapi kamu sendiri yang melepaskan dia. Kamu yang melupakan dia dan kamu juga menghianatinya, kamu yang menjelek-jelekkan dia, apakah kamu tidak puas melukainya dia. Biarkan saja dia bahagia dengan orang yang jauh lebih baik yang bisa membahagiakan dia dan tidak pernah merendahkan dia," Raden mendekap tubuh Gauri ke dalam pelukannya.


Gauri menangis tergugu di pelukan Raden, laki-laki yang selalu ada di saat hatinya terpuruk dan laki-laki yang melindungi dirinya setiap saat. Di tambah lagi penghinaan dan penghianatan Aldy padanya membuat hatinya remuk redam di saat bersama, apa salahnya jika dirinya juga butuh sandaran dan teman berbagi.


"Tapi tetap saja kalian berdua, penghianat. Apa kamu tidak ragu dengan wanita seperti dia, dia itu wanita murahan yang dengan suka rela menyerahkan mahkota yang seharusnya ia jaga untuk suaminya. Di tambah lagi dia gak bisa hamil meski berkali-kali melakukannya, tidak seperti istri sah ku yang bisa hamil padahal sama-sama tidak menggunakan pengaman. Oh.. ya aku ingat jika kamu pergi dariku bukan saat hamil entah itu benar anakku atau anak orang lain." Seringai licik Aldy mengompori Raden.


Raden sudah tau cerita ini dan ia terima apapun itu keadaan Gauri.


"Aku tidak peduli, yang terpenting Gauri lepas dari belenggu kamu." Ketus Raden tidak terima.

__ADS_1


"Baik ... baik ... jika itu mau kamu dan si mandul, aku talak kamu sekarang. Mulai detik ini kami bukan istri siri aku lagi, silahkan kejar laki-laki ini. Sahabatku sendiri, semoga bahagia dengan dia. Dan untuk kamu Raden, jangan menyesal sudah pilih dia. Wanita yang tidak akan pernah bisa melahirkan anak untuk kamu, sebelum menyesal lebih baik kamu cari wanita lain yang lebih sempurna," berlalu pergi.


Raden mengepalkan tangannya, ia hendak memukul Aldy tapi Gauri menghentikan Raden.


"Raden sudah jangan di ladeni, memang benar kata-kata Aldy. Aku wanita mandul, miskin dan tidak pantas di pertahankan. Raden ... carilah wanita yang lebih baik dari aku, wanita yang bisa melahirkan anak-anakmu." Gauri menengadah menatap wajah Raden.


Raden menggelengkan kepalanya.


"Yang aku inginkan hanya kamu bukan yang lain, meski sekarang kita hanya berteman saja. Tapi aku akan tetap selalu di belakang kamu Gauri. Percayalah ...," mengecup dahi Gauri.


-


Beberapa hari telah berlalu setelah terjadi pertengkaran di kedai kopi dan di tonton banyak orang Gauri tidak berani keluar dari tempat kontrakan bahkan Raden saja beberapa kali datang tapi di tolak lagi dan lagi.


Willy juga berusaha menghibur Gauri tapi tetap saja nihil hasilnya, percuma kali ini dia mencoba menegur Gauri dengan baik-baik. Sepertinya butuh waktu sendiri yang cukup lama, beginilah jika orang yang berada di zona nyaman dia tidak mau beranjak untuk bangkit dari keterpurukannya.


"Gimana?" tanya Raden tapi hanya gelengan saja yang ia peroleh.


"Raden, kenapa sih kamu masih saja bela-belain dia. Sudahlah jika dia tidak mau, yang penting kita berdua sudah berusaha." Willy meraih tangan Raden.


Di balik jendela tanpa sengaja Gauri melihat itu, dia melihat dengan jelas apa yang terjadi di luar kontrakan.


"Iya, terimakasih sudah mendukung ku selama ini Willy," Raden bersyukur sekali masih ada orang baik yang mau mendukung hubungannya dengan Gauri.


Balasan tangan Raden di atas punggung tangan Willy membuat desiran di dad4 Gauri tidak nyaman.


"Sepertinya mereka sedang memupuk cinta, tapi kenapa di depan kontrakan sih. Hem ... sebagai sahabat aku harus mendukungnya dan memberikan semangat bagi Willy dan juga Raden agar mereka semakin cocok, mulai besok aku harus melangkah maju, tidak mungkin aku mengurungkan diri lebih lama lagi. Bisa-bisa aku bertambah kismin (miskin/tidak punya apa-apa)." Gauri meraih ponselnya yang sudah mati beberapa hari ini.


Kurang lebih satu Minggu ia biarkan ponselnya mati tidak ia isi daya baterai yang seharusnya ia isi.


Pagi hari.


Gauri sudah rapi dengan pakaian setelan kerjanya berwarna putih dan pas sekali di badannya, apapun yang di kenakan Gauri semua terlihat cantik dan bagus. Ia sudah mengantar anaknya untuk di titipkan dulu sebelum ia berkerja.


Ia terlihat cantik dengan pakaian seperti itu bahkan siapapun yang melihatnya akan langsung jatuh hati dengan janda kembang (bagi yang sudah tau jika Gauri sudah menikah secara agama, namun sudah di talak oleh suaminya)


Raden harap-harap cemas saat motor yang ia kendarai masuk ke gang kontrakan Gauri.


"Semoga Gauri mau keluar rumah." Gumam lirihnya.


Matanya membelalak lebar saat netranya menangkap seseorang yang teramat ia rindukan, wanita yang selalu mengacak-acak hatinya.


Tak


Tak


Tak


Suara sepatu berjalan mendekati tempat Gauri membersihkan debu yang menempel di motor kesayangannya.


*


Gemes emak🄰

__ADS_1


__ADS_2