
Like, rate bintang lima. Terimakasih banyak
***
Universitas Kebangsaan.
Sindy berusaha fokus mengerjakan soal ujian meski pikirannya kemana-mana terutama untuk suaminya yang biasanya sebagai penyemangat nya kini berbaring di rumah sakit.
"Akhirnya selesai juga, semoga nilaiku bagus ujian ini." Sindy memasukkan alat tulisnya ke dalam tas cantiknya. Ada sebagian teman satu kelasnya yang menyapa dan mengajaknya pulang bersama dan ke perpustakaan untuk saling tukar pikiran, namun Sindy tolak lantaran kakaknya sakit dan harus menjemputnya siang ini.
Sindy bersiap-siap untuk ke rumah sakit lagi, karena siang ini Cheval akan kembali pulang sesuai saran dari Dokter kemarin malam.
Rumah Sakit Umum.
Sindy berjalan di koridor rumah sakit saat berjalan ia tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang tidak asing baginya, orang yang sudah lama tidak ia jumpai setelah kepergian sang bunda untuk selamanya.
"Tunggu sebentar, bukannya itu om Abang temannya almarhum bunda di kedai kenapa ia ada di ruangan rawat pasca melahirkan, apa om Abang sudah menikah." Sindy hanya menatap sekilas dan langsung pergi menuju ruang rawat Cheval.
Namun sesampainya di sana ternyata sang suami tidak ada di ranjang istirahatnya bahkan ruangannya pun sudah rapi dan bersih.
"Suster... pasien atas nama tuan Cheval Malik di mana ya, yang tadi malam masuk ruang sini?" Sindy menunjuk ruangan yang sudah kosong.
"Pasien ini sudah pulang dari pagi pukul 9 tadi!" jawab ramah suster cantik.
"Terimakasih suster, saya permisi dulu." Sindy bergegas pergi dari tempat tersebut dan menuju parkiran.
Namun sebelum ke tempat parkir ia menuju ruangan yang tadi ia lewati. Namun setibanya di sana orang yang ia cari tidak ada keberadaannya, mungkin tadi salah lihat saja.
"Sepertinya aku benar-benar salah lihat tadi, bukannya om Abang sudah tidak di kota ini lagi." Sindy segera membayar parkir motor dan langsung menaiki kuda besi kesayangannya.
Sindy segera pergi dari area tersebut dan menuju ke kediamannya.
Kediaman Malik.
Sindy menatap kesana kemari, tidak biasa-biasanya kediaman ini sepi penghuni biasanya ada saja yang melakukan kegiatan di rumah ini, mulai dari tukang kebun pak satpam yang membukakan gerbang kemudian mbak Mala yang menyambutnya dengan segelas air jus.
__ADS_1
"Kemana sih semua orang di rumah, masa belum pulang bukannya kata suster sudah pulang dari jam 9 pagi tadi." Sindy merebahkan diri di sofa ruang tamu.
Mala yang baru saja selesai membuat kue terkejut dengan ke datangan Sindy yang tiba-tiba.
"Eehh... non Sindy, selamat siang non mau mbak buatkan minum?"
"Tidak mbak, oh ya mbak Aa apa sudah pulang." Sindy merebahkan dirinya.
"Bukannya mas Cheval belum pulang ya non," jawab Mala memang sedari tadi rumah sepi.
"???" Sindy bertanya-tanya jika belum pulang terus kemana keberadaan suaminya sekarang.
Suara mobil Cheval masuk ke halaman terdengar, Sindy dengan buru-buru keluar rumah dan menyambut kedatangan suaminya, namun bukan Cheval yang mengendarai melainkan Filan.
"Mana Aa, kenapa kamu yang mengendarainya." Sindy menarik kerah leher Filan.
"Eehh... lepas dulu kenapa kamu galak sekali sekarang, apa ada taring yang tumbuh mendadak di gigimu," goda Filan tersenyum lebar.
TTIINN
TTIINN
TTIINN
"Iya... iya... aku bantu turun kamu." Cheval langsung di bopong Filan masuk ke dalam rumah.
Sindy duduk di dekat sang suami.
"Kenapa kalian bisa barengan seperti ini, apa bertemu di jalan tadi." Sindy mengambilkan minum untuk suaminya.
Mala langsung membawakan minuman segar siap minum.
"Kalau bukan om Ksatria yang minta, aku juga tidak sudi menjemputnya di rumah sakit. Apalagi aku harus mengendarai mobilnya, untung aku bisa coba kalau tidak aku tinggalkan dia dengan mobilnya sekalian," Filan meminum dua botol sekaligus.
"Perhitungan, kalau gak ikhlas gak usah membantu biarin tuh kerja sama Papa dan bokap lo berhenti, biar papa gue gak investasi ke perusahaan bokap lo. Mau bangkrut mendadak dan kuliah Kedokteran elo mampus di tengah jalan." Geram Cheval sambil memberikan tatapan mematikannya.
__ADS_1
"Oke... oke..., kenapa kamu punya suami super manja dan anak papa seperti ini sih Sindy, mendingan sama gue cool dan gak manja," sambil menjulurkan lidah pada Cheval.
"Bawaan dari lahir mungkin, aku juga heran kenapa dia cowok semanja itu buat orang jengkel saja." Sindy setuju dengan ucapan Filan, memang ada benarnya juga ucapan Filan ini.
Sang suami memang masih bermanja-manja pada ke dua orang tua angkatnya.
"Sayang, kamu jangan berfikiran aneh-aneh ya please." Memelas anak kucing.
"Tenang Aa aku tidak berfikir aneh-aneh jika Aa tidak berucap demi kian," Sindy tersenyum palsu.
Pasti jika mama dan papanya ada pasti Sindy terkena omelan lagi di suruh lebih hormat pada suaminya dan menerima ke adaan suaminya dengan sepenuh hati.
"Terus papa dan mama kemana, kenapa tidak menjemput As tadi dan satu lagi katanya pulang dari pukul 9 pagi kenapa sampai rumah pukul 1 siang apa perjalanan rumah sakit sampai rumah sejauh itu. Perasaan jarak rumah dan rumah sakit cuma 15 menit tidak sampai setengah jam?" Sindy menatap sang suami.
"Eemm itu anu sayang eemm tadi aku ke restoran untuk makan karena masakan di rumah sakit tidak enak, kemudian tadi mampir juga ke hotel!" jawab Cheval berbohong.
Filan yang di ajak bermain rumah-rumahan seperti ini hanya menepuk jidat.
"Hey... alasan tidak masuk akal Aa, ayo jawab jujur ke aku jangan ada yang di sembunyikan lagi." Sindy tidak bisa percaya langsung.
"Se...," Cheval berhenti berbicara saat terdengar suara bersama-sama Ksatria, Daysi dan penghuni lainnya di kediaman ini.
"Happy birthday to you, happy birthday to you. Selamat ulang tahun semoga panjang umur." Ksatria membawakan kue ulang tahun.
Sindy menutup mulutnya, ternyata hari ini hari ulang tahunnya bahkan ia terlupa dengan hati lahirnya karena sang suami sakit dan dirinya sedang ujian semester satu.
"Selamat ulang tahun sayang." Ksatria dan Daysi memeluk dan mencium pipi Sindy. Cheval masih menjadi penonton setia acara ini begitu juga dengan Filan.
Setelah selesai berpelukan haru, Sindy berlari ke arah Cheval. Cheval tidak segan dan malu lagi ia langsung mencium bibir Sindy dengan penuh cinta dan penekanan. Filan yang menyaksikan sepasang suami istri ini hanya tersenyum getir sendiri. Filan mengetahui hubungan tersebut belum lama sebenarnya, waktu itu pas ujian semester 1 kelas 3 SMA.
Ketika ingin mengungkapkan cintanya dengan datang ke kediaman Malik, malah terkejut dengan ciuman panas Cheval dan Sindy di area taman.
***
Sabar ya bang Filan, semoga lekas dapat jodoh jika penulis mencarikan jodoh.
__ADS_1