ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
60 Drama dadakan dengan tante tante


__ADS_3

Sepulang dari hotel Daysi mampir di sebuah minimarket, tanpa sengaja Daysi bertemu sesorang yang pernah ia lihat sewaktu ia berkerja dulu. Tiba-tiba wanita tersebut menangis dan bersimpuh di hadapan Daysi.


"Aduhh... drama apa ini, kenapa tiba-tiba wanita ini bersimpuh di hadapanku?" dalam batin Daysi kebinggungan.


Banyak orang yang berkumpul melihat adegan ini.


"Tolong kembalikan calon suamiku, jangan kau sekap calon suamiku demi kepuasan hasratmu, aku mohon aku tau aku salah karena menyakitimu tak seharusnya aku bersikap seperti itu. Aku... aku... hanya mengingatkanmu waktu itu agar kamu tidak main-main dengan laki-laki lain. Tetapi kenapa kamu hukum calon suamiku, hukumlah aku saja Daysi aku mohon kembalikan calon suamiku." Lady memainkan dramanya dengan sempurna.


"Kena kamu kali ini Daysi, akan aku hancurkan pernikahanmu dengan Ksatria. Karena Ksatria tega memutuskan hubungan denganku dan lebih memilih kamu wanita tak tau diri." Seringai licik Lady.


Banyak orang yang melihat kejadian ini bahkan mereka saling berbisik-bisik untuk menjelek-jelekkan Daysi di depan umum. Apalagi penampilan Daysi yang saat ini sangat cantik dan terlihat elegant di pandang mata. Bahkan ada yang beberapa merekam dan menguploadnya.


"Maksud anda apa ya tante?" tanya Daysi nampak polos tak bersalah.


"Apa kamu bilang aku tante, kurang ajar!" Lady melayangkan tamparan keras pada pipi chubby Daysi.


PPLLAAKK..., kejadian ini juga di rekam oleh orang-orang yang melihatnya. Daysi tersenyum licik.


BBRRUUGGHH..., Daysi pura-pura terjatuh. "Sukurin makannya jadi orang jangan sok pintar akting, kamu belum ada apa-apanya di bandingkan denganku." Dalam batin ia tertawa geli. Daysi memegang pipinya yang terasa panas karena ulah tangan jail ini.


Orang-orang yang membicarakan Daysi tadi kini berganti membicarakan Lady yang tengah kesal dan berlalu pergi karena malu.


Ada beberapa orang menolong Daysi. Daysi mengucapkan terimakasih dan berlalu pergi dari supermarket tersebut.


Wajah Daysi jadi trending topik lagi seperti artis papan atas saja, banyak dari netizen yang merasa iba dengan wanita yang di fitnah. Daysi tersenyum dirinya terkenal untuk yang kedua kalinya, kalau dulu terkenal di sebut jalan* tapi sekarang di sebut wanita terkena fitnah wanita lain.


"Haduh... ada-ada saja kelakuan jari jemari orang ini, apa mereka tidak lelah mengetik dan membuat berita seperti ini?" Daysi memasukkan lagi ponselnya kedalam tas yang ia kenakan.


Ksatria yang tidak sengaja melihat kejadian itu melalu aplnya hanya tersenyum melihat istrinya ikut memainkan drama murahan terebut.


"Wanitaku tidak selemah itu, apalagi semenjak aku memberi tanda kepemilikan." Ksatria kembali duduk dan melajutkan kerjanya karena beberapa proyek harus diurus dan di awasi langsung.


Sore hari.

__ADS_1


Ksatria menyuruh Slamet menjemputnya gara-gara kemarin banyak berbohong pada Daysi agar ia tidak pulang kini ia terkena karma karena perbuatannya sendiri. Mobilnya tiba-tiba berhenti di tengah jalan saat ia mengeceknya ternyata mesinnya turun dan harus segera di perbaiki di dokter mobil langganannya.


Karyawan Dokter mobil langsung mengambil mobil Ksatria yang berhenti tersebut, Ksatria merasa kepanasan sambil menunggu Slamet Ksatria mencari air mineral, namun yang ada hanya penjual es kelapa. Ksatria langsung saja memesan karena haus menggangu pernafasannya.


"Pak es kelapannya satu ya." Ksatria duduk di bangku kayu di bawah pohon besar.


"Siap mas, di tunggu sebentar ya mas," penjual tersebut tersenyum dan membukakan satu buah kelapa muda.


Setelah pesanan selesai di buat, Ksatria segera meminumnya.


"Rasanya enak sekali, terakhir aku minum ini ketika Mama Papa masih ada." Ksatria sedikit mengeluarkan air mata di pelupuk matanya.


"Mas... mas... tidak apa-apa?" tanya si penjual menepuk bahu Ksatria.


"Eeh... tidak apa-apa pak cuma ke ingat orang tua saya yang lama sudah tiada!" Ksatria tersenyum dan menghabiskan es kelapa mudanya. Si penjual hanya mengangguk paham.


Slamet menelpon si bos karena ia sudah sampai tempat tujuan namun si bos tidak ada. Ksatria memberikan pesan pada Slamet untuk menjemputnya di tukang es kelapa tidak jauh dari lokasi yang di kirimkan tadi.


"Eemm... pak saya borong semua kelapannya, saya ingin minum lagi air kelapannya dengan istri saya di rumah." Sambil mengeluarkan dompetnya.


"Iya, saya sungguhan pak!" Ksatria mengeluarkan 5 lembar uang berwarna merah kepada penjual tersebut.


Setelah Slamet datang, Slamet langsung di suruh mengangkat kelapa muda tersebut dan memasukannya kedalam bagasi mobil. Sang penjual sangat bersyukur dan berterimakasih pada Ksatria Malik karena baru kali ini ada yang memborong kelapannya, biasanya hanya 2 orang yang membeli es kelapanya.


Kediaman Malik.


Daysi terperanga dengan apa yang ia lihat barusan, banyak kelapa muda yang di beli oleh Ksatria cukup untuk satu rumah bersama para asisten rumah dan body guard Ksatria.


Daysi menyiapkan gelas sambil mengambil daging kelapa muda dan memasukkannya ke masing-masing gelas, semua orang kebagian. Dan mereka sangat bahagia karena baru kali ini mereka merasa seperti orang tua Ksatria kembali lagi setelah sekian lama tidak merasakan kehangatan suasana rumah semenjak kepergian kedua orang tua Ksatria.


Mereka semua sangat bahagia hari keterpurukan Ksatria Malik kini perlahan-lahan pudar semenjak kehadiran Daysi istrinya.


"Sat... ini punyaku jangan kamu habiskan sendiri aku masih mau." Merebut gelas yang di pegang oleh Ksatria.

__ADS_1


"Punyaku, aku juga masih mau," saling melototkan matanya masing-masing.


Daysi menyipitkan matanya. "Awas saja aku tidak mau jika nanti mau minta cium." Ancam lirih Daysi. Ksatria langsung berhenti minum air kelapa muda.


Semua orang segera pergi, karena selanjutnya mereka bisa menebak. Mereka berpindah ke arah taman bagian depan.


"Beneran gak boleh minta cium, gak bisa." Ksatria segera meminum habis dan menyisaka sedikit di sudut gelas. "Aku mencintaimu," bisik lirih di telinga Daysi. Seketika Daysi langsung memerah wajahnya.


Daysi langsung menatap ke arah lain untuk menutupi wajahnya yang bersemburat merah. "Kenapa Ksatria selalu seperti ini sih, bikin malu untung orang-orang sudah pergi." Dalam batin Daysi tersenyum.


"Daysi."


"Apa Sat,"


"Tadi sewaktu kamu di supermarket, kamu di tampar ya oleh Lady?" Ksatria ragu-ragu menanyai Daysi.


"Ohhh... tante-tante itu namanya Lady!" Daysi mengepalkan tangannya dan menjatuhkan tangannya ke tangan kiri yang terbuka.


"AA... HAA... HAA..., kenapa kamu menyebutnya tante-tante?" Ksatria masih tergelak tawa.


"Kamu tidak suka aku menyebutnya tante-tante Sat, masih cinta sama dia mantan kamu itu?" Daysi minyipitkan matanya.


"Hey... jangan salah sangka dulu justru aku suka panggilanmu ke dia seperti itu!" mencium pipi Daysi.


"Hampir saja aku salah sangka terhadapmu." Memukul ringan lengan Ksatria.


"Aku tidak pernah mencintai wanita dengan benar-benar besar dari dulu selain kamu seorang Daysi, bahkan sekali pun itu ibu kandung Aak Cheval. Dalam hidupku hanya kamu saja yang bisa menembus lapisan ke tuju hatiku yang beku ini." Goda Ksatria yang membuat senyum melengkung di bibir Daysi.


Rasanya seperti mimpi yang nyata, namun kenyataanya memang nyata. Daysi mengeratkan pelukannya. Ksatria menghujani ciuman di ubun-ubun Daysi.


***


Please teman-teman kasih bintang yang baik ya, author sedih bintang author turun.

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir dan semangati karya author, love you semua.


__ADS_2