ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
46 Aak alergi susu


__ADS_3

Setelah kembali dari panti asuhan kini Daysi dan Ksatria kembali ke rumah. Tangan Daysi digengam erat oleh Ksatria. Ria tiba-tiba datang dengan nada hawatir.


"Mbak Daysi, Aak Cheval banyak ruam di badannya bahkan ada bengkak di sekitar mata dan bibir, sudah di kompres namun tidak kunjung menghilang ruamnya dan sedari tadi Aak Cheval menangis terus mbak Daysi," Ria mengadu pada Daysi dengan sangat hawatir.


Daysi langsung berlari menuju kamar Cheval begitu juga dengan Ksatria Malik yang sangat hawatir dengan keadaan Cheval, Daysi terkejut dengan keadaan Cheval saat ini.


"Kita bawa ke rumah sakit," Daysi mengendong Cheval, Ksatria juga segera menyuruh Slamet untuk menyopiri mobilnya.


RS Ibu dan Anak.


Cheval saat ini di tangani oleh dokter anak dan di periksa apa penyebab ruam di badan Cheval dan bertanya Cheval meminum susu apa, setelah mengetahui jika Cheval alergi dengan susu formula. Untungnya segera di bawa ke RS jadi penanganan alergi yang ada di dalam tubuh Cheval segera di atasi.


Setelah di bawa ke RS, Cheval kembali ke rumah karena sudah di tangani oleh Dokter ahli di rumah sakit tadi.


Daysi menurunkan pelan-pelan tubuh Cheval, Daysi mengusap lembut pipi Cheval. "Tidur yang nyenyak ya Aak Cheval."


Ksatria mendekati Daysi dan mengajaknya untuk istirahat mengingat ini sudah malam, namun Daysi enggan untuk pergi meninggalkan Cheval sendirian. Ksatria pasrah dengan sikap Daysi yang tetap dalam pendiriannya untuk menjaga Cheval dengan tangannya sendiri, lagian besok ia tidak berkerja lagi di hotel.


Pagi hari.


Daysi yang sudah bangun dari Subuh tadi kini menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya, Cheval yang sedang bermain dengan jari jemarinya sambil menyesapinya, terlihat sangat lucu sekali.


Cheval sangat aktif di bandingkan dengan bayi yang seumuran dengannya yang hanya diam dan mengabiskan banyak tidur, sedangkan Cheval tidak.


Ksatria Malik yang juga sudah bangun langsung menghampiri Daysi yang tengah memasak sambil mengajak berbicara Cheval. Mbok Yati dan Mala juga berada di dapur.


"Aak Cheval dengan aku saja Daysi, kamu bisa lanjutkan memasakmu." Ksatria mengendong Cheval dan mengajaknya berkeliling di dekat rumahnya, Ksatria sengaja memasang banyak lampu di area rumahnya semenjak ada Cheval.


Daysi hanya menatap punggu Ksatria saat berlalu pergi dari dapur, meskipun dapur ada mbok Yati dan Mala yang mengajaknya berbicara namun semenjak ada Cheval seperti ada sesuatu yang hilang jika Cheval tidak ada di sampingnya.

__ADS_1


Ksatria saat ini mengajak ngobrol Cheval, sesekali Cheval di hujani ciuman di wajahnya saat di ciumi Cheval tersenyum-senyum. Mungkin dia senang dan kegelian karena di hujani ciuman. Setelah di rasa sudah cukup mengajak Cheval berada di luar. Ksatria dengan Cheval kembali masuk ke dalam rumah.


"Ria, mandikan Aak Cheval. Aku mau siap-siap ke hotel," menyerahkan Cheval.


Ria segera menyiapkan air untuk mandi Cheval dan menyiapkan pakaian.


Daysi yang sudah selesai memasak untuk sang suami segera bersiap-siap juga dan dia tidak lupa menyiapkan pakaian kerja Ksatria lebih dulu. Ksatria yanh baru saja selesai mandi langsung mengenakan pakaian yang di berikan oleh Daysi.


"Aku mau bersih-bersih dulu, kalau butuh apa-apa bilang saja." Daysi tersenyum sangat manis ke Ksatria.


"Eemmm Daysi tunggu, aku ada sesuatu untukmu," Ksatria mengambil 2 tiket untuk jalan-jalan liburan.


Daysi mengerutkan alisnya. "Ini untuk apa Ksatria, kamu mengajakku berkencan lagi?" Daysi menatap 2 tiket yang ia pegang. Ksatria mengangguk betanda ia mengajak Daysi pergi lagi.


"Baiklah akan aku pikirkan, tapi jika nanti kamu menyakitiku seperti kemarin aku tidak mau!" Daysi beranjak pergi dari hadapan Ksatria.


Setelah berpakaian rapi Ksatria turun menelusuri anak tangga, mencari kesana kemari namun tidak menemukan keberadaan Daysi, Ksatria kemudian menuju kamar lama Daysi harap-harap Daysi ada di dalam kamarnya. Betapa terkejutnya saat Ksatria membuka pintu kamar Daysi yang tidak di kunci.


Matanya bahkan tidak lepas dari tubuh Daysi yang terpahat sangat indah di pandang mata. Daysi sadar jika ada orang yang masuk ke dalam kamarnya, ia menatap dirinya yang hanya menggunakan pakaian dalam saja.


"AAA... MESUM, KELUAR...." Daysi meraih jubah handuknya.


Ksatria segera membalikkan badannya tanpa keluar dari kamar Daysi dan segera menutup pintu kamar Daysi, "aku tidak melihatnya, kamu segera kenakan pakaianmu cepat."


Daysi mendengus kesal, baru kali ini ia menahan malu yang luar bisa kepada dirinya sendiri. Setelah selesai mengenakan pakaian casualnya Daysi mengoles krim ke wajahnya.


"Apa sekarang masuk pintu kamar orang lain langsung menerobos tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu, sangat tidak sopan." Gumam Daysi saat mengenakan parfum di bajunya.


"Maaf, aku tidak sengaja. Lagian kamu juga salah sih kenapa tidak menguncinya, aku tidak tau jika kamu baru mandi dan hanya mengenakan pakaian dalam saja," Ksatria wajahnya kembali memerah saat mengigat kejadian barusan.

__ADS_1


"Tetap saja tidak sopan, acara kencan di batalkan saja kalau begitu." Daysi berlalu melewati Ksatria. Ksatria yang di tinggal begitu saja segera menyusul Daysi yang berada di meja makan.


"Maafkan aku oke, jangan batalkan kencan kita. Kemarinkan gagal masa hari ini gagal juga?" Ksatria terus berada di samping Daysi tanpa mau lepas 1 meter pun dari Daysi.


"Baiklah kalau begitu, nanti coba aku tes lulus tidak untuk berkencan hari ini. Jika aku lihat kamu berduaan dengan wanita-wanita yang mengejarmu, jangan harap hari ini kita berkencan!" Daysi mengambilkan makanan untuk Ksatria Malik.


Hotel Royal Malik.


Okta yang berkeliling hotel terasa hampa apalagi Vivi sebagai sekertarisnya kini juga mengundurkan diri setelah mengetahui kenyataan jika Ksatria Malik telah menikah.


Ksatria Malik yang baru saja turun dari mobilnya berjalan dengan gagah di selingi senyum termanis, semua orang bisa menebah isi hati dan pikiran Ksatria Malik, ia benar-benar jatuh cinta dengan istrinya. Dan baru kali ini senyumnya begitu lebar bahkan sapaan karyawannya ia balas dengan senyum.


"Okta..., ada kan rapat untuk hari ini. Aku ingin membahas masalah hotel bulan ini." Perintahnya pada Okta. Okta segera menemui bawahannya untuk segera berkumpul karena ada rapat.


3 jam rapat berlangsung dan selama itu Ksatria menjelaskan dan meminta pendapat kepada bawahannya untuk menagani perkembangan hotel saat ini.


Sore hari.


Daysi yang masih asik memandikan Cheval tersenyum bahagia saat Cheval membuka mulutnnya dan memasukan jarinya kedalam mulut sambil bermain.


"Jangan seperti ini," Daysi melepas tangan Cheval dari mulutnya, namun dengan segera Cheval memasukkannya lagi.


Ksatria yang lebih awal pulang dari hotel langsung tersenyum saat melihat istrinya bermain dengam Cheval yang tengah ia mandikan. Ksatria melepas jas dan dasinya kemudian sedikit menggulung lengan kemejannya untuk ikut bermain memandikan Aak Cheval.


"Tampannya Aak Cheval, mau kemana?" menciumi badan Cheval yang sudah harum dengan balutan baju bayi disertai wangi minyak khas bayi.


"Mau jalan-jalan Papa!" ucap Daysi yang berhasil membuat Ksatria tambah bahagia.


***

__ADS_1


__ADS_2