ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
43 Kencan ke Villa keluarga


__ADS_3

Ksatria langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Daysi yang berpenampilan sangat cantik, dress yang ia kenakan dengan perpaduan make up yang natural sangat pas sekali apalagi heels yang ia kenakan menambah aura kecantikan Daysi.


"Apa penampilanku jelek Ksatria?" Daysi menatap tubuhnya yang mengenakan pakaian feminim.


Ksatria menggelengkan kepalanya. "Tidak jelek, justru sebaliknya sangat cantik sekali. Rasanya aku tambah tidak ingin berpisah denganmu jika kamu berpenampilan seperti ini!" Ksatria masih memutari tubuh Daysi yang sangat sempurna di lihat oleh mata.


"Jangan aneh-aneh deh Sat, apa kamu tidak berencana berkerja hari ini. Dan aku tidak akan mau berdandan cantik jika suamiku menjadi pengangguran gara-gara aku seperti ini." Daysi mengancam Ksatria.


"Baiklah, untuk hari ini saja ya aku tidak berkerja. Lagian aku libur beberapa hari saja hotel tetap ramai seperti biasanya, jadi kamu jangan hawatir oke." Ksatria memegang pergelangan tangan Daysi dan mengajaknya keluar dari dalam rumah menuju garasi mobil.


Saat berada di dalam mobil.


"Kita mau kemana sih, aku tidak mau jika aku terkenal lagi seperti kemarin. Aku pusing mendengarkan notifikasi yang masuk kedalam ponsel." Keluh Daysi pada Ksatria.


"Tenang, aku jamin kita tidak akan terekspos media sosial lagi, tuh... di belakang ada 4 body guard yang siap meremukkan tulang-tulang jika menganggu kencan kita berdua," Ksatria fokus mengemudi mobilnya.


"Beneran aman. Kalau tidak?" Daysi masih tidak percaya.


"Aku kan ada di sampingmu kenapa kamu begitu hawatir Daysi. Mulai besok kamu berhenti berkerja aku ingin kamu merawat Cheval melalui tangan kamu dan hitung-hitung buat latihan anak kita nanti." Ksatria berucap sambil cengegesan.


"Janji tidak mengancam jika kartu yang kamu beri tidak terpakai?" Daysi meminta dispensasi pada Ksatria.


"Iya, tapi tidak janji Daysi. Kenapa kamu tidak suka menggunakan uangku sih Daysi apa ada masalah dengan pemberianku. Tidak kan?" Ksatria membelokkan kemudinya ke kanan arah.


"Yah... jelas bermasalah lah Ksatria, betapa takutnya aku jika suatu saat aku ternyata berhutang padamu. Bagaimana caraku mengembalikannya jika kamu minta!" Daysi memalingkan wajahnya ke arah kaca mobil.


"Jadi itu masalahnya selama ini. Aku tidak akan memintanya kembali asalkan kamu yang menggunakannya Daysi." Ksatria berusaha meyakinkan Daysi.

__ADS_1


Villa keluarga Malik.


Daysi terperanga dengan apa yang baru saja ia lihat, baru kali ini Daysi melihat villa sebagua ini. Saat berada di dalam Daysi begitu terkagum-kagum dengan suasana villa yang damai dan tentram.


"Apa kamu menyukainya Daysi, ini villa peninggalan kedua orang tuaku dan aku sedikit mendesainnya agar terlihat modren dan tidak kuno." Ksatria menyentuh satu lukisan keluarga yang sangat besar.


Daysi menatap arah lukisan tersebut, Ksatria masih kecil bahkan Aurellia masih bayi. Daysi mendekat ke samping Ksatria.


"Cantik sekali Mamamu Ksatria?" Daysi menyentuh lukisan tersebut.


"Iya, Mama memang sangat cantik. Maka dari itu banyak yang iri dengan kecantikan mamaku, sampai-sampai tragedi itu terjadi." Ksatria tidak melajutkan kisahnya. Daysi paham dan menepuk-nepuk pundak Ksatria.


"Sabar ya, memang berat kehilangan orang yang paling kita cintai dan sayangi. Aku juga mengalaminya, sudahlah kenapa kita bahas ini bukannya kita mau menikmati hari di villa ini. Ayo ajak aku keliling villa ini Ksatria." Daysi segera berjalan mendahului Ksatria.


Ksatria mengikuti Daysi yang mengelilingi villa ini, seklebat bayangan kenang-kenagan dengan orang tuanya kembali teringiang-iang di pikirannya.


"Kita pulang saja kalau begitu, sepertinya kamu teringat terus kenagan dengan kedua orang tuamu. Aku takut kamu bersedih," Daysi meraih tangan Ksatria dan menggengamnya dengan erat.


DDEEGGHH... DDEEGGHH..., suara jantung Ksatria berdetak kencang sekali. Wajah Ksatria pun juga memerah begitu saja. Namun di dalam hatinya ia juga sangat gembira dengan insiatif Daysi yang berusaha menghiburnya saat ini.


"Eeehh... tunggu dulu, kita keliling area luar villa dulu bagaimana. Sesekali merelaksasi tubuh agar tidak penat karena berkerja terus, lagian juga nanggung sampai sini cuma di dalam villa terus pulang." Daysi tersenyum ke arah Ksatria. Ksatria langsung menarik Daysi dan mengajaknya berkeliling.


Semua orang yang melihat Daysi dengan pakaian cantik terheran-heran, pasti orang kota itu yang ada di pikiran warga sekitar.


"Apa dandanan ku terlihat aneh di lihat orang?" Daysi merasa tidak pede mengenakan pakaian seperti ini.


"Kamu tenang saja, kita tidak akan berkeliling perkebunan dengan pakaian kita yang formal ini, kamu tunggu sebentar kita ganti pakaian dulu ya!" Ksatria berlari menuju mobil dan mengambil pakaian casual dan sepatu santai.

__ADS_1


Daysi terheran dengan sikap Ksatri benar-benar telah di rencanakan dari awal, semua persiapan bahkan ada pantas saja hotel yang ia kelola begitu berkembang pesat bahkan bisa di bilang sebagai ikon kota ini yang paling populer.


Ksatria yang sedari tadi di tatap oleh Daysi langsung menghampiri dan memberikan paper bag ke Daysi, Daysi melihat isi dari paper bag tersebut.


"Pakaian sama beda ukuran saja," ucap Ksatria tiba-tiba dari pada nanti banyak pertanyaan dari Daysi.


"Ohh..." Daysi berlalu pergi dan mencari kamar atau toilet untuk berganti pakaian. Begitu juga dengan Ksatria yang menganti pakaian formalnya dengan pakaian casual serta sepatu juga.


TTOKK... TTOKK...


"Daysi apa kamu sudah siap?" Ksatria mengetuk pintu yang Daysi masuki tadi.


"Iya, sebentar lagi aku selesai!" Daysi membuka pintunya dan terlihatlah Daysi dengan pakaian casualnya, seperti yang ia kenakan sehari-hari biasanya namun sedikit berbeda karena Daysi masih menggunakan make up naturalnya.


"Perfect, ayo jalan nanti keburu siang dan panas," ajakannya pada Daysi sambil menggengam erat jemari Daysi.


"Seperti inikah rasanya pacaran setelah menikah, sangat berkesan sekali. Senangnya hatiku bisa pegang tangan bahkan bisa lebih dengan bebas." Gumam Ksatria bersorak-sorak gembira.


Daysi menatap malas ke arah Ksatria pasti dia tersenyum karena ada otak mesum di pikirannya.


Sesampainya di sebuah kebun bunga anggrek Daysi dan Ksatria langsung tertuju pada bunga anggrek bulan yang sangat indah di pandang mata.


"Waahhh... cantik sekali bunga ini." Daysi menyentuh anggrek bulan yang sedang bermekaran.


"Jika suka ambillah, aku akan membelikannya jika kamu ingin satu kebun ini aku beli." Bisik Ksatria pada Daysi.


Daysi yang mendapat bisikan dari Ksatria langsung saja wajahnya bersemburat merah.

__ADS_1


"Iya, kalau aku suka aku akan borong semua sayangnya aku hanya jatuh cinta dengan anggrek bulan saja," Daysi melambaikan tangannya untuk meminta sang penjual untuk mengambilkan bunga yang di inginkannya.


__ADS_2