
SIAPA DISINI YANG PALING KEJAM.
"Sudah berapa lama anda menikah dengan saya nona Wilona?" tanya pria yang berada di depan Wilona.
Leher Wilona seperti tercekat. Ia sembunyikan sesuatu yang akan menjadi penyesalan terdalam bagi Kaizer Jameel.
Di ruangan sebesar ini apa otak pintar seorang Kaizer Jameel hilang ingatan, padahal ruangan ini menjadi saksi pernikahan kala itu sebagai jaminan jika menikah akan mendapatkan semuanya termasuk ini, sekarang tempat berpijak di bumi.
Apakah pria kejam di depannya telah lupa jika usia pernikahan nya kini memasuki usia yang ke 4 tahun, usia pernikahan itu bukan hanya waktu sebentar dalam pernikahan.
"Sudah hampir empat tahun, apa daya ingat anda sudah berkurang banyak tuan Kaizer Jameel!"
Mata elang Kaizer melebar, terkejut.
Kaizer menyeringai licik.
"Ternyata anda sudah banyak berubah, dari cara bicara anda pada saya. Apa setelah melewati malam panas dengan saya, membuat anda jadi berani pada saya dengan kata-kata kurang ajar seperti itu pada saya. Tidak ada hak anda bicara begitu kasar pada saya,"
Wilona seperti terhantam pukulan di mulutnya.
"Cih.. bukannya ini yang anda ajarkan pada saya tuan selama empat tahun lamanya, bukannya seharusnya anda bisa tenang."
Wilona Kirai pada dasarnya gadis lemah lembut dan penakut, saat ini umurnya sudah menginjak 24 tahun, tapi semua hilang sikapnya yang dulu kini perlahan-lahan saat perlakuan orang yang ada di depannya semakin semena-mena saat mendapatkan kejayaannya dalam waktu yang singkat, benar Kaizer mendapat warisan setelah menikah dengan Wilona.
Lebih tepatnya 1 tahun usia pernikahan, memang tidaklah mudah meyakinkan kakek Mahir untuk mewariskan sebagian besar hartanya pada sang cucu, apalagi statusnya.
__ADS_1
Kaizer Jameel berumur 30 tahun pria ini adalah anak ha,ram yang tidak pernah di inginkan dari keluarga Mahir, jika bukan karena ia satu-satunya anak laki-laki yang terlahir dari keturunan Mahir mana mungkin ia mendapatkan harta warisan yang seharusnya tidak ia dapatkan sebab statusnya sebagai anak ha,ram yang tidak bisa di terima oleh keluarganya sendiri.
"Saya akan tenang jika anda mau menandatangani surat perceraian ini secepatnya, saya harap anda tidak berharap lebih apalagi soal harta," tegasnya pada Wilona wanita yang masih berstatus istri sahnya.
Wilona menatap lembaran kertas asli dari pengadilan. Ia ambil lalu...
Srek
Srek
Ia hamburkan ke udara.
"Saya tidak akan pernah menandatangani surat perceraian ini tuan Kaizer, apalagi soal harta yang seharusnya tidak anda dapatkan secuil pun, jika anda menggugat saya berarti anda akan kehilangan semua harta yang baru anda dapatkan, apa anda lupa jika anda adalah anak ha,ram?" sambil menjentikkan jarinya.
Wilona sangat berani dan perlahan-lahan ia akan menjadi wanita paling kejam yang pernah Kaizer kenal.
Kaizer menggertakkan gigi.
"Beraninya anda bicara begitu pada saya." Langsung mencengkeram leher Wilona.
Bukan ketakutan yang terpancar di wajah Wilona melainkan senyum yang tidak pernah Kaizer lihat sebelumnya.
'Sial' batin Kaizer melepas cengkeramannya.
Ingin sekali Kaizer membuat Wilona takut tapi sampai sekarang Wilona tetap pada pendiriannya, dia jadi wanita yang lebih kuat dari sebelumnya. Sepertinya menjadikan istri kontraknya yang penurut adalah kesalahan terbesar Kaizer Jameel, seharusnya tidak menjadikan seorang wanita bernama Wilona menjadi partnernya.
__ADS_1
Sesal memang menjadi pilihan terakhir setiap makhluk hidup yang berada di bumi.
Seharusnya menjadikan batin Wilona tersiksa sampai wanita itu bosan pada hidupnya sendiri dan memilih mengakhiri hidupnya, itu harapan Kaizer dari dulu sampai sekarang. Jika gertaknya tidak mempan, cara satu-satunya membawa wanita itu kemari dan pulang sebagai siksa batin pertamanya untuk Wilona.
"Kenapa, apa anda takut kehilangan harta karun yang baru saja anda dapatkan. Bukannya dengan cara mem,bunuh saya anda dapat dengan mudah membawa wanita sialan itu kemari?"
Wilona benar-benar memancing amarah Kaizer, Kaizer menghempaskan tubuh Wilona ke lantai namun dengan sigap.
BRAG
"Seharusnya anda lebih berhati-hati tuan Kaizer Jameel, jika tidak anda yang lebih dulu terguling kan." Bisik kejam Wilona pada Kaizer tepat di telinganya, setelah sukses membalikkan keadaan.
"Kam.."
"Bye.. bye.. tuan Kai-- zer-- yang kejam." Wilona tersenyum sambil melambai tangannya dan ia beranjak pergi menuju ke kamarnya.
Kaizer terkejut untuk kesekian kalinya, wanita kelinci menjadi macan. Dia pikir wanita ini akan menangis dan memohon-mohon agar pernikahan kontrak di lanjutkan, tak menyangka jika wanita itu tidak memohon sama sekali malah justru menjadi ancaman terbesar.
Wilona berdecak pinggang saat masuk ke dalam kamarnya.
***
Selamat datang di karya baru emak, semoga teman-teman suka, jangan lupa ya dukungannya. Terimakasih
Yuk kasih like, favorite, vote, rate bintang 5, dan hadiah lainnya ya agar emak semangat nulisnya.
__ADS_1
Jika emak bikin cerita seperti yang ada di atas apakah sudah pernah baca cerita yang sekilas mirip tulisan di atas?
jawaban teman-teman di tunggu ya 🥰🥰