ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
S3. Menyerah dan awal yang baru lagi


__ADS_3

Gauri menghela nafas panjang, lagi dan lagi membuat dirinya keramas lagi padahal rambut baru saja kering kini di buat basah lagi. Tapi menolak permintaan suami juga berdosa, dilaksanakan dapat pahala. Sudahlah di jalankan saja dengan tulus dan ikhlas semoga pahalanya menyertai.


"Ayo dong.." dengan nada sensual Aldy merayu istrinya.


Gauri menarik nafas lalu menghembuskan.


Kebahagiaan ini akan ia jaga dan pertahankan sekuat hatinya, percayalah pasti langgeng sampai maut memisahkan.


Tring


Tring


Pesan masuk di ponsel Gauri, ia menatap sekilas pesan itu. Ternyata dari Shandy ia tidak peduli yang di pedulikan sekarang ini tubuhnya yang terkena hukuman dari Aldy.


"Mas.. sudah yuk, capek kakiku." Mengeluh dengan manja


"Akunya belum, sebentar lagi sayang akan keluar," Aldy terus saja memompa tubuhnya.


Gauri pasrah, meski bibirnya berkata tidak tapi bahasa tubuhnya tidak dapat ia pungkiri lagi.


1 bulan kemudian.


Gauri merasakan mual-mual lagi, tapi kali ini rasa mualnya lebih parah dari sebelumnya di tandai dengan pinggang sakit dan nafsu makan meningkat dan ingin makan ini itu. Jika tidak terpenuhi maka dirinya akan ngambek dan di selipi dengan tangisan khas anak kecil.


"Hua... mau es krim rasa jeruk." Gauri menunjuk-nunjuk rombong es krim di tepi jalan.


Aldy rasanya tidak sanggup lagi, barusan di buat kerepotan di depan toko baju minta diskon besar-besaran.


"Tapi.. sayang." Hendak menolak.


"Gak boleh nolak, ayo.. belikan," masih sesenggukan.


"Iya.. iya.. mas belikan dulu, tapi jangan nangis lagi. Ini di bersihkan dulu." Aldy mengusap ingus Gauri dengan sapu tangan.


Waktu berjalan begitu cepat tanpa mampu di kendalikan lagi, hal romantis terkadang sirna dari hadapan bahkan ingin menyerah rasanya. Apakah salah jika hati dan badannya menyerah dan memberikan hak pada orang lain untuk menggantikan dirinya yang lemah.


"Mas." Gauri memanggil Aldy tapi tidak ada tanggapan, apa yang sedang ia kerjakan.


"Mas." Tepukan di pundak Aldy mengejutkan dirinya.


"Apaan sih kamu ini, sudah aku bilang ya jangan berani-berani mendekati aku saat aku berkerja begini." Ketusnya pada Gauri.


Air mata Gauri terjatuh deras di pipinya, ia mengusap air matanya.


"Maaf .. mas aku lupa, aku...," hendak melanjutkan ucapannya tapi sudah di usir oleh Aldy.


"Pergi.. jangan berani-berani mendekati aku lagi saat berkerja." Usirnya tanpa melihat Gauri sedetikpun.


Gauri mengangguk.


"Tadi itu siapa? kenapa ada wajah Aldy dan wanita lain dengan mesranya. Itu tadi bukan adiknya atau ibunya, lalu siapa dia?" cicitnya lirih.


"Apa gara-gara dia kamu berubah mas?" rasanya tidak percaya, baru beberapa bulan yang lalu Aldy begitu luar biasa sebagai suami yang sayang istrinya tapi berubah semenjak kehamilan ini menginjak usia 2 bulan.


"Sabar ya nak, mungkin papa kamu tidak mau di ganggu."


Sudah 3 bulan berturut-turut Gauri memeriksakan kandungannya sendirian tanpa Aldy, awal hamil saja di temani Aldy setelah itu banyak alasan yang di buat-buat oleh Aldy. Yang artinya sekarang masuk usia 5 bulan kehamilannya.


"Nanti.. saat anak ini lahir, siapa yang mengadzani kamu nak. Papa kamu saja bersikap acuh dan selalu menyuruh mama pergi jauh-jauh, bahkan.. mamamu ini sudah terusir dari kamar papamu dan kembali ke asalnya. Kamar ini.."


Begitu banyak luka yang terngiang-ngiang di hati Gauri dan pikirannya, sakit di luar tidak apa-apa tapi sakit yang berada di hatinya bagaimana. Setidaknya jika tidak mau dengan ibunya sentuh sedikit saja anaknya, dia juga ingin merasakan kasih sayang dari papanya.


1 Minggu kemudian.


Gauri jalan-jalan sendiri, dengan menggunakan motor matik dan tak lupa ia menggunakan masker penutup mulut dan helem serta jaketnya. Netranya menangkap mobil yang tidak asing baginya, sepertinya mobil suaminya. Gauri membuntuti mobil itu dan ternyata menuju ke salah satu apartemen mewah, Gauri ingin masuk tapi tidak di izinkan jika bukan pelanggan VIP apartemen sewaan.


Air mata Gauri luruh saat melihat suaminya menggandeng mesra tangan seorang wanita, bahkan tak segan-segan Aldy berciuman panas setelah keluar dari mobil dengan wanita itu, bukan Bella wanita itu. Gauri berusaha mengingat-ingat siapa wanita itu, iya dia teringat wanita yang berada di layar laptop suaminya.


"Kamu berhasil melukai hati aku mas, dendamu masa lalu sudah terbalaskan bukan. Padahal aku bukan penyebab kekasihmu tiada, tapi kamu masih saja melampiaskan amarahmu sampai sekarang. Padahal jelas-jelas kamu sudah tau kan mas jika aku bukan penyebab kekasihmu tiada."


Gauri beranjak pergi.

__ADS_1


Ia sudah tidak sanggup lagi melihatnya, ia hafal sekali seperti apa hasrat Aldy jika sudah bernafsu. Pasti kekasihnya itu sangat memuaskan bukan?


Sesampainya di villa, keadaan villa sepi tanpa penghuni. Semua kemana? Gauri bertanya-tanya tapi aneh.


"Aku kemasi saja barang-barang milikku yang pernah aku bawa kemari dan aku beli. Yang lainnya aku tidak perlukan lagi." Gauri dengan cepat mengemas semua yang ia perlukan.


Barang-barang yang pernah Aldy berikan ia tinggalkan. Hatinya sungguh sakit melihat kenyataan yang sebenarnya, seharusnya ia tadi tidak pergi jalan-jalan agar ia tidak tau itu semua. Kasihan nasib anak yang berada di dalam kandungan yang tidak tau apa-apa tapi terkena imbasnya juga.


"Selamat tinggal semuanya, pasti kalian bahagia tanpa kehadiran kami berdua yang selalu kamu anggap tidak ada. Aku.. akan rawat baik-baik anak ini mas.. dan terimakasih atas luka yang mas torehkan lebih dalam lagi." Gauri pergi dan tidak meninggalkan pesan apa-apa.


Ia memesan taxi online dan membiarkan kunci motor berada di atas meja. Ponselnya yang lama sudah ia hidupkan sedangkan pemberian Aldy ia letakkan di meja beserta lainnya, sedangkan buku nikah miliknya ia bawa saja dan juga milik Aldy.


Rasanya tidak terima suaminya berselingkuh, pasti mereka merencanakan pernikahan tidak akan ia biarkan laki-laki yang menorehkan luka itu bahagia bersama wanita itu. Dengan begini mereka tidak akan pernah bisa menikah kecuali menikah secara siri sebab buku nikah ini di tangan Gauri dan tidak akan ia biarkan jatuh ke tangan Aldy dan berhasil bebas.


Enak saja melukai dan ingin bahagia dengan wanita lain, untung jabatannya bukan abdi negara jika iya di pastikan akan di copot sebagai abdi negara.


Tapi sedetik kemudian Gauri berubah pikiran, ia meletakkan kembali buku nikah itu di atas meja dan pergi dengan koper tanpa barang-barang berharga. Kecuali uang dan ponselnya sendiri.


Sedangkan di tempat lain, sepasang manusia berlainan jenis sedang memadu kasih. Suara decapan dari bibir mereka terdengar nyaring sekali bahkan yang mendengarnya saja tau jika dua insan ini saling suka dan jatuh cinta.


"Aldy.. hah.. jangan begitu. Aku.. aku .. tidak tahan Aldy." Suara manja Riska.


Hah.. kenapa ada Risma, sebenarnya dia bukan Risma melainkan Riska kembaran Risma. Riska wajahnya mirip sekali dengan Risma dan Aldy tau itu tapi entah setan apa yang merasuki Aldy sampai-sampai ia memiliki hubungan gelap dengan Riska, bahkan mereka tidak hanya sekali dua kali berhubungan saat Risma dulu masih ada.


"Benarkah?" mengecup setiap inci tubuh Riska.


Riska menggeliat saat bibir dan lidah Aldy bermain-main di bawah sana dan membuat Riska pelepasan lagi, padahal saat di dalam mobil tadi tangan Aldy masuk ke intinya dan membuat Riska pelepasan di dalam mobil.


"Aldy..." Sambil memainkan rambut Aldy agar Aldy lebih mendalamkan lagi permainannya.



Gauri menatap ke arah luar jendela taxi yang ia tumpangi, hidupnya sudah hancur lebur tidak ada yang tersisa lagi.


Impian yang ia impikan sepertinya menjadi bumerang bagi kehidupannya, andai jika tau akan begini seharusnya pernikahan itu tidak terjadi. Andai dulu diri ini tidak bersikukuh untuk hamil pasti anak ini tidak akan jadi korbannya, korban kesalahan.


"Pasti kamu bahagia kan mas?" Gauri berbicara sendiri.


"Mbak, mau di antar kemana? sesuai aplikasi atau apa. Soalnya ini jauh banget loh mbak,sudah satu jam lebih dan sedari tadi cuma keliling-keliling saja?" sopir taksinya ternyata masih muda banget seperti anak kuliahan.


"Gak tau.. gak punya tujuan hidup lagi. Pernikahan yang aku impi-impikan hancur untuk yang kedua kalinya. Aku ingin mengakhiri hidup saja, antar aku ke tempat yang paling tinggi di kota ini jika perlu jembatan. Aku ingin berakhir di situ saja!" menutup kedua matanya dengan telapak tangan.


Beberapa tahun kemudian.


Empat tahun sudah merubah segalanya. Pertemuan ini sudah terjadi untuk yang kesekian kalinya, hampir 1 bulan baik Gauri maupun Aldy selalu bertemu. Lebih tepatnya Aldy yang mengejar-ngejar Gauri lagi dengan tidak tahu malu, entah urat malunya terletak dimana? sepertinya sudah berpindah arah ke pantat.


"Air mata ku ini memang tidak pantas untuk terjatuh lagi. Aku tau aku hanya wanita biasa-biasa saja sedangkan kamu orang terpandang di kota ini. Aku banyak-banyak sadar diri dan lebih baik aku menghilang saja dari hidup kamu. Percuma jika masih bertemu dan menorehkan luka lagi." Gauri.


Arti nama Gauri yaitu Gauri dalam bahasa Sansekerta, artinya Jalan penghidupan yang tentram, merdeka, bahagia dan sempurna. Gauri dalam bahasa Sansekerta, artinya Kuning.


"Kamu salah besar, setiap tetes air mata yang kamu keluarkan itu membuat aku bertambah bersalah. Kenapa aku tidak jadi pria yang bisa kamu jadikan sandaran dalam hidupmu? kenapa aku jadi pengecut gara-gara takut dan maafkan aku yang khilaf lagi Gauri.... Tapi sudah terlambat semua, aku menyesal sudah menyakiti kamu di tambah aku menyesal saat kamu hamil anak kita dan bertambah setelah kehilangan kamu. Aku ingin mengajakmu kembali menjadi istriku Gauri sayang." Aldy Sampoerna.


Aldy dalam bahasa Indonesia, artinya Jalan penghidupan yang tentram, merdeka, bahagia, dan sempurna. Sedangkan Sampoerna artinya sempurna.


"Sadar mu sudah terlambat pak Aldy Sampoerna."


Aldy terkejut ia tak percaya wanita ini jadi berani dan membuat kejutan baru lagi. Tapi itu sungguh menarik hati Aldy lagi untuk mengejarnya lagi, apa pun itu akan dia lakukan meski harus dengan cara yang tak terduga.


"Sayang, kamu sungguh menggemaskan." Pujinya pada Gauri setelah satu bulanan selalu mengejar Gauri lagi.


Sampai-sampai tempat ini di kunjungi berdua tapi tak lama mereka saling bertengkar dan pada akhirnya pulang sendiri-sendiri. Benar-benar pasangan mantan yang unik, jika masih saling cinta kenapa pada gengsi.


Ada seseorang yang ragu, bahkan dia sangat ragu. Apakah Aldy adalah pilihan yang tepat dan terbaik untuk dirinya, apakah tidak ada kesempatan untuk orang lain menampakkan rasa peduli dan juga cintanya.


Padahal di sebrang sana ada seorang laki-laki yang selalu menemani dia dari jauh yang akan selalu ada setiap saat untuknya, yang akan selalu ada uluran tangan untuk menolongnya saat ia terjatuh. Hanya dia orangnya tapi mata dan hati Gauri masih diam di tempat, ia masih berada di zona nyaman dan tidak mau berpaling.


Sekuat hati dan tenaga ia bersabar dan menghadapi seluruh keluh kesah gadis yang bernama Gauri, ia dengar cerita dan curhatannya. Ia lindungi lagi dan lagi tanpa meminta imbalan apapun, ia terima dengan lapang dad4 menolong Gauri dan juga putra kecil Gauri.


Cuplikan.


"Dasar sahabat penghianatan, kamu penghianat. Dan kamu Gauri, tega sekali bermain api di belakang ku dengan dia? dia sahabatku. Kalian pasangan kompak, yang satu mandul yang satunya perebut istri orang. Aku gak terima." Ucap lantang Aldy pada Gauri dan Raden.

__ADS_1


"Aku tidak merebutnya darimu Aldy, tapi kamu sendiri yang melepaskan dia. Kamu yang melupakan dia dan kamu juga menghianatinya, kamu yang menjelek-jelekkan dia, apakah kamu tidak puas melukainya dia. Biarkan saja dia bahagia dengan orang yang jauh lebih baik yang bisa membahagiakan dia dan tidak pernah merendahkan dia," Raden mendekap tubuh Gauri ke dalam pelukannya.


Gauri menangis tergugu di pelukan Raden, laki-laki yang selalu ada di saat hatinya terpuruk dan laki-laki yang melindungi dirinya setiap saat. Di tambah lagi penghinaan dan penghianatan Aldy padanya membuat hatinya remuk redam di saat bersama, apa salahnya jika dirinya juga butuh sandaran dan teman berbagi dan menyenangkan hati putra kecilnya yang di sembunyikan dari Aldy tentunya.


"Tapi tetap saja kalian berdua, penghianat. Apa kamu tidak ragu dengan wanita seperti dia, dia itu wanita murahan yang dengan suka rela menyerahkan mahkota yang seharusnya ia jaga untuk suaminya. Di tambah lagi dia gak bisa hamil meski berkali-kali melakukannya, tidak seperti istri sah ku yang bisa hamil padahal sama-sama tidak menggunakan pengaman. Oh.. ya aku ingat jika kamu pergi dariku bukan saat hamil entah itu benar anakku atau anak orang lain." Seringai licik Aldy mengompori Raden.


Raden sudah tau cerita ini dan ia terima apapun itu keadaan Gauri.


"Aku tidak peduli, yang terpenting Gauri lepas dari belenggu kamu." Ketus Raden tidak terima.


"Baik ... baik ... jika itu mau kamu dan si mandul, aku talak kamu sekarang. Mulai detik ini kami bukan istri siri aku lagi, silahkan kejar laki-laki ini. Sahabatku sendiri, semoga bahagia dengan dia. Dan untuk kamu Raden, jangan menyesal sudah pilih dia. Wanita yang tidak akan pernah bisa melahirkan anak untuk kamu, sebelum menyesal lebih baik kamu cari wanita lain yang lebih sempurna," berlalu pergi.


Raden mengepalkan tangannya, ia hendak memukul Aldy tapi Gauri menghentikan Raden.


"Raden sudah jangan di ladeni, memang benar kata-kata Aldy. Aku wanita mandul, miskin dan tidak pantas di pertahankan. Raden ... carilah wanita yang lebih baik dari aku, wanita yang bisa melahirkan anak-anakmu. Aku.. wanita hina yang tidak pantas di tolong meski ada Zidan." Gauri menengadah menatap wajah Raden.


Raden menggelengkan kepalanya.


"Yang aku inginkan hanya kamu bukan yang lain," mengecup dahi Gauri.


Waktu itu.


4 tahun yang lalu.


Penggalan ingatan ini selalu Gauri ingat tapi yang paling sedihnya adalah ketika mereka baru memulai hubungan tapi harus kandas saat itu padahal pernikahan belum genap satu tahun masih berjalan sekitar 9 bulanan atau 10 bulanan kala itu, Gauri sampai lupa sendiri.


Dan kejadian ini membuat dilema besar di pikiran Aldy Sampoerna antara harta dan cinta, tapi ia memutuskan pilih cinta lama pada Riska dan memilih bersenang-senang dengan Riska meski saat itu Gauri masih berstatus istrinya lalu ia ceraikan setelah mengetahui Gauri pergi dan membiarkan 2 buku nikah itu tergeletak di tas meja dan mempermudah dirinya mengurus surat perceraian.


"Maafkan aku Gauri, aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita ini. Aku tidak mau kehilangan cinta lamaku lagi Gauri." Aldy Sampoerna membuat keputusan yang tepat ya.. keputusan yang lagi-lagi Gauri rasakan pedihnya.


Tanpa ada rasa bersalah pria di depannya ini meminta mengakhiri hubungan.


"Setelah apa yang kamu perbuat padaku dan aku hamil?" Gauri menunjuk dirinya sendiri ia tidak percaya bahkan Aldy sudah menyebutkan namanya langsung bukan nama kesayangan yaitu Gauri sayang saja sudah tidak ada lagi, dan benar-benar sudah di hapus oleh Aldy dalam ingatannya.


'Kenapa kamu tega Aldy, apa setelah merenggut milikku yang kamu ambil kamu meninggalkan aku. Dasar Aldy sialan.'


Gauri berdiri lalu menampar kuat-kuat pipi kanan kiri milik Aldy tanpa ampun.


Plak


Plak


Tak terhitung berapa kali yang jelas tangan lembut Gauri sampai memerah dan jadi tebal. Biarkan saja laki-laki yang hanya hobi memuaskan daerah ************ saja mati dalam penyesalan terdalamnya sebab meninggalkan wanita sebaik Gauri dan melukai lagi, setelah melukai meminta maaf kembali dan itu berulang-ulang kali.


4 tahun kemudian.


Tempat kontrakan.


BRUGH


Gauri membuang tasnya di kursi, ia terlihat kesal sekali setelah bertemu dengan orang yang sudah ia hindari dari beberapa tahun lalu. Tapi nyatanya malah hari ini bertemu kembali, apa hidupnya akan bertemu dengan dia lagi dan lagi kah, jika benar harus siap-siap suatu saat nanti terulang lagi kejadian 4 tahun yang lalu. Memutuskan pengakuan yang sebenarnya jika Aldy tengah selingkuh dengan mantan lamanya dan melukainya, meski di hari itu datang dengan cepat tapi mau bagaimana lagi terima tidak terima harus menerima kenyataan bukan.


"Sial ...." Ia menghempaskan badannya di tempat tidur sederhana.


Tok


Tok


Tok


Ada orang yang mengetuk pintu, pasti anak pemilik kontrakan. Kenapa datangnya di waktu yang tidak tepat lagi, bad mood.


"Lama banget buka in nya." Omel Willy pada Gauri.


"Ada apa sih cerewet sekali," Gauri menatap Willy yang tangannya sudah terlipat di depan dadanya.


Wajah angkuh yang palsu di tunjukkan ke Gauri, Gauri tidak peduli dengan Willy yang sok-sokan mendominasi rumah kontrakan kecilnya itu. Yah ... meski benar nyatanya jika wanita yang ada di depannya itu anak pemilik kontrakan.


*


Seru gak sih, masih lanjut up ya.

__ADS_1


__ADS_2