ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
40 Semakin Romantis


__ADS_3

Setelah puas berkencan dengan Daysi. Ksatria mengajak Daysi jalan-jalan ke sebuah acara tarian di salah satu sanggar tari, bahkan banyak anak kecil yang sedang berlatih tarian tradisional khas kota ini.


Daysi tersenyum dan menatap satu-satu anak yang sedang menari cantik dan tampan. Karena di sini tempat pelatihan campuran. Ksatria tidak menyia-nyiakan kesempatan ia menggengam erat jemari Daysi seolah takut jika Daysi pergi dan melepas genggamannya.


Daysi menoleh. "Kenapa?" tanyanya pada Ksatria Malik.


"Tidak, aku hanya menambah suasana saja biar romantis itu saja!" mengeratkan genggamannya.


Daysi yang merasa tidak nyaman dengan genggaman sangat erat dari Ksatria berusaha melepaskannya.


"Jangan berusaha melepaskannya Daysi, aku tidak akan melepasnya mulai saat ini." Sepasang sorot mata tajam Ksatria menakuti Daysi.


"Aku mau ke toilet apa mau ikut?"


"Tidak!" Ksatria melepas genggamannya.


Tanpa mereka berdua sadari sedari tadi mereka diikuti oleh seseorang yang tidak menyukai pasangan ini, bahkan memfotonya diam-diam dan di jadikan trending topik untuk esok pagi.


Keesokan harinya.


Daysi yang seperti biasanya menyiapkan sarapan untuk suaminya dan bekalnya nanti di hotel dengan bergembira Daysi menyiapkan makanan.


Ksatria yang rapi dengan jasnya kini menunggu kedatangan Daysi di meja makan, tidak ada suara tangisan dari Cheval tidak seperti kemarin.


"Nih anak ternyata meminta orang yang merawatnya untuk hidup sama-sama dan saling romantisan ternyata, dari semalam sampai pagi ini ia tidak menangis bahkan ketika kami tinggal pergi ia sama sekali tidak menangis." Ksatria heran dengan Cheval yang tenang saat ini.


Daysi dengan tersenyum membawa meja dorong yang berisi lauk pauk dan beberapa hidangan penutup, menuju ruang makan.


Ksatria tersenyum dengan wajah cantik Daysi saat selesai memasak, Daysi terkejut dengan Ksatria yang sepagi ini sudah rapi dengan setelan jasnya.

__ADS_1


"Hari ini mood ku baik, makanya sepagi ini aku sudah rapi, apa kamu menyukainya Daysi?"


"Biasa aja, yah seperti biasa penampilan formal rambut rapi dan kaca mata kebesaranmu juga tidak tertinggal!" Daysi meletakkan semua makanan di meja makan.


"Haduhh... niatnya ingin buat Daysi terkesan tapi dianya malah begini, memang aplikasi penipu ini ponsel. Katanya dengan berpenampilan menarik dan rapi bisa membuat wanita jatuh cinta, lah ini apa malah sebaliknya. Menyebalkan aku hapus saja aplikasi ini." Geram Ksatria dalam hati dengan segera menekan ikon ponselnya dan menghapusnya.


Daysi tertawa terbahak-bahak dalam hati berhasil membuat mood jelek di pagi hari untuk Ksatria Malik. Daysi tidak ikut sarapan bersama Ksatria karena tubuhnya yang sudah lengket dan harus segera mandi mengingat ia berkutat di dapur setelah Subuh tadi.


Hotel Royal Malik.


Ksatria yang sudah berada di hotel hanya diam dan memikirkan cara dan trik agar Daysi luluh dengan pesonannya saat ini. Ksatria mencari-cari cara menakhlukkan wanita tomboy dengan cara apa saja. Sebenarnya Daysi tidak tomboy cuma pakaian saja yang tidak pernah mengenakan pakaian wanita pada umumnya.


Tiba-tiba tanpa akun pribadi Ksatria menandakan banyak notifikasi masuk bahkan hampir seribu pesan masuk tanpa henti. Ksatria melihat banyak foto yang beredar tentang dirinya dan Daysi. Bahkan banyak yang menyebutkan jika Daysi wanita jala** berani-beraninya menggoda Ksatria Malik pemilik Royal Malik.


"Repoter kurang kerjaan, apa dengan membuat ini bisa membuat perusahaannya maju. Tapi biarkan dulu ini terjadi aku ingin melihat seberapa orang-orang menilai Daysi dengan diriku, jika tidak bisa di toleransi keadaan ini aku akan menghancurkan perusahaan kecil yang baru berdiri itu, berani-beraninya mengusik kehidupan pribadiku." Ksatria keluar dari ruangan pribadinya untuk mencari keberadaan Daysi.


Okta yang berkeliling mengawasi bawahannya langsung memberi salam untuk Ksatria Malik.


"Mana Daysi?" ucap tegas Ksatria.


"Dia ada di taman pak seperti biasanya membersihkan area taman!"


Ksatria berlalu pergi dan menuju ke area taman. Melihat Daysi tidak bersedih sama sekali membuatnya merasa lega, mungkin Daysi tidak melihat jika dirinya saat ini jadi treding topi pagi ini.


Daysi sesekali mengecek ponselnya, sebenarnya ia tau jika ada berita hebih di internet namun ia abaikan, lagian itu dunia medsos bukan kenyataan saat ini. Selain itu ia juga tidak merebut milik orang apalagi jadi pelakor. Jadi menurutnya sah-sah saja bukan jika sepasang suami istri pergi bersama.


"EEHHEEMMM..., aku mau berbicara denganmu, aku tunggu di ruanganku." Ksatria berlalu pergi setelah memberitau Daysi.


Dengan segera Daysi membawa peralatannya ke ruang pribadi Ksatria Malik. Sebenarnya sedari tadi semua orang membicarakannya namun Daysi lebih memilih tuli pagi ini, biar mereka berbicara seenaknya jika mereka tau siapa Daysi dengan sekali berucap pasti Ksatria akan langsung memecatnya dan terancam sulit mencari pekerjaan lagi jika Daysi mau.

__ADS_1


Ruang pribadi Ksatria.


Daysi langsung masuk kedalam ruangan Ksatria, Daysi menatap Ksatria yang tengah menatap luar cendela, terlihat sangat tampan dengan menyilangkan tangannya di dada. Ksatria langsung menoleh dengan suara langkah yang mendekatinya.


"Apa kamu tidak sedih atau marah dengan berita heboh pagi ini?" Ksatria duduk di sofa dengan menarik tangan Daysi.


"Tidak, buat apa marah kecuali mereka datang dan langsung merendahkanku baru aku akan marah apalagi kalau sampai mereka menamparku, aku akan langsung membalsnya." Ucap Daysi dengan percaya diri.


Ksatria mengusap wajah Daysi dengan lembut, debaran dada keduanya berdetak kencang sekali.


"Maaf ya, pasti kamu terluka dengan berita ini tetapi kamu berusaha menutupinya, aku janji berita ini segera musnah dari media sosial ini jika mereka terus menghujatmu ini itu, oke." Ksatria tersenyum. Ksatria mendekatkan dirinya dan mencium dahi Daysi.


Daysi langsung shock saat Ksatria mencium dahinya. Segera Daysi memegang dahinya yang baru saja di cium oleh Ksatria.


"Aa... hhaa... haa..., " Ksatria tertawa kecil. "Sudah dua kali aku mencium dahimu tidak usah malu seperti itu."


"Kapan???" Daysi bertambah malu dengan kelakuan Ksatria barusan.


"Saat kamu menceritakan masa lalumu yang seperti hari ini terjadi di sebut pelakor dan jala**!"


"Dasar mencari kesempatan dalam kesempitan, sepertinya jika aku pingasan kamu pasti ada pikiran mesum di otakmu?" sindir Daysi pada Ksatria.


"Sepertinya ia, lagian kamu dan aku kan sudah resmi menikah kenapa tidak kecuali kita belum menikah baru bisa di sebut mesum dengan pasangan." Ksatria menjelaskan yanf menurutnya benar saat ini.


"Tetap saja mesum. Kamu mesum," Daysi sedikit marah dengan kelakuan Ksatria.


"Mesum itu seperti ini." Ksatria menarik tengkuk Daysi saat akan mencium bibir Daysi.


Seseorang tiba-tiba masuk yang tak lain adalah Okta. Okta langsung mematung dengan posisi saat ini ia datang di saat tidak tepat bahkan hatinya hancur bekeping-keping melihat wanita idamannya akan di cium oleh Ksatria di sofa.

__ADS_1


Ksatria dan Daysi langsung menatap ke arah pintu, dengan segera memundurkan posisinya masing-masing.


"Permisi, maaf menggangu." Okta membungkukkan badannya dan berpamitan pergi.


__ADS_2