ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
62 Pengen bubur


__ADS_3

Pagi hari.


Daysi yang sudah bangun kini membangunkan Ksatria, entah pagi ini ia ingin sekali membeli bubur di gang pojok jalan tidak jauh dari kediamannya.


"Sat..., bangun aku ingin makan bubur ayam di gang pojok jalan dekat rumah Sat. Ayo..., dong bangun Sat." Menepuk-nepuk pipi Ksatria dan menggoyangkan badan Ksatria agar ia terbangun.


"Eemmm... aku mengantuk Daysi. Kamu suruh saja Mala atau siapapun di rumah selain aku. Aku benar-benar masih mengantuk Daysi," jawab Ksatria dengan malas.


Daysi diam di tempat dan cemberut sambil menyilangkan kedua tangannya di perut. Ksatria yang melanjutkan tidurnya lagi tidak melihat Daysi yang sedang marah.


Tanpa pikir panjang Daysi langsung mendekati wajah Ksatria dan menciumi seluruh wajah Ksatria agar ia bangun dari tidurnya, karena tak kunjung bangun juga Daysi menggigit bibir Ksatria. Sontak Ksatria langsung bangun dan memegang bibirnya yang terluka karena di gigit Daysi.


"Aww..., sakit Daysi kenapa kamu menggigitku?" Ksatria masih memegang bibirnya yang terasa berdenyut ngilu.


"Karena kamu tidak mau bangun, aku ingin makan bubur ayam di gang pojok jalan sana. Tapi kamu yang harus beli!" menampilkan ekspresi termanisnya.


"Kenapa harus aku sih Daysi di rumahkan banyak asisten rumah tangga tidak cuma satu loh asisten di rumah ini atau salah satu body guard kan bisa Daysi." Ksatria duduk sambil menyenderkan badannya.


"Aku maunya kamu, kamu gak mau membelikan?" Daysi menyipitkan matanya.


"Oke... oke... aku belikan asalkan nanti malam harus kasih jatah. Aku tidak mau ada penolakan!" Ksatria segera menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Daysi tersenyum lebar, saat Ksatria sudah rapi dengan pakaian casualnya.


"Mau di belikan berapa?" Ksatria mengambil dompetnya.


"Satu yaa," sambil tersenyum lebar.


"Baiklah untuk istri tercintaku." Ksatria berlalu pergi sementara Daysi bergembira ia akan mendapatkan bubur ayam pagi ini.


Satpam di kediaman Ksatria Malik terheran melihat si boss keluar berjalan jam segini biasanya jika ingin lari pagi pasti di area rumah saja tidak sampai keluar rumah.


15 menit Ksatria mengantri bubur ayam, pantas saja Daysi menginginkannya pasti bubur di sini sangat enak terlihat jelas banyak yang mengantri bakhan ada yang menesan sampai 10 bungkus bubur ayam.

__ADS_1


Daysi yang berada di dalam rumah hanya mondar-mandir sambil menunggu Ksatri pulang ke rumah, tidak lama kemudian Ksatria pulang dan membawa kantong kresek dan langsung saja memberikannya pada Daysi. Daysi segera mengambil mangkuk kecil dan sendok untuk meletakkan buburnya namun tidak berhenti bigitu saja , Daysi menyuruh Ksatria menyuapinya.


"Suapi." Menyodorkan sendok pada Ksatria, Ksatria binggung dengan sikap aneh Daysi hari ini.


"Kamu kenapa sih Daysi, manja banget hari ini?" menggerutu dan tetap saja mengambil sendok dan mulai menyuapi Daysi.


"Aku tidak tau Sat, aku lapar ayo suapi lagi!" sambil tersenyum.


Setelah menyuapi Daysi bubur ayam Ksatria menatap tubuh Daysi, tetap seperti biasanya lincah melakukan pekerjaan rumah. Tidak manja seperti tadi, karena pensaran Ksatria mendekat dan langsung saja Daysi menyuruhnya untuk menanam pohon dan benerapa bunga kecil.


"Kenapa aku mendekat dia, dia langsung menyuruhku ya?" tanya dalam hati. "Aneh...," sambungnya keheranan.


"Jangan lupa di tanam penuh dengan penghayatan oke!" sambil menyirami bunga-bunga anggrek kesayangannya yang sudah mekar.


"Baiklah." Ksatria menanam sesuai dengan yang di inginkan Daysi.


1 jam kemudian.


Semua tanaman sudah selesai di tanam. Ksatria duduk dan istirahat sebentar, terus terang saja ia sudah sangat lama tidak menanam pohon terakhir sewaktu ia masih duduk di bangku sekolah dasar.


"Terimakasih sayangku," Ksatria segera meminumnya sampai habis.


Hotel Royal Malik.


Ksatria sedang duduk sambil melamun rasanya hari ini malas sekali berada di hotel. Ksatria kemudian keluar dari ruangannya dan mengelilingi hotel sambil melihat apa karyawannya berkerja dengan baik atau tidak. Kalau dulu saat berada di hotel ia semangat karena ada Daysi saat ia berkeliling hotel, tapi sekarang Daysi tidak adalagi.


"Aahh... lelahnya." Ksatria duduk di sofa lobby.


Tiba-tiba ada wanita cantik yang mendekati Ksatria, Ksatria diam tanpa ekspresi sedikit pun.


"Ksatria, apa kamu lupa denganku?" sambil bergelayut manja.


Ksatria menatap tajam lengannya yang di pegang oleh wanita tersebut. "Lepas..., jika tidak ingin karir ke artisan dan modelmu hancur detik ini." Ksatria mengambil ponsel yang ada di jasnya.

__ADS_1


"Oke... oke... sudah aku lepas, kenapa marah seperti itu sih. Bukannya dari dulu kita sudah kenal dekat. Lagian istri kamu juga tidak tau kan?" Pelangi tersenyum palsu.


"Jaga sikapmu, kalau tidak mau besok kamu jadi trending topik dan jatuh miskin!" jawab Ksatria dingin.


"Baiklah, lagian aku di sini cuma mau tanya bagaimana hubunganmu dengan Daysi. Ada perkembangan tidak?" Pelangi bertanya seolah dia tau tentang rumah tangga Ksatria.


"Jangan sok tau kamu," Ksatria berlalu pergi.


Sudah 7 bulan proyek pembangunan hotel ke dua milik Ksatria berjalan karena pembangunan tidak bisa cepat seperti membangun tempat lain, kalau hotel setidaknya butuh waktu beberapa tahun untuk membangun hotel mewah ke dua ini.


Pelangi yang mendapatkan sikap dingin seperti itu mendengus kesal dan langsung pergi dari hotel tersebut. Memang iya sangat kesal pada Ksatria, namun bagaimana lagi ia sudah mengenal lama sosok Ksatria yang dari dulu sampai sekarang selalu kukuh dalam sikap dinginnya.


Okta berjalan terburu-buru sampai ia tidak melihat ada orang yang berjalan dan menabrak orang tersebut, Pelangi yang tidak sengaja di tabrak oleh Okta hanya menahan sakit di pundaknya.


"Kamu tidak apa-apa?" Okta mengulurkan tangannya sembari meminta maaf, "maaf ya mbak saya tidak sengaja, saya terburu-buru tadi."


Pelangi tersenyum. "Tidak apa-apa," menyambut uluran tangan Okta. "Saya permisi dulu." Pelangi berlalu pergi.


"Cantik sekali, haahh... beruntungnya pak Ksatria di kelilingi wanita cantik. Tetapi tetap saja wanita tercantik hanya istrinya. Andai... waktu bisa di ulang. Eeehh... mikirin apa sih lebih baik aku segera menemui pak Ksatria sekararang dari pada kena semprot lagi."


Okta berjalan tergesa-gesa saat memasuki lift karyawan. Okta berpapasan dengan beberapa bawahannya yang satu lift dengannya.


"Pagi pak Okta," ucap beberapa orang tersebut.


"Pagi juga." Di selingi senyum.


Sesampainya di ruangan pribadi Ksatria, Okta mengetuk pintu berkali-kali sebelum ia di izinkan masuk. Ksatria langsung memberikan beberapa tugas untuk melihat perkembangan hotel baru, sebenarnya ini bukan tugas Okta namun karena ia tau jika posisinya bisa saja di pindah tugaskan kemana saja.


"Okta..., jangan lupa kirim kan data-data ke email saya secepatnya. Karena banyak rekan bisnis yang terlibat dalam pembangunan proyek hotel kedua ini." Ksatria menutup laptopnya.


"Siap pak Ksatria, kalau begitu saya pamit undur diri. Permisi," sambil membungkukkan badannya.


Setelah kepergian Okta, Ksatria ingin sekali pulang dan memeluk Daysi namun seklebat ucapan Daysi tergiang-giang lagi.

__ADS_1


"Hhah... mau pulang jam segini sulit, sudahlah dari pada kepikiran terus lebih baik aku pulang saja." Ksatria mengambil barang-barang pribadinya.


__ADS_2