ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
252. Kabar bahagia


__ADS_3

Usai periksa kehamilan.


"Mas." Momo tidak henti-hentinya menangis, ia menangis bahagia melihat foto USG yang berada di tangannya.


Begitu juga dengan Lais sebagai suami dan ayah untuk anak-anaknya.


"Alhamdulillah ya sayang, semoga kedua bayi kita sehat-sehat selalu di dalam sana." Lais tidak ada hentinya untuk tidak mencium Momo dan mengusap perutnya.


Seperti mimpi yang jadi nyata di siang hari, mimpi yang akan segera menjadi nyata dalam hitungan bulan yang akan datang.


"Nanti saat acara tujuh bulanan, mau di buatkan acara dimana. Di rumah, di panti atau di rumah Papa?" Lais membenarkan seat belt Momo kemudian ia membenarkan miliknya sendiri.


Meski jarak rumah dan Rumah Sakit dekat, tetap menjaga keamanan diri dengan mematuhi peraturan mengendarai kendaraan, agar selamat sampai tujuan.


"Di rumah saja mas, kita undang anak-anak panti saja. Biar mereka turut mendoakan bayi kembar kita!" Jawab Momo tak henti-hentinya berdoa dan mengusap perutnya.


Sungguh Maha Besar dan Kuasa Allah SWT. Kita tidak tau seperti apa jalan kedepannya, seperti Momo dan Lais alami, padahal dari segi keluarga dan keturunan tidak ada yang kembar.


Kediaman Malik.


Ksatria dan Daysi yang mendapatkan kabar jika Momo mengandung anak kembar langsung pulang ke rumah. Cheval yang masih mengajar belum bisa pulang, lantaran banyak mahasiswa dan mahasiswinya yang harus ia ajar hari ini.


Sindy juga sama, sibuk mengurus desain apartemen yang ia tangani beberapa minggu ini, memang benar-benar sibuk keluarga Malik ini.


"Momo." Daysi langsung memeluk Momo dan mengusap perutnya. Ia sangat terharu dengan apa yang ia lihat, pantas saja nafsu makan Momo saat di rumah ini tidak bisa di kendalikan, ternyata ada 2 nyawa di dalam perutnya.


"Selamat ya Momo." Ksatria menyentuh kepala Momo. Momo menganggukkan kepala.

__ADS_1


Keluarga ini terasa lengkap dan bahagia sekali. Rasanya benar-benar terharu.


"Apa kalian berdua sudah makan?" Daysi menatap Lais dan Momo bergantian.


"Belum ma!" Jawab Momo yang sedari tadi ingin menyantap masakan yang baunya sudah menusuk indera penciumannya.


"Ayo kalian makan dulu." Ajaknya dengan ramah dan lembut.


Sore ini makan yang di makan terasa nikmat, namun ada yang kurang. Cheval dan Sindy belum pulang, mungkin agak malam pulangnya.


Princess dan Inre sedang asik bermain dengan suster Lala dan Nia.


"Princess, apa benar tante Momo akan punya adik kembar?" Inre memberikan cetakan berbentuk bunga untuk mencetak mainan yang terbuat dari pasir sintetis.


"Benar, Mama mengandung dua adikku. Aku sebagai Kakak yang baik harus pintar untuk menjaganya nanti saat mereka berdua lahir!" Jawabnya terdengar sangat bijak sana.


"Inre ada apa? Kenapa sedari tadi melihatku seperti itu. Apa aku merusak mainan milikmu?" Princess bertanya.


"Tidak Princess, ayo kita sudahi mainannya. Aku mau bertemu Grandpa dan Grandma!" Jawabnya tersenyum sambil memperlihatkan pipinya yang gembul.


"Ayo." Princess segera mengemas mainan yang ia gunakan, tentu saja Inre juga mengemasi mainannya.


Ksatria, Daysi, Momo dan Lais sedang berbicara santai di ruang keluarga usai makan sebentar tadi. Princess dan Inre mencari keberadaan mereka para orang tua, tapi tidak menemukan mereka.


"Mbak Lala, kemana semua orang. Grandpa, Grandma, Tante sama Om Lais?" Inre bertanya sambil menatap kesana kemari.


"Sepertinya di ruang keluarga non Inre!" Jawab Nia mengarahkan anak-anak untuk ke ruang tersebut.

__ADS_1


Princess dan Inre saling bergandengan tangan, benar-benar seperti sahabat sejati. Semoga tali persaudaraan dan persahabatan ini langgeng sampai nanti mereka tumbuh dewasa dan cantik.


"Grandpa... Grandma...." Ucap mereka berdua bersamaan.


Ksatria dan Daysi memeluk cucu-cucu cantik mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ternyata hari semakin tua saja usia mereka, tidak menyangka jika dirinya sudah menua dan memiliki cucu yang cantik-cantik. Di tambah lagi yang ada di dalam perut Momo yang sebentar lagi akan lahir ke dunia ini.


Momo tersenyum ramah pada putri-putri kecil yang imut dan menggemaskan. Inre yang duduk terlalu dekat dengan Momo langsung mendapat cubitan gemas darinya, Momo tidak tahan untuk tidak mencubit pipi gembul Inre.


"Aduh... Sakit tante Momo." Mengeluh sambil memegang pipinya yang sedikit sakit.


Untung saja hanya tantenya yang gemas dengan dirinya. Lais yang sedari tadi diam kini juga ikut-ikutan mencubit gemas pipi dan lengannya. Ternyata gemas dengan anak kecil segembul Inre sangat menyenangkan sekali, andai Princess seperti Inre pasti setiap hari langsung habis di buat mainan pipi dan tubuhnya lantaran gemas.


"Ya Allah tolong Inre, Inre sedang di tindas tante Momo dan om Lais." Dalam hati Inre berdoa.


"Stop, menyiksa putri kami kenapa." Cheval langsung menggendong Inre dan menatap Momo serta Lais dengan tajam.


Sindy langsung duduk di samping Momo dan mengusap perut besar Momo dan mengucapkan selamat padanya, sungguh rasanya luar biasa jika dirinya juga seperti Momo. Padahal dari segi keturunan saja tidak ada yang kembar, namun Sang Maha Pencipta begitu baik dan memberikan dua sekaligus, ternyata kehamilannya yang gagal dulu di ganti 2 sekaligus sekarang ini.


"Ini aku bawakan buah segar Momo." Sindy memberikan buah yang baru ia beli dari super market.


"Terimakasih ya," langsung memakan buah tersebut, karena buahnya ada yang sudah di kupas dengan baik di dalam toples yang sudah di pastikan segar setiap hari.


Lantaran super market tempat Sindy belanja paling murah di kota ini dan jadi satu-satunya super market langganan masyarakat.


***


Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin teman-teman semua. Semoga semua sehat ya.

__ADS_1


Maaf baru bisa up, karena benar-benar sibuk.


__ADS_2