ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
34 Banyak tikungan tajam


__ADS_3

Ria binggung dengan tamu yang tiba-tiba menanyakan si boss. Dan baru kali ini Ria melihat si boss mendatangkan tamu dengan ragu-ragu Ria menganggukan kepalanya dan menyuruh orang tersebut masuk.


"Permisi Ksatria nya ada?" dengan tersenyum sambil memberikan buah tangan berupa kue.


"Sebentar ya mbak saya panggilkan dulu si boss!" jawab Ria dengan terpaksa tersenyum, Ria begitu was-was dengan tamu yang ia terima saat ini.


Sesampainya di lantai atas Ria mengetu pintu kamar Ksatria, Ksatria yang baru selesai mandi bahkan sekarang mengenakan pakaian resmi berjas hitam dan juga dasi kupu-kupu kesayangannya.


"Eemm... boss di bawah ada yang mencari boss." Ria menunduk saat memberitau Ksatria.


"Ternyata dia sudah datang, terimakasih ya." Ucap Ksatria sedikit tersenyum kepada Ria. Ria yang tidak berani melihat juga tidak tau jika Ksatria bisa tersenyum.


Setelah menuruni anak tangga Ksatria hanya tersenyum saat melihat Daysi sedang menikmati camilan sambil meminum teh di cangkirnya. Ksatria berharap Daysi melihat jika suaminya akan pergi dengan wanita lain, namun apa yang di angan-angan Ksatria tidak sesuai harapannya.


Daysi yang baru masuk kedalam rumah hanya menatap sekilas dan membiarkan Ksatria mengejar kesenangannya sendiri.


"Play boy akut. Haduhh... Relli Relli kenapa kamu menjodohkan sahabatmu ini dengan kakakmu yang seperti ini. Untung aku tidak punya perasaan lebih jadi hatiku tidak merasa sakit." Daysi segera menuju dapur dan mengambil mie instant untuk di masak.


Mbok Yati terkejut saat Daysi memasukkan mie tersebut ke dalam panci yang berisi air mendidih.


"Nak Daysi mau memakan mie instant?" mbok Yati menatap Daysi yang masih fokus dengan mie nya.

__ADS_1


"Iya... mbok, lagi pengen makan mie, sesekali saja mbok untuk membuang rasa jenuh dengan makanan!" Daysi membuka beberapa bumbu mie tersebut. Setelah selesai membuat mie Daysi dengan segera menghabiskannya.


Ksatria yang sudah sampai di tempat tujuannya kini ia tidak bersemangat sama sakali, rasanya sangat kesal saat ini.


Mega penasaran dengan sikap Ksatria yang mendadak berubah 180 drajat. Tidak seperti dulu meskipun tidak ada romntisnya tapi Ksatria masih bisa di ajak berbicara ini itu tetapi tidak untuk hari ini Ksatria diam seribu bahasa bahkan ketika di tanyai hanya menjawab emm... emm... saja saat ini.


Mega kesal dengan sikap Ksatria yang bertambah dingin saja saat ini. Mega segera pergi dari restoran ternama tersebut. Saat berada di taxi Mega marah-marah tidak jelas. Sang sopir hanya menganggukkan kepala saat menghantar Mega sampai tempat tujuan.


Ksatria yang baru saja sadar jika Mega pergi membiarkannya toh saat ini para kekasih Ksatria tidak ada yang ia ajak serius. Tapi baru saja melangkahkan kaki keluar dari retoran tersebut Ksatria menangkap sosok orang yang begitu ia kenal di masa lalunya.


Dengan terburu-buru Ksatria menghampiri wanita tersebut.


"Arabelle tunggu, kamu mau kemana?" Ksatria memegang pergelangan tangan Arabelle. Dan dengan segera Arabelle menatap wajah Ksatria Malik dengan malasnya.


"Tidak..., kamu tidak boleh pergi lagi seperti dulu sewaktu aku tinggal kuliah di luar negri." Ksatria menarik Arabelle kedalam pelukannya dan seakan enggan untuk melepaskannya lagi.


"Stop... jangan memelukku dengan erat Ksatria kita bukan sepasang kekasih lagi. Jangan mencari ku lagi Ksatria. Aku sudah bahagia dengan hidupku saat ini tanpamu setelah 8 tahun yang lalu. Dan kamu lihat ini aku sudah menikah bahkan saat ini aku tengah mengandung buah cinta kami Ksatria jadi stop jika kamu melihatku jangan pernah melakukan hal itu lagi, nanti suamiku bisa salah paham kepadaku." Arabelle melepas pelukan Ksatria.


Ksatria hanya menatap kepergian Arabelle, sekian tahun tidak bertemu, saat bertemu ternyata sudah menjadi milik orang lain bahkan tengah mengandung buah cintanya.


Saat berada di dalam mobil Ksatria pikirannya kacau sekali saat ini, dengan segera Ksatria membelokkan mobilnya dan masuk kedalam club malam.

__ADS_1


Jam 1 dini hari Ksatria baru kembali dengan bau nafas penuh alkohol namun Ksatria Malik masih bisa menahannya meskipun ia meminum banyak minuman barusan. Ksatria membuka kamar Daysi dan langsung memeluk Daysi dari belakang. Daysi yang terkejut akhirnya membiarkan Ksatria memekuknya meskipun saat ini Daysi sangat tidak nyaman dengan kehadiran Ksatria Malik apalagi bau alkohol yang menyengat sunggu menggangu indra penciuman Daysi.


Pagi hari.


Daysi segera melepas pelukan Ksatria, menatap sekilas dan segera pergi dari kamar tersebut setelah selesai mandi dan mengenakan pakaiannya.


Setelah selesai menyiapkan makanan dan bekal untuk ia berkerja Daysi masuk kedalam kamar Ksatria dan menyiapkan pakaian kerjannya entah nanti ia berkerja atau tidak itu urusannya sendiri, lagian ia pemilik hotel terserah dia mau berangkat jam berapa itu terserah dia, dalam pikiran Daysi.


Ksatria yang baru saja membuka matanya ia sangat terkejut saat melihat Daysi sudah tidak ada di sampingnya lalu ia menatap tubuhnya semoga malam tadi tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan juga Daysi karena ia ingat betul jika semalam ia masih sadar.


"Pakaian masih lengkap jadi aman." Ksatria segera menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya. Setelah membersihkan diri Ksatria bersiap-siap mengenakan pakaiannya dan menuju ruang makan.


"Ayam kecap...," Ksatria tersenyum dengan menu pagi ini.


Hotel Royal Malik.


Daysi yang sedang bersih-bersih masih fokus dengan pekerjaanya. Suara riyuh terdengar di lobby seperti ada seorang aktor atau aktris yang berkunjung. Ternyata benar ada artis ternama sekakigus model datang kesini. Dengan pakaian mewah dan elegant ia berjalan di lobby hotel. Yaitu Pelangi Arawinda aktris naik daun dan model terkenal dengan majalah dewasanya.


"Mimpikah atau nyata, benar benar aktris yang sedang terkenal tahun ini berkunjung ke hotel ini. Aahh... senangnya bisa melihat meskipun dari jauh." Daysi tersenyum bahagia dengan melihatnya saja.


Ksatria Malik yang baru saja sampai langsung di hampiri oleh Pelangi dengan manjannya. Ksatria yang melihat Pelangi seperti itu hanya menahan ketidak sukaannya kepada Pelangi. Saat pandangannya tidak senganja menatap Daysi. Dengan segera Ksatria tersenyum ke arah Pelangi.

__ADS_1


"Apa dia pacarnya juga, haduh... dimana-mana ada kekasih, apa dia tidak pusing mendengar ocehan para kekasihnya. Haduhh... ada-ada saja nih orang." Daysi segera melanjutkan pekerjaannya.


Ksatria yang di abaikan begitu saja oleh Daysi dengan segera mengeluarkan ekspresi dinginnya kembali.


__ADS_2