ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
S3. Gagalnya sang calon pelakor


__ADS_3

Aldy merasa ada yang tidak beres, pasti Bella lagi penyebab mood Gauri hancur berantakan. Memang ya Bella itu harus ia basmi sampai ke akar-akarnya dan harus di berantas secara tuntas tanpa ampun jika perlu di kirim ke planet mars sekalian kalau ke bulan terlalu dekat dan bisa pulang ke bumi, setidaknya jika di mars ia tidak akan berulah lagi.


"Sayang.. tunggu." Mencekal pergelangan tangan Gauri yang hendak pergi.


Gauri menatap Aldy dengan tatapan seorang wanita yang tengah kecewa, raut wajahnya dingin sekali.


"Iya.. mas, ada apa?" tatapan mata Gauri berubah sendu.


Pasti ada yang tidak beres ini, pasti itu.


"Apa yang di katakan wanita itu pada kamu sayang?" menatap dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Apa boleh kita bicara di kamar kita, aku gak mau mas ada yang mendengar pembicaraan kita berdua!" permintaan Gauri langsung di iyakan Aldy.


Sepanjang perjalanan dari dapur menuju kamar utama mereka berdua, Aldy tidak sedetikpun melepas genggamannya. Aldy tidak mau gara-gara kesalah pahaman menjadikannya diri ini menaruh dendam berlarut-larut.


Gauri menghela nafas begitu panjang, rasanya beban di dadanya ini ingin sekali meledak. Tapi.. apa hak dirinya untuk marah, bukannya di tanyakan lebih dahulu dan di selidiki setelahnya.


"Ayo cerita."


Gauri mulai bercerita. Lalu ia mengeluarkan rekaman percakapan bagian Bella membuat obat barusan.


"Apa yang kamu katakan memang benar, bukannya kamu juga begitu Gauri. Sudah pergi kenapa kembali.. dengan terpaksa aku menyerahkan dia menikah dengan kamu, asal kamu tau ya.. dia itu gak ada rasa pada kamu Gauri di tambah lagi dia cuma melampiaskan naf$unya saja padamu. Oh.. ya satu lagi, aku dan Aldy masih sering bertemu bahkan beberapa kali kami di hotel milik suami kamu. Kamu tau sendiri kan jika naf$u Aldy besar dan selalu ingin di puaskan soal urusan ranjang, apa.. kamu gak sadar alasan demi alasan yang ia buat beberapa minggu ini. Sebenarnya.. dia bersama denganku setiap malam dengan alasan lembur dan urusan hotel lainnya yang mendesak."


"Bagaimana tanggapan kamu mas?" Gauri di liputi perasaan harap-harap cemas tapi juga sangat kesal sekali.


"Begini sayang.., memang aku sering lembur tapi tidak sama seperti yang Bella ucapan di rekaman itu, asal kamu tau sayang.. agar tidak jadi kesalah pahaman lagi. Di hotel ada yang menyabotase data hotel dan bocor, akibat ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu hotel mengalami kerugian miliaran sayang. Jadi.. suami kamu ini gak ada main-main dengan siapa pun itu, jika ada yang bicara hal gila barusan dia itu mengada-ada sebab orang seperti itu tidak suka kita hidup bahagia. Apa kamu percaya padaku sayang?" Aldy memang tidak pandai menjelaskan tapi dari raut wajahnya ia tidak berbohong sama sekali.


Gauri mengangguk dan menyambut pelukan hangat suaminya.


"Hanya kamu sayang yang aku cintai dan aku sayangi setelah adikku." Sambungnya lagi.


Gauri semakin mencintai suaminya.


"Mas."


"Iya," masih menikmati aroma wangi rambut Gauri yang baru di cuci.


"Mas..."


"Iya.. sayang," masih menghirup dalam-dalam rambut Gauri.


"Ih.. mas Aldy, bisa gak sih lihat aku gitu." Menggerutu.


"Rambut kamu harum sekali sayang, aku tidak dapat menahannya lagi," sudah tidak dapat di kontrol lagi.


Gauri paham dengan kode alam begini, dasar laki-laki kalau dekat-dekat istrinya selalu minta ini padahal masih pagi setengah siang masa baru bangun sekarang kenapa tidak dari pagi tadi.



Aldy mengajak Gauri ke hotel agar ia percaya dengan apa yang di ucapakan Aldy tadi pagi, Gauri sebenarnya tidak perlu bukti sebegitu jelasnya asalkan saling percaya satu sama lain sudah cukup ko gak perlu di ajak pula ke tempat kerja.


"Mas.. inget gak saat aku mau nginap di hotel kamu tapi gak jadi waktu itu?" Gauri ingin membahas masa lalu.


Aldy menengok ke samping kirinya.


"Kenapa? mau minta uang kamu waktu itu hem..!" sambil mencolek dagu Gauri.

__ADS_1


"Enggak, lagian aku sudah ikhlas mas uangnya kembali gak genap. Lagian ngapain sih mas kamu bikin peraturan begitu." Mulai kesal.


"Kata siapa.. wong peraturan itu hanya berlaku untuk kamu doang ko. Yang lainnya cashback seratus persen ko bahkan ada bonusnya sovenir khas hotel," Aldy menggoda Gauri.


Dan ternyata berhasil Gauri manyun sampai bibirnya dapat di kucir ke depan.


"Jadi..." Langsung memukul lengan Aldy berkali-kali sampai Aldy mengeluh kesakitan.


Para karyawan hotel dan juga beberapa tamu ikut tersenyum melihat adegan lucu sepasang suami istri itu, menggemaskan sekali tingkah mereka. Dulu gak ada adegan seperti ini yang ada hanya ketegangan dan serius saja setiap waktu di tambah lagi harus profesional, tapi semenjak ada Gauri semua secara perlahan berubah, tidak terlalu menakutkan wajah Aldy.


"Akan aku kembalikan uangnya sayang, janji." Sambil menunjukkan jari kelingkingnya.


Gauri berhenti memukul Aldy.


"Benarkah mas? kapan, sekarang yuk aku mau sovenirnya juga," berubah seperti anak kucing dalam sekejap.


Aldy sepertinya salah bicara deh, ngapain juga memberi tau Gauri seperti ini. Pasti besok-besok istrinya akan menginap lalu minta di cancel agar uangnya kembali dan di berikan sovenir sebagai ganti rugi sebab ketidak nyamanan.


"Iya.. tapi nanti ya." Berusaha mengalihkan topik dan membuat Gauri tidak menanyakan itu kembali.


"Gak.. mau, maunya sekarang mas ayo.. katanya hotel ini milik kamu masa malu sih mas.. ayo," Gauri menarik-narik lengan suaminya.


Menyesal dah.. tau begini gak ajak istri yang manja, sungguh kerepotan tapi direpotkan oleh wanita manis dan menggemaskan memang berbeda.


Gauri senang bukan main dengan sovenir yang ia dapatkan dan juga uangnya kembali, uang hasil kerja kerasnya buruh cuci baju sana sini dan bersih-bersih rumah, akhirnya.. ia dapat memeluknya lagi dengan erat. Setidaknya uan ini uang terakhir dirinya masih merasakan pekerjaan meski setelah itu duka menyelimuti kehidupannya. Gauri sampai meneteskan air mata karena dia bahagia bahkan bahagia sekali.


Gauri duduk dengan anggun di salah satu sudut sofa ruangan pribadi Aldy.


Aldy mendekati istrinya, segitu bahagianya dia. Kenapa dulu diri ini melukainya dan hampir membuat Gauri depresi.


Dasar ya.. hadiah sialan kenapa lebih bagus dan menarik di mata Gauri, mau menghancurkan hadiahnya nanti ngambek lagi Gauri baru juga baikan masa marah-marah an lagi. Bukan ini yang di harapkan tapi senyum mengembang dari dirinya bukan dari benda lain yang membuatnya bahagia.


"Dari tadi.. cuma ciumin duit sama hadiah gelas cantik itu saja, gak ada niatan untuk cium suaminya gitu. Sebagai.. u."


Em..


Gauri mengecup bibir Aldy dengan rakus, kenapa suaminya berisik sekali seperti bebek di sawah yang cari makanan. Apa tidak bisa diam sebentar saja, ngomel muluk bisa-bisa tahi lalat tumbuh dadakan di area bibir jika banyak bicara.


"Terimakasih mas, gelasnya cantik gak sabaran buat bikin kopi nanti. Kata mbak resepsionis tadi bisa berubah loh gelasnya jadi ada gambarnya,penasaran deh gambarnya apa." Senang sekali.


Aldy hanya menyunggingkan senyum, biarkan saja dia bahagia sekarang nanti kalau sudah sampai villa dan menyeduh kopi biar dia tau sendiri kejutannya apa di cangkir kopi itu.


Sesampainya di villa.


Setelah berkerja seharian Aldy merebahkan dirinya di salah satu sofa yang berada di kamarnya, semua yang dulu berada di kamarnya yang ia gunakan untuk bercinta dengan wanita lain ia buang terserah para pekerja di uang kan atau apa, yang penting benda sesat itu lenyap dari pandangan matanya.


Gauri tidak di dapur lagi pula kamarnya ini saja luas sekali bahkan lengkap dengan keperluan untuk minum dan makan di satu ruangan. Berlebihan sekali sebenarnya makan di dalam satu ruangan dengan kamar tidur untung saja kamar mandi tidak di jadikan satu tidak dapat ia bayangkan saat dirinya tengah asik makan malah melihat tontonan yang seharusnya tidak pernah ia tonton saat makan.


Mata Gauri melebar saat air panas itu di tuangkan ke dalam gelas yang katanya dapat berubah dan ada gambarnya.


"Suami.. mesum." Ingin memukul suaminya sampai sekarat tapi masih sayang.


Masa jadi janda 2 kali tanpa anak. Terus.. gimana kata orang nanti.


"Apa sih yang, lagian siapa yang mesum sih?" bingung sebab tidak tau apa gambarnya.


Memang ia menyuruh seseorang mengirimkan gelas khusus untuk Gauri istrinya agar istrinya terkesan saat tiba waktunya, semua sudah di pikirkan matang-matang oleh Aldy agar senyum Gauri selalu terbit di wajah cantiknya.

__ADS_1


"Ya.. kamu lah mas siapa lagi, lihat tuh gelasnya!" sambil menunjuk gelas yang bergambar orang ciuman.


Siapa lagi jika bukan antara dirinya dan sang suami, malu banget ini... ngapain sih di abadikan di gelas gitu malu sendiri saat minum melihat gambar diri sendiri.


"Bukannya itu romantis sayang." Aldy bangga dengan gelas itu.


Gelas sangat cantik dan bagus sekali, jarang-jarang ada yang bergambar begitu apalagi seberani itu.


"Terserah deh mas," Gauri mengalah dari pada hatinya menggerutu lagi.


Mungkin ini yang dikatakan orang jika suami yang mencintai istrinya akan berubah demi istrinya yang paling ia cintai dalam hidupnya, jadi sebagai seorang wanita terkadang salah berpendapat. Apa salah dia saat berpendapat yaitu menganggap dirinya sebagai wanita yang bisa merubah laki-lakinya, tapi.. itu salah besar, bukan wanita yang merubah laki-lakinya menjadi laki-laki yang baik tapi karena laki-laki itu berubah karena ia mencintai kamu, jika dia tak mencintai kamu makan dia tidak akan berubah.


Gauri berada di belakang villa sambil menikmati pemandangan dengan hamparan bunga mawar, bunga di sini begitu terawat dan juga cantik-cantik warnanya. Bunga mawar dengan jenis berbeda-beda tapi tumbuh lebat di taman, besar-besaran bunganya di bagian mahkota bunga yang berwarna warni.


"Sayang." Memeluk tubuh Gauri dari belakang.


"Iya.. mas," menerima pelukan hangat suaminya.


Rasanya memang sangat nyaman berlindung di tubuh laki-laki yang paling ia cintai dan sayangi.


Seperti ini kehidupan 2 insan yang mencoba selalu bersatu dan tak terpisahkan. Banyak rintangan yang harus di hadapi kedepannya, entah itu di beri cobaan kesulitan perekonomian, terus belum di berikan kepercayaan untuk merawat anak kandungnya sendiri, dapat mertua yang tidak sesuai harapan dan mengacuhkan dirinya dan lain sebagainya.


Jika belum punya rumah sendiri pasti dapat gunjingan dan perkataan yang menyakitkan hati juga selain belum mendapatkan momongan, jika di tanya dari dalam hati tidak ada satupun sepasang suami istri ingin mengalami hal itu tapi.. kembali lagi pada diri sendiri seberapa kuat kita menjalaninya.


Bella mengatur siasat saja, ia berpikir dan mencari celah.


"Oh.. ya bukannya selama ini mereka melakukan hal wajar sebagai suami istri, tapi.. kenapa dia gak hamil apa jangan-jangan gak bisa ngasih anak lagi ke Aldy, aku harus mencari cara dan siasat untuk mengacaukan pernikahannya tapi bukan sekarang dan aku harus mencari bukti-bukti dan juga aku harus mencari perhatian dari mereka tanpa mereka sadari." Bella merencanakan hal jahat.


Banyak obat perang$ang yang sudah ia pesan dan juga pakaian saringan tahu atau lingerie seksi untuk menggoda Aldy, semoga aja rencananya sukses habis lagi pula dulu saat hamil saja berhasil menjerat Aldy, kalau sekarang melalui tangan istrinya sendiri saja ia coba. Lagian salah sendiri jadi perempuan ko polos dan bodo* di tipu saja masih percaya.


"Ngapain kamu ngajakin aku ketemuan di tempat remang-remang begini, mau ngajak full naked di hotel." Shandy menghisap rokoknya.


"Ck.. kata siapa,lagi pula siapa yang berminat dengan laki-laki seperti kamu. Kamu itu.. gak ada secuilnya dari Aldy Sampoerna," Bella semena-mena pada Shandy.


Hem... Bella saja yang tidak tau latar belakang Shandy yang sebenarnya, jika ia tau pasti pingsan dan sujud-sujud di bawah kakinya.


"Terus.. mau ngapain, apa gak salah tuh sama kamu. Lagian pakaian setengah dan banyak terbukanya jika gak ehem mau ngapain." Shandy memang selalu berkata ceplas-ceplos yang menyakitkan hati


Tapi Bella menanggapinya dengan santai, lagian buat apa ambil hati ucapan Shandy yang kurang di filter itu. Angin lalu...


"****.. kenapa ada orang yang kepedean nya tingkat tinggi ya.. apa kamu gak malu bicara sampah dan sembarangan begitu. Aku tau ko aku bukan wanita baik-baik tapi setidaknya kamu juga hargai dong wanita seperti kamu menghargai ibumu," Bella merasa tersinggung.


Niatnya ingin mengajak Shandy kerja sama tapi.. sepertinya Shandy cukup sulit untuk ia taklukkan.


"Cih.. menghargai kamu dari segi apa, wanita seperti kamu di harga seperti ibuku. Mimpi kamu terlalu jauh mbak.. ibuku wanita hebat yang tidak murahan seperti kamu. Lagian.. buat apa orang mengharap di hargai jika dirinya saja gak bisa menghargai orang lain bahkan berniat melukai wanita lain atas kesalahannya sendiri dan menuduh yang bukan-bukan." Shandy menyinggung Bella.


Bella membelalak.


'Dasar wani sialan, mengadu sana sini. Tau gini gak ngajak laki-laki ini di tempat ini. Bikin rugi saja, sudah keluar uang banyak tapi hasilnya zonk besar.'


Gerutu Bella.


Shandy terbahak-bahak di dalam hati, tidak salah jika dirinya berpihak dan mencari simpati Gauri untuk menjebak Bella yang punya siasat jahat.


*


Pantengin terus ya, masih up ya. Terimakasih banyak teman2.

__ADS_1


__ADS_2