ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
76 Pernikahan Sacha dan Aurellia


__ADS_3

Banyak typo berterbangan. Jika suka tinggalkan like dan rate yang baik ya pembaca setia IBAM, terimakasih.


***


Aurellia melamun di balkon kamarnya, banyak pikiran yang menghantui. Antara sedih takut bercampur menjadi satu, Aurellia segera masuk ke dalam kamar namun belum sempat ia kembali masuk pergelangan tangannya di cekal oleh seseorang yang baru saja berhasil masuk ke balkon depan kamarnya.


Aurellia menatap siapa yang mencekal pergelangan tangannya, bocah tengkik memegangnya dengan erat. "Lepaskan tanganmu," Aurellia menatap tajam.


Sacha langsung melepaskannya, "maafkan aku," tertunduk lesu.


"Minta maaf soal apa?" Aurellia menatap langit di tepi pembatas balkon.


"Seharian ini!"


"Aku sudah memaafkan, sekarang kembalilah ke kamarmu. Aku tidak mau terjadi fitnah nanti." Aurellia segera pergi dari balkon dan menuju kamarnnya.


Namun bukannya pergi dari kamar Aurellia, Sacha malah ikut masuk ke dalam kamarnnya. Aurellia sekuat tenaga mengusir Sacha dari kamarnya namun sia-sia tenaga kalah besar dari Sacha.


"Jangan mengusirku percuma, biarkan aku malam ini tidur di kamarmu." Sacha langsung berbaring di ranjang Aurellia, Aurellia terkejut bukan main tengan tingkah Sacha yang lancang seperti itu.


Aurellia menyipitkan matannya dan langsung mengambil salah satu bantal dan memukuli badan Sacha yang tengah berbaring.


"Bangun ngak, bangun. Aku tidak mau besok sah menjadi istrimu gara-gara kecerobohanmu ini." Terus memukul badan Sacha sampai suara pukulan bantal terdengar keras.


"Stop-stop, oke saya keluar dari kamar kamu tapi aku minta satu." Sacha mengacungkan jari telunjuknya.


"Minta apa, cepat bilang?" Aurellia menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Minta ini, cium sini baru aku keluar!" sambil memonyongkan bibirnya.


Aurellia melototkan matannya, "mimpi sana," mendorong kuat tubuh Sacha sampai keluar kamar.


Daysi dan Ksatria yang mendapati Sacha keluar dari kamar Aurellia dan di usir Aurellia langsung menayakan perihal apa yang terjadi di dalam kamar barusan.

__ADS_1


"Kamu lagi mencoba berbuat mesum dengan Aurel sebelum halal?" Ksatria menatap Sacha dengan sorot mata tajam.


Sacha melambaikan tangannya jika ia tidak melakukan apa-apa cuma hampir terjadi saja, "tidak ko aku tidak melkukan apa-apa, sumpah." Mengangkat satu tangannya.


"Aku tidak percaya. Laki-laki sepertimu tidak berbuat mesum," Ksatria mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang untuk mengurus semua surat pernikahan secepatnya dan besok harus menikah juga.


Sacha tersambar petir mendadak malam ini, niatnnya cuma minta maaf dan menggoda Aurellia berakhir dalam jenjang pernikahan bahkan besok.


"Apa besok," ucap Aurellia yang baru saja membuka pintu.


Ksatria menganggukkan kepalannya. Aurellia pun tak kalah terkejutnya dengan perkataan sang kakak.


"Kakak...," Aurellia memelas. Ksatria masih bersih kukuh dan berlalu pergi mengajak Daysi masuk ke dalam kamarnya.


Setelah kepergian Ksatria dan Daysi, Aurellia langsung memukul bahu Sacha bertubi-tubi.


"Gara-gara kamu," Aurellia meneteskan air mata sampai membasahi pipi cantiknya.


Sacha reflek langsung mengusap lembut pipi Aurellia dengan penuh kesabaran. Kemudian Sacha langsung pergi meninggalkan Aurellia yang masih bersedih di depan pintu kamarnnya.


Aurellia sudah di dandani oleh MUA yang bernama Samir alias Syalsa. Daysi tersenyum saat Samir begitu telaten memolesi wajah Aurellia sementara dirinya di rias oleh asisten Samir.


Sacha yang sudah rapi dengan setelan jasnya kini sedang berada di bawah, pernikahan dadakan ini mengundang penghulu ke rumah serta fotografer juga datang memenhi undangan Ksatria Malik pagi ini. Sangat jarang sekali keluarga Malik yang terpandang di kota ini mengundang orang-orang seperti ini. Apalagi di acara sesakral ini.


Jam menujukkan pukul delapan pagi tepat yang artinya sebentar lagi acara ijab qabul terjadi, Pak pengulu sudah menanyakan sudah siap apa belum acara ijab qabulnya. Aurellia yang turun dari lantai atas langsung jadi pusat perhatian semua orang. Wajah cantik Aurellia semakin terpancar lagi setelah di dandani oleh Samir. Bahkan Sacha pun tak berkedip melihat sang calon istri yang tomboy kini berubah bak bidadari dari surga yang baru saja Tuhan turunkan untuknya.


Ksatria yang melihat Sacha begitu kagum langsung meledeknya, "sikat saja setelah sah nanti." Ledek Ksatria membuat Sacha langsung malu.


Aurellia yang duduk di sebelah Sacha hanya tertunduk antara malu kesal dan sedih bercampur aduk bahkan semalam ia tidak tidur sama sekali gara-gara hari yang akan terjadi ini.


"Bagaimana sudah siap para saksi?" tanya pak penghulu, semua orang menjawab sudah siap.


Ksatria menjabat tangan Sacha dan menikahkan sang adik lantaran ia wali satu-satunya saat ini, setelah selesai acara ijab qabul Aurellia dengan malu-malu menerima tangan Sacha dan mencium punggung tangan Sacha kemudian Sacha mencium kening Aurellia dengan penuh cinta karena saat ini keadaan mendesak bahkan ada fotografer juga, mau tidak mau akting harus total sampai akar. Setelah semua orang yang di undang pergi meninggalkan kediaman Malik.

__ADS_1


Daysi mendekat pada Aurellia. "Selamat ya atas pernikahannya ya...," ucap Daysi memeluk sang sahabat serta adik iparnya ini.


"Iya," Aurellia membalas pelukan Daysi tak kalah eratnya. "Seperti ini kah rasannya menikah yang kamu rasakan waktu itu?" Aurellia menatap Daysi.


"Kamu masih mending tidak di tinggal suamimu dengan wanita lain," sindir Daysi menatap tajam Ksatria.


"Hah... maksudnya apa Daysi." Menyungingkan senyum pada Ksatria.


"Tanya sendiri tuh sama dia," jawab ketus Daysi.


"Kakak benarkah itu?" Aurellia menjadi antusias menanyakan hal tersebut pasalnya ia tidak ada di Indonesia sewaktu kakaknya menikah dengan sahabatnya.


"Itu tidak benar, memang aku meninggalkan Daysi sendiri di KUA waktu itu tapi aku benar-benar tidak menemui mereka waktu itu." Jelas Ksatria pada Aurellia.


"Tidak percaya," Daysi mengalihkan pandagannya saat ini yang berhasil membuat Ksatria kalang kabut kebinggungan bagaimana membuat Daysi tidak marah lagi.


Aurellia tertawa dengan sikap sang kakak dan sahabatnya yang seperti itu, lucu ada drama dadakan seperti ini. Sacha yang melihat Aurellia tertawa langsung menarik pergelangan tangan Aurellia untuk menjauh dari dua insan yang tengah berdebat masa lalu itu.


"Kenapa sih kamu membawaku masuk dalam kamarmu?" Aurellia jutek pada Sacha.


Sacha menghela nafas panjang, "begini ya Aurel karena kamu sekarang istri sah saya di agama dan negara tidak baik ikut campur masalah rumah tangga orang lain, kecuali mereka meminta pendapat pada kita," Sacha melepas jas yang sedari tadi menempel di tubuhnya.


Aurellia langsung memalingkan wajahnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dari riasan make up yang menempel sedari pagi. Setelah membersihkan riasan wajah Aurellia keluar dari kamar mandi namun saat keluar ia tidak mendapati sosok Sacha di ruangan tersebut.


"Kemana dia." Melihat kesana kemari namun hasilnya nihil.


Saat ini Sacha tengah duduk di gazebo dengan Ksatria yang baru saja selesai berdebat dengan Daysi.


"Kakak ipar masih marah?" meminum air mineral yang ada di meja.


"Ya seperti yang kamu lihat, dia masih sensi saat ini dari pada saya mendekat dia marah lagi lebih baik saya pergi saja." Jawab enteng Ksatria.


Sacha hanya meggeleng-gelengkan kepalannya ternyata kakak iparnya ini tidak pandai membujuk sang istri.

__ADS_1


***


__ADS_2