
Mohon dukungannya, like favorit rate nya ya teman-teman.
***
Perilaku Sacha dalam hal makanan.
Pagi hari.
Hari ini hari libur, yang artinya besok di mulai ujian akhir. Sudah dari jauh-jauh hari Momo mempersiapkan ujian dan mentalnya, bahkan ponsel kesayangannya sudah di sita oleh sang ayah.
"Belajar yang rajin, ayah tidak mau almarhum bunda kecewa dengan kamu, ingat itu Momo. Jika nanti ujian selesai baru ayah kembalikan ponselmu." Sacha segera menutup pintu kamar Momo setelah menyita ponsel berharga miliknya.
Tetapi Momo tidak tinggal diam, ia membuka laptopnya dan mengakses beberapa aplikasi yang ia butuhkan seperti instagram dan teman-teman yang lainnya.
"Pakai akun baru saja deh, hitung-hitung mengikuti dia diam-diam, iihh... seperti mata-mata khusus saja." Momo tersenyum-senyum sendiri saat melihat postingan Lais.
Wajah Lais yang begitu imut jika di amati secara seksama.
"Sungguh menggemaskan sekali dia, jika dia nanti memiliki istri dan anak pasti sangat bahagia istri dan anaknya, memiliki sosok Lais yang luar biasa ini. Haduh... sadar Momo fokus, tarik nafas... hembuskan...," Momo segera melajutkan persiapan belajarnya untuk besok.
__ADS_1
2 jam kemudian.
TTOOKK
TTOOKK
"Momo... apa kamu tidak ingin keluar dan sarapan, ayah sudah sangat lapar ini kenapa kamu suka sekali menyiksa perut ayah." Sacha menggedor-gedor pintu dengan keras.
"Iya ayah, aku datang," Momo segera mematikan laptopnya dan bergegas keluar dari kamarnya untuk sarapan pagi.
Sacha adalah ayah yang sangat luar biasa, dia begitu telaten merawat dan menyayangi putrin nya. Peran Sacha bertambah selain sebagai ayah pekerja keras ia juga seperti ibu untuk putrinya.
"Ayah, stop. Ini terlalu berlebihan ayah, aku ini mau belajar lagi untuk ujian besok, aku tidak mau tertidur pulas seharian karena makan terlalu banyak seperti ini." Momo protes dan mengembalikan beberapa lauk kering dari piringnya ke tempat asalnya lauk tersebut.
"Biar sedikit berisi itu pipi, bukannya tambah cantik jika sedikit chubby," Sacha mencubit kuat pipi Momo.
"Aduh... sakit ayah, bukannya tambah cantik tetapi seperti dua bakpao yang di tempel di wajahku yang cantik ini." Momo mengusap pipinya yang sakit.
"Cantik seperti kerbau, biar tidak ada laki-laki yang mencintai kamu kedepannya karena ayah belum siap kamu di rampok laki-laki lain," Sacha berucap dengan penuh kepedean.
__ADS_1
"Tidak mau aku di pinang laki-laki kenapa bersih kukuh menjodohkan aku sih ayah, setelah ujian bahkan pertemuannya." Momo berucap kesal sambil memakan ayam goreng.
"Ehh... kalau soal itu, empat hari yang akan datang baru putuskan jika cocok lanjut jika tidak ya tidak," Sacha memberikan harapan baik untuk Momo sang putri.
"Terserah ayah deh, semoga aku cocok dengannya." Momo tidak memperdulikan sang ayah yang masih saja berbicara.
Inilah efek terlalu sering dekat dengan papa Ksatria, jadi ikutan bawel dan cerewet ucapannya.
"Sabar aja deh dari pada pusing mikirin ini, lagian besok kan aku mau ujian fokus ujian usai ujian baru memikirkannya." Gumam Momo dalam hati.
"Jangan sedikit makannya, harus banyak biar fokus belajarnya." Sacha masih saja mengingatkan putri semata wayangnya.
Tiba-tiba pasangan suami istri datang ke rumah Sacha Mahendra dengan membawa buah tangan berupa buah anggur merah, ada sekitar 3 kilogram yang di bawa oleh Sindy dan Cheval.
"Pagi menjelang siang ayah." Ucap Cheval menyalami Sacha begitu juga dengan Sindy.
"Pagi juga menjelang siang, ehh... kalian berdua duduk-duduk sini ayo makan bersama bantu ayah dan Momo menghabiskan makanan di meja ini, dan satu lagi jika di rumah papamu makan sedikit kalau di sini harus makan banyak karena ayah tidak pelit seperti papamu itu," Sacha dengan sigap mengambilkan piring untuk Sindy dan Cheval.
"???!!!" Cheval dan Sindy hanya tersenyum sambil bingung harus menolak seperti apa, sementara Sacha dengan aktifnya mengambilkan ini itu.
__ADS_1
Sebenarnya mereka berdua sudah makan namun ia tidak bisa menolak lagi. Mereka bertiga hanya bisa pasrah semoga selamat di meja makan ini.