ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
110 S2 Kalung CS dari Aa


__ADS_3

Malam hari.


Cheval merasa bosan dengan kegiatan cuma begitu-begitu saja saat ini, tiba-tiba ia mempunyai ide untuk mengajak Sindy jalan-jalan ke suatu tempat.


Tookk....


Tookk....


"Sindy apa kamu di dalam." Masih mengetuk pintu.


Cklek...


"Ada apa sih Aa," menatap Cheval yang sudah rapi dengan kemeja nya.


"Jalan-jalan yuk mumpung malam minggu, bosen di rumah." Sambil memelas. Sindy yang mendapati sang kakak seperti itu menjadi tidak tega.


"Huuhh... ya sudah tunggu di bawah, aku siap-siap dulu," menutup kembali pintu kamar nya.


Cheval yang mendapat lampu hijau dari Sindy bersorak gembira di depan pintu kamar sambil mengambil ponsel dan mencatat hari ini tanggal dan bulan berapa ia bersama Sindy. Mungkin terdengar gila tapi apa boleh buat cinta datang tiba-tiba dan tidak tau jatuh ke pada siapa.


Cheval menuruni anak tangga dengan senyum bahagia sampai-sampai beberapa hiasan di rumah ia beri ciuman secara tidak langsung. Daysi dan Ksatria yang baru saja kembali di buat terkejut dengan apa yang ia lihat.


"Pa... tu anak kesambet apa sih, bahagia banget?" menatap Cheval.


"Bucin mungkin!" mengangkat kedua bahu nya.


Cheval yang melihat mama sama papa nya baru pulang langsung menyalami.


"Mau kemana nih, sudah rapi plus wangi gini." Daysi menyentuh kemeja Cheval.


"Bosan ma di rumah, Aa mau pinjam Sindy ya ma," sambil menangkup kan kedua tangan nya.


"Hati-hati di jalan, ingat di jaga adik nya." Menyentuh pipi Cheval.

__ADS_1


"Awas boy jangan sampai ada lecet di tubuh adikmu," Ksatria berjalan mendekati Cheval dan membisik kan sesuatu. "Kalau kamu buat adik kamu terluka, habis masa depan kamu boy," menepuk-nepuk pundak Cheval.


GGLEEKK...


"Tidak akan papa aku janji."


Suara sepatu kets terdengar dari arah anak tangga, bidadari berbaju kasual turun dari langit. Tampilan Sindy sangat menawan meskipun hanya balutan pakaian santai di diri nya.


"Cantik nya adik Aa." Cheval mengedip kan satu mata nya.


"Ihh... mata Aa lagi bermasalah ya, cuma pakaian seperti ini saja Aa bilang cantik," Sindy berlalu pergi setelah menyalami sang papa dan mama.


Daysi dan Ksatria cekikikan melihat Cheval begitu di cuekin sang adik, bagaimana tidak wanita di luaran sana sangat mengaggumi nya sementara yang di kagumi slow aja bahkan datar sikap nya.


"Putri sama papa nya sama, sama-sama dingin. Apa papa dulu juga begitu sewaktu remaja atau bahkan lebih." Daysi masih saja tersenyum.


"Ya... seperti itu lah, kamu kan tau sendiri tapi sekarang kan papa tidak dingin bahkan hangat sampai menghasil kan Sindy yang cantik bak boneka barbie," Ksatria tersenyum licik.


"Rasanya ingin membuat kan adik untuk Cheval dan Sindy, mumpung kita masih muda." Menggengam erat tangan Daysi dan mengajak nya ke kamar. Daysi memutar mata nya dengan malas.


"Haduh laki-laki tidak mengenal umur gas terus," dalam batin Daysi.


Jeep wrangler berhenti tepat di mall. Cheval menggengam erat tangan Sindy, berkali-kali Sindy melepas namun lagi-lagi Cheval meraih tangan nya dan menggengam lagi.


"Aa kenapa sih dari tadi menggengam tanganku terus malu Aa."


"Aku tidak malu, lagian jika kita bergandengan tangan seperti ini tidak akan ada yang menggoda Aa seperti biasa nya," Cheval membuat alasan agar Sindy mau.


"Alasan," Sindy menatap sebuah toko pernak pernik wanita. "Aku mau kesana dulu," menujuk toko aksessoris.


Cheval tetap menggengam erat tangan Sindy, sebenar nya ia cuma takut jika Sindy di tatap orang lain jika tidak melakukan hal seperti ini. Cheval melepas gengaman nya dan mengambil sebuah bando dan di pakaikan ke kepala Sindy.


"Bagus, cantik sekali." Mencubit pipi Sindy.

__ADS_1


"Jelek," melepas bando tersebut.


Beberapa kali Sindy di jadikan bahan percobaan Cheval, mulai dari bando, gelang, cincin bahkan tas juga di coba. Semua yang di kenakan Sindy nampak cantik, karena semua cantik Cheval memborong semua lagian tidak banyak dan di jadikan satu kedalam paper bag.


Selanjut nya Cheval tertarik ke toko perhiasan, Sindy yang mengkuti Cheval hanya geleng-geleng kepala kenapa ia heboh sekali padahal diri nya yang perempuan tidak seheboh itu.


"Aa mau beli apa sih ketoko perhiasan?" Sindy kebinggungan.


"Ada deh rahasia," mencolek hidung Sindy.


Cheval segera mendekati ke arah etalase dan menanyakan kalung pesanan nya minggu kemarin, ternyata sudah selesai dan jadi. Setelah pelayan toko memberikan kalung pesanan nya, Cheval langsung melihat dan sesuai dengan keinginan nya.


"Kamu pakai ya," langsung memasang kan pada leher Sindy tanpa persetujuan nya.


Sindy terkejut dengan perilaku sweat dari Cheval. Kenapai ia bisa seromantis ini pada dirinya yang jelas-jelas hanya adik nya meski bukan kandung. Cheval mendekat dan mencium kalung yang baru saja di pasangkan ke leher Sindy.


"Cantik jangan di lepas ya." Cheval segera memberikan kartu debit pada pelayan untuk menotal semua pembayaran.


Sindy meraih liontin yang ada di kalung tersebut, bergambar bunga mawar tapi di balik gambar tersebut ada tulisan CS.


"Aa apa ini maksud nya CS jangan bilang nama Aa dan aku?" menujuk wajah Cheval.


"Jangan kepedean, CS itu artinya Cantik Sekali jadi jangan salah arti. Ayo kembali." Menggengam erat tangan Sindy. "Memang itu nama kita ko," gumam nya dalam hati.


Orang yang berlalu lalang sangat kagum dengan pasangan ini, cantik dan tampan apalagi jika di lihat dari mana pun. Cheval sangat senang mengajak Sindy berduaan di tempat ini. Kencan pertama berhasil tanpa ada gangguan sedikit pun. Sesampai nya di bioskop Cheval memesan drama romantis untuk menemani malam minggu nya hari ini. Sindy yang di ajak sang kakak melihat drama seperti ini kehidupan nya tambah ngenes, jomblo melihat drama romantis.


"Tuh kan menjatuh kan orang jomblo kan film nya, bahkan buat baper penonton. Haduh apa-apaan ini orang yang ada di depan ciuman di depan orang jomblo. Hikss... aku mau pulang," gelisah Sindy dalam hati.


Cheval yang melihat sang adik tidak nyaman dengan perbuatan dua insan yang ada di depan nya mengajak keluar meski film belum selesai.


***


Bagaimana sudah baper belum part ini😂

__ADS_1


__ADS_2