ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
S3. Datangnya bibit pelakor masalalu


__ADS_3

Aldy menatap ekspresi istrinya, sepertinya teh yang ia berikan bermasalah.


"Kenapa? apa tehnya bermasalah." Bingung dan mulai panik.


"Gak usah panik mas,"


"Gimana gak panik jika istrinya sakit tapi ekspresi kamu begitu, aku.. yakin tehnya gak enak ya. Coba aku rasakan dan panggil Mimi sekarang, pasti tehnya ada apa-apanya ini." Aldy mengertakkan giginya.


"Jangan.." sambil menggelengkan kepalanya. "Lagian gak ada masalah ko mas cuma.. pagi-pagi begini sepertinya bagusan minum air putih hangat bukan yang manis-manis seperti ini, tapi kamu jangan marah ya.. aku hargai kerja keras mas membuatkan teh hangat ini. Tapi.. lain kali air putih hangat saja sudah cukup mas," menangkup kedua pipi Aldy dan memberikan ciuman sekilas di bibirnya.


Tadinya sih marah tapi sekarang tidak gara-gara rayuan Gauri yang berhasil memporak porandakan hatinya.


"Baiklah, besok akan aku siapkan air putih hangat saat kamu bangun tidur sayang. Em.. apa benar kamu tidak berbadan dua sayang?" masih penasaran sekali.


"Beneran mas, hasilnya saja negatif tadi!" menunjukkan test pack yang ia kantongi di celananya.


Aldy patah hati, ia pikir istrinya berbadan dua ternyata harapannya untuk menjadi seorang ayah gagal lagi. Padahal goyangnya setiap pagi, malam, siang tidak dan sore tapi hasilnya masih negatif. Apa kurang ikhlas saat melakukannya, seperti iya benar begitu harus ikhlas lillahi ta'ala berserah Pada Yang Maha Kuasa.


"Ya sudah gak apa-apa sayang, belum rejekinya. Ayo.. kalau sudah sembuh kita ngadon lagi." Langsung di pukul lengannya oleh Gauri.


Lagian soal mesum-mesum begini kenapa bersemangat sekali, apa tidak bisa di jeda iklan gitu mesumnya.


"Apaan sih mas, jangan mulai lagi deh," Gauri membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan membelakangi Aldy.


Aldy menghela nafas panjang dan segera pergi sebab ia mulai hafal kebiasaan istrinya yang suka buang angin. Hayo.. siapa yang suka buang angin jika dekat-dekat pak su atau sebaliknya,angkat jempol ya 🤣.


Baru beberapa langkah saja suara bom atom sudah meledak-ledak di atas tempat tidur.


"Dia ini istriku atau bom atom sih, ko gak malu ya buang angin begitu saja padahal masih ada suaminya loh." Menggerutu lirih.


"Nanggung dari pada sakit perut," membuka selimutnya.


Aldy bernafas lega sudah keluar dari gas alam itu, pasti akan pingsan jika mencium bau menyengat yang baunya melebihi limbah dan bangkai hewan.


Gauri mengusap perutnya secara perlahan, memang lega sekarang perutnya tak lagi begah .


"Aku kira hasilnya positif, lagi-lagi aku memupuskan harapan Aldy untuk menjadikan dia sebagai ayah."


Gauri selalu berdoa dan berusaha, selain berusaha ia juga mengimbanginya dengan makanan bergizi dan sehat setiap harinya agar tubuhnya fit dan siap untuk mengandung buah hati yang di damba-dambakan oleh Aldy.


"Apa jangan-jangan ada masalah di rahimku?" Gauri mengusap lagi perutnya.


Mungkin karena efek pil KB yang pernah ia konsumsi, mungkin saja tapi tetap berpikiran positif agar kuat menghadapi tekanan hidup yang terkadang tidak sejalan dengan yang di inginkan.


Aldy menuju ke dapur ia ingin sekali menyiapkan makanan untuk Gauri dari tangannya sendiri.


"Semoga masakannya enak dan Gauri menyukainya."


Beberapa sayur dan daging ayam ia ambil dari lemari pendingin, lalu ia mengambil pisau dan wadah untuk meletakkan hasil potongan sayur dan daging ayam.


Tak.. tak.. tak...


Suara pisau dapur dan telenan saling beradu satu sama lain, Aldy terlihat sangat tampan dan cool saat memasak di tambah lagi celemek yang ia gunakan menambah kesan karismatik.


Beberapa pembantu sampai di buat terpesona dengan ketampanan Aldy Samporna. Rasa-rasanya rela dah jadi istri simpanan atau cinta satu malam dengan Aldy kalau dia butuh pelampiasan. Tapi.. sayangnya itu tidak akan pernah terjadi sebab Gauri seorang yang bisa membuat moodnya naik dengan baik.


Gauri yang badannya sudah merasa baikan ia mencari keberadaan suaminya dimana, saat tiba di dapur ia juga terpesona melihat Aldy yang dengan telaten memasak bahkan laki-laki itu menyentuh peralatan dapur dengan rapi, biasanya laki-laki seperti Aldy akan membuat dapur kacau balau tapi ini.. apa yang ia lihat tidak seperti ekpektasi.

__ADS_1


"Mas." Langsung memeluk tubuh suaminya dari belakang.


"Kenapa sayang, mau makan?" tanya Aldy yang masih fokus dengan masakannya.


Gauri mengangguk pelan.


"Sebentar ya!" masih mengaduk-aduk masakannya.


Gauri menatap semua pergerakan suaminya tanpa jeda bahkan enggan sedetik saja berkedip, makhluk yang indah dan halal untuk ia nikmati setiap detik dan waktu yang ada. Semoga kebahagiaan selalu bersama-sama baik masa sekarang dan yang akan datang. Sudah cukup luka dan kesalah pahaman yang lalu dan mulai sekarang menata hidup lagi saja, pernikahan sudah berjalan 3 bulan lebih dan selama itu pula perhatian dan cinta luar biasa Aldy berikan pada Gauri. Gauri sangat bahagia hidup bersama Aldy suaminya ini.


"Sayang.."


Gauri masih melamun sampai panggilan ke 5 kakinya barulah Gauri menyahut.


"Eh.. iya.. mas, maaf lagi gak konsen," sambil menggaruk rambutnya.


"Mikirin apa sih yang?" terheran-heran lagi.


Aldy tau pasti Gauri memikirkan tentang dirinya yang bersikap sesuka hati padanya dulu sebelum dirinya di kalahkan oleh perasaan cinta mendalam yang ia sesali setelah tau kebenaran tentang Gauri yang tidak ada sangku pautnya dengan kecelakaan Risma Mawar.


"Enggak mikirin apa-apa!" sambil menggeleng.


Aldy hanya ber oh saja lalu melanjutkan kegiatannya sebagai suami yang cinta pada istrinya, lagian gak ada salahnya kan jadi suami yang super romantis. Hidup hanya sekali selagi ada kesempatan baik kenapa tidak melakukan hal-hal kecil yang berkesan untuk sang istri.


"Apakah ini enak?" Aldy menatap makanan setengah piring yang sudah hilang.


"Enak.. tapi.. kurang garam sedikit!" Gauri memang lebih suka asin tapi bukan berarti suka makan garam berlebih.


Masakan Aldy memang sangatlah lezat tapi sedikit hambar di mulut Gauri yang menyukai rasa-rasa asin di setiap hidangan makanan.


"Kamu ini.. kalau aku kasih garam lagi yang ada aku gak makan lagi, sini aku kasih garam sedikit di atas makanan kamu." Aldy langsung menaburkan sedikit tidak ada sejumput.


Aldy juga ikut tersenyum melihat istrinya mengunyah makanan dengan lahap, apa segitu enaknya masakannya ini.


Aldy akhirnya ikut sarapan pagi juga memang enak sih masakannya, ternyata bertahun-tahun tidak memasak masih saja rasanya enak ia hampir mengira masakannya akan gagal sebab tangannya sudah lama tidak terlatih. Terakhir ia memasak untuk Risma beberapa tahun yang lalu.


Bella sudah lama sekali tidak bermain-main di villa Aldy, bagaimana ya kabar Aldy sekarang apakah bahagia atau tidak bersama Gauri.


"Ehem.."


Bella tersenyum.


Gauri menatap dari ujung kaki sampai ujung kepala siapa yang berdehem di sarapan paginya. Ternyata tamu yang tidak di harapkan datang akhirnya datang juga, ngapain lagi kesini apa mau merebut suaminya atau punya tujuan lain.


"Ayo sarapan, sini duduklah dan kita bicara-bicara ringan." menawarkan dengan ramah tamah pada Bella.


Meski hati dan lisannya tidak sama tapi ia berusaha jadi wanita baik, bukankah begini baru benar sebagai seorang istri.


"Baiklah," Bella tidak sungkan.


Bella menangkap ekspresi Aldy yang justru tidak menyukai kehadirannya.


Bella menarik kursi dan duduk di samping Gauri, Gauri ini kenapa sih mempersilahkan wanita yang akan menjadi bibit pelakor lagi. Di tambah Bella hampir saja menikah dengan calon suaminya. Tapi kenapa masih berlapang dada menerima wanita yang seharusnya tidak ia persilahkan hadir.


Aldy melengos dan beranjak pergi ia tidak mau melihat wajah itu lagi, dulu memang wajah itu polos dan lugu tapi tidak dapat bertahan seperti pesona Gauri, Gauri memang incaran Aldy semenjak kematian Risma Mawar sejak SMA dulu bahkan Gauri juga tidak tau bahwa setiap ia kemana saja selalu di ikuti dari jauh oleh orang-orang Aldy dan sesekali Aldy juga mengikuti Gauri dan selalu menggagalkan jika Gauri berkerja atau mencari pekerjaan untuk bertahan hidup.


"Gimana rasanya menikah dengan Aldy?" tanpa menatap Gauri.

__ADS_1


"Menyenangkan dan bahagia, kenapa? apa kamu ada masalah dan iri dengan pernikahan kami yang baik-baik saja dan penuh dengan cinta!" satu sama bukan.


"Cih.. tidak ada masalah, cuma.. ko kamu gak tau malu ya datang.. sebagai tamu undangan terus ketemu lagi dan di ajak menikah mau lagi. Urat malu kamu hilang ya." Meledek Gauri habis-habisan.


Gauri tersenyum miring.


"Aa.. ha.. ha.. ha.. sepertinya ada yang ambigu di ucapan kamu Bella, apa kamu tidak mengaca pada diri sendiri. Hamil dengan orang lain tapi yang di suruh bertanggung jawab laki-laki lain, bukannya itu lebih malu.. maluin," Gauri masih bergelak tawa saat menyantap masakan suami tercintanya.


Mampus kamu Bella, makanya kalau mau jadi bibit pelakor lihat-lihat dulu siapa musuhnya lagian Gauri sudah menikmati asam, pahit pernikahan maka dari itu pernikahan keduanya ini tidak akan ia sia-siakan demi pelakor yang urat malunya gak ada.


"Setidaknya anak itu tidak jadi hadir, aku yakin jika jadi hadir di dunia ini aku tidak akan memberi tau kenyataan jika dia bukan anaknya." Bella ternyata masih terobsesi.


"Benar-benar bibit pelakor," Gauri to the points saja.


"Huh.. sepertinya kamu ini yang jadi bibit pelakor lebih dulu, bukannya kamu sendiri yang datang tiba-tiba di kehidupan Aldy yang seharusnya milikku saja setelah Risma gak ada, ngapain kamu pakai datang segala dan menghancurkan usahaku." Bella tidak mau kalah.


"Usaha apa? usaha dapetin hartanya gitu maksud kamu Bella," sambil menunjuk dada Bella dengan jari telunjuknya.


"Orang perebut milik orang selamanya tetap begitu, dia akan merasa kurang lagi dan lagi bahkan menghalalkan segala cara agar tujuannya sukses bukan?" perkataan Gauri mematikan.


Tapi bukan Bella namanya jika ia gak kebal, lagian Gauri memang pelakor sesungguhnya bukan, gara-gara dia datang Aldy jadi berpaling darinya.


"Apa yang kamu katakan memang benar, bukannya kamu juga begitu Gauri. Sudah pergi kenapa kembali.. dengan terpaksa aku menyerahkan dia menikah dengan kamu, asal kamu tau ya.. dia itu gak ada rasa pada kamu Gauri di tambah lagi dia cuma melampiaskan naf$unya saja padamu. Oh.. ya satu lagi, aku dan Aldy masih sering bertemu bahkan beberapa kali kami di hotel milik suami kamu. Kamu tau sendiri kan jika naf$u Aldy besar dan selalu ingin di puaskan soal urusan ranjang, apa.. kamu gak sadar alasan demi alasan yang ia buat beberapa minggu ini. Sebenarnya.. dia bersama denganku setiap malam dengan alasan lembur dan urusan hotel lainnya yang mendesak." Ucap menohok Bella memang kejam tapi ia harus percaya pada suaminya sendiri.


Gauri mengepalkan tangannya di bawah meja makan.


'Apa Aldy benar-benar setega itu padaku, masa sih Aldy begitu dan mengulangi masa lalunya lagi. Awas saja kalau aku sampai ketularan penyakit kelaminnya,akan aku potong saat itu juga. Lebih baik masuk bui dari pada sakit hati yang tidak ada obatnya.'


Aldy merasa Bella sudah pergi dari villa miliknya. Ia begitu malas bertemu Bella lagi setelah menikah dengan Gauri, baginya Gauri lebih dari cukup bahkan segala-galanya sekarang, tanpa Gauri hidup bagaikan makan tanpa Garam rasanya hambar sekali.


"Sayang." Aldy menatap mata Gauri yang sedikit berair di pelupuk matanya dan sepertinya akan jatuh air matanya.


"Iya.. mas," tersenyum palsu padahal hatinya remuk redam.


"Mikirin apa lagi sih sayang, kenapa akhir-akhir ini kamu sering melamun?" Aldy sangat sadar jika ada yang berbeda dari istrinya.


Pasti gara-gara dirinya banyak lembur sebab hotel benar-benar ada masalah yang sangat serius bahkan ada yang menyabotase data hotel dan bocor ke tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab, bahkan hotel mencapai kerugian bermiliar-miliar dan cukup menguras tenaga dan pikirannya juga.


"Enggak ada ko mas, tenang saja ya.. aku lagi menghayati makanan kamu mas!" bohongnya padahal rasa makanan Aldy sudah sangat hambar.


Rasanya tidak ada selera makan lagi sekarang, di tambah kata-kata Bella tadi terus saja terngiang-ngiang di pikirannya, apakah benar suaminya berbuat curang pada pernikahan ini. Jika tidak ada rasa maka jalan satu-satunya lepaskan saja dan biarkan ia bahagia dengan pilihannya yang baru. Tapi.. menerima dan mengikhlaskan juga sangatlah sulit untuk di terima, apalagi hati terluka tidak hanya sekali tapi sudah berkali-kali.


"Tapi.. makanan kamu?" Aldy tau jika Bella pasti sudah bicara yang bukan-bukan.


Kemarin-kemarin Bella datang dengan tidak tau malu, memang Bella full naked di depannya tapi ia sama sekali tidak ada reaksi apa-apa pada Bella dan menganggap Bella orang gila yang full naked di hadapannya. Lagian kenapa menanggapi orang yang bukan ia suka dan gak berselera untuk di apa-apakan.


"Tiba-tiba perutku sakit lagi mas!" berbohong sedikit tidak apa-apa kan.


Hatinya tersayat saat mengingat kelakuan Aldy yang secara terang-terangan berciuman panas bahkan sering melakukan ciuman itu di depan matanya sambil tangannya tidak dapat di kondisikan.


"Sini.. aku bantu obati lagi sayang." Menawarkan tapi Gauri mengisyaratkan tangan pada suaminya agar diam dan jangan membantunya.


"Kenapa???"


"Tidak apa-apa mas, sudah ya.. pasti mas Aldy capek sudah berkerja keras pagi ini!" beranjak pergi.


Memang ya hati harus selalu sabar dan tegar, pura-pura kuat di luar padahal di dalam rapuh, seperti tahu goreng yang luarnya krispi tapi di dalamnya rapuh dan hancur berkeping-keping.

__ADS_1


*


Masih tetap up ya, dukung terus agar emak semangat ngetik ya. Dan salam kenal ya yang gak pernah emak sapa🤣 maafkan emak yang sok sibuk ini😁


__ADS_2