ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
88 Tasyakuran


__ADS_3

Didalam mobil.


Ksatria yang melihat Daysi sedang memikirkan sesuatu langsung menanyai nya. "Apa ada masalah yang menggangu pikiranmu?"


"Tidak, cuma aku kepikiran dengan Relli dan Sacha saat ini." Daysi menghela nafas panjang dan duduk di sofa ruang tamu.


"Apa mereka ada masalah, bukan nya tadi baik-baik saja bahkan Sacha yang di nyatakan tidak hilang ingatan oleh Dokter, terus apa yang kamu pikir kan apa Daysi?" Ksatria kembali menanyai Daysi.


"Tidak ada, mungkin hormon kehamilan yang menyebab kan aku seperti ini," Daysi mengeluarkan susu kotak dan keju batangan kecil dari tas nya dan memakan dengan lahap.


Ksatria yang melihat sang istri yang baru saja makan di restoran dan kini makan lagi di dalam mobil hanya diam sambil melirik spion.


"Aaishh... kenapa setiap aku makan kamu selalu diam Sat. Apa kamu tidak suka aku makan banyak?" melipat bungkusan almunium keju.


"Eehh... tidak, maksud nya saya tidak apa-apa jika kamu makan banyak lagian kan ada baby di dalam perut kamu!" jawab Ksatria sambil cengegesan.


Daysi yang mendengar jawaban kurang memuaskan dari Ksatria, dengan tatapan tajam nya Daysi bertanya-tanya dalam hati.


Ksatria yang di tatap seperti itu langsung tersenyum, "kenapa lagi, hemmm...," menyentuh pipi Daysi yang chubby.


"Lanjut kan mengemudimu, aku tidak mau terjadi apa-apa seperti Sacha dan Relli kemarin itu." Daysi memaling kan wajah nya ke jendela.


"Ibu hamil lagi sensitiv sekarang, baiklah saya fokus mengemudi. Apa mau mampir ke supermarket atau minimarket?" Ksatri memasang wajah ceria nya.


"Terserah!" dengan ketus Daysi menjawab.


Kediaman Malik.


Sesampai nya di rumah Daysi langsung mengangkat belanjaan nya yang ia ingin kan saat ini. Ksatria juga membawa barang yang lain.


"Eeitss... letak kan disitu saja biar aku yang kemasi." Menuju kantong plastik yang di bawa Ksatria.

__ADS_1


"Ini?" sambil memberikan kan pada Daysi.


"Letak kan disitu saja, di atas meja. Kamu mandi dulu terus ajak main Aak, oke." Membuka kantong plastik.


"Tapi saya juga mau itu Daysi," sambil menujuk kripik kentang yang berada di kantong plastik.


"Nih..., segera mandi sana kasian Aak kita tinggal lama." Daysi membuka camilan yang lain. Dengan lahap Daysi memakan nya.


Rumah Sakit Umum.


Sacha yang menyender kan tubuh nya berusaha menjaga keseimbangan nya, ia merasa kasihan pada sang istri yang merawat nya padahal ia tau jika Aurellia juga belum pulih juga. Padahal Ksatria dan Daysi sudah memerintah beberapa body guard untuk menjaganya namun keras kepala Aurellia yang tidak bisa di apa-apa kan lagi.


"Aurel kamu istirahat saja, saya sudah baik-baik saja ko kamu tenang oke. Atau kamu mau tidur di sampingku saat ini?" tanya Sacha di selinggi godaan pada Aurellia.


"Boleh, saya rindu tidur di sampingmu," langsung naik ke brankar. Sacha yang melihat semakin berinisiatif membuat senyum di kedua sudut bibir nya.


"Semakin menggoda saja." Gumam lirih Sacha.


"Kamu memang luar biasa Aurel, saya tidak pernah menyangka akan jatuh cinta dengan wanita yang umur nya lebih tua dariku 4 tahun lebih," mencium ubun-ubun Aurellia. Aurellia yang merasa kan kehangatan mempererat pelukan nya.


Sacha melotot kan mata nya. "Oh... sialll... knapa bangun sih." Sacha hanya menghembus kan nafas berat nya berkali-kali untuk menahan beban berat di bawah sana.


"Tidurlah lagi oke jangan bangun di tempat keramat ini," Sacha mengeluh dalam hati.


Aurellia yang merasa kan ada sesuatu yang tidak beres pada Sacha karena sedari tadi Sacha menggumam dan bergerak terus.


"Ada apa Sacha kenapa kamu bergerak terus." Masih membenamkan wajahnya di samping lengan Sacha.


"Tidak ada apa-apa, tidurlah saya tidak ingin kamu kecapekan Aurel," Sacha mengalih kan perhatian agar Aurel tidak menatap nya saat ini. Betapa malu nya jika Aurellia sampai tau kejadian ini.


***

__ADS_1


2 Bulan kemudian.


Sacha dinyatakan benar-benar pulih seperti sedia kala saat melaku kan pengecekan hari ini. Aurellia sangat bahagia dengan kabar ini.


"Apa kamu tidak ingin memberiku hadiah Aurel sayang," bisik nya pada teling Aurellia.


"Hadiah apa."


"Ya sesuatu itu yang kamu jaga selama ini." Ucap vulgar Sacha.


"Mesum," Aurellia berjalan cepat meninggal kan Sacha yang masih tersenyum setelah membisik kan hal tersebut.


Sesampai nya di kediaman Malik, Sacha dan Aurellia turun dari mobil dan masuk kedalam rumah, ada banyak pertanyaan kenapa rumah ramai orang saat ini. Daysi yang baru saja meberi makan Cheval langsung menghampiri Aurellia yang baru datang.


"Jangan bengong di depan pintu ayo masuk dan bantu aku," Daysi menarik pergelangan tangan Aurellia.


"Ada acara apa sih Daysi?" menatap kesana kemari.


"Syukuran Relli sama ini, menyambut bulan ketiga kehamilanku!" sambil tersenyum.


Aurellia segera membantu seada nya karena saat ini banyak orang yang berkerja jadi Aurellia membantu sedikit saja. Sacha yang melihat sang istri membantu ini itu membuat hati nya tambah luluh oleh sosok Aurellia bahkan tidak ada wanita yang lebih hebat selain istri nya dan kakak ipar nya ini.


Setelah semua selesai acara syukuran berjalan dengan baik dan lancar bahkan Ksatria sangat bergembira dan antusias sekali.


"Apa kamu menyukai acara barusan Daysi?" Ksatria menggengam erat tangan Daysi.


"Iya, aku sangat menyukai nya. Semoga dia segera lahir jika umur nya sudah cukup." Mengusap perut nya yang sedikit membuncit.


***


Slow update.

__ADS_1


__ADS_2