ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
27 Berusaha menghindari


__ADS_3

Ksatria segera membalas satu-satu agar ponselnya tidak berisik dengan celotehan para wanitanya. Yang mengajaknya berlibur bahkan jalan-jalan ke pantai juga ada.


"Berisik..." umpat Ksatria pada ponselnya kemudian ia matikan ponselnya tersebut dan meletakkannya ke meja kecil yang ada di sampingnya kemudian dia menyenderkan kepalanya.


Ksatria memejamkan matanya ia enggan untuk kembali masuk ke dalam kamarnya. Dunianya sepi dan gelap seperti malam ini.


Pagi hari.


Ksatria yang terbangun karena ada sebercak cahaya matahari yang mulai menampakkan sinarnya. Dan suara burung dan hewan lainnya terdengar nyaring sekali di telinga. Dengan segera Ksatria bangun dari tempat ia tetidur semalam.


Daysi menyiapkan makanan seperti biasanya dan tidak lupa menyiapkan baju kerja untuk Ksatria entah nanti ia gunakan atau tidak itu terserah pemilik pakian.


Ksatria yang baru selesai mandi tersenyum ketika malihat satu set pakaian lengkap di atas tempat tidur. Dengan segera Ksatria mengenakannya entah sejak kapan semua yang di siapkan oleh Daysi membuatnya ingin tersenyum saat mengenakan mungkin saat ini dia terpapar virus cinta.


Ksatria menuruni anak tangga dengan segera para asisten yang berkerja di kediaman Ksatria menyapa dengan ramah. Daysi yang melihat Ksatria mengenakan pakaian pilihannya hanya menatap sekilas.


"Haduh... ini orang pakaian apa saja cocok. Kenapa tadi aku menyiapkan pakaian itu." Daysi segera memalingkan wajahnya seketika saat berpapasan ada semburat kemerahan di pipi Daysi.


Pakaian yang di kenakan Ksatria.



Ksatria segera menuju ruang makan untuk sarapan pagi, para pekerja di rumahnya sekarang keheranan dengan si boss, pulang kerumah lebih awal bahkan sarapan pagi tidak telat. Bahkan pakaian yang di kenakan sangat rapi belum lagi parfum yang di semprotkan seperti satu botol parfum di buat mandi.


Daysi segera pergi untuk menghindari ke kagumannya pada Ksatria. Dengan segera Daysi membersihkan diri dan sarapan di dapur dengan tergesa-gesa. Sering kali mbok Yati dan Ria mengingatkan Daysi untuk makan di ruang makan namun Daysi tetap bandel dan makan di dapur juga. Sudah lelah mbok Yati dan Ria mengingatkannya yang di takutkan satu di pecat gara-gara tidak mengingatkan dan memberi tau Daysi.


Daysi pun akhirnya berjanji untuk merahasiakan ini semua, dengan alasan suat perjanjian padahal di surat perjanjian tidak ada larangan untuk makan di mana pun asal sopan.

__ADS_1


Setelah sarapan pagi Daysi segera pergi menuju tempat Daysi memarkiran motornya. Dan bertepatan juga Ksatria menuju mobilnya.


"Haduhh... menghindari dia ketemu lagi padahal aku tidak ingin melihatnya." Gumam Daysi segera mengenakan masker hidung dan helmnya.


Ksatria yang melihat Daysi buru-buru mengenakan peralatan perlindungan diri hanya menatap sekilas tanpa menawari masul ke dalam mobilnya. Ksatria begitu cuek dan gengsi menawarkan itu semua.


Asep sebagai sopir pribadi Ksatria menggantikan Slamet yang cuti 1 bulan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Bagaimana tidak diam-diam memperhatikan Daysi namun dengan segera mengubah moodnya jika dia tidak perhatian. Jika di pikir-pikir lucu juga kelakuan bossnya ini.


Daysi yang sudah berangkat melewati jalan biasanya dan membeli lauk seadanya lagi. Meskipun sebenarnya uangnya cukup untuk membeli satu porsi ayam atau sejenisnya namun itu tidak membuat Daysi membeli makanan tersebut. Lebih baik buat beli lauk untuk besok sisanya.


Hotel Royal Malik.


Daysi memarkirkan motornya seperti biasanya saat mengambil peralatan kerjanya di gudang Daysi terkejut saat ada yang aneh dengan peralatan yang ia gunakan sehari-hari ada bau menyengat. Untung Daysi tidak jijik dengan bau aneh tersebut. Dengan segera Daysi membersihkannya banyak yang mengolok-oloknya ini itu.


"Ihhh... bau banget itu yang di bawa Daysi. Seperti orangnya yang ambil barang orang lain." Ucap salah satu karyawan yang seprofesi dengannya.


"Dasar sombong..." ejeknya lagi pada Daysi. Daysi segera mungkin pergi dari pada mendengarkan ucapan-ucapan tidak jelas lebih baik segera melaksanakan tugasnya sebagai cleaning servic.


Hugo yang hari ini baru saja pesan kamar hotel tersenyum saat melihat Daysi membersihkan area lobby hotel. Dan dengan terburu-buru Hugo menghampirinya dan menyapa sahabat lamanya ini.


"Hheyy... Daysi baru datang?" Hugo menepuk pundak Daysi. Daysi terkejut bahkan semua karyawan dan pengunjung hotel ini pun juga sama terkejutnya seperti Daysi.


Daysi menebah-bebah Dadanya berkali-kali. "Kenapa kamu mengejutkan ku?" Daysi menatap malas Hugo yang berdiri di sampingnya.


"Tidak apa-apa kamu sama seperti dulu jika aku mengejutkanmu kamu pasti langsung mengomel ke aku!" Hugo tersenyum.


Orang-orang yang melihat senyum Hugo yang manis segera mengambil potretnya. Si pemilik PT OK IKAN. Tersenyum sangat menawan pagi ini. Salah seorang megupload foto tersebut dan langsung saja membuat heboh pemilik akun tersebut.

__ADS_1


Daysi segera pergi menjauh dari Hugo takut ketahuan oleh Ksatria dan langsung mendapatkan sangsi tegas potongan gaji dan libur satu hari dan gaji di kurangi karena tidak masuk.


"Eehh... mau kemana aku ikut ya?" Hugo mengikuti Daysi. Padahal Daysi tidak mengijinkannya untuk mengikutinya.


Daysi merasa risih karena di ikuti oleh Hugo seperti anak kecil saja. Daysi segera menatap tajam Hugo. Hugo yang mendapat tatapan tajam Daysi langsung mendekatinya.


"Jangan mengukutiku lagi Hugo apa tidak bisa kamu jauh-jauh dariku. Jika ketahuan si boss aku dapat sangsi dan potongan gaji." Daysi segera berlari ke area taman dan bergabung dengan Abang yang sedari tadi berada di taman.


Abang melihat sebentar dan langsung tersenyum lebar. Kemudian Abang menatap ke arah Hugo yang mematung di sebelah taman.


"Pacar kamu Daysi?" tanya Abang yang sedikit sakit hatinya karena menanyakan perihal tersebut.


"Bukan!" jawab Daysi segera, Abang yang mendapatkan jawaban seperti itu langsung tersenyum lega.


Ksatria yang mengawasi Daysi dari layar laptopnya hanya diam tanpa ekspresi di wajahnya.


"Haduhh... cewek gampangan sana sini di tanggepin. Kenapa kamu begitu di kagumi oleh para pria apa hebatnya dirimu perasaanku biasa-biasa saja." Ksatria segera mematikan laptopnya dan keluar dari ruangan pribadinya saat ini.


Ksatria menuju lift pribadinya dan langsung menuju lobby hotelnya sesampai di lantai dasar Ksatria berjalan menuju parkiran mobil karena ada bisnis dengan rekan kerjanya dan Ksatria mengajak Vivi kali ini untuk ikut hitung-hitung mengurangi penggemarnya di luaran sana.


Vivi bergembira karena baru kali ini Ksatria mengajaknya pergi meskipun hanya bertemu rekan bisnis Ksatria Malik setidaknya hari ini ia menjadi wanita pendampingnya.


Hugo yang tidak di anggap oleh Daysi segera pergi dari tempat tersebut.


Abang menyenggol pundak Daysi. "Tuh... orang sudah pergi, sana-sana kerjakan tugasmu yang lain sini sudah beres pekerjaannya." Ucap Abang segera berdiri dan pergi dari area taman.


"Oke aku segera pergi Abang, lagian tadi juga terpaksa kesini!" Daysi segera pergi menuju restoran untuk membantu temannya yang berkerja di bagian restoran.

__ADS_1


__ADS_2