ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
101 Hari yang di nanti tiba


__ADS_3

Kediaman Malik.


Sacha menenteng tas besar sementara Aurellia cemberut sambil menggerutu. Ksatria yang tadi nya mau berangkat ke proyek tersenyum melihat sang adik sedang menahan amarah bibir nya kyak moncong sepatu.


"Heyy... kenapa tuh bibir kayak moncong sepatu saja?" di iringi gelak tawa Ksatria.


"Tanya saja tuh sama adik ipar kesayangan mu," jawab ketus Aurellia.


"Kamu berbuat apa...." Bisik nya pada Sacha.


"Tidak berbuat apa-apa mungkin dia kelelahan menuruti ku semalam," jawab nakal Sacha sambil menatap sang istri.


"Waww... luar biasa dengan lembut kan?" Ksatria semakin ingin tau.


"Pasti lembut dan yang semalam ke enam kali nya, ee... hee... hee...," Sacha segera duduk sambil menikmati kopi yang baru saja di hantar oleh Mala.


"Cih... ngegas terus kerjaan nya." Ksatria segera keluar dari rumah menuju garasi.


Aurellia masih menyilang kan tangan nya. Rasa kesal pada Sacha masih menyelimuti, apalagi saat ada wanita di bandara yang menggoda nya dan dia menanggapi nya.


"Duduk lah kesini, kenapa masih cemburu dengan kejadian di bandara." Menarik tangan Aurellia dan membuat tubuh Aurellia terjatuh di pangkuan Sacha.


"Apaan sih, siapa yang marah. Cuma capek doang ko," elak nya menutupi perasaan yang cemburu.


"Jangan cemburu, aku yakin kamu cemburu saat ini. Jangan cemburu lagi oke." Mengusap pipi Aurellia dan memberikan ciuman singkat di bibir Aurellia.


Daysi yang baru saja datang terkejut dengan dua insan yang semakin lengket saja setelah berbulan madu tersebut.

__ADS_1


"Eeheemmm...," Daysi membuyar kan keromantisan pasangan pengantin baru tersebut. "Lanjut romantisan nya nanti di kamar saja kasihan yang sendirian kayak aku ini." Daysi langsung mengambil tas yang ada di meja depan Sacha dan Aurellia.


Sambil membuka Daysi memilih ini itu sambil menatap nya dengan teliti apa ada yang cacat di salah satu bagian benda yang ia lihat. Ternyata ada sedikit gambar cetakan yang rusak.


"Ada apa sih Daysi, kenapa segitu nya melihat buah tangan yang aku bawa?" Aurellia menatap Daysi yang sibuk dengan penelitian nya. Bagaimana tidak di sebut peneliti ia sampai bawa kaca pembesar untuk melihat nya.


"Ini lihat ada yang cacat sedikit gambar nya, kan jadi tidak bagus di lihat," protes nya pada Aurellia sambil menujuk salah satu titik yang tidak tepat cetakan.


Sacha dan Aurellia hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku ibu hamil yang satu ini, dalam hati serempak semoga saat hamil nanti tidak seperti apa yang ia lihat di depan nya tersebut.


Dan sejak hari itu Sacha dan Aurellia tidak heran lagi dengan tingkah yang semakin aneh dari Daysi, mulai dari menghitung sampah daun, gelas, piring dan lain nya. Seperti nya jika anak nya nanti lahir dan dewasa pasti perhitungan dan pandai. Tak terasa bulan berganti dengan cepat bahkan Aurellia juga sedang mengandung buah cinta nya dengan Sacha kini juga menanti kelahiran sang bayi. Meski pun masih kurang sekitar 5 bulan lagi, tetapi rasa nya tidak sabar apalagi semalam ia mendengar kabar jika Daysi sekarang sedang pembukaan, rencana nya Daysi akan melahir kan dengan normal tidak operasi.


Tetapi hanya menjadi angan-angan karena air ketuban sudah mulai kering sementara bayi masih di dalam perut, mau tidak mau operasi di langsungkan untuk menyelamat kan sang bayi dan ibu nya.


Rumah Sakit Ibu dan Anak.


Ksatria berjalan kesana kemari seperti setrikaan berjalan sambil memikirkan keadaan sang istri dan calon anak nya yang di perkirakan perempuan dari hasil USG bulan lalu. Suara tangisan bayi terdengar setelah menunggu Ksatria meneteskan air mata bahagia saat ini, begitu juga dengan Mala dan mbok Yati yang ikut ke rumah sakit sementara Ria di rumah menunggu Cheval karena ini masih dini hari lebih tepat nya sebelum Subuh lahir nya.


Ksatria memberi kan sang putri untuk di susui sang ibu, karena ASI pertama yang keluar sangat bagus untuk anak agar kekebalan anak semakin kuat jadi air yang pertama keluar tidak di anjurkan untuk di buang.


"Dia sangat cantik sekali." Ucap mbok Yati pada Daysi.


"Terimakasih mbok," dengan senyum bahagia nya.


"Sayang makan dulu ya," menyuapi Daysi, "oh ya Mala ajak mbok ke kantin ya, ini uang nya sekalian belikan air mineral dan tisu basah ya." Ksatria memberikan beberapa lembar uang berwarna biru pada Mala.


"Siap pak bos, kalau begitu saya permisi dulu," Mala berpamitan.

__ADS_1


"Aden, mbok pergi dulu ya," pamit nya pada Ksatria dan Daysi.


Ksatria sedari tadi mengecup kening Daysi berkali-kali bahkan ia tiada henti nya bersyukur atas kelahiran putri pertama nya, rasa bahagia tiada tara untuk saat ini. Daysi yang sedari tadi di cium oleh Ksatria mulai jengah apa bibir nya tidak tebal sedari tadi mencium pipi, dahi dan bibir sampai tidak terhitung lagi jumlah nya.


"Sat hentikan, aku tidak mau bibir mu mendadak tebal karena menciuk ku tiada henti, apa kamu tidak melihat anak kita tidak nyaman." Sambil menujuk sang putri yang sedang menyusu.


"Maaf kan papa sayang," mencium sang putri dan mencari kesempatan.


"Dasar mesum, ini milik putri kita sekarang buka milik mu saat ini." Daysi segera menutupi area terlarang nya hanya boleh untuk sang putri sedang kan papa nya puasa dulu.


Jam menujuk kan pukul 07.00 pagi.


Banyak orang yang berlalu lalang di koridor rumah sakit termasuk Aurellia dan Sacha yang sudah mulai masuk mencari ruang rawat Daysi sambil melihat nama-nama ruangan, setelah menemukan nya Aurellia masuk dan menyapa sahabat dan kakak nya tersebut.


"Bagaimana keadaanmu Daysi?" sambil melihat bayi yang ada di sebelah Daysi lebih tepat nya di box bayi.


"Baik dan putri kami sehat juga, meski tadi air ketuban sempat habis karena ia tidak mau keluar dan meminta operasi saja," jawab Daysi dengan tertawa kecil.


"Kamu memang pintar, sesekali buat papamu mengeluar kan uang secuil oke." Mencium pipi bayi perempuan yang belum memiliki nama tersebut.


Ksatria yang melihat sang adik seperti itu membiar kan saja, sejak hamil ucapan Aurellia semakin pedas bahkan cabai saja rasa nya menjadi tidak pedas.


END


***


Season satu sudah selesai ya. Alhamdulilillah akhir nya tamat sesuai angan-angan 100 bab. Bagaimana akhir dari kisah ini setuju tidak dengan akhir yang seperti ini.

__ADS_1


Rencana aku akan buat bab selanjut nya kemugkinan kisah anak-anak nya ya, sebab kalau ini di terus kan tidak mungkin karena sudah bucin semua penduduk nya wkwkwk....


Salam dari Author yang karyanya gak punya konflik berat, bye bye bertemu di bab selanjut nya ya😍😍😍😍


__ADS_2