ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
117 S2 Hari Cemburu


__ADS_3

Pagi hari.


Sindy yang sudah bangun dan mengenakan seragam blazer sekolah nya dengan cantik dan anggun sedang kan Cheval masih di dalam kamar mandi. Tak lupa Sindy menyiapkan pakaian untuk Cheval kuliah hari ini.


"Aa... pakaian ya aku letak kan di atas tempat sofa aku mau keluar dulu ke ruang makan." Sindy berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Cheval yang ada di kamar mandi.


Cheval masih menikmati busa-busa yang menutupi sebagian tubuh nya. Ia tertawa mengingat hal semalam yang belum terjadi. Memang semalam adalah malam pengantin nya dengan Sindy tetapi tidak seperti pengantin lain nya yang menghabis kan malam panjangnya untuk menuntaskan hasrat masing-masing.


Semalam Cheval hanya tidur saja di samping Sindy, mereka berdua hanya saling memunggungi satu sama lain dan yang lebih parah ranjang bagian tengah kosong. Dan bisa di bayang kan jika mereka menjauh satu sama lain.


"Isshh... semalam itu, kenapa aku tidak mengambil kesempatan ya. Aduh sayang sekali terlewat kan tapi kalau meminta langsung bukan nya aku ngebet banget ingin memiliki seutuh nya. Cheval sadar oke, Sindy masih sekolah ingat itu dia pasti ingin meraih cita-cita nya." Cheval menghembus kan nafas nya berkali-kali.


Sekolah Kebangsaan.


Murid-murid di sekolah ini sangat antusias saat Cheval turun dari mobil nya. Sindy yang sudah biasa dengan hal ini hanya menatap sekilias dan pergi dari kerumunan tersebut.


"Seperti nya jika mereka tau mulai hari ini aku menjadi istrinya hancur hidup aku saat ini juga," gumam Sindy dalam hati.


Sindy yang seperti biasa nya, mengerjakan tugas dengan teliti meski beberapa kali bayangan Cheval melintas yang di kerumuni perempuan penggemar setia nya.


TTEET....


Jam sekolah berakhir, Sindy menatap luar cendela dan tidak ada sosok yang biasa nya menunggu di depan kelas.

__ADS_1


"Tumben tidak ada, pantesan sepi."


Sindy akhir nya memutus kan untuk menuju parkiran, bahkan mobil milik kakak nya tidak ada di tempat. Sindy merogoh ponsel nya yang ada di tas dan menelpon sang kakak yang sekarang menjadi suami nya.


TUUT... TUUT....


Hanya ada deringan masuk tetapi tidak di jawab.


"Baru sehari menikah, sudah seperti janda saja di abaikan. Dulu sebelum nikah perhatian setelah sah di tinggalin, benar-benar tidak romantis sama sekali." Gerutu dalam hati sambil menunggu angkutan umum.


Bus pun datang, Sindy langsung naik dan masuk ke dalam. Banyak siswa siswi yang berada di dalam bus jadi Sindy tidak perlu hawatir sedikit pun.


Di tempat lain.


"Seperti nya pahlawan kesiangan datang, kalau ini sampai Sindy tau gue yakin tuh bocah bakal di jemur." Lay hanya menatap sekitar dan memasti kan tidak ada Sindy.


Cheval segera membantu gadis tersebut, sejenak si gadis terpana dengan ketampanan dan kebaikan Cheval yang menolong diri nya dari hujatan orang-orang yang menyebut nya seorang pelakor.


"Saya permisi." Ucap dingin Cheval berlalu pergi menemui kedua sahabat nya. "Urus tuh cewek gue mau pergu dulu," berlalu masuk ke dalam toilet membersih kan diri nya.


Dalam sekejab gambar Cheval menolong gadis tersebut menjadi trending topik di medsos, banyak yang berkomentar ini itu yang menyebut perempuan penggoda dan ada pula yang mengira si gadis tersebut adalah kekasih nya yang selama ini di sembunyi kan.


Sindy yang menatap ponsel nya, ingin sekali mengunyah Cheval nanti saat pulang ke rumah.

__ADS_1


"Aa... seperti nya kamu ingin aku pukul wajahmu yang selalu tebar pesona, baru kemarin status berubah kini kamu berulah. Pantas saja tidak menunggu ku di sekolah ternyata jalan dengan perempuan." Kobaran api di dalam tubuh Sindy.


Kediaman Malik.


Sindy menusuk-nusuk foto Cheval yang ada di meja dengan jarum beberapa kali terlihat di wajah, dada berkali-kali.


"Dasar playboy, ih rasakan ini." Menusuk-nusuk sampai foto tersebut tidak ada wujud nya sama sekali.


Cheval yang baru tau diri nya viral hanya menelan saliva nya kasar. Harap-harap Sindy tidak tau dan tidak marah namun saat membuka pintu kamar begitu terkejut dengan Sindy yang memegang sebuah foto, Cheval memberanikan diri mendekat dan benar saja foto diri nya sudah tidak berwujud wajah nya alias hancur di tangan Sindy.


"Jadi Aa, tidak menunggu ku karena ada wanita lain. Kenapa kemarin Aa mau menikahku jika Aa sudah mencintai wanita lain, apa karena ingin balas budi karena kedua orang tuaku menolong Aa." Mata Sindy mulai memanas.


Cheval langsung memeluk tubuh Sindy dengan erat, Sindy terkejut dengan pelukan yang ia terima padahal ia sedang marah-marah dengan foto suami nya dan ternyata sedari tadi Cheval ada di belakang nya.


"Maaf kan Aa, berita itu tidak seperti yang kamu kira Sindy. Memang Aa tadi tidak menjemput mu tapi Aa ada masalah Sindy, masalah tentang beasiswa yang Aa terima. Apa kamu mau mendengar cerita Aa?" membalik kan tubuh Sindy.


Sindy mencari jawaban dari mata Cheval, apa ia berkata jujur saat ini. Sekuat tenaga Sindy percaya dan harus percaya dengan ucapan sang suami.


Cheval mencerita kan semua nya tanpa ada yang tersisa, pertama ia mencerita kan tentang beasiswa nya yang akan di percepat mungkin tidak ada 6 bulan lagi Cheval akan berangkat ke New York dan ia menceritakan tentang wanita yang tertindas ia menolong kemudian menyerah kan nya pada Daylon dan Lay untuk mengurus nya. Cheval memegang pundak Sindy.


"Percayalah sama Aa, itu kejujuran nya sayang dan Daylon serta Lay menjadi saksi mata jika belum percaya restoran itu juga saksi nya. Aa tidak mengenal wanita itu," menatap mata merah Sindy yang sudah siap menangis.


Cheval memeluk erat tubuh Sindy dan menenagkan perasaan terluka nya saat ini. Cheval menangkup kedua pipi Sindy dan memberikan kecupan singkat pada bibir Sindy.

__ADS_1


"Aku senang istriku cemburu hari ini, ini adalah moment yang aku tunggu-tunggu selama ini dan baru hari ini aku melihat istriku cemburu yang arti nya sangat mencintai diriku." Masih memeluk tubuh Sindy.


__ADS_2