ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
36 Gerogi gara-gara cinta


__ADS_3

Ksatria Malik menatap tajam wajah adik semata wayangnya. Aurel melambaikan tangannya jika ia salah berucap. Dan tidak bermaksud menggangu privasi Kakaknya.


"Kamu memata-mataiku lewat Ria atau body guardku?" Ksatria masih menatap tajam ingin memastikan jika adik kecilnya ini tidak ceroboh dalam bertindak.


"Tidak Kak, aku tidak memata-matai kakak cuma kepo saja!" dengan meluarkan senyum manisnya.


"Terus apa bedanya." Ksatria mencubit kedua pipi chubby Aurellia.


"Aww... sakit kakak lepaskan," Aurellia mengeluh kesakitan.


"Itulah akibatnya jika terlalu kepo urusan orang dewasa Aurel." Ksatria melepas tangannya dari pipi Aurel.


"Aku juga sudah dewasa kak, apa kakak tidak melihatku bahkan aku seharusnya sudah menikah juga tetapi gara-gara kakak seperti itu membuatku kesulitan memiliki kekasih," Aurellia menyindir keras Ksatria. Ksatria hanya menatap sekilas.


"Aku akan carikan jodoh nanti yang pas untukmu. Plus bisa menjaga kamu menggantikan aku suatu hari nanti." Dengan tenang Ksatria berucap, sedangkan Aurellia masih saja cemberut.


"Ini jaman moderen kakak buka jaman dulu, masih aja pakai acara perjodohan segala aku bisa ko memilih pendampingku sendiri. Tanpa bantuan kakak tentunya," Aurellia berdoa agar kakaknya mengurungkan niatnya untuk mencarikan jodoh.


"Tidak bisa, kamu kan yang memulai menjodohkan kakak dengan sahabatmu. Kini gantian kamu yang akan kakak carikan jodoh untukmu. Mau tidak mau kamu harus mau, siap tidak siap kamu harus siap menerimanya nanti jika kakak sudah menemukan orang itu, Maukan?" Ksatria dengan senyum liciknya.


"Hhuhhh... terserah kakak deh yang penting orangnya tampan, ganteng, berkarisma. Mapan perekonomiannya dan sayang sama aku dan mau menerima kemanjaanku ini. Apa kakak siap dengan ini?" Aurellia balik menanyai kakaknya.


"Jika aku bisa menemukannya kamu harus mau aku jodohkan oke, bagaimana Aurel Malik." Ksatria mengulurkan tangangannya. Dengan segera Aurellia menerima jabatan tangan Ksatria.


"DDEEALLL..., tapi bohong. AA... HAA... HAA...," Aurellia tertawa sangat kencang untung ini coffe sepi saat ini jika tidak pasti Aurellia akan sangat malu.

__ADS_1


Ksatria juga tertawa kencang dengan candaan barusan yang terjadi. Begitu saling bercanda membuat Ksatria merasa bahagia berbulan-bulan ia tidak melihat canda tawa seperti ini.


"Tapi ucapan kakak barusan tadi sungguh-sungguh Aurel. Kakak akan mencarikanmu pendamping hidup yang pastinya sesuai keriteriamu." Ucap Ksatria dengan penuh penekanan.


Aurellia mematung seketika pikirannya mendadak menjadi kosong, bahkan tubuhnya membeku seperti beton saja. Ksatria menepuk pundak Aurel untuk menyadarkannya.


"Jangan terbengong Aurel, sudah waktunya menikah untuk gadis seumuran denganmu Aurel, jangan membantah dan menolak permohonan kakakmu ini." Ksatria melambaikan tangannya kepada salah satu pelayan Aurellia.


Setelah memesan menu vegetarian Ksatria menatap wajah adik tersayangnya. Melihat Aurel sedang berpikir keras membuatnya ingin menggoda adiknya tetapi ia teringat jika saat ini tidak memungkinkan seperti dulu sewaktu kecil yang bisa bermain dan bercanda bersama.


Tak terasa hari semakin sore Ksatria ingin mengajak Aurel untuk pulang, agar Daysi mau menuruti perintahnya saat Aurel berada di rumah. Daysi harus melayani Ksatria sebagai istri yang mencintai suaminya namun seakan Aurel tau yang ada di pikiran sang kakak. Aurel menolak dengan kejam ajakan sang kakak untuk pulang.


"Tidak... aku tidak mau pulang sebelum Daysi benar-benar meluluhkan hati kakak dan kakak menerima Daysi dan menggangapnya wanita satu-satunya milik kakak seumur hidup." Ucap Aurellia menyilangkan tangannya di dada.


"Oke... kalau kamu tidak mau pulang, suatu hari nanti kamu akan pulang sendirinya saat kamu dalam masalah." Ucap geram Ksatria pada Aurel.


Ksatria menatap sekilas coffe tersebut.


"Aiisshh... kamu ternyata sudah sangat dewasa Aurel. Aku bisa sedikit melepasmu jika kamu seperti ini." Ksatria membuka pintu mobilnya dan masuk kedalam.


Jam 10 malam Ksatria baru sampai di kediamannya, dengan segera Ksatria membersihkan diri dan menyimpan pakaian yang ia kenakan tadi kedalam keranjang untuk di cuci keesokan harinya.


Daysi yang merasakan lapar di perutnya segera bangkit dari tidurnya menuju dapur dan mencari sesuatu yang dapat mengganjal perutnya. Setelah selesai makan Daysi kembali ke kamarnya, setiap malam sebenarnya Daysi minum susu pemberian mbok Yati tapi tetap saja ia merasakan lapar di tengah malam, Daysi selalu makan sedikit entah itu 3 sampai 4 sendok saja.


Daysi melamun di meja makan, saat ini jam menujukkan pukul 2 dini hari, Daysi sama sekali tidak mengantuk, mungkin karena esok pagi ia libur berkerja menjadikannya lebih bahagia sampai tidak bisa tidur. Begitu juga dengan Ksatria yang hari ini juga tidak bisa tidur karena memikirkan cara agar adiknya mau kembali ke rumah.

__ADS_1


"Apa aku harus memutuskan mereka mendadak, yang ada nanti jika mereka tau aku sudah menikah dengan Daysi pasti Daysi terkena sasaran amukan mereka. Haduh... benar-benar terjebak dalam situasi rumit, seharusnya aku tidak mengajak mereka kencan dulu-dulu." Ksatria larut dalam pikirannya sambil menatap langit-langit kamarnya.


Pagi hari.


Daysi sedang sibuk melihat-lihat ikan yang ada di kolam sambil memberikan sedikit pelet ke dalam kolam.


Mbok Yati yang melihat senyum di wajah Daysi segera menghampirinya. Mbok Yati meletakkan nampan di dekat duduk Daysi.


"Nak Daysi, sedang bergembira apa nak Daysi mendapat sesuatu?" mbok Yati duduk di samping Daysi.


"Tidak dapat apa-apa mbok, cuma senang aja melihat ikan-ikan ini berenang dengan menggepakkan siripnya." Daysi menyentuh air di dalam kolam.


Mbok Yati menepuk pundak Daysi seketika Daysi langsung menatap mbok Yati.


"Ada apa mbok?"


"Mbok semakin tua nak Daysi, mbok harap nak Daysi mulai mencintai aden Ksatria dengan tulus. Agar mbok bisa tenang di usia senja mbok. Mbok berkerja di kediaman ini sudah lebih dari 30 tahun nak Daysi, sejak mbok masih muda dulu. Lebih tepatnya setelah mbok kehilangan keluarga mbok saat itu. Jadi nak Daysi tolong cintai aden dan tuntun aden agar tidak salah jalan. Apa nak Daysi bisa?" mbok Yati berharap besar kepada Daysi.


"Iya mbok, Daysi akan usahakan mbok!" dengan tersenyum.


"Mbok lega Daysi, kalau begitu mbok masuk kedalam dulu. Hari ini ada tukang kebun yang akan membersihkan taman, mbok mau menyiapkan makanan dengan Mala." Mbok Yati berlalu pergi.


Daysi meminum teh paginya dan beberapa kue buatan toko roti di depan kediaman Ksatria, karena kemarin Daysi tidak sengaja melihat tumpukan kardus dengan lebel nama toko di depan dan kue yang ia makan sama dengan yang ia lihat saat ini.


"Enak sekali, apalagi ini rasa keju yang perpaduannya pas sekali." Daysi menikmati kue sambil tersenyum.

__ADS_1


Ksatria yang baru turun jantungnya berdegup kencang melihat senyum terukir di wajah Daysi.


"Ada apa ini kenapa jantungku berdegup kencang, apa jangan-jangan aku gerogi gara-gara belum sarapan pagi???" ucap Ksatria segera menuju ruang makan.


__ADS_2