
Monique menatap jenazah yang sudah terbujur kaku di rumah ini. Momo merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat, air mata tumpah lagi di dekat bunda nya. Sindy juga sama ia menangis serasa tidak percaya padahal kemarin sewaktu ia menikah bunda Aurellia masih baik-baik saja.
"Huu... hiks... bunda, bunda...,"
BBRUGGH....
Momo pingsan untuk yang kesekian kali nya di dekat jenazah sang bunda. Sindy yang berada di samping nya langsung mengolesi minyak untuk menyadarkan Momo, Daysi juga membantu Sindy untuk menguatkan.
Pemakaman Umum.
Monique tetap memaksa untuk menghantar sang ibunda untuk ke pusaran makam, ia tidak pingsan lagi karena dapat ancaman jika pingsan lagi tidak di izinkan ikut ke pemakaman.
Momo hanya menatap tubuh ibu nya yang sudah tertutup oleh tanah pemakaman, hari ini dunia nya hancur tidak cuma Momo tapi sang ayah, papa dan juga mama sama yang di rasakan. Cheval memeluk tubuh Sindy sedangkan Momo di pelukan Daysi saat ini.
***
7 hari kemudian.
Masih ada raut wajah sedih dari Momo mengingat sang bunda pergi mendadak seperti ini meski ia tau jika bunda nya sedang sakit waktu itu.
"Bunda..., Momo rindu." Menatap potret dirinya di layar ponsel dengan Aurellia.
Dalam hati Momo tiada henti-henti nya mendoakan agar sang bunda masuk ke SurgaNya Allah.
Cheval yang baru datang terkejut dengan keadaan Momo yang berantakan dan pucat. Momo yang mendengar langkah kaki dan tau pemilik nya langsung bangkit dari duduk nya dan berlari memeluk erat tubuh Cheval dan meluapkan kesedihan nya.
Sindy yang baru masuk sedikit terkejut suami nya berpelukan dengan sang adik sepupu. Karena tidak ingin menggangu ia langsung membantu kegiatan di rumah ini karena satu minggu penuh kediaman Sacha mengadakan pengajian.
Sacha sudah tidak semurung seperti kemarin-kemarin, ia kini bisa lebih tegar menghadapi kenyataan pahit ini. Karena ia sadar jika diri nya masih memiliki sang putri bernama Monique.
"Jangan berpikir yang tidak-tidak Sindy, sadar kita bertiga besar dan tumbuh bersama jika Aa memberikan kasih sayang pada Momo itu hal yang wajar-wajar saja tapi... ah... sudahlah lagian kita bersaudara tidak baik berpikiran buruk tentang nya," dalam batin Sindy berusaha menetralkan perasaan nya.
__ADS_1
Kamar Cheval dan Sindy.
Setelah selesai acara semua kembali ke rumah. Sindy hanya diam membisu tidak berisik seperti biasa nya, sesampai di dalam kamar Sindy segera membersihkan diri dan berganti piama tidur. Cheval juga langsung bergegas ke kamar mandi setelah Sindy selesai.
Sindy sudah lebih dulu membaringkan tubuh nya di pinggir ranjang. Cheval terkejut dengan sikap acuh istrinya ini.
"Sindy sayang." Menarik tubuh Sindy sampai menghadap pada dirinya, "cuup..., sepertinya istriku yang cantik ini sedang cemburu. Sayang percayalah sama Aa, Aa tidak ada niatan untuk membuatmu cemburu sayang." Menghujani banyak ciuman di wajah Sindy.
Sindy yang sedari tadi marah kini mulai luluh, bukan mulai luluh tapi sudah remuk redam. Perlakuan Cheval yang sukses membuat diri nya melayang ke angkasa.
"Aa...."
"Hemm...," masih melajutkan kegiatannya, bahkan leher Sindy sudah banyak berwarna merah tanda kepemilikan nya.
Sindy sudah tidak tahan juga dengan perlakuan Cheval yang membuatnya terbang ke atas awan. Cheval mulai sadar dengan kegiatan nya.
"Maaf... maaf... Aa tidak bermaksud seperti ini Sindy." Mencium punggung tangan Sindy.
"Aa..., selamat malam."
Seperti bayi yang butuh kehangatan dengan tidak ragu lagi, Sindy membenamkan wajahnya di dada bidang Cheval dan menciumi nya, meski piama yang di kenakan lengkap namun dada Cheval masih terlihat jelas.
"Aa aku berdoa, semoga pernikahan ini langgeng." Doa dalam hati.
Sindy dan Cheval terhanyut dalam mimpi masing-masing hingga menjelang pagi.
"Aa... mau kemana, kenapa sudah rapi?"
"Aa mau kerumah Momo, kasihan dia. Pasti dia saat ini butuh sandaran!" jawab santai Cheval dan langsung mengenakan parfum banyak. "Aku pergi dulu, nanti berangkat sekolah nya sama mang Slamet ya," mengusap pipi Sindy.
Selepas kepergian Cheval tiba-tiba air mata nya jatuh di pipi, kenapa sekarang suaminya berubah kenapa apa salah dirinya hingga suami yang dulu sebelum menikah sangat sayang dan cinta tapi kini tidak, apa perasaan itu di tujuk kan hanya untuk memikat perhatian setelah mendapat kan di buang begitu saja.
__ADS_1
"Hiks... jangan tinggalkan aku, hu... hu..." Sindy menangis tersendu-sendu. Ia berjalan gontai ke kamar mandi dan segera membersihkan diri nya.
Cheval yang sedari tadi melihat tingkah aneh istrinya langsung tertawa, Sindy sedikit sadar dengan suara tawa tersebut.
"Aa, kenapa Aa ada disini bukan nya Aa ke rumah Momo dan lebih mementingkan dia yang sedang membutuhkan sandaran sekarang." Tanya sinis Sindy mengusap air mata nya.
Secepat kilat Cheval meraih tubuh Sindy dan merebahkan tubuh Sindy di ranjang.
"Kamu sedang cemburu sayang, ccup." Ciuman di kening. "Aa hanya cinta dan sayang pada istri cantikku yang ini, yang sekarang sedang cemburu berat."
"Aku mau mandi dulu Aa, berdirilah," Sindy berusaha mendorong tubuh Cheval.
"Bagaimana jika kita mandi sama-sama, dulu kita sering loh mandi sama-sama. Ayolah sekali ini saja ya... ya... ya...." Cheval memelas.
"Enggak, dasar otak mesum," elak Sindy mendorong sekuat tenaga.
"Tidak bisa lepas jika kamu menolak mandi sama-sama." Cheval masih sama di pendirian nya.
Sindy menghela nafas berkali-kali dan tidak ada cara lain terpaksa ia mencubit keras-keras perut Cheval.
"Aaduhh... sakit." Memegang perut nya yang terasa panas serta nyeri dan langsung pergi dari atas tubuh Sindy.
"Rasain," segera pergi.
Sindy tersenyum-senyum sendiri, mengingat perlakuan yang barusan Cheval tujuk kan. Mungkin jika mimpi itu tadi bukan mimpi pasti saat ini pernikahan ada di ujung tanduk.
"Aku kira tadi nyata, tapi memang benar-benar terasa nyata tadi mimpiku. Semoga itu hanya bunga tidur saja lebih baik segera membersihkan diri."
Sindy nampak cantik dengan seragam yang ia kenakan, meski tadi matanya sempat bengkak. Namun Cheval membantu mengompres mata Sindy dengan air dingin dan menekan-nekan dengan lembut. Setelah membantu mengompres bibir Cheval tiada henti-henti nya mencium kedua mata nya dengan bergantian.
***
__ADS_1
Slow update.