
HALLO TEMAN-TEMAN.
Aku up lagi ya, dukungan nya dong dan jangan lupa like, komen dan fav nya ya. Tetap up meski covernya tulisan nya END.
***
Dapur kediaman Malik begitu berantakan sekali bahkan gempa bumi saja lewat tidak ada apa-apa nya. Ksatria yang baru pulang niat nya ingin mengambil minum terkejut saat melihat dua wanita yang ia cintai sedang bercanda ria di dapur.
Apakah mereka tidak sadar ada laki-laki yang sendirian dan butuh perhatian, nasib-nasib.
"Aku sangat bahagia melihat istri dan putriku semakin baik saja hubungan nya, aku dan istriku banyak salah padamu nak maaf mengabaikan kamu." Ucap dalam hati Ksatria sambil meratapi sang putri yang sedang mengolesi adonan roti.
Suara sepatu mendekat ke arah dapur.
Daysi dan Sindy langsung melihat ke sumber suara dan ternyata sang papa yang datang.
"Pa... baru pulang." Daysi segera mencucu tangan nya dan mencium punggung tangan suami nya.
"Iya, sedang buat apa sih kenapa keadaan dapur seperti ini, terutama kamu Sindy kenapa wajah kamu seperti adonan apa adonan kue pindah ke wajahmu," ledek Ksatria sambil tertawa.
"Papa, apa-apaan sih anakmu yang cantik ini sedang berusaha menghilangkan kutu pelakor yang datang tidak tepat makanya aku belajar memasak, meski pun berakibat dapur seperti yang pap lihat." Sindy masih asik dengan kegiatan nya tanpa melihat sang papa yang tersenyum-senyum.
Ksatria geleng-geleng dengan sikap Sindy yang terbuka seperti ini, tidak seperti dulu jika di tanya jawabnya hanya iya dan tidak sedang kan sekarang lebih panjang bicaranya.
__ADS_1
"Ma... papa ke atas dulu ya, kalian berdua lanjutkan papa ingin tau kue siapa yang paling enak." Tertawa sambil berjalan menuju lantai atas.
Sindy hanya menggerutu ya tentu saja mamanya yang menang, sedangkan dirinya masih pemula dan masih hari ini belajar memasaknya.
Kediaman Sacha Mahendra.
Sacha yang baru saja pulang berkerja langsung mencari sang putri namun tidak menemukan Momo sama sekali.
"Dimana dia, kenapa belum pulang apa ia pergi ke makam lagi seperti kemarin, isshh... anak ini." Sacha segera menyambar kunci mobil dan melajukan mobilnya ke pemakaman umum.
Benar saja Monique sedang di makam namun ada seorang pemuda yang merangkup bahunya. Karena Sacha papa siaga sekaligus mama untuk Momo saat ini dengan berjalan terburu-buru langsung menghampiri dan menarik putri nya dari pemuda tersebut.
"Ayah." Momo sangat terkejut.
"Om...," pemuda tersebut menyapa dan menyalami Sacha.
"Lumayan," dalam hati Sacha masih ragu-ragu.
"Siapa nama kamu, dan sejak kapan kenal putri saya? tinggal dimana, orang tua di kota ini atau luar kota?" rentetan pertanyaan Sacha dengan tatapan menakutkan.
Pemuda tersebut hanya menelan saliva nya dengan kasar.
GGLLEEKK...
__ADS_1
"Ini benar-benar papa nya Momo kenapa beda sekali dengan Momo yang baik kalem," dalam batin pemuda tersebut.
"Nama saya Lais om, saya dari keluarga William om dan keluarga saya ada di Luar Negri semua om," Lais hanya tersenyum sedikit untuk menghilangkan keguguban nya.
"William, kenapa aku tidak asing dengan nama itu. Momo pernah kamu mendengar nama itu?" Sacha menatap sang putri yang ada di pelukan nya.
"Lepas dulu ayah, sesak aku." Memutar bola mata nya dengan malas. "Tidak pernah ayah, memang kenapa yah."
"Oo..., William siapa papamu mungkin saya kenal." Menatap tajam Lais.
"Marc William om," jawab Lais tertunduk.
BBBLLEEDDEERRR
Tangan Sacha langsung mengepal tau nama itu, semoga orang nya tidak sama dengan apa yang di pikirkan jika ia. Ia akan benar-benar melarang sang putri untuk berdekatan dengan Lais lagi.
"Marc William, saya harap papamu bukan orang yang saya tidak sukai selama ini." Ucap dingin Sacha menarik putri nya untuk masuk ke dalam mobil.
Monique tentu saja sangat binggung dengan sikap sang ayah yang tiba-tiba berubah 180 derajat setelah mengetahui nama orang tua Lais.
"Ada apa sih sebenar nya ini, apa yang di sembunyikan ayah selama ini. Coba aku tanya mama dan papa Ksatria saja, seperti nya ayah tidak mau membicarakan nya saat ini." Dalam batin Momo terdiam.
Lais yang masih berada di area pemakaman hanya diam setelah melihat reaksi papa nya Monique. Ia tersenyum penuh makna dalam pikran nya.
__ADS_1
***
Tebak-tebakan ya, siapa ya Marc William kenapa ia di benci oleh Sacha Mahendra