ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
94 Tanda tanya


__ADS_3

Sore hari.


Aurellia dan Sacha pulang membawa martabak dua porsi dan langsung di berikan pada Daysi karena tadi Daysi mengirim pesan pada Aurellia untuk membwakan martabak telur dan daging.


"Terimakasih Relli," dengan senyum merekah.


Sacha dan Aurellia hanya mengangguk kan kepala dan beranjak pergi dari ruang keluarga tersebut. Daysi yang melihat dua insan yang seperti nya kurang energi langsung memencet ikon di ponsel nya dan mencari obat untuk kesehatan Aurellia dan Sacha.


"Seperti nya butuh obat ini deh, aku pesan kan saja deh semoga cepat pengantaran barang nya jadi Relli sama Sacha tidak letih seperti sekarang ini." Daysi meletak kan kembali ponsel nya di atas meja.


Di dalam kamar Sacha dan Aurellia hanya ada keheningan, tidak banyak berinterkasi sore ini mungkin karena lelah dengan pekerjaan nya masing-masing.


Ksatria yang baru saja turun dari lantai atas langsung menghampiri sang istri yang tengah asik menikmati makanan nya, Ksatria ingin sekali tertawa melihat sang istri yang makan seperti itu, rakus.


"Makan nya pelan-pelan," mebersih kan sisa makanan di sudut bibir Daysi.


"Terimakasih...," sambil tersenyum manis.


Daysi yang merasakan si bayi bergerak terus langsung menghentikan makan nya, mungkin si bayi ingin berhenti makan namun dugaan Daysi salah sang bayi tambah aktif bergerak saja seperti tengah mengitari perut, kesamping kanan dan kiri bahkan sering menendang perut.

__ADS_1


"Apa tidak bisa berhenti sebentar." Omel Daysi sambil menatap perut nya.


Ksatria yang niatan nya mau makan martabak jadi berhenti padahal martabak siap masuk mulut dan di kunyah.


"Aku cuma mau merasakan martabak ini apa tidak boleh." Dengan memelas.


Daysi menepuk jidat nya, "bukan kamu, tapi si baby ini loh," menujuk kan perut nya yang masih bergerak.


Ksatria langsung meletak kan martabak nya dan mengelus perut Daysi, seketika bayi di dalam perut Daysi berhenti bergerak dan tenang.


"Pintar nya anak papa, jangan seperti itu lagi ya kasihan mama." Menciumi perut Daysi dengan penuh cinta.


Sacha dan Aurellia yang melihat pemandangan ini hanya tersenyum saja, berharap bisa seperti mereka yang selalu bahagia tidak ada pihak lain yang menggangu hubungan rumah tangga.


"Apa kamu juga menginggin kan seperti mereka Aurel?" bisik nya pada telinga Aurellia.


"Apaan sih," wajah memerah Aurellia menjawab jika ia juga mengingin kan hal yang sama seperti sahabat dan kakak nya tersebut.


Tak terasa waktu semakin larut malam saja, Daysi yang sudah tidur di pelukan Ksatria membuat Ksatria dengan sigap mengendong nya menuju lantai atas, sesampai nya di kamar Ksatria meletak kan tubuh Daysi di atas ranjang dengan lembut agar istri nya tidak terbangun, lantaran kasihan pasti ia mengeluh kan tidak bisa bangun dari ranjang lagi.

__ADS_1


"Apa mama ku dulu sewaktu mengandung ku seperti Daysi, yang kesusahan bangun dari tidur nya." Mengusap lembut dahi Daysi dan memberi kan ciuman selamat malam tepat di bibir cantik Daysi.


Ksatria yang belum mengantuk langsung menuju lapangan golf untuk bermain, Ksatria menyalakan semua lampu yang ada. Tapi belum sempat ia menyala kan lampu ternyata lampu lapangan golf telah nyala terlebih dahuli, siapa lagi kalau bukan Sacha yang bermain malam-malam seperti ini.


"Sejak kapan kamu di sini?" tanya Ksatria yang memegang stik golf.


"Satu jam an yang lalu!" jawab dingin Sacha.


Ksatria yang melihat Sacha seperti itu merasa curiga kenapa mood Sacha tuben-tumbennan buruk seperti ini apa ada yang menggangu hati dan pikiran nya. Setelah merasa lelah Ksatria beristirahat begitu juga dengan Sacha yang juga istirahat.


"Ada masalah apa sih kamu sebenar nya."


"Dia kembali," Sacha menenggak habis minuman nya dan berlalu pergi.


Ksatria masih mencerna ucapan Sacha, setelah berpikir memori nya mengingat dimana Sacha yang berusaha mengakhiri hidup nya karena satu wanita kalau tidak salah sahabat dari Aurellia sewaktu di Luar Negeri. Tapi Ksatria belum yakin dengan pertanyaan yang ada di dalam pikiran nya.


***


Kurang greget ya cerita nya, author hanya bisa buat karya seperti ini harap maklum ya teman-teman. Mohon doa nya ya kakak" dan teman" pembaca setia IBAM, sedikit curhat author sudah 3 hari author sakit. Tapi author ttp usaha up tiap hari meski pun author tidak bisa memuas kan readers semua, sekali lagi author minta maaf ya😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2