ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
164 S2


__ADS_3

Selamat membaca.


Sindy dan Daysi sedang menyiapkan makan malam sambil mencoba menu baru, tatanan meja makan sederhana. Ksatria dan Cheval yang bersemangat untuk makan malam langsung musnah saat melihat menu tidak ada rasa seperti ini.


Sacha yang baru datang juga terkejut saat melihat menu sepertinya tidak bisa di makan dan tidak dapat mengenyangkan perut.


"Kakak ipar, makanan apa ini kenapa cuma satu sendok saja." Sacha menatap dengan teliti makanan tersebut.


Ksatria dan Cheval melakukan hal yang sama mengamati makanan yang hanya satu sendok tersebut.


"Coba saja ini enak loh, telur ikan salmon." Daysi menyodorkan pada sang suami yang duduk sambil memegang perutnya yang kelaparan dan butuh asupan tenaga yang banyak, namun sekarang. Ksatria menghela nafas panjang sepertinya tengah malam nanti perutnya demo besar-besaran.


Tiga orang pria di meja makan hanya meratapi nasibnya, pasti rasanya aneh. Satu suapan masuk ke dalam mulut mereka tetapi bukan suapan besar namun dalam suapan sangat kecil sepucuk sendok.


"Enak sayang." Ucap Cheval pada Sindy lalu melanjutkan makannya.


Kandungan dalam telur ikan salmon banyak sekali terdiri dari kalori, protein, lemak, karbohidrat, asam lemak omega, vitamin D dan folat. Terapi tetap dalam porsi yang normal dan baik untuk kesehatan diri sendiri.


"Boleh nambah?" Ksatria menyodorkan piringnya pada Daysi.


"Tidak Pa, cukup itu saja lagian nutrisi sudah dapat Pa. Makan yang lain saja ya!" Daysi memberikan salat buah pada Ksatria.


Ksatria begidik ngeri melihat tampilan salat buah yang tercampur keju dan mayonaise.


Daysi dan Sindy yang sedikit mengerjai para suami plus paman kini tertawa dalam hati, setidaknya hemat makan suruhan Ksatria jadi makin berkurang jatah makannya.


_ _ _


Cheval memeluk tubuh Sindy seperti biasanya namun suara perut lapar Cheval menggangu istirahat malamnya, ini sudah pukul 10 malam namun perut tidak dapat di ganjal apapun.


"Lapar." Cheval memelas menatap sang istri yang sudah membuka matanya kembali.


"Mau makan Aa?" Cheval mengangguk cepat.


"Ke wisata kuliner bagaimana kan kemarin kita gagal!" Cheval mengingatkan sang istri lagi.

__ADS_1


"Baiklah ayo, ganti baju dulu!" Sindy bangun dari tidurnya.


Sang suami lapar apapun akan di lakukan asalkan bersama-sama pasti sangat menyenangkan sekali. Malam ini baru pertama kali Cheval dan Sindy pergi ke wisata kuliner yang buka sampai pukul 1 atau 2 malam setiap harinya mulai dari pukul 4 sore.


Sindy sangat menikmati lampu-lampu yang menghiasi tempat ini dan cocok sekali untuk pasangan pemuda dan pemudi.


"Apa kamu suka sayang." Memberikan makanan pada Sindy.


"Suka Aa, tempatnya bagus dan nyaman," menyentuh beberapa hiasan kecil di depan mejanya.


"Aa senang sekali jika kamu sangat menyukainya sayang, tidak sia-sia Aa ingin memperkenalkan kamu tempat ini." Cheval melahap makanannya.


Dimsum yang di makan Cheval banyak varian rasa toping dimsum mulai dari yang pedas, manis, gurih dan rasa yang lain di sesuaikan dengan selera masing-masing.


"Bagaimana enak tidak, dari tadi kita makan telur ikan salmon yang pertama kali di budidayakan di Norwegia, namun popular di negri Sakura atau Jepang dan sekarang kita menikmati dimsum dari Tiongkok meski ini sudah masuk ke Indonesia." Cheval menyuapi lumpia ayam pada Sindy lantaran menu yang di pesan tidak hanya itu saja.


"Enak Aa, mau lagi," membuka mulutnya.


Cheval menyuapi sang istri sampai Sindy menyudahi lantaran ia kekenyangan sekali.


"Aa lanjut makan dulu ya," Cheval melanjutkan makannya. Tadi sebelum duduk Cheval memesan dimsum 2 porsi untuk kedua orang tuanya.


Karena ini adalah tempat wisata kuliner, jadi tempat ini ramai pengunjung. Ada beberapa yang berjualan minuman berbagai rasa, ingin sekali Sindy mencicipinya namun perutnya sudah tidak muat lagi lantaran kekenyangan makan dimsum dam lumpia.


"Andai perutku tidak kekenyangan pasti bola-bola kecil dan jeli itu masuk ke dalam perut." Sindy seperti orang hamil yang ngidam ini itu.


"Mau, Aa belikan dulu kalau begitu," Cheval yang tau istrinya menginginkan minuman lucu tersebut langsung membelikannya.


Saat berada di dalam mobil Sindy bermain dengan minumannya, ia bahkan mengambil sendok dan menyendok nya sambil tersenyum-senyum gemas.


"Lucu ih... jadi tidak tega memakannya." Menyentuh dengan jari telunjuk tangan kiri.


"Di pajang saja di rumah jika tidak tega memakannya sayang," Cheval fokus menyetir.


"Ide bagus Aa, tapi aku ingin mencoba sedikit mungkin rasanya hambar atau manis." Langsung menyendok dengan takaran satu sendok penuh. "Eemmm enak sekali rasanya," Sindy kemudian menyuapi sang suami.

__ADS_1


"Sayang besok kesini lagi bagaimana, Aa belum mencoba bakso aneh. Mungkin kita kemalaman jadi habis deh bakso aneh viralnya." Cheval sangat kecewa tadi sesampainya di wisata kuliner, karena makanan yang ia inginkan tidak ada dan justru yang ada ialah dimsum dan lumpia.


Sebenarnya banyak menu di tempat tersebut, namun kembali lagi ke selera makan setiap orang berbeda-beda.


"Iya Aa boleh," Sindy sangat semangat jika di ajak ke tempat seperti itu.


"Semangat sekali istriku jika di ajak makan, apa sebegitu sukanya dengan kulineran." Cheval tersenyum bahagia.


Kediaman Malik.


Ksatria yang masih membaca koran tengah malam menahan laparnya sedangkan Daysi asik menonton drama Chinese di channel tv.


"Ini untuk Papa dan Mama." Cheval memberikan bungkusan dimsum padanya.


"Terimakasih Aa, kamu penyelamat perut Papa," Ksatria sangat bahagia.


Ternyata membahagiakan orang yang kita cintai sangat sederhana, asalkan kita bersama meski itu kecil akan sangat berarti bagi mereka.


Cheval sangat terharu sekali melihat kedua orang tua angkatnya ini menyantap makanan yang tadi di beli saat wisata kuliner.


Sindy yang sudah lebih dulu masuk kamar langsung membersihkan diri dan berganti pakaian tidur kembali. Perutnya sangat bahagia malam ini. Sudah tubuhnya tidak bisa gemuk makan banyak tetap oke saja.


"Apa sebegitu senangnya sampai sekarang masih saja tersenyum?" Cheval merebahkan diri di samping Sindy dan menidurkan kepalanya di paha Sindy.


"Iya Aa, makanan dan minuman tadi membuatku bahagia karena rasanya sama enaknya dengan tampilannya!" Sindy membelai rambut Cheval.


Cheval mulai memejamkan matanya lantaran belaian istrinya sangat nikmat di tambah perutnya sudah kenyang dan tidak kelaparan lagi seperti tadi, tadi makan malam benar-benar menyiksa perutnya lantaran makanan yang di makan hanya sedikit sekali.


"Selamat malam suamiku." Mencium dahi Cheval, Cheval yang merasakan ciuman di dahinya langsung tersenyum dan membenarkan guling dan tidurnya.


Sindy dengan pelan meletakkan kepala Cheval di bantal dan dirinya juga ikut berbaring untuk beristirahat juga. Rasa kantuk menyelimuti mata Sindy dan secara perlahan Sindy memejamkan mata dan masuk ke alam mimpi.


***


Like dan rate bintang lima di tunggu dan terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2