ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
59 Kelinci percobaan


__ADS_3

Hotel Royal Malik.


Ksatria berjalan dengan gagah di iringi dengan senyum yang merekah, setiap hari kelakuan Ksatria seperti ini, ia berubah 180 derajat setelah Daysi memenangkan hati dan pikirannya, dulu saat memasuki area lobby Ksatria Malik selalu memancarkan aura dingin dan menakutkan meskipun begitu pesonannya terpancar apalagi sekarang pesonannya tambah memabukkan untuk di pandang dan di nikmati.


Sacha yang sudah datang juga ikut menyambut kedatangan Ksatria Malik. Saat berada di ruang metting Ksatria menjelaskan semua tentang hotel kedua yang akan segera di bangun 2 minggu lagi. Saat hari itu tiba Ksatria berharap pembangunan berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala yang menggangu aktivitas para pekerja.


3 jam kemudian.


Ksatria melonggarkan dasi yang menghiasi kemejanya. Rasa lelah berganti saat melihat ada telpon berdering dari sang istri, ya dia baru meminta nomor Daysi kemarin saat berkencan di kedai kopi milik Abang.


"Hallo Sat, lagi apa. Sibuk enggak?" Daysi membuat adonan kue.


"Enggak, ini baru saja kelar metting dengan klien hotel kedua." Ksatria tersenyum-senyum saat menatap gambar Daysi di layar ponselnya memperlihatkan jika Daysi sedang membuat sesuatu di dapur.


"Nanti makan siang aku ke hotel ya, aku buat kue. Nanti kamu coba ya karena ini kali pertama aku membuatnya melalui channel youtube yang aku tonton," sambil tersenyum manis.


Ksatria menelan salivanya dengan kasar. GGLLEEKKK.


"Baiklah, apapun masakan buatanmu aku suka ko. Meskipun baru mencoba memasaknya." Ksatria tersenyum palsu.


"Hiks... jadi kelinci percobaan," dalam batin Ksatria meronta-ronta tidak siap menjadi kelinci percobaan.


Namun wajahnya tetap mengeluarkan senyum agar Daysi tidak minder dengan hasil uji cobannya meskipun nanti dirinya yang harus menelan hasil kerja keras Daysi.


Daysi melanjutkan acara memasaknya sementara Ksatria menatap setiap gerakan anggota tubuh Daysi yang lincah memainkan semua peralatan membuat kue tersebut, hampir tidak percaya jika Daysi baru belajar membuat kue kenapa pergerakannya begitu lincah di pandang mata seperti seorang chef di hotelnya.


Siang hari.


__ADS_1


Daysi dengan senyum merekahnya memasuki area lobby dan berjalan anggun masuk kedalam lift pribadi Ksatria, seperti kemarin ia bertemu dengan Sacha tetapi tidak seperti kemarin hanya bersimpangan kalau sekarang satu ruangan dengan Sacha.


Ksatria sengaja memanggil Sacha siang ini, karena hari ini Ksatria tidak mau hanya dia saja yang menjadi kelinci percobaan kue Daysi yang baru pemula, pasti sangat amatir rasannya.


"Dia Sacha, yang kamu ceritakan waktu itu?" sambil menatap wajah Sacha. Sacha segera berdiri dan memperkenalkan dirinya.


"Hallo kakak ipar, perkenalkan aku Sacha Mahendra," sambil mengulurkan tangannya namu segera Ksatria menyambut uluran tangan Sacha.


"Dia bukan kakak iparmu jangan sok kenal kamu." Ksatria menatap tajam wajah genit Sacha pada Daysi istrinya.


"Isshh... pasti akan menjadi calon kakak iparku. Bukannya anda memiliki seorang adik?" tanya Sacha polos.


Ksatria menatap tajam dan kemudian meraih kerah baju milik Sacha dan siap memberikan bogeman mentah pada wajah Sacha namun di cegah oleh tangan lembut milik Daysi. Ksatria langsung menatapnya.


"Kenapa kamu menghentikanku, aku ingin menghajarnya kenapa dia tau tentang adikku?" Ksatria tersungut emosi.


"Tenang kakak jangan salah paham dulu, aku teman baik Aurellia sewaktu aku di Luar Negri beberapa bulan lalu dan aku menyelamatkannya dari kejaran Rio, yang ingin membunuhnya saat itu!" sambil tersenyum licik.


"Apa maksud kamu?" tanya Ksatria dengan dingin.


"Yahh... seperti yang aku ucapkan barusan. Itu kenyataanya dan aku juga yang membawanya pulang ke Indonesia tetapi tidak di kota ini aku yakin ia menjadi incarannya karena yang Rio tau kamu hanya menyanyangi orang satu-satunya yaitu adik tersayangmu." Ucap panjang lebar Sacha.


"Jangan bilang jika kamu mencintai Relli kemudian kamu ingin mengakhiri kehidupanmu di sini untuk balas dendam?" Daysi menimpali pertanyaan yang mencurigai Sacha.


"Isshhh kakak ipar jangan salah sangka, aku tidak mencintai Aurellia aku mencintai sahabatnya yang sewaktu ia kenalkan di Luar Negri namannya Sonya!" sambil memainkan ponselnya.


"Hampir saja aku mau menendangmu jika benar-benar itu terjadi." Daysi membuka kotak kue yang ia bawa.


Sacha dan Ksatria saling pandang sambil menggelengkan kepalannya, pasalnya tadi Ksatria sudah memberi tau jika istrinya akan datang dan membawakan kue hasil percobaan pertama.

__ADS_1


"Karena kalian berdua di sini. Nah ini cobalah kue pertamaku. Aku harap kalian berdua suka ya." Daysi menangkupkan kedua tangannya dengan manja di pipi kanannya.


Ksatria mengambil dengan ragu-ragu begitu juga dengan Sacha yang tak enak hati. Kedua insan yang jadi uji coba kue Daysi ini hanya menatap dan sedikit masuk dalam mulutnya, takut sakit perut setelah mrncobannya.


"Bagaimana... bagaimana rasanya, enak tidak?" sambil bergembira menati jawaban dari kedua orang yang mencoba kuenya.


"Eemmm... lumayan oke meskipun pemula," jawab Sacha berbohong.


Ksatria tersenyum manis ingin sekali memuntahkan makanan yang ia kunyah barusan namun karena ia sangat menghargai buatan sang istri dengan sangat berat ia menelan kue pertama milik Daysi.


"Tapi dari ekpresi kalian berdua rasanya gagal deh buatanku ini. Apalagi kamu Ksatria, jangan bohong aku gak suka di bohongi. Ayo jujur." Daysi menatap wajah Ksatria yang berusaha menelan kue tersebut.


Namun karena tidak ada jawaban dari Ksatria, Daysi langsung mengambil salah satu kue hasil buatannya. Ia terkejut saat kue tersebut masuk ke dalam mulut, keras dan rasanya bercampur aduk tidak enak di makan.


"Hii..., rasa apa ini kenapa seperti makan kertas lama bercampur telur saja." Daysi segera mengambil tisue dan membuangnya ke tempat sampah.


Sacha dan Ksatria tersenyum getir saja. Sambil berekspresi biasa saja. Sementara Daysi langsung membuangnya ke tempat sampah dan mengambil kue yang di pegang oleh Ksatria dan juga milik Sacha.


"Maaf lain kali akan aku coba lagi, mungkin bahan-bahannya kurang baik dan aku belum memahami resepnya dengan betul-betul." Daysi tertunduk sedih. Hasil maha karyanya gagal 100 persen dari rencanannya.


"Daysi jangan sedih, belajar lagi oke waktu di rumah aku siap jadi orang pertama yang mencobannya lagi," Ksatria menguatkan perasaan Daysi yang gelisah.


"Aku juga, kakak ipar aku mau jadi orang kedua yang mencicipi kue kakak." Ucap Sacha dengan percaya diri. Ksatria menatap tajam Sacha yang ikut-ikutan bicara. Tetapi Sacha tetap tersenyum.


"Terimakasih, lain kali kalau aku buat kamu datang aja nanti aku kabari lewat Ksatria ya." Daysi tersenyum manis.


"Aduh kakak ipar jangan tersenyum seperti itu tambah cantik dan menggemaskan." Canda Sacha yang membuat Ksatria melempar bantal ke wajah Sacha.


Daysi hanya tertawa melihat pertengkaran kecil ini.

__ADS_1


***


__ADS_2