ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
65 Mengaku cemburu


__ADS_3

Abang yang sedari tadi mencuri-curi pandang wajah Daysi. Aurellia yang menyadarinya kini membuyarkan lamunan Abang.


"Eehheemm..., Abang bagaimana jadi tidak kerja samanya tadi dan siap mulai kapan?" tanya Aurellia memastikan jika kerja sama ini tidak gagal.


"Yah, secepatnya saja bukannya lebih cepat lebih baik Aurel!" jawab Abang dengan terpaksa tersenyum.


Ksatria juga ikut menimpali. "Aku akan bantu biaya lainnya angap saja sebagai penyemangat kerja kalian nanti dan tidak usah di ganti cukup menghidupkan kedai kopi nanti, bagaimana?" menatap sang adik. Ksatria hafal betul jika adiknya paling tidak suka bantuan jika ia masih mampu.


Bisa di katakan baik Daysi maupun Aurellia sang adik sama-sama memiliki karakter yang kuat jika menginginkan sesuatu, dan paling tidak suka mendapat bantuan jika ia mampu berdiri sendiri.


"Baik asal kakak tidak menganggu!" Aurellia menghabiskan cappucinonya.


Abang segera berpamitan karena pembeli semakin banyak dan karyawannya kualahan saat ini.


"Apa kamu membawa mobil sendiri?" tanya Ksatria pada Aurellia.


"Iya, aku bawa sendiri kak. Ohh..., yak kak aku ada janjian dengan temanku kemungkinan akan pulang malam." Aurellia melambaikan tangannya dan pergi dari hadapan Ksatria dan Daysi.


Daysi sedari tadi sebenarnya curiga dengan sikap Aurellia yang nampak dingin padanya tidak seperti biasanya. Daysi yakin jika Aurellia sudah tau jika Abang memiliki rasa lebih pada dirinya. Akan tetapi Daysi sudah menutup rapat hatinya dan menguncinya untuk Ksatria Malik seorang.


Daysi yang berada di dalam mobil hanya diam tanpa berbicara satu kata pun, Ksatria curiga dengan sikap aneh Daysi saat ini.


"Ada masalah apa sih, sedari tadi hanya diam. Kamu bertengkar dengan Aurel?" Ksatria masih fokus menyetir mobilnya.


"Eemm... iya, aku ada masalah. Tapi aku juga bingung mau memulainya dari mana!" Daysi menggigit bibir bawahnya.


"Apa ini menyangkut perasaan Aurel pada Abang?" ucap Ksatria to the point.


Daysi menatap wajah tampan Ksatria yang dingin. "Kamu tau jika Relli menyukai Abang sementara Abang masih suka denganku?" balik menanyai Ksatria.


"Iya, aku sudah tau semuanya Daysi. Bahkan aku tau jika Abang masih saja menyukaimu, ada sedikit cemburu sih saat Abang menatapmu. Tetapi kecemburuanku lenyap saat kamu tersenyum manis dan tulus untukku saja!" mengacak-acak rambut Daysi.

__ADS_1


"Ini yang membuat aku tambah mencintaimu Sat, kamu baik dan dewasa walau pun sering membuatku kesal." Mencium pipi Ksatria sekilas.


Ksatria tersenyum lebar, "dasar nakal, sudah semakin berani ya mencuri ciuman."


"Kan sudah halal jadi sah-sah saja kan mencium suaminya," Daysi segera memalingkan wajahnya menghadap cendela.


Kediaman Malik.


Cheval mulai berdiri dan merangkak kesana kemari untuk mengambil mainannya yang banyak, Ksatria sering membelikan mainan sepulang dari hotel. Padahal Daysi sudah mewanti-wanti tidak usah membelikan Cheval mainan takutnya jadi kebiasaan saat dia besar nanti.


Mobil Ksatria masuk kedalam area kediamannya, sebelum kembali tadi Ksatria mengajak Daysi ke mall untuk membeli beberapa mainan lagi namun tidak satu yang ia beli melainkan 10 mainan untuk Cheval dan membuat Daysi mengomel sepanjang perjalanan, Ksatria tidak mendengarkan omelan Daysi dan lebih memilih mendengarkan musik dengan keras.


"Kamu bawa sendiri, aku tidak mau sudah di bilang jangan membeli mainan lagi itu tidak berguna karena Aak masih kecil, tapi kamu tetap ngeyel. Buang-buang uang saja lebih baik di berikan kepada orang yang lebih membutuhkan." Daysi berjalan mendahului Ksatria.


"Apa salahnya membelikan Aak mainan, toh nanti jika ia memiliki adik tidak usah repot-repot membelikannya," ucap Ksatria tanpa ia sadari Daysi mendengarnya dan tertunduk sedih kembali.


"Jika aku tidak bisa memberikanmu seorang anak, apa kamu akan meninggalkanku?" Daysi meneteskan air mata.


"Ayo kita temui Aak, Sat." Daysi melepas pelukannya dan mengambil beberapa mainan untuk di bawanya.


"Daysi aku tau kamu bersedih dan takut jika aku akan meninggalkanmu, tapi percayalah aku tidak akan melakukannya karena aku mencintaimu tulus dari hatiku," gumam Ksatria dalam hati.


Ksatria mengikuti Daysi dari belakang setelah mengambil sisa mainan yang ada. Saat sampai di tempat bermain Cheval, Ksatria tersenyum melihat Daysi yang sudah bermain dengan Cheval.


DDRRTT... DDRRTT... DDRRTT....


"Iya hallo, ada apa?" tanya Ksatria was-was, pasalnya yang telpon adalah mandor di hotel Ksatria yang kedua.


"Begini pak, ada salah seorang yang menyabotase proyek pembangunan dan kemungkinan besar orang ini punya dendam. Banyak bahan material proyek yang hancur dan hilang pak," adu mandor tersebut pada Ksatria.


"Pak saya minta proyek ini jangan sampai gagal, oh ya Sacha dimana kenapa dia tidak mengabariku hari ini?"

__ADS_1


"Begini pak Ksatria, Sacha terkena masalah yang serius saat ia pulang dari proyek, ia di todong seseorang dan ia terkena tusukan di perutnya saat ini ia berada di Rumah Sakit Umum kota ini pak!" jawan mandor jujur.


"Baik saya akan segera mengatasi kekacauan proyek ini dan datang segera kesana." Ksatria mematikan telponnya.


Ksatria menatap sekilas Daysi dan mendekatinya.


"Daysi." Panggilnya pelan karena Cheval tidur.


Daysi menoleh, "kenapa Sat."


"Aku mau mengurusi proyek hotel kedua, jaga diri dirumah baik-baik ya." Pamitnya sambil mencium seluruh wajah Daysi.


"Hati-hati di jalan jangan lupa berdoa ya," sambil tersenyum sangat manis. Ksatria berlalu pergi setelah berpamitan.


Proyek hotel kedua.


Satu jam telah berlalu, kini Ksatria sudah sampai di proyek hotel keduanya, ia hanya tersenyum melihat semua material proyek hancur yang di bagian gudang sementara para pegawai sangat hawatir, takut di pecat menghantui.


"Pak Agung begini, apa bapak mempunyai pekerja baru di proyek ini?" Ksatria bertanya sambil berbisik.


"Tidak pak, semua pekerja di sini pekerja lama dan sudah ikut dengan saya bertahun-tahun pak saya tidak yakin jika salah satu dari mereka!" jawab Agung berbisik juga.


Ksatria menatap sekilas satu persatu pekerjanya, Ksatria merasa aneh kenapa gudang materialnya bisa rusak. Kenapa tidak melaporkannya sedari pagi jika material proyek rusak.


"Baiklah, semua pekerja hari ini lembur untuk membersihkan gudang penyimpanan biar besok bisa datang yang baru lagi materialnya, oh yaa jangan lupa pasang CCTV keseluruh penjuru proyek ini tapi harus sembunyi pemasangannya." Bisiknya lagi pada Agung.


"Baik pak, saya akan segera menghubungi orang yang akan memasang CCTV dengan segera," sambil tersenyum hormat.


"Saya percayakan semua pada pak Agung penanganan masalah ini, saya akan pergi mengunjungi Sacha." Ksatria berlalu pergi.


Setelah kepergian Ksatria Malik. Agung segera menyuruh bawahannya untuk membersihkan material bangunan yang ada di gudang.

__ADS_1


__ADS_2