ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
103 S2 Salah paham


__ADS_3

Cheval yang baru saja turun dari mobil jeep wrangler nya langsung di sambut mahasiswi yang ada di kampus bahkan siswi SMA juga menyambut nya bahkan beberapa coklat dan bunga di sodor kan pada Cheval. Dengan sekali senyum saja membuat cewek-cewek terpesona bahkan ada yang pingsan di tempat. Cheval tidak menerima pemberian tersebut dan menyuruh satpam dan penjaga seperti biasa nya untuk menerima hadiah-hadiah tersebut.


Bahkan satpam dan penjaga sekolah dan kampus langsung turun tangan untuk menetral kan suasana ramai pagi ini. Beberapa teman Cheval geleng-geleng kepala saat melihat segerombolan gadis-gadis yang seakan haus melihat Cheval padahal Cheval tidak menebar pesona nya sama sekali.


"Pakai sihir apa sih lo Cheval sampai-sampai semua gadis menempel pada lo semua." Ucap Lay pada Cheval.


"Kalian pikir aku ini penyihir apa," jawab ketus Cheval melanjut kan jalan nya.


Hari ini mood nya benar-benar sangat buruk, papa nya ngomel-ngomel di tambah ia sedang perang dingin dengan sang adik. Rasa nya ingin sekali menenggelam kan diri di air mancur depan kampus.


"Ada apa sih dengan nya ngak seperti biasa mood nya hancur baget pagi ini. Kamu tau ngak kenapa?" tanya Daylon pada Lay.


"Lo itu bego* apa tolo* sih sudah tau aku berangkat dengan lo masih tanya," Lay bergegas pergi. Begitu juga dengan Daylon.


Saat mata kuliah di mulai Cheval tidak konsen dengan mata kuliah saat ini, beberapa kali terlihat Cheval melamun kan sesuatu untung nya saat ini bukan Dosen killer yang membimbing melain kan yang baik bak peri turun dari langit, kalem dan sabar.


Akhir nya mata kuliah pun selesai, Cheval dan kedua teman nya kini pergi ke tempat lapangan lari sudah jadwal setiap minggu Cheval melihat siswa siswi yang sedang lari mengelilingi lapangan.


Tapi tiba-tiba tatapan mata Cheval tertuju pada seseorang yang tak lain adalah sang adik yang senantiasa membawa buku kemana-mana meski pun jadwal nya berolah raga.

__ADS_1


Suara tiupan peluit terdengar nyaring dan membuat siswi yang mengumpuli Cheval dan kedua sahabat langsung membubar kan kegiatan tidak penting tersebut dan kembali ke lapangan.


"Sindy..., kemudian Momo dan Dhela maju kesini." Ucap guru pembimbing.


Cheval yang sedari tadi memperhati kan ketiga gadis tersebut tersenyum, entah ia tersenyum kepada siapa hanya hati dan pikiran Cheval yang tau.


"Tiga gadis nih, sama-sama cantik dan populer di sini." Ledek Lay sambil mentap Cheval yang sedari tadi tersenyum.


Dengan seketika Cheval menatap tajam Lay, Lay yang mendapat tatapan mengerikan dari Cheval langsung melihat pertandingan lari tersebut. Cheval yang masih mengamati tersenyum bangga melihat Cindy memenagkan lomba meskipun ini bukan lomba sungguhan melain kan mencari nilai tambahan saja.


"Eh... lo mau kemana Val." Daylon melihat Cheval berlalu pergi setelah pertandingan Sindy selesai, terlihat jelas sekali sang kakak sedang possessive dengan adik nya.


"Sudah jam masuk mata pelajaran kuliah, mau apa lagi," Cheval segera menuju area kampus.


Kediaman Malik.


Sindy yang baru pulang langsung menemui Mala untuk membuat kan jus jeruk rasa nya tenggorokan nya saat ini sangat kering.


"Mbak Mala, tolong buat kan aku jus jeruk." Sindy berlalu pergi ke kamar nya.

__ADS_1


Cheval yang sedari tadi di cuek kin Sindy mulai geram dari kemarin sampai saat ini Sindy betah sekali mendiami nya bahkan saat ini Cheval saja sudah tidak tahan di diami lebih dari 24 jam.


"Kamu masih marah sama aku Sindy gara-gara aku melarang kamu pergi dengan Taksa kemarin?" menatap wajah cantik Sindy.


Sindy hanya melihat dari ekor mata nya saja dan kembali fokus dengan tugas nya saat ini. Cheval yang ucapan nya hanya di anggap angin lewat langsung berlalu pergi dan menutup pintu dengan keras. Ia sangat kesal dengan diri nya sediri kenapa tidak bisa mengontrol emosi nya pada Sindy kemarin.


Daysi yang melihat sang putra bad mood langsung menemui nya dan bertanya apa ada masalah dengan Sindy dan meminta Cheval untuk menjelas kan nya secara terang-terangan pada sang mama saat ini.


"Coba Aa jelas kan secara terperinci pada mama tanpa ada satu pun yang tertinggal Aa." Daysi menggengam tangan Cheval.


Cheval menghembuskan nafas berat nya sambil siap-siap menerima hukuman dari sang mama karena hampir saja menampar sang adik kemarin.


"Begini ma, kemarin Aa melarang Sindy jalan dengan Taksa karena Aa tau jika Taksa tidak baik untuk Sindy namun Sindy tetap ngotot ingin pergi dengan nya dan secara tidak sengaja Aa menyebut nya gadis tidak baik dan hampir menampar nya, maaf kan Aa ma. Aa tidak bermaksud melukai Sindy tapi ini untuk kebaikan nya ma, Aa tidak mau hal buruk menimpa nya, makanya Aa seperti itu tapi semua yang Aa lakukan membuat kesalah pahaman antara aku dan Sindy ma," dengan memainkan jari jemari nya.


Daysi terkejut dengan pengakuan Cheval yang melampaui batas namun dengan segera Daysi mengubah wajah terkejut nya menjadi biasa saja agar Cheval tidak larut dalam kesedihan dan menjadi lebih dewasa lagi.


"Mama tidak marah pada mu Aa, tapi kamu juga sudah beranjak dewasa saat ini. Kamu harus bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, mama percaya padamu Aa." Menyentuh punggung tangan Cheval dan berlalu pergi.


Setelah kepergian Daysi, Cheval menatap punggung Daysi dari jauh. Cheval semakin merasa bersalah pada orang tua yang telah merawat dan membesar kan nya sejak bayi. Cheval mengingat kenagan saat ia kecil bahkan kasih sayang orang tua angkat nya melebihi anak kandung nya sendiri, pernah kejadian satu kali saat itu Cheval yang sedang membuat masalah merusak sepeda seorang anak laki-laki namun Cheval melempar permasalahan nya pada Sindy sang adik, jika diri nya yang berbuat dan pada akhir nya Sindy di hukum sang papa tidak di izin kan keluar dari kamar kecuali saat makan dan sekolah saja. Sindy menerima hukuman itu selama 2 minggu dan dia tidak menolak sama sekali.

__ADS_1


"Maaf kan Aa Sindy," Cheval meratapi kesalahan nya.


Cheval segera bangkit dari kursi dan menuju kamar Sindy, namun saat akan mengetuk pintu ia urung kan lagi niat nya.


__ADS_2