ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
S3. Dihina tidak apa2


__ADS_3

Risa yang sudah sadar dan hendak keluar dari ruangan rawat berhenti di dekat pintu dan mendengar semua percakapan antara Raden dan ibunya, meski sesak di dada tapi ia tahan dengan senyuman. Risa kembali ke tempat tidur di ranjang rumah sakit sambil mencari ponselnya tapi tidak ada di badannya, pasti tertinggal di rumah.


Raden dan ibunya Risa masuk ke ruangan Risa dan melihat kondisinya sekarang, setelah di periksa oleh Dokter tadi.


"Risa ... bagaimana keadaanmu?" Raden duduk di samping Risa.


"Baik, terimakasih ya sudah membawaku kemari!" Risa tersenyum riang.


"Sama-sama, oh ya Risa maaf ya aku tidak bisa menemanimu sampai malam. Kasihan Gauri di apartemen sendirian dengan putranya, kamu tidak apa-apa kan?" Raden berterus-terang sekali di depan orang sakit.


Sepertinya benteng di hatinya sangatlah kuat dan sulit di tembus oleh siapa pun itu termasuk dirinya, bahkan ia juga terkejut ternyata kedekatan Raden dan wanita bernama Gauri sejak kecil bahkan semenjak SMP bisa jadi saat mereka masih kanak-kanak. Ternyata pertemanannya di kantor termasuk baru bahkan sangat baru tidak ada setengah tahun.


"Iya tidak apa-apa, ada ibuk di sini. Tenang saja oke, sekali lagi terimakasih Raden sudah membantu dan menolongku!" Risa mengucapkan banyak terimakasih pada Raden.


Raden mengangguk.


Ibunya Risa mengantar Raden sampai depan pintu.


"Sekali lagi saya minta maaf ya Bu." Mencium punggung tangan ibunya Risa.


"Iya tidak apa-apa nak, bergegaslah pulang pasti dia menunggu kamu di rumah," ibunya Risa sebenarnya tidak rela jika Raden bersama wanita yang di panggil Gauri itu.


Baginya wanita itu menghalangi kebahagiaan putri semata wayangnya, tapi apa boleh buat jika calon menantunya tidak ada rasa apa-apa.


Setelah mengantar Raden pulang, ibunya Risa masuk kembali ke dalam kamar.


"Ibu ... apa aku salah memiliki rasa pada Raden?" kasihan sekali nasibnya.


Ibunya menggelengkan kepalanya.


"Tidak salah nak, tapi kamu tidak bisa memaksa cinta. Bukan hanya kamu saja yang bisa terluka, tapi hati wanita lain yang menjadi korban keegoisan cinta juga merasakan terluka dan kecewa!" menasehati putrinya.


Risa mengangguk.


"Iya Bu, aku tidak mau melukai wanita lain. Bukannya jika kita menyakiti hati orang lain akan berbalik ke diri kita sendiri." Risa harus rela Raden dengan dia.


Ibunya Risa terharu sekali, cukup bapaknya dulu yang mendua dan meninggalkan anak istrinya entah kemana, yang jelas setelah pergi dulu hanya mendapatkan surat gugatan cerai dari suaminya, Ibunya Risa menerima itu. Buat apa bertahan jika kehadiran dirinya dan putrinya tidak di hargai sama sekali.


"Bu, kenapa ibu diam saja. Ibu mengingat bapak bajinga* itu, sudahlah bu kenapa masih di ingat sih. Dia yang meninggalkan kita dan mencampakkan kita buat apa masih di ingat sih Bu?" Risa selalu terbawa emosi jika mengingat bapaknya itu.


Sudah sedikit lupa dengan wajahnya.


"Tidak, ibu tidak mengingat orang yang tidak perlu di ingat dan tidak pantas singgah di dada!" Ibunya sengaja berbicara begitu.


Memang selama ini ibunya tidak menikah kembali, takut jika pernikahannya gagal lagi dan menorehkan luka yang lebih dalam lagi.


Risa dan ibunya saling berpelukan dan menguatkan hati masing-masing, sad girl.


Apartemen.


Ceklek.


Pintu terbuka tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali, dimana Gauri.


Raden mencari kesana kemari tapi tidak menemukan Gauri sama sekali, lalu ia membuka pintu yang tadi di tempati Gauri. Ternyata sudah di kunci dari dalam.


"Bagus deh sudah di kunci, setidaknya aku tidak lancang masuk." Raden bergegas pergi menuju kamarnya sendiri.


Gauri merebahkan diri jadi bangun lagi saat mendengar handel pintu di sentuh tangan orang.


"Astaga ... bikin jantungan, kenapa sih gak bisa kentuk pintu dulu apa dia gak tau Zidan rewel dan aku.. sudahlah lagian jomblo kayak dia mana paham urusan anak." Gauri terkejut saat handel pintu berusaha di buka beberapa kali.


"Sialan ... Raden ini, awas saja aku bikin perhitungan nanti." Marahnya.


Raden segera membersihkan diri, perutnya terasa lapar sekali apakah ada makanan di dapur. Kalau gak ada kebangeten sekali Gauri hanya numpang hidup, tuh .. kan jadi perhitungan padahal baru tadi sore loh sanggup membiayai kehidupan satu bulan lebih tapi nyatanya baru beberapa jam saja sudah kelihatan pelitnya, semoga Gauri gak tau ya.


"Gauri masak enggak sih? masa enggak masak di sini? apa Zidan sudah makan, kasihan anak itu gak di akui sama sekali oleh papanya. Tapi.. aku nyaman sekali di dekat dia," sedikit meninggikan suaranya dan yang ternyata langsung mendapatkan lemparan sandal.


Plak


"Punya mulut yang sopan dong, apa gak bisa mendidik mulut kamu sendiri!" Gauri yang tadinya enak menyantap masakannya langsung berhenti seketika, rasanya kesal.


Meski sering bertengkar antara Gauri dan Raden tapi mereka akur kembali setelah bertengkar, seperti suami istri yang rumah tangganya banyak bumbu-bumbu dapur.


"Iya ... iya ... maaf gak bakalan di ulangi lagi besok, tapi gak pasti." Raden senang sekali membuat Gauri naik darah.


Sepertinya orang-orang yang kurang darah bisa langsung hubungi Raden tertera nomor berikut 08XXX dan selanjutnya di isi sendiri.


"Dasar sahabat sialan kamu, niat nolong aku gak sih. Kalau gak ikhlas ya sudah gak usah nampung aku dan Zidan di apartemen kamu, lagian aku masih bisa ko cari duit dengan hasil kerja kerasku sendiri," Gauri meletakkan sendoknya kembali dan enggan melanjutkan makannya.


Gauri memilih pergi, sudah hampir tengah malam tapi emosinya di ajak naik turun. Gara-gara Raden mengecek kamar dan menggerakkan handel pintu membuat moodnya buruk sebab terkejut.


"Gauri habisin dulu makanannya, nanti ayam peliharaan kamu mati." Teriakkan Raden tidak di hiraukan sama sekali oleh Gauri.


Lalu Gauri kepalanya menyembul keluar dari kamar.


"Gak punya ayam, jadi ayamnya gak mati," jawaban Gauri langsung membanting pintu dengan keras.


BRAGH


Gauri merebahkan dirinya lagi dan menatap langit-langit kamar yang ia tempati sekarang.


Raden terkejut sekali, saat Gauri membanting pintu. Ia mendekati kamar Gauri dan mengantarkan susu kotak dua biji.


"Gauri ... buka dong, aku bawakan susu kotak coklat kesukaan kamu ada dua nih." Sambil mengetuk pintu.


Gauri bangkit dari tempat tidur dan membuka sedikit pintu kamar apa benar yang di katakan oleh Raden.


"Terimakasih," langsung mengambil begitu saja.


"???!!!" sambil mengerjab-ngerjabkan matanya.


"Gak ada basa basi lagi, cuma terimakasih doang." Raden menghembuskan nafas berat dan berjalan gontai seperti tanpa nyawa.


'Kenapa Gauri akhir-akhir ini mudah terbawa emosi ya, apa gara-gara guncangan kejadian yang berturut-turut menimpanya?'


Raden merasa bersalah sekali, jika Gauri tau gara-gara dirinya memberikan uang lebih pada Willy pasti dia bakalan marah besar, Raden tidak mau jika Gauri bertemu mereka semua sebisa mungkin meminimalisir pertemuan itu. Termasuk bertemu Aldy dan keluarga menyebalkannya itu.


"Tidak bisa, aku harus mencari momen yang tepat untuk membicarakan ini semua. Jangan sampai orang lain yang mendahului rencanaku ini." Raden masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Apartemen ini ada 3 kamar sebenarnya, yang dua suda di gunakan dirinya dan Gauri. Tinggal satu lagi di gunakan untuk penyimpanan barang atau gudang.

__ADS_1


Gauri meminum habis dua kotak susu coklat sampai habis, masih kesal tapi setelah minum manis-manis suasana hatinya sedikit membaik.


"Kenapa sih Raden ngeselin banget setelah pulang menemui wanita yang namanya Risa ... Risa ... itu, kalau sudah ada wanita yang di cintai ngapain sih masih nampung aku di apartemennya. Bikin orang salah sangka saja." Membuang kotaknya secara sembarangan tapi tepat di tempat sampah.


Gauri masih kesal dengan Raden, tiba-tiba ada sesuatu yang keluar dari bawah sana. Datang bulan, apakah dirinya datang bulan. Pertanyaan bertubi-tubi menghujani pikirannya, apa tidak ada yang salah dengan tubuhnya jika bisa datang bulan bukannya bertanda tubuhnya subur tidak ada masalah sama sekali.


Padahal ia datang bulan selalu teratur setiap bulannya meski terkadang maju mundur, itu hal wajar terjadi kepada perempuan.


"Jika aku baik-baik saja, berarti yang bermasalah si bajinga* itu. Sukur in deh jika dia yang bermasalah, nanti saat anaknya lahir semoga istrinya tetap mengakui itu darah dagingnya. Tapi ... jika aku bocorin Aldy gak bisa punya anak apakah keluarganya akan terkejut lalu ... apa ya yang terjadi selanjutnya, tapi.. gak mungkin dia gak subur jika dia gak subur mana ada Zidan di dunia ini meski tak di akui sebab wajah Zidan sama sekali tidak ada mirip-mirip nya dengan bajinga* itu?" Gauri sungguh tidak sabaran menanti hal itu.


Tanda-tanda wanita tidak bisa memiliki keturunan yaitu :




Terasa sakit saat berhubungan sek$. Sakit berhubungan sek$ual bisa jadi tanda wanita tidak bisa memiliki keturunan.




Mengalami sakit yang tak tertahankan saat datang bulan.




Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan yang disebut endometrium ini dapat tumbuh di indUng telur, usus, tuba falopi (saluran telur), ✓49ina, atau di rektUm (bagian akhir usus yang terhubung ke anu$).




Darah saat datang bulan terlalu banyak atau terlalu sedikit dan bisa jadi tidak datang bulan sama sekali. Datang bulan yang tidak teratur.




BB naik turun mendadak.




Munculnya gejala kelainan hormon.




Obesitas.






Penyebab wanita mandul yang kurang umum, yaitu : Saluran tuba yang tersumbat karena penyakit radang panggul, endometriosis, atau operasi untuk kehamilan ektopik.


Masalah fisik pada rahim. Fibroid rahim atau mioma, yang merupakan gumpalan jaringan dan otot non-kanker sejenis tumor jinak yang terdapat pada dinding rahim/dalam rahim atau di luar rahim.


Mandul artinya Anda tidak bisa memiliki anak atau keturunan. Laki-laki yang dikatakan mandul jika ia tidak bisa menghasilkan $perma, atau $perma yang dihasilkan buruk, sehingga tidak mampu membuahi $el telur dari perempuan. Hal ini disebabkan terjadinya kerusakan permanen pada te$tis untuk memproduksi sp€rma.


Kemandulan, baik yang dialami laki-laki maupun perempuan, ternyata masih bisa diobati sesuai dengan penyebabnya.


Ciri-ciri pria mandul yang mengalami di$fungsi £reksi akan kesulitan menjaga atau mempertahankan erek$i, ejakula$i dini, hubungan sek$ual terasa menyakitkan hingga mengalami kelainan an4tomi. Terdapat rasa nyeri, kemudian adanya pembengkakan dan benjolan pada te$tis.


Ada beberapa cara untuk mencegah kemandulan atau tidak memiliki keturunan.




Singkirkan stres, stres adalah sumber utama berbagai macam penyakit.




Hidup sehat.




Berat badan ideal.




Mengecek silsilah keluarga.




Melakukan tes lab.




Vaksinasi.


__ADS_1



Jangan tunda kehamilan terlalu lama.




Hindari rokok dan minuman beralkohol.




Konsultasi dengan Dokter.




Rajin berolahraga dengan teratur.


(Copas Google tapi sudah banyak yang di rombak dan di tulis serapi mungkin).




Pagi hari.


Alarm berdering dari ponsel Gauri, masih pagi pukul 05.00 WIB.


"Masih pagi, ayo bangun Gauri dan semangat menyambut pagi mu. Zidan...." Gauri segera melakukan rutinitas paginya setelah puas menciumi putra kecilnya dan Zidan hanya menggeliat di tempat tidurnya.


Gauri masih tau diri, dirinya berada dimana. Selayaknya orang numpang hidup harus banyak-banyak berkerja di rumah yang ia tempati untuk mempertahankan kehidupannya. Kalau di tanya malu atau tidak jawabannya tidak dua-duanya, sebab sekarang yang ia takutkan hanya satu yaitu jika iman Raden lebih tipis dari kertas.


Sebagai wanita yang haus kasih sayang pasti akan mudah terbuai bujuk rayu setan penggoda.


Raden yang biasa bangun pagi untuk berolahraga raga mencium bau aneh, bau masakan yang sangat harum dan membuat cacing di perutnya memberontak dan minta di isi sesegera mungkin.


Ia mendekati sumber suara dan melihat Gauri sedang memasak, rambut di ikat ke atas dan di gelung di tambah lagi lehernya yang sangat jenjang, lalu celemek yang digunakan Gauri sangat kontras dengan pakaian santainya.


"Gauri." Raden mendekati Gauri.


"Iya," menatap Raden dengan tatapan aneh.


"Em ... gak jadi deh, masak ya enaknya." Menyentuh rambut Gauri yang berada di bagian ubun-ubun dan berlalu pergi.


Gauri mengerenyitkan dahinya dan menatap kepergian Raden yang sudah keluar dari apartemen.


"Kenapa aku merasa seperti istrinya saja sih. Eh ... tunggu sebentar, sadar Gauri ... sadar ...." Sambil menepuk kedua pipinya secara bergantian agar cepat sadar dari alam mimpinya.


Raden pagi ini sangat bersemangat sekali untuk berolahraga keliling apartemen di bagian bawah bahkan ia tidak segan bertegur sapa dengan orang yang belum ia kenal sama sekali. Satpam di apartemen ikut tersenyum saat melihat ekspresi wajah Raden yang berseri-seri.


"Selamat pagi mas Raden." Sapa Satpam apartemen.


"Pagi juga pak An," Raden tersenyum.


"Wah ... pagi ini ada yang berbeda, pasti gara-gara ada wanita cantik itu ya?" An menebak-nebak.


"Gak juga ko pak An, saya lanjut lari pagi ya!" malu, canggung dan ingin segera kembali ke kamar dan menarik selimut untuk menutupi badannya yang sudah malu.


Pasti wajahnya sudah sangat merah, pagi-pagi sudah merona.


Gauri segera memasak ini itu sesuai dengan seleranya sendiri, jika Raden gak suka biarkan saja makan di luar lagian kerjaan dia lumayan bagus ko gak pengangguran pasti punya duit untuk beli sarapan pagi saja.


"Sarapan pagi sudah selesai dan siap, tinggal bikin minuman saja." Gauri mencari bubuk kopi instan dan menemukan beberapa macam merek baru dan lama berada di laci dapur.


"Nih ... orang kenapa persiapannya lengkap sih, pasti wanita yang bernama Risa ... Risa ... itu yang menyiapkan ini semua, tidak mungkin jika Raden sendiri yang menyiapkan. Terlalu mustahil." Gauri segera mengambil beberapa kemasan dan ia tuang satu persatu.


"Siapa bilang Risa yang menyiapkan semua, ini murni aku sendiri yang menyiapkan kebutuhan isi dapur. Lagian aku suka dapur di apartemen ini banyak isi dan lengkap, jadi wanita cantik jangan berpikir macam-macam. Tidak ada wanita lain yang pernah aku masukkan ke apartemen selain kamu," Raden menyahut.


Sebenarnya sedikit tidak terima jika dirinya seperti tertuduh suka memasukkan wanita lain. Sebisa mungkin apartemen ini hanya dirinya yang masuk tanpa terkecuali, memang sengaja di persiapkan untuk Gauri seorang tapi Gauri tidak tau itu.


Sarapan pagi.


Gauri sudah berganti pakaian bahkan ada jaket yang bertengger di kursi, pasti dia akan kerja hari ini.


"Gauri, mau kemana?" tunjuknya pada jaket yang berada di atas kursi.


"Oh ... cuma jalan-jalan deket ko!" tersenyum saja.


Mata Raden menyipit tidak percaya.


"Benarkah?" Raden langsung mengambil jaket itu dan tidak akan membiarkan Gauri pergi pagi ini.


Baru kemari juga melarang kerja kini malah dengan terang-terangan mau pergi berkerja dengan alasan jalan-jalan lagi.


"Raden kembalikan," meraih jaketnya.


Gauri terus meloncat-loncat dan membuat Raden kepanasan dibuatnya, benda di dada naik turun.


"Ini." Sebab ia tidak tahan melihatnya.


Gauri tersenyum lebar langsung mencium pipi kanan Raden.


"Terimakasih ... cup," tanpa sadar, mungkin saking gembiranya.


Raden menyentuh pipinya, ini bertanda baik bukan.


'Gimana mau jujur jika Gauri sebaik ini, apalagi bibirnya barusan.' Raden tidak bisa berkata-kata lagi, bahkan untuk jujur saja rasanya leher seperti di cekal kuat.


*


Kenapa mak tulisannya di ganti begitu?


Biasanya kena sensor sebab itu menyangkut hal sen$itif!


Karya ini sebisa mungkin banyak pelajaran yang bisa diambil, jadi yang negatif buang saja yang positif di ambil ya.


Terimakasih banyak sudah membaca karya emak.

__ADS_1


Maaf jika ada kata-kata yang salah, mohon krisannya.


__ADS_2