ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
11 Hari yang aneh


__ADS_3

Dukungan teman-teman sangat berarti untuk author, terimakasih sudah berkenan mampir.


***


Setelah selesai makan. Ksatria berjalan meninggalkan Vivi sendirian, yang sedari tadi memanggilnya.


Vivi merasa kesal dengan tingkah Ksatria, yang cuek sekali.


"Aku harus melakukan sesuatu, jika tidak pasti dia tidak pernah menatapku." Vivi bangkit dari duduknya dan melanjutkan pekerjaannya. Sebagai assistant manager ia mengikuti kemana Okta berkerja. Okta merasa tidak nyaman dengan keberadaan Vivi, segera menyuruhnya melakukan tugasnya yang lain.


Daysi yang merasakan perutnya sudah berdemo, segera meletakkan peralatan tempurnya dan segera membuka bekal yang ia bawa dari rumah Ksatria.


Saat berada di tempat istirahat Daysi membuka kotak makan yang hanya berisi telur dan sambal tomat saja, karena lapar melanda perutnya ia tidak menghiraukan yang lain.


Banyak orang yang membicarakan Daysi yang setiap hari makan itu saja, terkadang cuma tempe saja.


"Daysi...," Abang menepuk pundak Daysi. Daysi langsung menoleh ke arah Abang.


"Ada apa Bang. Apa Abang sudah makan?" tanya Daysi sambil meminum air dalam botol.


"Sudah, eemmm... nih tadi aku bawa lauk lebih. Kamu makan saja." Ucap Abang tersenyum dengan menyodorkan lauk yang ia bawa di kantong kresek kecil.


"Aku sengaja membawanya Daysi, aku tidak tega melihatmu makan hanya itu-itu saja. Apalagi saat kamu bercerita jika kamu baru saja mengalami kecelakaan yang menyebabkan kamu tidak bisa seperti dulu lagi." Dalam batin Abang.


Daysi segera menerimanya dan membuka, melihat ada sepotong ayam goreng membuat senyum terukir di bibir Daysi. Abang yang melihat Daysi tersenyum seperti itu, membuatnya tambah bersemangat, ingin menjaga dan memberi perhatian lebih pada Daysi.


Namun ada sepasang mata yang tidak suka melihat adegan itu. Okta segera berlalu pergi karena ada panggilan telpon dari Ksatria.


Ksatria menyuruhnya segera keruangannya, ada hal penting yang perlu di bicarakan tentang perkembangan hotel kedepannya.


Okta segera memencet tombol yang ada di lift. Vivi yang di ajak Okta menemui Ksatria tersenyum bahagia.


Sesampainya di dalam ruangan Ksatria. Okta segera memberikan semua laporan yang ada dan melanjutkan mengenai perkembangan hotel selanjutnya.


Beberapa ide bermunculan dari pikiran Ksatria, dan mengetiknya dalam laptop. Setelah percakapan yang panjang semua pekerjaan selesai. Kini Okta dan Vivi keluar dari ruangan Ksatria.


Ksatria memijat pelipisnya yang terasa berdenyut ngilu. Suara ketukan pintu membuat Ksatria marah seketika.


"MASUKK..." ucap keras Ksatria.


"Sayang kenapa kamu marah aku datang?" Faya langsung bergelayut manja di samping Ksatria, kemudian memijat pundak Ksatria.


"Tidak ada apa-apa!" Ksatria bad mood.


"Daripada di sini suntuk, ayo kita pergi keluar. Aku dengar-dengar di sini ada restoran baru buka. Bisakan?" dengan suara manjanya.

__ADS_1


Ksatria mengangguk. Mereka berdua terlihat sangat mesra. Daysi yang tidak sengaja melihat Ksatria seperti itu, dengan ada wanita di sampingnya langsung membuang mukanya. Tidak ingin melihat Ksatria lebih lama lagi.


Vivi yang kebetulan lewat juga mengepalkan tangannya.


"Dasar playboy, hari ini dia. Besok siapa lagi?" Umpatan lirih Daysi.


Daysi segera melanjutkan pekerjaannya. Pekerjaanya hari ini merasa sangat banyak. Seperti akan ada tamu sepecial.


Benar saja ada beberapa anggota dewan yang berkunjung ke hotel Royal Malik karena ada rapat. Dan ada acara peresmian pertunangan salah satu anak anggota dewan.


Daysi hanya tersenyum kecut di balik maskernya. Hanya ada kata andai dan andai dalam pikirannya.


"Andai saja hidupku tidak serumit ini dan tidak menikah dengan orang yang terlalu bersinar dengan diam-diam. Pasti aku sangat bahagia saat ini." Dalam batin Daysi.


Ksatria dan Faya berada di dalam restoran baru tersebut. Faya tersenyum penuh kemenangan, ia mengambil foto Ksatria untuk di pamerkan ke medsosnya.


Banyak komenan negatif untuk Faya, bahkan ada yang menyebut jala** dan tak tahu malu. Tapi Faya lebih cuek, lagian saat ini dia terlalu bahagia, apa lagi Ksatria tidak menolak ajakannya.


Memang saat ini Ksatria seperti aktor saja, selain tampan dia memiliki karisma yang memabukkan.


Tetapi tidak untuk Daysi, keterikatannya dengan Ksatria bagai pisau yang berada di lehernya yang siap membunuhnya suatu saat.


Lady yang baru masuk restoran baru tersebut marah, saat mantan kekasihnya masih berhubungan dengan Faya.


PPPLLLAAKKK....


Ksatria tidak menghiraukan mereka berdua dan beranjak pergi menuju kasir. Dan kejadian barusan langsung menjadi trending topik nomor satu di medsos.


Saat berada di hotel Ksatria tambah pusing dengan kehidupannya sendiri.


"Kenapa serumit ini. Untuk mencari penakluk hati. Apa aku terlalu tampan dan mempesona sampai-sampai di perebutkan wanita." Ucap Ksatria penuh percaya diri dan mengeluarkan kaca kecilnya dari laci.


Daysi mengetuk pintu ruangan Ksatria. Ksatria menatap siapa yang datang, mengetahui Daysi datang Ksatria langsung mendekati Daysi dan menyuruhnya menatap wajahnya.


"Apa aku terlihat tampan dan mempesona, Daysi?" ucap dengan semangat.


Daysi heran dengan Ksatria. Tanda tanya bermunculan di otak Daysi.


"Apa pak Ksatria hari ini sehat?" Daysi bertanya dengan polosnya.


"Tentu saja sehat. Ayo jawab pertanyaanku barusan." Ksatria menunggu jawaban Daysi dengan hati berbunga-bunga.


"Tidak!" jawab singkat Daysi. Meninggalkan Ksatria yang mematung.


JJJEEEDDEEERRR....

__ADS_1


Ksatria langsung membeku di tempat, rasanya tersambar petir berkali-kali.


"DDAAYYYSIIII..." dengan mengepalkan tangannya.


Daysi segera menjauh sebelum kobaran api dalm tubuh Ksatria membara, Daysi sebenarnya akan membersihkan ruangan pribadi Ksatria tidak jadi gara-gara pertanyaan aneh sekaligus konyol dari Ksatria.


Sudah tahu dirinya banyak pesona dalam tubuhnya masih bertanya pula. Daysi hanya tertawa dalam hati sambil membersihkan setiap lantai yang ia lalui.


Sore hari.


Daysi tidak pulang karena ada lembur untuk dirinya. Daysi tidak di izinkan berkerja sift malam sampai pagi. Karena atas perintah Ksatria. Ksatria membuat berita bahwa Daysi mengalami kecelakaan yang fatal dalam tubuhnya. Yang tidak bisa berkerja pada sift malam sampai pagi.


Padahal dalam kenyataan Daysi telah mendonorkan salah satu ginjalnya untuk adik Ksatria.


Semua teman Daysi percaya dengan berita itu, tidak ada dari mereka yang tahu jika Daysi mengalami hal yang begitu bisa berakibat fatal dalam kehidupannya mendatang.


Ksatria juga masih berada di dalam hotel belum kembali. Karena secara resmi mendapat undangan khusus dari salah satu anggota dewan.


Daysi tetap mengerjakan tugasnya sambil membawa sapunya. Name tag juga terpampang di bajunya.


"Kenapa perutku sakit, ahhh... aku lupa meminum obat." Daysi berjalan ketempat istirahat dan mengambil obat.


Salah satu teman Daysi tiba-tiba menyenggol obat yang Daysi akan minum. Dan berantakan sudah obat yang ada di dalam botol kecil, dan orang tersebut sengaja menginjaknya.


Daysi terkejut dengan Riri yang bertingkah seperti itu.


"Aku salah apa sih Ri?" tanya Daysi dengan memegang perutnya.


"Jika kamu dekat-dekat lagi dengan Abang, aku akan membuat mu di pecat secara perlahan dari hotel ini." Ancam Riri ke Daysi. Meninggalkan Daysi.


Daysi menunduk dan mengambil salah satu obat yang masih terlihat baik dan di bersihkan dengan saputangannya.


Daysi segera meminumnya, di rasa perutnya sudah membaik Daysi mengumpat Riri habis-habisa.


"Dasar wanita berhati busuk, sama-sama tukang sapu belaga sok jadi bos. Memangnya aku takut sama kamu, cihhhh..." memegang peralatannya lagi.


Okta yang baru saja mencari keberadaan Daysi, tersenyum kagum.


"Wanita yang patut di perjuangkan." Batin Okta. Okta berjalan mendekati Daysi.


Daysi terkejut.


"Pak Okta ada apa?"


"Lanjutkan pekerjaanmu, acara mau selesai dan satu lagi jaga kesehatan." Ucap datar Okta meninggalkan Daysi yang masih bengong, Okta tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


Daysi mematung.


"Kenapa hari ini semua orang bersikap aneh???"


__ADS_2