ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
66 Mengintrogasi Sacha dan Aurellia


__ADS_3

Please jika tidak suka karya author skip aja ya jangan merusak rate, terus terang saja author sedih rate menurun.


***


Rumah Sakit Umum.


Ksatria berjalan di koridor rumah sakit setelah bertanya kepada resepsionis. Ksatria berjalan dengan gagah sambil menatap satu persatu nama ruangan tersebut. Sesampainya di ruangan ia terkejut melihat ada seorang wanita yang tak lain adalah adik tersayangnya sendiri.


"Kalian berpacaran?" tanya Ksatria sambil meletakkan buah di samping brankar Sacha.


"Anda mau menjenguk apa mengitrogasi kami?" Sacha balik menanyai Ksatria.


"Ya itu untuk kedua, pertama jawab pertanyaanku dulu. Apa kalian berpacaran selama ini?" Ksatria duduk di sofa.


"Tidak!" jawab serempak Aurellia dan Sacha.


"Cihh... kompak sekali kalian, seperti sudah di persiapkan." Cibir Ksatria. "Terus aku mau tanya sama kamu Sacha, sebenarnya apa yang terjadi kenapa kamu sampai terkena luka tusuk untungnya kamu selamat jika tidak sepertinya hantumu akan menggangu kehidupanku." Imbuhnya sambil bercanda.


"Haahh... punya bos gini amat, tidak menanyakan keadaan bawahannya apa baik-baik saja setelah terkena tusuk ini malah lain. Sebenarnya aku juga tidak tau, ada dendam apa orang itu tiba-tiba menyerangku seperti ini, ssshh...," Sacha memegang perutnya sebelah kanan, untung luka tusuknya tidak sampai mengenai organ penting dalam hidupnya.


"Baiklah bagaiman keadaanmu, masih sakit jika masih sakit pulihkan dahulu lukanya. Aku juga tidak tau pasti orang itu yang diam-diam bergerak lagi." Ksatria menebak satu orang.


"Maksudnya Rio?" tanya Sacha, Sacha ingat betul saat nyawa Aurellia di ujung tanduk.


"Iya, siapa lagi kalau bukan dia. Sejak dulu hanya dia saja yang suka mengusik ketenanganku, apalagi katamu kamu pernah menolong Aurel. Aku yakin pelakunya sama!" Ksatria duduk sambil menyilangkan tangannya di depan dada.


"Kalau pelakunya bukan dia bagaimana, selain dia apa ada seseorang yang pernah kamu lukai hatinya?" Sacha menatap Ksatria.


Ksatria mengelengkan kepalanya. "Tidak ada sih menurutku, lagian jika mantanku melakukan itu untuk apa. Mereka semua tidak punya koneksi apa-apa di kota ini!" ucap santai Ksatria.

__ADS_1


"Tapi kak, ada benarnya sedikit kak ucapan dari Sacha, kita tidak tau jika mereka menemukan koneksi baru-baru ini." Jelas Aurellia.


"Benar juga, tapi siapa kira-kira?" Ksatria memikirkan siapa orang yang kira-kira bisa melakukan hal seperti ini.


Jika material bangunan proyek hotel yang baru ia tidak masalah, tetapi ini nyawa sesorang yang di permainkan.


"Aku akan mencari tau siapa yang berkompromi dalam hal ini," Ksatria bergegas pergi dari ruang rawat Sacha.


Saat berada di luar ruangan Sacha. Ksatria menyuruh para body guardnya untuk menyelediki semua jangan sampai lengah sedikit pun.


Kediaman Malik.


Daysi binggung kenapa body guard Ksatria kemari dan berjaga-jaga di setiap penjuru rumah. Daysi mendekati Ria dan menanyakan beberapa hal pada Ria.


"Mbak Ria, ada apa sih ini kenapa banyak sekali orang yang berjaga?" Daysi mengayunkan mainan Cheval.


"Saya tidak tau mbak Daysi, mungkin berjaga-jaga. Agar kejadian kelam tidak terulang lagi mbak Daysi!" Ria mengayunkan kereta dorong Cheval.


Ksatria Malik yang baru saja sampai ke kediamannya setelah mengunjungi Sacha kini melepas pakaian yang melekat pada tubuhnya dan menyalakan sower dengan keras untuk meredam pikirannya yang kacau balau saat ini.


Daysi yang mendengar air sower sangat keras menatap heran ke arah pintu kamar mandi. Daysi kemudian masuk kedalam ruang ganti dan mengambilkan pakaian santai untuk Ksatria kenakan. Ksatria yang baru saja keluar kamar mandi melamun menatap jendela, ia sangat takut dan gelisah.


Daysi mendekat dan memeluk erat tubuh Ksatria dari belakang. "Ada masalah apa berbagilah denganku?" Daysi duduk di kursi dekat jendela.


"Tidak apa-apa, ada sesuatu yang menganggu pikiranku saat ini. Daysi kamu harus percaya denganku oke, jika nanti ada apa-apa kamu bisakan mempercayaiku. Aku tidak akan meninggalkanmu Daysi meskipun bencana menerpa kita." Menggengam erat tangan Daysi.


Daysi tersenyum lebar. "Ya..., aku akan selalu percaya denganmu Ksatria Malik. Aku akan menjadi wanita tertangguh di abad ini," sambil tersenyum padahal dalam hati Daysi sangat gelisah dengan ucapan Ksatria barusan.


"Jangan berbohong Daysi, aku tau kamu kepikiran dan gelisah saat ini. Maaf aku tidak bermaksud mengucapkannya tapi aku hanya tidak ingin kamu mengurangi kepercayaanmu padaku Daysi, itu saja." Ksatria menghela nafas berkali-kali.

__ADS_1


Beban dalam pikirannya hari ini sungguh berat, saat di rumah sakit pagi tadi masalah proyek pembangunan hotel kedua terus kasus Sacha yang kena tusuk belum lagi saat ini, rasanya seakan dunia memusuhinya hari ini.


"Sat..., aku akan selalu di sampingmu hingga tua nanti bahkan hingga maut memisahkan kita berdua." Daysi memeluk erat tubuh Ksatria Malik dan Ksatria membalas pelukan Daysi.


"Daysi berkemaslah sepertinya rumah ini tidak baik-baik saja, cepat berkemaslah. Dan bawa juga keperluan Aak." Perintah Ksatria Malik.


Daysi kebinggungan. "Tapi Sat, ada apa ini?" Daysi berjalan ke arah ruang ganti.


Ksatria membantu mengemasi pakaian Daysi dan memasukannya kedalam koper. Ksatria mengambil 2 buku nikah dan di masukkan kedalam tas kesayangan Daysi.


"Sat, kenapa sih ini. Kamu mengusirku Sat?" air mata Daysi lolos begitu saja.


Ksatria menggelengkan kepalannya. "Percaya sama aku oke, jika nanti masalahnya selesai aku akan menjemputmu dan juga Aak, kamu pergi dengan Asep ya." Menciumi wajah Daysi. "Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu Daysi," mengusap lembut pipi Daysi.


"Sat..., aku takut ada apa ini Sat?" Daysi menanyakan hal yang sama lagi.


"Cepat pergi dan bawa Aak Daysi waktunya tidak banyak!" Ksatria menarik koper milik Daysi.


Setelah kepergian Daysi dari kediaman Malik, sesantai mungkin Ksatria menujukkan hati terlukannya. Sebenarnya Ksatria tidak ingin terpisah dengan Daysi namun bagaimana lagi untuk menyelamatkan kehidupan Daysi dan Cheval saat ini.


Ksatria mengingat perkataan salah satu body guardnya jika mata-mata Rio telah bergerak di sekitar kediamannya. Tanpa pikir panjang Ksatria langsung menyewa sebuah mobil dan berpura-pura mengantar barang ke kediaman Malik untuk mengecoh mata-mata Rio yang mengintai anak dan istrinya saat ini.


Ria yang masih berada di kediaman Ksatria Malik berjaga-jaga, meski pun ia wanita ia jago bela diri makanya Ria dari dulu sampai sekarang di percaya oleh keluarga Malik. Aurellia yang sudah di beritau jika Daysi meninggalkan kediaman Malik langsung memesan sebuah kontrakan untuk sementara malam ini.


Dua jam perjalanan akhirnya Daysi sampai di sebuah kontrakan yang telah di berikan Aurel lewat aplikasi. Asep membatu Daysi membawa barang-barang masuk kedalam kontrakan. Aurellia yang baru datang langsung memeluk Daysi sangat erat. Daysi hanya menepuk-nepuk punggung Aurellia karena sesak pelukannya sangat erat.


***


Terimakasih sudah mampir di karya author pemula ini. Author hanya seorang pemula dalam menulis harap maklum jika author belum pandai membuat konflik.

__ADS_1


Ada yang baru mampir juga boleh.


NANO-NANO DALAM CINTA


__ADS_2