ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu

ISTRIKU Betapa Aku Mencintaimu
Promosi


__ADS_3

Judul Re-image After Wedding


Cari di profil emak ya🥰


Zoya mengeluh kesakitan saat lehernya di cekal oleh pria yang ia cintai selama 4 tahun lamanya, 2 tahun mencintai secara diam-diam bahkan tak segan-segan ia juga mencari perhatian secara terang-terangan kepada Zona saat berkerja di kantor milik keluarga Gundono, dan 2 tahun secara terang-terangan sebab Zona menikahinya.


Namun ... semua tak ada artinya sama sekali, Zona tetap membentengi hatinya meski ia sadar sesuatu bahwa perempuan yang ia nikahi selama 2 tahun ini menyukainya diam-diam saat masih berkerja sebagai staf biasa di kantor dan tidak segan-segan secara terang-terangan setelah ia nikahi secara terpaksa.


"Kenapa kamu membu nuhnya, kenapa kamu mendorong nya. Apa salahnya dia padamu, hah?" berteriak dengan menampilkan ekspresi kebencian yang begitu dalam terhadap Zoya.


Zoya tidak bisa berkata apa-apa terhadap laki-laki yang ia cintai ini, laki-laki yang setiap hari selalu ada dalam angan-angan dan hidupnya.


"Apa salahnya, hah?" Zona terus memojokkan Zoya.


Zoya hanya bisa menangis untuk sekarang, Zona paling tidak tahan melihat air mata Zoya sebab air mata Zoya mengingatkan dirinya pada Dea Asmara.


"A--aku ti--dak men--dorong nya kak Zona, ku-- mo--hon percayalah... padaku kak." Zoya merasakan sakitnya di bagian lehernya sebab Zona mence kiknya.


Sebisa mungkin ia menahan semua, namun penglihatannya mulai kabur dan buram.


Tit tit tit tit.


Selamat datang tuan. Di iringi senyum bahagia.


Zoya menatap entah itu apa yang jelas bentukannya seperti di dimensi lain.


Siapa kamu? dan aku berada di dunia apa ini? Zoya menatap tubuhnya yang tinggi putih semampai, masih sama namun tidak bisa di sentuh sama sekali.


Ini dunia tuan, jika tuan berhasil dalam misi kali ini maka tuan akan menjadi orang paling kaya raya di kota ini tuan. Menjelaskan dengan seksama.


Zoya hanya menatap curiga dan curiga, apa maksudnya semua ini.


Perlihatkan tugasnya, aku ingin menyelesaikan semua misinya. Tapi sebelum itu, apa yang aku peroleh sekarang dan aku mendapatkan berapa rupiah sebagai uang mukanya untuk menjalankan misi ini. Dengan terperinci Zoya menanyakannya.


Tenang saja tuan, anda mendapatkan ini semua. Memperlihatkan semua yang di butuhkan oleh Zoya termasuk kartu black card tanpa batas.


Nah bagus, jika begini aku sanggup melakukannya. Selain itu, tunjukkan tugasku apa saja. Zoya melihat tugas-tugasnya termasuk membasmi kutu-kutu.

__ADS_1


Tugas tuan sekarang kembali ke masa lalunya tuan, lebih tepatnya 2 tahun yang lalu sebelum tuan mengalami hal semua ini.


Zoya di buat bingung dengan sistem, di tambah lagi ia harus kembali ke masa lalu.


Lantas ini, untuk apa? memperlihatkan black card yang ia pegang.


Itu bonus tuan, karena tuan bersedia kembali ke masa lalu. Selamat menjalankan tugas tuan.


Tapi bagaimana dengan cintaku dan hidupku yang sekarang ini, aku bahagia menjalaninya.


Zoya berusaha untuk tidak menghilangkan kepingan kisah cinta sendirinya terhadap Zona.


Tuan Zoya tenang saja, akan ada kepingan-kepingan ingatan masa lalu tuan yang akan menghiasi hidup tuan, jadi ... untuk sekarang tuan nikmati lah kembali masa-masa muda tuan, jangan tuan sia-siakan.


Sistem konyol itu menghilang tanpa menunggu lagi, begitu pun dengan ingatan cinta Zoya yang besar ke pada Zona.


Tok tok tok.


"Zoya bangun, cepat bangun."


"Iya ... iya. Bawel sekali." Zoya bergegas bangun dari singga sana yang empuk dan nyaman itu.


Zoya menatap tubuhnya dari atas sampai bawah, sepertinya memang ada yang berbeda dari tubuhnya.


"WHAT ...." Terkejut bukan main, jadi kejadian yang ia pikir mimpi adalah kenyataan.


Dirinya kembali ke masa lalunya, tepat setelah ia di nikahi Zona namun dirinya di usir setelah selesai menikah, dengan terpaksa ia merana dan kembali ke asalnya yaitu di mes kantor.


"Aku pikir mimpi, ternyata benar aku kembali ke masa lalu."


Bernafas lega setelah tau ia kembali ke masa lalu, ia melihat seluruh suasana yang berada di dekatnya, semuanya sama seperti dulu setelah ia menikah dengan Zona.


Zoya berpikir keras.


"Apa jangan-jangan kejadian tadi malam hanya bunga tidur saja ya, tidak mungkin. Jelas-jelas aku di cek ik sampai ma ti oleh Zona, awas saja jika nanti aku bertemu dengannya, akan ku buat dia menyesal telah mem bunuh ku secara kejam demi wanita jalan* itu?" bergumam di depan cermin, matanya memancarkan aura kebencian yang mendalam terhadap Zona.


BRAG BRAG BRAG.

__ADS_1


"ZOYA... CEPAT." Teriak salah satu rekannya satu mes dengannya.


Zoya memutar bola matanya dengan malas.


'Kenapa sepertinya aku tidak asing dengan suara teriakan dari luar sana ?' Zoya segera membuka pintu kamar mandi tersebut.


"Lama banget di dalamnya, kamu main ponsel ya di dalam sana? udah tau peraturannya di larangan bermain ponsel saat berada di kamar mandi. Apa kamu tidak lihat banyak tuh yang antri mau dandan cantik."


Sekelebat bayangan saat itu terjadi, dimana Zoya ketahuan bermain ponsel dan berakhir mendapatkan hukuman dari rekan-rekan kerjanya, karena ia tidak mau mengulang kejadian lalu dan berniat mengubah semuanya bahkan takdir yang tidak berpihak padanya.


"Letakkan dalam sini dulu deh." Terpaksa ia masukkan ke dalam ****** ********.


Rasanya tidak nyaman sama sekali, tapi dari pada menghadapi orang-orang yang sok berkuasa itu, belum juga bertemu dengan tokoh utama yang menyebabkan Zoya dua tahun sebelum ini meninggal dunia sebab di cek ik oleh Zona cinta pertamanya.


"Periksa." Tiba-tiba sekumpulan wanita yang tidak menyukai Zoya memeriksa tubuhnya.


Namun karena Zoya pernah mengalami hal serupa, kini ia tidak mau ceroboh lagi meletakkan ponselnya di kaos kakinya.


"Tidak ada kak Amel."


"Benarkah, bukannya tadi di dalam kamar mandi ada suara vidio?" menatap curiga Zoya.


Zoya memang tadi sedang melihat-lihat video, lebih tepatnya vidio siapa yang akan menjadi CEO baru di perusahaan Gundono.


Dan ternyata yaitu Alfa Zona Putra Aqlan Gundono.


"Kamu menyembunyikan nya di mana?" memajukan wajahnya tepat di depan Zoya.


Zoya hanya tersenyum licik.


"CK .. selain menindas orang, apa kamu tidak punya pekerjaan lain?" beranjak pergi namun meninggalkan jejak kakinya di kaki Amel.


"Aw ... sakit tau, dasar wanita murahan." Teriak Amel begitu menggema di seluruh penjuru toilet wanita.


Zoya menutup kedua telinganya, tidak peduli dengan cacian yang di lontarkan Amel.


'Tunggu saja dan nikmati baik-baik permainan dariku, dulu kamu hampir menindas semua karyawan dan karyawati di kantor ini, bahkan tak segan-segan kamu juga mendorongku ke ranjang Zona saat ia mabuk, kali ini aku akan membuat perhitungan pada kalian baik-baik oke. Tapi ... Sialnya kenapa harus sudah nikah sih statusku, gimana ini ....' Bersumpah dalam hati dan menghembuskan nafasnya berkali-kali.

__ADS_1


Zoya berjalan sangat anggun saat sampai di kantor, meski staf biasa kecantikan Zoya tidak dapat di pungkiri bahkan di gadang-gadang sebagai primadona kantor.


__ADS_2